[Sinopsis K-Movie] Introduction to Architecture (Part 2)
Sekarang, Seung Min
sedang memandang Seo Yeon sama dengan tatapan seperti waktu itu. Seo Yeon masih
belum cocok dengan desain yang dibuat Seung Min, menurutnya masih teras asing. Seung
Min bilang tentu saja terasa asing, karna itu dibuat baru. Lalu sekertaris
smein mengusulkan untuk membangun ulang saja (merenovasi) rumah itu. Seung Min
yang awalnya tidak setuju, akhirnya mengalah dengan memberikan alternatif
penambahan ruangan pada Seo Yeon.
Seo Yeon berada di
sebuah butik, dan membeli dasi, sepertinya untuk diberikan kepada Seung Min.
Dan selanjutnya setelah ia merias diri, dia bertemu dengan Seung Min yang
membawa serta sekertarisnya. Sepertinya awalnya mereka akan bertemu berdua
saja. Lalu Seo Yeon menanyakan kapan pembangunan rumahnya bisa selesai. Dalam
dua bulan bisa selesai asalkan tidak ada perubahan lagi dari Seo Yeon, ujar Seung
Min. Seo Yeon tersenyum malu.
Seo Yeon menanyakan
apakah Seung Min punya pacar, āmaukah aku mengenalkan beberapa perempuan
padamu? Beritahu aku apa tipe wanitamu?.
Seung Min menjawab, āCantik dan baik hati.ā Seo Yeon bilang bagaimana
mungkin ada tipe yang sekaligus seperti itu. Seung Min bilang tentu saja ada.
Bayangkan ada 10 wanita cantik sekaligus yang paling baik hati diantara mereka,
pasti cantik dan baik hati.
āLalu yang jarang
seperti itu akan ada yang menyukaimu?ā sanggah Seo Yeon. Sekertaris Seo Yeon
tertawa, Seo Yeon dan Seung Min menoleh ke arahnya. Seung Min pun keluar untuk
menerima telpon dari atasannya.
Seo Yeon bertanya
pada Eun Chae (ini nama sekertarisnya Seung Min, selanjutnya disebut namanya
aja ya), apakah Eun Chae tidak punya pacar. Eun Chae bilang dia akan menikah. Seo
Yeon pun bertanya kapan dia akan menikah. Awal tahun depan, atau paling cepat
akhir tahun ini, jawab Eun Chae. Seo Yeon terlihat ikut gembira dan memberikan
ucapan selamat.
āSetelah menikah
kami akan pergi ke Amerika. Aku akan sekolah lagi, dan oppa akan bekerja.ā
Jelas Eun Chae.
āOrang itu seperti
mendapatkan hadiah pertama, Nona Eun Chae sangat cantik.ā
āBenarkah?ā Tanya Eun
Chae, dan keduanya tertawa bersama.
Seung Min datang dan
menanyakan apakah ada yang lucu. āKami membicarakan sesuatu tentangmu. Bahwa
kau memenangkan hadiah pertama.ā (jadiii,, Eun Chae ini pacarnya Seung Min
tohhhā¦)
Seo Yeon terlihat
bingung. Akhirnya dia tahu, memang benar Eun Chae dan Seung Min pacaran, tapi
tidak ada yang tahu, orang kantor pun tidak ada yang tahu, Eun Chae hanya
memberitahukan pada Seo Yeon. Dan Eun Chae pun bertanya pada Seo Yeon, apakah
dia tahu siapa cinta pertama Seung Min sewaktu kuliah dulu di tahun pertama.
Seo Yeon pura-pura
tidak tahu dan bertanya pada Seung Min siapa orang itu. āiya, siapa orang itu,
yang katamu pantas mati.ā Ujar Eun Chae. Seo Yeon terpana, kaget, mada dia
pantas mati (mungkin gitu kali ya dipikirannya.) dan Seung Min pun terlihat
tidak nyaman.
Seo Yeon berada di
RS, berbicara pada ayahnya mengenai rumah yang hendak direnovasi. Dan Seung Min
berada di dalam taksi sedang beradu arumen dengan Eun Chae mengenai rencana
mereka nanti setelah di Amerika. Seung Min menatap keluar jendela. Dan flashback lagiā¦.
Flashback
Seung Min sedang
mengerjakan tugas di rumah Jae Uk. Dia dan temannya mengagumi computer yang
baru di beli Jae Uk, Pentium 1 Gb. ā1 Gb? 1000 Mb? Walaupun kaun menggunakannya
seumur hidup, tak akan pernah habis!ā ujar Seung Min takjub. (weeww, mas broo,
download beberapa film aja udah habis ituā¦ hehe)
Kemudian mereka
membahas tentang wanita, dan Seo Yeon. Menurut Jae Uk, Seo Yeon itu sangat
cantik, namun tidak terlihat karena tidak memakainmake up, tapi nanti di tahun
kedua pasti terlihat lebih cantik. Jae Uk sepertinya menyukai Seo Yeon. Seorang
teman Seung Min menemukan sebuah stoking milik perempuan, dan menanyakan pada
Jae Uk kepunyaan siapakah stoking itu. Jae Uk tidak menjawab, hanya memberikan
saran untuk mendapatkan seorang gadi, pertama-tama ajak mereka ke klub, berikan
minuman sampai mereka mabuk, lalu bawa ke tempat tidur.
Seung Min pulang ke
toko ibunya, setelah makan dia pun menuju ke rumahnya. Kemudian dia bertemu Seo
Yeon yang habis membeli barang, dan meminta dibawakan barang bawaannya pada Seung
Min. Seo Yeon mengajak makan pada Seung Min, makan di toko ibunya Seung Min.
Tapi Seung Min menolaknya dengan alasan tidak menyukai makanan yang dijual
disitu. Padahal sebenarnya kayaknya Seung Min takut ketahuan itu ibunya oleh Seo
Yeon, atau dia malu pada ibunya karena bersama seorang gadis, hehe..
Seo Yeon dan Seung
Min masuk ke rumah kosong yang waktu itu pernah mereka datangi. Rumah itu sudah
terlihat rapi dan bersih. Seo Yeon yang merapikannya pada akhir pecan. Dan dia
memutuskan akan tinggal disana untuk seterusnya. Seo Yeon juga menanam bunga. Seung
Min penasaran, bunga apa yang bisa tumbuh di musin gugur seperti sekarang ini.
Tapi Seo Yeon tidak mau memberitahu.
Seo Yeon dan Seung
Min bersama-sama menanam bunga. Setelah lama bertanya macam-macam, termasuk
apakah Seo Yeon pernah ke rumahnya Jae Uk yang dijawab tidak oleh Seo Yeon,
akhirnya Seung Min bertanya apakah Seo Yeon punya pacar, karena Seo Yeon sangat
terkenal. Seo Yeon bilang, kenapa dia harus memerlukan seorang pacar. Seo Yeon
pun bertanya balik pada Seung Min, apakah Seung Min sudah punya pacar. Seung
Min bilang dia juga tidak punya pacar. āKau sendiri tidak punya pacar, kenapa
menanyakan tentang itu padaku. Bagaimanapun juga yang paling popular tetap oppa
Jae Uk. Di klub kami, tak ada gadis yang tak menyukainya.ā Kata Seo Yeon. Seung
Min bertanya lagi, mengapa Jae Uk begitu popular. Seo Yeon menjawab, āTinggi,
kaya dan tampan. Selain itu dia dari jurusan arsitektur. Aku rasa mereka yang
dari arsitektur semuanya sangat tampan.ā
Dengan semangat Seung
Min langsung berkata, āAku juga dari jurusan arsitektur.ā Dan akhirnya Seung
Min mengetahui bahwa Seung Min mengambil mata kuliah pengantar arsitektur
karena menyuki Jae Uk. Tapi Seo Yeon bilang, itu hanya perasaan sepihak, karena
sepertinya Jae Uk tidak menyukainya.
Seung Min sedang
minum bersama Nap Tteuk. Seung Min menanyakan tentang pacarnya Nap Tteuk.
Kemudian dia pun bertanya apa pendapat Nap Tteuk mengenai temannya, āAda
laki-laki dan perempuan. Awalnya tidak kenal sama sekali, kemudian menjadi dekat dengan cepat, dan saling
bercerita tentang kehidupan masing-masing, sebenarnya apa yang terjadi pada
mereka?ā (padahal mah Seung Min nanya tentang dia sendiri tuh..) dan Nap Tteuk
juga tau, kalo itu sebenarnya Seung Min..
Setelah berfikir, Nap
Tteuk memberikan saran pada Seung Min. Seung Min disuruh minum soju dulu,
setelah mabuk datangi rumah Seo Yeon dan minta dia keluar, kemudian setelah
keluar baru bilang kalau Seung Min menyukainya. Seung Min terlihat bingung,
tapi kemudian dia memeluk Nap Tteuk dan mengucapkan terimakasih. Lalu Seung Min
bilang pada Nap Tteuk, Seo Yeon itu lucu, Seo Yeon itu sangat cantik. Kemudian Seung
Min meneriakkan nama Seo Yeon berulang-ulang sambil tersenyum bahagia, dan Nap
Tteuk sibuk untuk mengehntikannya. (tengah malem ini ceritanya..)
Flashback end..
Seo Yeon dan Seung
Min sedang berada di rumah Seo Yeon yang direnovasi, dan Seo Yeon merasa kalau
yang dikerjakan sekarang bukan seperti yang dia mau. Tapi Seung Min bilang
kalau semua dikerjakan seperti kemauan Seo Yeon, memang tidak bisa hanya
dilihat dari skersa saja. Tapi Seo Yeon tetap protes, rungan yang lebih kecil
dari yang diharapkan, jendela yang terlalu kecil. Seo Yeon melihat ke
sekeliling dengan kurang puas. Seung Min yang menjelaskannya pun menjadi kesal,
āBukankah kau sudah lihat sketsa dan bilang tak apa-apa? Sama sekali tak ada
perubahan yang diijinkan.ā
āApa aku mengatakan
sesuatu? Ini tidak terlalu jelek. Aku menyukainya.ā Ujar Seo Yeon menyangkal
dan pergi.
Seo Yeon dan Seung
Min berjalan di sekitar sekolahan, berselisih di masa lalu siapa yang
mengatakan dan tidak mengatakan setelah mulai turun salju, Seung Min akan
menemui Seo Yeon. Seo Yeon ingat dengan jelas bahwa Seung Min mengatakan itu. Seung
Min tetap menyangkalnya dengan mengatakan, dia tidak bisa bilang sesuatu yang
kekanak-kanakan seperti itu.
Kemudian Seo Yeon
bertanya, apakah yang Seung Min maksud itu dia, cinta pertama Seung Min yang
harus mati. Seung Min dengan salah tingkah menyangkalnya, bukan Seo Yeon,
bahkan mereka tidak punya hubungan apapun.
āBenar itu bukan
aku? Tapi kenapa aku merasa itu aku. Wanita yang pantas mati. Ini benar-benar
aneh.ā
āKenapa kau merasa
itu dirimu? Kau aneh, benar-benar aneh.ā Seung Min pun pergi.
Seung Min dan Seo
Yeon berada di bandara akan kembali ke Seoul. Seung Min menerima telpon dari
ibunya, membicarakan toko ibunya yang akan dibangun kembali. Seo Yeon
mengkritik cara bicara Seung Min yang agak kasar terhadap ibunya. Seung Min
bilang dia merasa frustasi dengan pembanguna toko kembali itu. Seo Yeon bilang,
orang tua tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik, jadi Seung Min
harus lebih baik terhadap ibunya. Seung Min yang tersinggung dengan ucapan Seo
Yeon bilang, āApa yang kau tahu, kau punya uang dan waktu, dan kau tinggal
sendiri. Jadi itu alasanmu berkata begitu tajam?ā Seung Min pergi meninggalkan Seo
Yeon.
āBagaimana kau tahu,
kalau aku hidup sendiri?ā pertanyaan Seo Yeon menghentikan langkah Seung Min. Seo
Yeon tidak mau mendengar penjelasan Seung Min, dia pun meyuruh Seung Min pergi
duluan. Seung Min mengejar akan menjelaskan, tapi Seo Yeon bilang itu
memalukan. (Seo Yeon dari awal tidak pernah bilang kalu dia sudah bercerai)
Akhirnya Seung Min
dan Seo Yeon minum bersama di restoran samping dermaga. Seung Min bertanya apa Seo
Yeon marah. Seo Yeon tidak menjawab, dan bertanya darimana Seung Min tahu kalau
dia sekarang sendiri. Seung Min bilang Seo Yeon tidak pernah menyebutkan
suaminya ketika mereka sedang membahas desin rumah itu, jadi dia pikir Seo Yeon
tidak lagi bersama suaminya, itu hanya perkiraannya.
āAwalnya itu bukan
sebuah kebohongan. Kami berpisah. Kami menandatangani surat perceraian sebulan
yang lalu. Aku mati-matian menahannya, tak mudah bagiku untuk menyerah
padanya.ā
āmengapa kau
menahannya?ā
āLalu apa yang harus
ku makan? Selain itu, pengacaraku juga bilang semakin lama aku menahannya,
semakin banyak yang ku peroleh darinya. Itu berkat aku bertahan lama, aku bisa
membangun rumah disini.ā Seo Yeon terdiam, lalu melanjutkan, āKepribadianku sangat
buruk, kan? Aku benar-benar seorang wanita yang pantas mati, kan?ā tapi Seo
Yeon tidak punya pilihan lain, itu prinsip di dunia ini, orang hidup semuanya
sama.
Ketika sup pedas
yang mereka pesan sudah siap, Seo Yeon pun mengomentari sup itu. Sebuah sup
didalamnya ada telur maka disebut sup telur, ketika didalamnya daging maka
disebut sup daging, dan ketika didalamnya tulang iga maka disebut sup tulang
iga. Tapi sup pedas, apapun yang dimasukkan kedalamnya, tetap saja namanya sup
pedas. Seo Yeon merasa dirinya sama seperti sup pedas itu.
Seung Min menghubungi
Eun Chae, memberitahu kalau dia tidak pulang ke Seoul malam ini karna ada
urusan mendadak, dia akan pulang dengan penerbangan besok pagi. Sedangkan Seo Yeon terus minum dan minta
sebotol soju lagi pada pelayan. Seung Min melarangnya karena Seo Yeon sudah
minum banyak. Tapi Seo Yeon tidak mau. Seung Min menyuruh Seo Yeon bangun dari
duduknya, Seo Yeon pun terjatuh. Seung Min mengomel mengapa Seo Yeon minum soju
begitu banyak. Tangan Seo Yeon terluka, Seung Min bilang tidak apa-apa nanti
juga sembuh setelah diobati. Seo Yeon tiba-tiba mengucapkan kata-kata makian
yang sepertinya ditujukan kepada mantan suaminya. Seung Min memeluk dan
menepuk-nepuk punggung Seo Yeon menenangkanya.
Flashbackā¦
Dosen memberikan
tugas, āTugas untuk minggu ini adalah.. dimana kamu ingin tinggal. Pergilah ke
suatu tempat bagus dan bermain. Bukankah cuacanya sangat bagus akhir-akhir ini?
Seo Yeon dan Seung
Min berjalan beriringan di rel kereta api, di pinggirnya, sambil merentangkan
tangan untuk menjaga keseimbangan. Seung
Min terjatuh. Seo Yeon tertawa senang dan memukul Seung Min berkali-kali.
Mereka berada di sebuah stasiun.
Seo Yeon berkata
kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya. Seung Min terkejut, dia bertanya lagi
untuk meyakinkan. āhari ini?ā
āya, hari ini. 11
november. Ingat itu. 11 11.ā Jawab Seo Yeon.
Seung Min berkata,
jika hari ini ulang tahun Seo Yeon, Seo Yeon harusnya berpesta bersama
teman-temannya. āBukankah kamu temanku. Bagaimana kalau kita mengadakan pesta?ā
usul Seo Yeon.
Seung Min dan Seo
Yeon bersulang di warung makan dekat stasiun. Kemudian Seo Yeon bertanya apa
yang akan mereka lakukan 10 tahun kemudian. āAku ajan jadi arsitek, dan kamu
akan bermain piano.ā Jawab Seung Min. Seo Yeon bilang dia tidak akan bermain
piano, dia tidak suka. Ayah Seo Yeon yang meminta dia belajar piano. Dia ingin
menjadi penyiar dan menjadi seorang DJ radio untuk mendapatkan uang dan jadi
sangat terkenal. Seung Min bertanya, siapa yang bilang jadi penyiar radio bisa
menghasilkan banyak uang. Seo Yeon bilang setidaknya ada kesempatan untuk
menikah dengan orang kaya. (Seung Min agak terkejut mendengar perkataan Seo
Yeon itu, tapi dia diam dan mendengarkan.) Dan kemudian dia bisa membangun
rumah di tempat seperti itu nantinya, dan Seung Min akan membuatkannya, gratis.
Seo Yeon tersenyum.
āGratis?ā Seung Min
keberatan. Seo Yeon bilang Seung Min pelit, lalu dia memberikan CD Exhibition
yang waktu itu sebagai deposit.
Seo Yeon kemudian
membuat sketsa rumah yang ingin dia bangun, āRumah yang ingin aku tempati.. aku
ingin tinggal di gedung dengan 2 lantai, lalu ada banyak jendela, dan juga
halaman besar.ā Seo Yeon menggambar mana yang akan menjadi ruang tamu, kamar
tidur, dan kamar tidur dua anaknya kelak. Seung Min memperhatikan Seo Yeon
sambil tersenyum, senyum manissssā¦ senyum jatuh cintaā¦.. hehe..
Seung Min dan Seo
Yeon berada di halte bis, dan hari sudah
gelap. Seo Yeon tertidur dibahu Seung Min, sedangkan Seung Min duduk dengan
tegk dan terlihat gugup. Seo Yeon merangkul lengan Seung Min dan lebih
mendekatkan diri. Seung Min semakin terlihat gugup, kakinya gemetaran.
Wajah Seo Yeon
begitu dekat dengan wajahnya, bibir Seo Yeon tepat menghadap ke wajah Seung Min.
Akhirnya Seung Min memberanikan diri mencium bibir Seo Yeon. (aiihh,,nyuriiā¦hehe).
Seung Min terlihat masih gugup, dan was-was.
Beberapa detik
kemudian Seo Yeon terbangun dan menatap, Seung Min kaget, sepertinya takut
perbuatannya tadi diketahui Seo Yeon. Seung Min sudah siap-siap kena marah,
tapi Seo Yeon Cuma bilang dia ingin buang air kecil. Karena tidak ada kamar
kecil, akhirnya Seo Yeon buang air disamping halte.
Esoknya Seung Min
menceritakan kejadian tadi malam kepada Nap Tteuk. Ciuman itu. Tapi Nap Tteuk
bilang itu bukan ciuman. Ciuman ituā¦ā¦.. (Nap Tteuk menjelaskan panjang lebar,
agak vulgar sih menurutku, heheā¦). Nap Tteuk bilang yang Seung Min lakukan itu
hanya ciuman pertemanan, bahkan Seung Min diam-diam mencium seseorang yang
sedang tidur, itu pelanggaran.
Lalu Seung Min juga
menceritakan tentang permainan berjalan di atas rel, siapa yang jatuh duluan
itu pecundang dan dapat hukuman dipukul tangannya. Seung Min merasa dengan
berpegangan tangan seperti itu saja hubungan mereka sudah lebih dari sekedar
teman biasa. Tapi Nap Tteuk bilang itu kekanak-kanakan.
Seo Yeon menjadi
penyiar di radio kampus. Seung Min mendengarkannya dengan gembira, apalagi Seo
Yeon sedikit menyebut tentang Seung Min, dan memutarkan lagu Exhibition yang
mereka dengarkan bersama waktu itu. Seung Min duduk di depan gedung radio
jurusan musik, menunggu Seo Yeon. Begitu Seo Yeon keluar, dia menanyakan apakah
Seung Min mendengarkan siarannya. Seung Min bilang, iya. āBagaimana?ā Tanya Seo
Yeon. Seung Min bilang suara Seo Yeon sangat bagus. Di belakang Seo Yeon, Jae
Uk memperhatikan mereka.
Jae Uk mendekati
mereka dan bertanya pada mengapa Seung Min datang ke tempat itu.
Seo Yeon berada di
dalam mobil Jae Uk. Sepertinya Jae Uk mengajak pulang bersama pada Seo Yeon. Eh
ternyata Seung Min juga diajak, dia duduk dibelakang dan tertidur, pura-pura
tidur. Jae Uk menanyakan apakah Seo Yeon dekat dengan Seung Min karena sering
terlihat bersama. Seo Yeon bilang sedikit. Jae Uk juga bertanya apakah Seo Yeon
dan Seung Min berpacaran, tapi Seo Yeon langsung menjawab tidak, tidak mungkin
terjadi.
Jae Uk jg
mengomentari kaos kesayangan Seung Min yang ejaannya salah, seharusnya āGuessā
bukan āGeussā, mereka tertawa bersama, dan Seung Min pelan-pelan menutup
kaosnya dengan kemejanya.
Seo Yeon menanyakan
biaya sewa apartemen seperti milik Jae Uk, karena dia berencana pindah rumah.
Jae Uk pun mengundang Seo Yeon untuk datang ke tempatnya, Seo Yeon terlihat
gembira, dia akan datang jika Jae Uk sedang tidak sibuk. Di lampu merah, Seung
Min tiba-tiba pamit turun duluan, sepertinya dia panaaasss melihat Seo Yeon dan
Jau Uk terlihat akrab.
Seung Min pulang ke
rumahnya dengan kesal. Dia melepaskan kaosnya, dan membantingnya ke tanah. Ibu
menghampirinya dan bertanya ada masalh apa. Seung Min kemudian minta pindah
rumah ke apartemen di Gangnam, yang tentu saja mendapat semprot dari ibu. Cari
uang sendiri dan pindahlah kesana kelak, ujar ibu. Ibu pun memungut kaos Seung
Min yang tadi dibanting Seung Min. Seung Min menyuruh ibu untuk membuang
kaosnya. Tentu saja ibu marah lagi, memangnya cari uang itu mudah, hari ini aja
ibu hanya dapat uang 20.000 ribu won saja. Seung Min kesal karena ibu terus
saja bicara tentang uang. Seung Min pergi dan menendang pintu gerbang rumah
sampai bolong, eh agak lepas gitu bawahnya.
(mm, aku baru
nangkep, Seo Yeon itu sepertinya agak matre, dan Seung Min bukan orang kayaā¦)
Seung Min curhat
lagi pada Nap Tteuk. Nap Tteuk menyarankan Seung Min untuk mengaku saja.
Memberitahukan Seo Yeon bahwa Seung Min menyukainya. Minta Seo Yeon untuk
menemui Seung Min saat pertama kali turun salju. Tapi Seung Min tidak yakin Seo
Yeon mau melakukanny. Nap Tteuk kesal, dia bilang āAku sungguh seperti mengajar
kalkulus pada orang yang tidak tahu faktorisasi.ā Gak ada gunanya maksudnya. Seung
Min bilang hanya ingin melihat Seo Yeon bahagia. Nap Tteuk bilang ekspresi
perasaan Seung Min sangat tidak normal, seperti lelucon.
Seung Min membawakan
lemari ke rumah baru Seo Yeon. Seo Yeon bilang Seung Min harusnya merasa
terhormat, karena dia tamu pertama yang datang ke rumahnya. Seung Min membantu
memasangkan gorden. Seo Yeon membereskan buku-bukunya ke lemari yng tadi
dibawakan Seung Min. Kemudian Seo Yeon menunjukkan album foto semasa ia kecil
kepada Seung Min. Seo Yeon juga mengantar Seung Min yang akan pulang ke halte
bus.
Ketika sedang berjalan, Seung Min meminta Seo Yeon untuk bertemu dengannya
ketika pertaman turun salju. āKalau begitu, ketika pertama kali turun salju,
kita bertemu di rumah kosong dekat tempat tinggalmu.ā Seo Yeon pun melingkarkan
jari kelingkingnya ke jari kelingking Seung Min sebagai tanda janji. Seo Yeon
tersenyum.
Di rumah, Seung Min
menari-nari gembira. Lalu dia mencoba memutar CD Exhibition yang dari Seo Yeon,
pakai pemutar piringan hitam! (gak bisa atuh masā¦.)
Lalu Seung Min
melihat sketsa rumah impian Seo Yeon yang waktu itu digambar saat di stasiun
kereta, sambil tersenyum.
Flashback end
------------------------Bersambung ke Part 3-end
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD