Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 3 - 1
Kwan-woo mengingat
kata-kata ledekan Hye-sung tadi, āSaya menikmati sidang percobaan tadi,
Pengacara Cha. Terima kasih banyak, saya banyak belajar. Saya mempelajari
betapa berbahayanya terlalu mempercayai terdakwa. Saya juga melihat bagaimana
tidak efektifnya seorang pengacara tanpa strategi, yang percaya pada
kemanusiaan. Terima kasih.ā
Kwan-woo merasa
marah, dia berbicara sendiri seolah-olah Hye-sung berada di depannya, āJika
kamu tidak percaya pada terdakwamu. Lalu apa yang akan kamu lakukan? Jika
terdakwamu tidak berarti apa-apa untukmu, kamu tidak usah jadi pengacara,
mengapa kamu memasang badge pengacara?ā
āApa aku salah,
nona? Apa aku salah?ā tanyanya sambil berteriak pada dua wanita yang sedang
duduk disana.
āAku akan melihatmu.
Jika dia tidak menangani kasus ini dengan serius, aku akan melaporkan ke Kantor
Administraso! Tunggu saja dan lihat.ā Katanya lagi.
Kwan-woo masuk ke
ruang sidang.
Adegan kembali ke
akhir episode 2, saat hakim menegur Hye-sung yang tidak juga memberikan
pembelaan.
Hye-sung menatap
Soo-ha. Kwan-woo menirukan gaya Hye-sung yang pasti akan menerima tuntutan.
Hye-sung berdiri,
āSaya menolak semua tuntutan. Klien saya menyatakan tidak bersalah.ā
Hye-sung menatap
Soo-ha lagi. Kwan-woo sepertinya terkejut.
Episode 3
Iāll be there
Jaksa Do-yeon:
āTerdakwa mengatakan dia tidak menindas korban, tetapi dia mengatakan itu hanya
candaan. Apakah itu benar candaan?ā (Seong-bin gelisah)
āMari kita lihat
pada sms yang dikirimkan terdakwa pada korban. āHey kamu xxxx. Mengapa kamu tetap xxxxx ku? Katakana xxxx sekali lagi
dan aku akan merobek kelopak mata ganda kamu dan memberikannya pada anjing.
Hidup dengan menghirup udara dari hidung silikonmu. xxxxxxā
Semua orang di
persidangan tampak tercengang dengan is isms yang sangat kasar itu. seong-bin
menundukkan kepalanya.
Sekarang giliran
Hye-sung membacakan pembelaannya.
Hye-sung: āHanya
karena kata-kata kasar terdakwa, itu tidak dapat diasumsikan bahwa terdakwa
bersalah. Kata-kata tidak senonoh bukan berarti demikian dikalangan anak-anak,
misalnya xxxxx berarti teman dekat.ā
Hakim, melihat
Hye-sung: āApakah pengacara ini
benar-benar bodoh? Apakah dia percaya itu bisa dikatakan sebuah penyangkalan?ā pikiran
hakim ini terdengar oleh Soo-ha.
Hye-sung mentap
Soo-ha, dan So-ha menyilangkan tangannya dan menggelengkan kepala, tanda big
NO. Hye-sung garuk kepala.
Do-yeon menghadirkan
saksi, āSaksi, kamu melihat terdakwa mendorong korban keluar dari jendela?
Benarkah?ā
Saksi: āYa.ā
(Soeng-bin terlihat tidak terima), āSaya menghampiri tempat kejadian karena
saya mendengar Dong-hee dan Seong-bin bertengkar. Lalu saya mendengar suara.
Saat saya melihatnya, Dong-hee terjatuh dirumput.
Hye-sung: āKamu
bilang bahwa kamu melihatnya setelah mendengar suara, benar? Jadi, kamu tidak
melihat terdakwa mendorong korban, Dong-hee. Benar?ā
Saksi: āApa?
Tidakā¦ituā¦.ā saksi terlihat bingung,
Hye-sung: āKamu
mengatakan kamu melihat korban setelah suara terjatuh. Saya akan bertanya lagi.
Apakah kamu melihat sendiri saat Go Seong-bin mendorong Moon Dong-hee keluar
jendela?ā
Saksi: āTidak, itu
hal yang sama! Bukankan hal yang sama melihat kejahatan secara langsung dan
tidak langsung?ā
Kwan-woo komen,
:Wow.. dia benar-benar menunjukkan kliennya tidak bersalah.ā
Hye-sung menatap
Soo-ha, Soo-ha menatap Hakim: ālogika
terdakwa tampaknya bisa diterima.ā Soo-ha member tanda OKE. Hye-sung pun
tersenyum. Eh, Kwan-woo ikutan senyumā¦
Do-yeon: āDalam
percobaan pembunuhan, hal yang paling penting adalah apakah dia memiliki
kemampuan untuk membunuh. Terdakwa seringkali berkata bahwa dia ingin membunuh
Moon Dong-hee.ā
Hye-sung: āJika
pernyataan bahwa Go Seong-bin ingin membunuh Moon Dong-hee bisa dianggap
sebagai bukti, semua siswa sekolah bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Guru
berkata āaku akan membunuhmu jika peringkatmu turunā itu juga ancaman
pembunuhan, berdasarkan logika anda.ā
Hye-sung ke Soo-ha.
Soo-ha, OKE. Hye-sung angguk-anguk.
Do-yeon: āTerdakwa
yang melihat Moon Dong-hee didekat jendela, mendorongnya.ā
Hye-sung: āJIka dia
jatuh karena seseorang mendorongnya, seharusnya luka yang paling parah ada di
kepalanya. Akan tetapi, luka Moon Dong-hee semuanya di kaki.ā
Hye-sung senyum ke
Soo-ha. Soo-ha tersenyum, dia mengenang kesaksian Hye-sung remaja di persidangan
waktu itu. (Ih,,Soo-haaaaaaaa senyumnya bikin saya ikutan senyummā¦ ^^)
Do-yeon: āDi ruang
musik, tidak orang lain selain terdakwa. Dan berdasarkan keterangan saksi, yang
melihat korban dan terdakwa bertengkarā¦ā
(Duh, panjang banget
tik tok pembelaannya, dipotong aja ya.. hehe.. intinya sih jaksa dan pengacara
tetap pada pendirian masing-masing.)
Do-yeon mengajukan
korban untuk menjadi saksi. Moon Dong-hee sudah sadar hari ini. Hakim
mengijinkan dan menunda sidang sambil menunggu kedatangan Dong-hee.
Hye-sung dan
Seong-bin merasa gembira karena Dong-hee masih hidup. Seong-bin merasa masih
ada harapan untuknya.
Hye-sung keluar
ruangan sidang dengan gembira, bahkan dia berjalan sambil melompat-lompat
seperti anak kecil. Ada kaca dilorong, dia pun ngaca dengan gaya centilnya,
hehe.. lalu ada sms masuk, dari nomor tidak dikenal, bunyinya āIāll be thereā.
Hye-sung mengira itu spam. Dia kemudian melihat Soo-ha.
āHey Gum!ā Hye-sung
berlari mengahmpirinya.
Hye-sung menirukan
tanda OKE Soo-ha, yang seperti huruf C, āItu sangat bagus. Kamu terlihat
seperti monster, tapi kamu sangat membantu.ā
Soo-ha: āHaruskah
kamu bilang āterima kasihā dengan cara seperti itu?ā
Hye-sung: āNanti
selama persidangan, lakukan ini untukku lagi, ok?ā Hye-sung menunjukkan tanda
OKE gayanya yang menyerupai huruf O.
Soo-ha: āGratis?
Disini.ā Soo-ha menunjuk pipinya, sebagai tanda ngasih tahu Hye-sung pipinya
ada coretan bekas spidol.
Hye-sung 2x bilang āapaā, dan Soo-ha 2x bilang ādisiniā, sampai akhirnya Hye-sung bilang āBaiklahā¦baiklahā¦ā, lalu diam cium tangannya sendiri dan menempelkannya ke pipi Soo-ha. (Hhahahahaha, aku beneran ngakak liat adegan ini, Hye-sung pikir Soo-ha minta diciuummmā¦)
āTerima kasih. Oke.ā
Kata Hye-sung.
Soo-ha kaget campur
bingung, āapa yang kamu lakukan?ā
Hye-sung: āAku tidak
bisa memberikanmu ciuman, jadi diganti itu saja.ā
Soo-ha: āIsh, apa
maksudmu ciuman? Itu ada bekas spidol disini, bekas spidolā¦.ā Soo-ha nunjuk
pipi.
āOh..itukah..ā kata
Hye-sung lalu membersikannya dengan ludah.
Soo-ha; āJeezzzā¦ā
dan berlalu sambil memegang pipinya.
Hye-sung: āHey, kau
mau kemana?ā
Soo-ha teriak, āCuci
muka!ā hahahahaaaa, padahal mah Soo-ha turun tangga sambil ngomong sendiri,
āApa-apan itu, melakukannya tiba-tiba, aku kan kagetā¦ā sambil megang pipinya
dan senyum sendiri. (aww,,senangnyaā¦)
Senyumnya kemudian
menghilang, dan diapun menurunkan tangannya, dia mendengar suara yang sangat
dikenalnya diantara suara-suara lainnya, suara si pembunuh, Min Joon-guk, āJang Hye-sung. Anak itu menjadi Pembela Umum
di tempat ini.ā
Soo-ha mencari-cari
sumber suara. Kemudian melihat seseorang yang memakai jas dari belakang yang
nampak seperti pembunuh itu. Tapi ternyata bukan, Soo-ha salah mengenali orang.
Tapi, Joon-guk memang ada disana.
Soo-ha tampak cemas,
āTidak mungkinā¦ā¦.ā
Kwan-woo
menceritakan pada Pengacara Shin dan Yoo-chang bagaimana hebatnya Hye-sung menghadapi
Jaksa di persidangan, menurutnya. Pengacara Shin dan Yoo-chang tidak berminat
mendengar cerita Kwan-woo, mereka kembali ke meja nya masing-masing. Kwan-woo
bertanya, apakah mereka tidak terkesan. Pengacara Shin bilang Hye-sung seperti
ayam (bertarung dengan keras). Kwan-woo tidak setuju, dia menyebut Hye-sung
sebagai prajurit wanita, Jeanne dāArc!
Kemudian ibunya
Hye-sung datang ke kantor mereka, yang awalnya dikirain terdakwaā¦
Hakim Kim memulai
kembali persidangan. Moon Dong-hee membaca sumpah.
Hye-sung dan Do-yeon
saling menatap. Soo-ha terlihat masih cemas, dia nengok-nengok ke belakang
mulu.
Hakim Kim ke
Dong-hee: āJika anda merasa tidak enak, silahkan cepat memberitahu kami. Kita
mulai dari Jaksa.ā
Dong-hee melihat ke
arah Seong-bin, Seong-bin dadah dadah, tapi Dong-hee memalingkan wajahnya.
Haduh, apakah pertanda buruk?
Do-yeon: āPada 24
Mei, anda, saksi, jatuh dari kelas musik di lantai 4 Yeonjo High School dan
tidak sadar sampai hari ini. Benar?ā
Dong-hee: āYa..ā
Do-yeon: āApakah ada
seseorang pada saat itu yang mendorongmu?ā (deg-degan)
Dong-hee agak ragu
menjawab, āYa.ā
Semua terkejut.
Do-yeon: āOrang itu
sekarang berada bersama kita, benar?ā (deg-deg)
Dong-hee menatap
Do-yeon, āYa.ā
Hye-sung mengatakan
keberatannya, tapi Do-yeon terus melanjutkan.
āDapatkah kamu
mengatakan pada kamu siapa dia?ā (deg-deg)
Doong-hee
perlahan-lahan menunjuk Seong-bin. (duh, kenapa gak ada suara yang didengar
Soo-ha sihā¦)
Seong-bin tidak terima, dia berdiri sambil melepaskan wignya, berteriak marah, āHey Moon Dong-hee! Kamu tidak seharusnya melakukan ini terhadapku!...xxx..ā
Hye-sung berusaha
menenangkan Seong-bin, Soo-ha malah garuk-garuk kepala. Dong-hee juga agak
takut-takut gitu wajahnya.
Seong-bin tidak
terima, karena Dong-hee dia akan masuk penjara. Seong-bin terus histeris,
bahkan dia akan menghampiri Dong-hee tapi ditahan oleh Hye-sung dan petugas.
Dia terus mengatakan bahwa yang dikatakan Dong-hee adalah kebohongan.
Dong-hee akan dibawa
pergi oleh suster, ditahan oleh Soo-ha. Soo-ha menatap mata Dong-hee, dan
terdengarlahā¦ āAku tidak akan pernah mengatakannya. Jika aku mengatakan yang
sebenarnya mengapa aku jatuh, semuanya akan berakhir untukku.ā
Ruang sidang sudah
sepi. Tinggal Hye-sung yang menunduk dan Do-yeon yang membereskan berkas-berkasnya.
Do-yeon menghampiri Hye-sung dan mengatakan bahwa persidangan tadi sangat
berkesan. āJadi, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kamu melakukannya dengan
baik. Mempertimbangkan bahwa kamu adalah seorang pembela umum.
Soo-ha diluar tampak
bingung, akhirnya orang yang dicarinya keluar. Hye-sung berjalan dengan gontai.
Soo-ha menghampirinya dan mengatakan bahwa dia melihat mata Dong-he. Dan saat
itu juga dia melihat mata Hye-sung.
Hye-sung: āKalah. Jangan pernah muncul dihadapanku lagi.ā
Hye-sung pun pergi meninggakan Soo-ha. Soo-ha nampak terkejut, dan bergegas
mengejarnya.
Di kantor. Pengacara
Shin, Kwan-woo dan Yoo-chang memakan ayam goreng yang dibawa ibu. Ibu menanyakan
perihal Hye-sung dan meminta maaf jika dia berbuat kesalaha. Yoon-chang akan
mengatakan sesuatu tentang Hye-sung tapi dipotong oleh Kwan-woo yang membela
Hye-sung. Ibu kemudian memegang tangan Kwan-woo: āPutriku melompati masa SMA
nya, jadi kurang kemampuan sosialnya. Dari luar mungkin dia terlihat galak,
tapi di dalam dia sebenarnya sangat baik.ā
Lalu terdengar
teriakan Hye-sung, āTutup mulutmu. Aku sudah menyuruhmu untuk pergi.ā Semunnya
kaget menoleh ke sumber suara.
Ternyata di luar
Hye-sung sedang berbicara dengan Soo-ha.
āIni semua salahmu.
Jika aku mengatakan dia menerima dan dia menyesali kesalahannya, aku tidak akan
melangkah sejauh ini.ā
Soo-ha: āMengapa dia
harus menerima sesuatu yang tidak pernah dia lakukan?ā
Hye-sung: āLihatlah
situasi ini. Seong-bin akan masuk penjara karena ini. Dan aku merasa tidak
nyaman di depan jaksa. Kamu tahu?ā
Soo-ha: āDong-hee
tidak didorong oleh Seon-bin tapi dia terjatuh sendiri. Dong-hee sedang
berbohong sekarang.
Hye-sung: āSudah
cukup. Hentikan. Aku tidak butuh semua itu.ā
Soo-ha: āKenapa
tidak butuh? Mengapa kamu menyerah tanpa berusaha?ā
Hye-sung: āHey, apa
kamu pikir kamu harus pergi ke Himalaya untuk merasakan dingin? Apakah kamu
harus lompat ke dalam api untuk merasakan panas? Tidak ada lagi yang bisa
dilakukan. Its game over!ā teriak Hye-sung.
Ibu yang daritadi
melihat mereka bersama trio pria meneriaki Hye-sung, āApakah kamu ingin digigit
sampai mati?ā (Pengacara Shin langsung
cegukan denger ibu teriak, trus ditahan oleh 2 anggota trio pria itu, takut
ganggu mungkin, kasian Pengacara Shin, hahaha..)
Hye-sung menoleh
kaget, āMengapa ibu ada disini?ā
Ibu menghampiri
Hye-sung, āMulutmu sedang xxxxc sekarang. Menempatkan hidup seseorang seperti
permainan bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh seorang pengacara!ā
Hye-sung, āIbu
bahkan tidak tahu apapun! Apakah ibu tahu siapa yang membuatku tidak nyaman?ā
Ibu: āMengapa aku
harus tahu.ā
Hye-sung: āItu
adalah Do-yeon. Seo Do-yeon.ā
Ibu: āLalu kenapa?ā
Hye-sung: ā ibu
tidak ingat? Seo Do-yeon yang membuat ibu dan aku dilempar ke jalanan.ā
Ibu: āLalu apa?ā
Hye-sung: āAku
dihina di depan gadis yang baru aku temui lagi setelah 10 tahun. Putrimu,
Hye-sung!ā Hye-sung teriak sama ibunya.
Ibu: āKamu yang
menghinaku sekarang! Aku telah mengatakan pada semua tetangga bahwa putriku
sekarang telah menjadi naga (orang hebat), tapi aku rasa itu tidak benar.
Putriku hanya menjadi seekor cacing, benar kan?ā
Hye-sung menahan
tangis. Disaat dia kecewa dengan dirinya sendiri, kemudian dihantam dengan
perkataan ibu yang tidak sepenuhnya salah. Moga aja Hye-sung berubah setelah
ini.
Semua terdiam.
Kemudian ibu pergi, Kwan-woo yang duluan sadar dan menahan ibu. Ibu tidak boleh
pergi seperti ini. Ibu bilang ada urusan lain.
Ibu berkata lagi
pada Hye-sung bahwa dia harusnya mencopot semua brosur dan spanduk, dan juga
harusnya berhenti bekerja. āAku tidak bisa berjalan di sekeliling tetangga
bahkan untuk satu detik, karena aku tidak nyaman. Aigoā¦pengacara macam aoa kau
inni?!ā Ibu kayaknya kecewa berat sama Hye-sung.
Hye-sung masih diam
saja. Soo-ha melirik-lirik pada Hye-sung.
Trus Soo-ha melirik
ibu, dibalas ibu dengan teriakan, āApa kamu liat-liat?!ā
(kasian, tapi ketawa
Soo-ha dikatain gitu sama ibu.. hehe)
Di ruang jenguk
penjara. Pengacara Shin menjenguk seseorang, sepertinya napi yang satu sel
dengan Joo-guk.
Pengacara Shin
cerita-cerita sama napi itu sambil mainan apa tau, nyoret-nyoret nama comedian
gitu di kotak-kotakin. Pengacara Shin cerita tentang Hye-sung yang amarahnya
bukan candaan, sama seperti ibunya. Napi tanya apakah HYe-sung minta maap pada
ibunya. Pengacara Shin bilang tidak, mungkin selama 1 bulan dia tidak akan
bicara. Napi tanya lagi berapa usia nya Hye-sung. Mungkin sekitar 27 atau 28
tahun, kata Pengacara Shin. Si napi terdiam.
Pengc. Shin:
āKenapa? Apakah kamu memikirkan putrimu?ā
Napi (belum tau
namanya): āGa-yeon ku pasti usia sekitar segitu juga sekarang.ā
Pengc. Shin: āOh
iya, aku juga mengira begitu.ā
Pengc. Shin mengajak
napi melanjutkan permainannya.
Napi:
āNgomong-ngomong, apakah ada pria bernama Min Joog-guk datang ke kantor?ā
Pengc. Shin: āTidak ada yang datang. Kenapa? Siapa dia?ā
Pengc. Shin: āTidak ada yang datang. Kenapa? Siapa dia?ā
Napi: āSeseorang
yang baru saja keluar dari penjara. Dia sepertinya mengenal pengacara baru di
kantormu. Dia bilang dia harus membayar pinjamanā¦.ā Bicaranya tidak selesai
karena permainan itu.
Hye-sung berjalan
sendirin, sepertinya pulang membeli sesuatu. Dia memikirkan kata-kata Seong-bin
saat histeris di persidangan, kata-kata ibunya, dan kata-kata Do-yeon usai
persidangan.
Tiba-tiba dia
dikejutkan oleh anak-anak SMA yang mengambil bola. Mereka marah pada Hye-sung.
Karena Hye-sung menendang bolanya ke jalan waktu itu, bolanya jadi rusak
(Adegan di episode 1 saat Soo-ha menceritakan tentang cinta pertamanya pada
Seong-bin, tidak aku tulis waktu itu, aku pikir gak aka nada lanjutannya,
heheā¦mian..). āApa ahjumma mengingatnya?ā
Hye-sung memainkan
bola matanya dan bilang tidak ingat, lalu berjalan pergi dengan perasaan
was-was takut di apa-apain. Ternyata merek mengikuti Hye-sung, tahu kalau
Hye-sung berbohong. Hye-sung jalan semakin cepat. Hye-sung lari, mereka
mengejar. Terlihat sosok Soo-ha tampak belakang.
Hye-sung lari ke
bawah, jalan buntu. Hye-sung mengancam mereka akan dituntut dengan hukuman yang
tidak ringan karena menyerang wanita di malam hari. Tapi mereka tidak terlihat
takut, malah mengejek. Lalu ada yang datang, Soo-ha! (yeeyyy..)
Hye-sung: āHey Gum!
Lapor polisi atau palin tidak bawa seseorang kemari.ā
āBerjanji padaku,
maka aku akan membereskan mereka untukmu.ā Kata Soo-ha santai sambil duduk.
Anak-anak SMA itu
pada melongo ngeliatin.
Hye-sung tanya janji
apa? Soo-ha bilang janji bahwa dia tidak akan menyerang terhadap Seong-bin.
Hye-sung marah,
mengapa Soo-ha membawa-bawa masalah itu disini. Soo-ha beranjak dari duduknya.
Hye-sung dengan cepat berkata, āAku tidak akan menyerah. Sama sekali.ā Soo-ha
masih cuek. Hye-sung menambahkan, āDari awal aku tidak pernah menyerah.ā
Anak-anak SMA itu
pada menghela nafas bingung, āapa yang mereka katakanaā¦?ā
āAhjummaā¦lihat
kesini, apakah kamu benar-benar tidak mengerti suasana saat ini? Kamu lagi
ngomong sama aku!ā
Soo-ha menyuruh
mereka menghadapinya, yang satu bersiap mau berkelahi, yang satu bilang kalo
itu Park Soo-ha yang waktu itu mukul Joon-gi, āIngatlah, Kim Joo-gi
si-tak-terkalahkan.ā
Soo-ha siap-siap
meregangkan otot, sampe bunyi ākretek kretekā gituā¦
Si yang satu tadi
siap-siap ciut nyalinya, ābenarkah?ā dijawab benar sama si satu lagi, dia
melihatnya sendiri.
Soo-ha siap
menghampiri mereka. āTunggu, tetap berdiri disana sebentar. Aku ingin berbicara
denganmu sekarang. Tapi, aigoo, udah malem banget nih. Kita mau belajar buat
ujian sekarang. Jadi, kita ngomongnya nanti aja ya, oke?ā mereka beranjak
pergi.
Soo-ha
menghadangnya, āBagaimana ini? Aku mau ngomongnya sekarang..ā
Si satu, āGue juga,
tapi waktunya gak pas nih.. kita harus ketempat les sekarang..ā
Soo-ha: āHmmmā¦ā dan
mempersilahkan mereka lewat ke kolong kakinya. HA!
Hye-sung mah melongo
aja daritadi..dia terheran-heran, āCuma gitu aja?ā
Soo-ha: āKarena ku
sudah menyelesaikan masalah tadi, jangan lupa sama janjimu. Kamu harus
bertanggung jawab untuk Seong-bin sampai akhir.ā (kayak nasehatin anak
kecil,hehe..)
Soo-ha mengantar
Hye-sung pulang, sambil ngobrol..
Hye-sung: āJadi,
Dong-hee terjatuh setelah bergantung pada pinggiran jendela?ā
Soo-ha: āHmm..ā
Hye-sung: āKenapa
dia bergantung disana? Gak ada orang lain di ruang musik itu kan?ā
Soo-ha: āAku tidak
tahu. Aku ingin mencari tahu lebih banyak, tapi tak ada waktu.ā
Hye-sung berpikir
sambil gigit jari, āDia bergantung disana
sebelum jatuh..? bagaimana aku membuktikannya? Menghadirkan Dong-hee kembali ke
persidangan? Tidak, jika dia berbohong lagi, itu akan menjadi masalah baru. Aku
harus mencari bukti, buktiā¦ā
Soo-ha: āAku pikir
kamu benar-benar menyerah terhadap Seong-bin.ā
Hye-sung: āDiam..
kamu bukan alasanku tidak menyerah, jadi jangan GRā¦ā
Sampai ke depan
rumah Hye-sung.
āMasuklah..ā kata
Soo-ha. Mereka berbalik ke arah masing-masing, lalu Hye-sung berbalik memanggil
Soo-ha kembali.
āHey Gum! Well,
walaupun kamu tidak menolongku sebelumnya, tapi apapunlah, terima kasih.ā Lalu
masuk.. (Hye-sung kayaknya tipe orang yang susah minta maap..)
Hye-sung akan masuk
ke rumahnya, dia teringat sesuatu, āBtw, bagaimana si Gum itu tahu alamat
rumahku?ā lalu ada sms masuk lagi yang isinya āIāll be there.ā Hye-sung mengira
itu Soo-ha.
---------bersambung ke bagian 3 - 2------------------
tq sinop nya mba.. ni blog ke 6 yang ku bookmarks setelah kadorama_kutudrama_kdramatized_blognyanuri_anisuchie...semoga sampai episode akhir y mba salam kenal :)
ReplyDeletewah, terima kasih ya... :)
Deletedtunggu part 2-nya,..smga truz nulis sinopsisnya mpe akhr episode...q ska lee jong suk..hwaiting...^^
ReplyDeleteThnks sinopsisnya... ditunggu part 2 nya :)
ReplyDeleteNext episode>>hehehe aku bacanya smbil ktwa" sndri~lee jong suk cuteee bgggt!
ReplyDeleteaku juga bikinnya senyum mulu.. jadi malu sendiri, berasa dia senyum sama aku, hehe
DeleteHehe, ka Mumuzizi GR deh, jgn2 udh ketularan Hye Sung nih GRnya.wkwkwk.....
Delete"Dewi"
Hwaaaa sooha senyum nya itu loh manis bnget X)
ReplyDeletemksh udh mau buat sinopnya ^^
haha lucu, trus lanjutin ya
ReplyDeletesmangat ^^
senyumnya soo ha bikin melted
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete