Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 4 - 2



Warning: Sinopsis ini ditulis tidak dengan bahasa baku seluruhnya. Jadi, simple aja, jika tidak suka ya tidak usah membacanya.. Oke? :)

 
Hye-sung memesan minuman di sebuah cafƩ. Saat dia akan mebayar datang Pengacara Shin dan memesan minuman juga, bahkan membayar minuman Hye-sung. Hye-sung heran Pengacara Shin ada disana.
Pengcr. Shin: ā€œHilangkan prasangka lama bahwa orang tua hanya minum teh atau kopi.ā€
Bukan begitu kata Hye-sung, lalu dia sadar, Pengacara Shin tidak pernah mentraktir minuman untuknya sebelumnya.
Pengacara Shin: ā€œJadi, gak mau?ā€ Hye-sung tersenyum.
Pengacara Shin bertanya kembali, ā€œApakah kamu punya waktu untuk makan malam hari ini? Kantor kita akan makan malam bersama.ā€
Hye-sung terkejut, ā€œSaya boleh datang? Anda tidak pernah mengajak saya makan makam selama ini.ā€
Pengacara Shin: ā€œOh.. jadi kamu tidak mau datangā€¦.ā€
Hye-sung: ā€œBukan begitu, baiklahā€¦saya cek dulu mungkin saya ada waktu. Saya akan datang jika bisa.ā€ Kata Hye-sung jaim.

Hye-sung dan Pengacara Shin jalan bersama ke gedung persidangan.
Hye-sung: ā€œMengapa anda datang ke pengadilan. Anda tidak punya persidangan hari ini.ā€
Pengcr. Shin: ā€œPengacara Cha ada persidangan hari ini. Aku datang untuk memastikan dia melakukannya dengan baik.ā€
Hye-sung: ā€œTidak akan jadi masalah apabila Pengacara Shin melakukannya dengan baik atau tidak. Terdakwa mengakui kejahatannya. Well, itu kasus mudah, kan?ā€
Pengcr. Shin: ā€œApa kau tidak ingin tahu apa yang akan disampaikannya dalam pembelaan?ā€

Ruang persidangan.

Jaksa membacakan tuntutannya. Jo Yeong-sook dituduh mencuri 6 juta won uang sumbangan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan, dan menyerang polisi dengan pisau. Walaupun terdakwa tidak bisa berbicara, kejahatannya telah direncanakan. Dia dituntun 2 tahun penjara.

Hakim kemudian mempersilahkan Kwan-woo untuk maju memberikan pembelaan. Kwan-woo melihat jam tangannya lalu maju dan memasukkan flashdisk ke laptop yang terhubung dengan proyektor, jadi semua orang di ruangan bisa melihatnya. Kwan-woo berulang kali salah meng-klik data yang akan dia buka, yang dibuka malah lagu dan video musik. Sampai membuat orang-orang bingung dan akhirnya pak Hakim menggebrak meja, tidak sabar dengan Kwan-woo.

Kwan-woo melihat jamnya sambil tersenyum, lalu berdiri dan berkata:
ā€œSaya mendengarnya dengan baik, Yang Mulia. Yang Mulia, anda baru saja mengalami hal yang sama dengan terdakwa. Seperti terdakwa, tidak peduli apapunyang anda katakan, orang lain tidak mendengarnya. Anda menjadi marah dan menggebrak meja hanya dalam 50 detik. Jika orang lain tidak bisa mendengar apa yang saya katakan, saya akan mengatakannya sekali ladi dengan lebih keras. Tapi, jika masih tidak bisa mendengar, maka saya akan mengatakannya lebih keras lagi. Tapi jika mereka masih tidak bisa mendengar, maka saya akan marah, sama seperti yang Hakim lakukan dalam 50 detik. Tapi, bagaimana jika itu bukan untuk 50 detik, tapi mereka tidak bisa mendengar anda untuk 50 tahun, apa yang akan anda lakukan? Anda mungkin akan lebih marah lagi. Daripada berteriak dan marah, terdakwa memberikan sumbangan. Dia menyumbang untuk orang lain yang bernasib sama dengannya. Dia menyumbang lebih dari 30 juta won. Saat dia tidak bisa membayar pinjamannya, dan menemui Kepala Hat Salon untuk meminjam uang, dia diusir dan diperlakukan dengan dingin. Bahkan walaupun dia bersabar dan teru memohon, ketua itu tetap tidak mendengarkan. Tentu saja, mencuri uang, marah yang berlebihan, itu merupakan kejahatan. Dia harusnya bisa menahannya, seperti yang sudah dilakukannya selama 50 tahun. Tapi, dalam rentang waktu tersebut, sangat sulit bahkan untuk satu orang saja berada didekat terdakwa untuk mendengarkan suaranya. Pernahkah mereka mendengar terdakwa menangis sekali saja, bagaimana mungkin semua ini terjadi? Orang yang telah membuat terdakwa berada disini sekarang, mungkin bukan terdakwa itu sendiri, tapi kita yang tidak bisa mendengar.ā€

Kata-kata Kwan-woo tersebut berhasil membuat semua orang terdiam dan merenungkan semuanya, terdakwa juga menangis haru, suara hatinya berhasil disampaikan dengan baik oleh Kwan-woo.
(Mian panjang banget aku tulis, kata-katanya sangat bagus untuk kita renungkan juga. Kwan-woo, Daebak! Salah meng-klik tadi memang disengaja..)

Hye-sung duduk di luar ruangan, masih memikirkan kata-kata Kwan-woo tadi, bahwa kita seringkali tidak mendengarkan. Kemudian datang Do-yeon yang duduk disana juga. Do-yeon bertanya Hye-sung sedang apa disana, bukannya menjawab Hye-sung malah membalikkan pertanyaannya untuk Do-yeon.
Do-yeon: ā€œKarena pengacara itu akan mengambil bagian dalam kasus si kembar.ā€
Hye-sung: ā€œApa ini? Apa kau sedang mengintai?ā€
Do-yeon: ā€œYa. Kasus ini membuatku khawatir.ā€
Hye-sung: ā€œTentu saja, itu nanti akan di evaluasi. Dengan dua pembela umu, kamu akan mengambil kasusnya. Jika kau tidak bisa mengatasi kasus ini dengan baik, kamu pasti sangat khawatir.ā€
Do-yeon: ā€œAku tahu. Pengacara yang berlawanan juga sulit untuk ditangani.ā€
Hye-sung: ā€œApa yang kau maksud itu aku?ā€
Do-yeon: ā€œBukan. Pengacara Cha. Kau juga mungkin akan merasa khawatir setelah melihat persidangannya tadi. Benar kan?ā€
Hye-sung berdiri dan tersenyum: ā€œTidak juga.ā€ Dia lalu pergi meninggalkan Do-yeon.

Joon-guk pergi ke sekolah Soo-ha untuk mencarinya yang ia tahu bernama Kim Joon-gi. Dia akan memberikan surat keterangan relawan.
Sampai di sekolah, dia melihat Soo-ha sedang berlatih baseball. Dia meminta seorng siswa untuk memanggilkan Soo-ha.
Joon-guk sambil nunjuk Soo-ha: ā€œBisakah kau memanggilkan siswa itu?ā€
Teman Joon-gi: ā€œSiapa? Park Soo-ha?ā€
Joon-guk: ā€œPark Soo-ha? Namanya Park Soo-ha? Bukan Kim-Joon-gi?ā€
Joon-gi asli menghampiri, ā€œAku Kim Joon-ki. Apakah dia menggunakan namaku?ā€
Joon-guk mengingat nama Park Soo-ha, dia mengingat Soo-ha kecil saat di persidangan, dan saat kemarin Soo-ha menanyakan apakah dia mengenalnya di dapur. Akhirnya dia tahu siapa Soo-ha sebenarnya dan meminta no telpon Soo-ha pada Joon-gi.

Trio lelaki dan Hye-sung makan malam bersama di sebuah restoran. Mereka bersulang, kecuali Hye-sung yang tidak minum alkohol. Hye-sung menanyakan mengapa Pengacara Shin mengajaknya makan malam bersama, karena biasanya tidak.
Pengcr. Shin: ā€œBiasanya, aku sedikit kasar pada orang yang tidak mempunyai kemampuan.ā€
Pengacara Shin bilang Hye-sung tidak mempunyai kemampuan dan Kwan-woo memiliki kemampuan. Hye-sung kesal, lalu kenapa Pengacara Shin mengajaknya, apakah untuk membanding-bandingkannya kenapa tidak terus saja memusuhinya.ā€
Pengacara Shin: ā€œJangan khawatir, kamu punya kekuatan sendiri.ā€
Hye-sung: ā€œTentu saja. Lalu apa kekuatan saya?ā€
Pengacara Shin: ā€œMatamu. Mata dapat mengatakan terdakwa berbohong atau mengatakan yang sebenarnya.ā€
Hye-sung: ā€œLalu, kekuatan apalagi yang saya miliki?ā€
Pengacara Shin tampak berpikir, ā€œUh, selain ituā€¦tidak ada lagi.ā€
Hye-sung tidak terima.

Hye-sung: ā€œSaya bahkan datang ke sekolah..ā€
Pengacara Shin: ā€œItu karena Pengacara Cha yang membawamu.ā€
Hye-sung:  ā€œSaya melawan jaksaā€¦ā€
Pengacara Shin: ā€œItu kan karena aku yang menolongmu.ā€
Hye-sung:  ā€œjuga!ā€
Pengacara Shin: ā€œJuga apa?ā€
Hye-sung:  ā€œJuga!ā€
Pengacara Shin, Kwan-woo dan Yoo-chang menunggu jawaban.
Hye-sung tidak bisa menjawab, lalu meminta pelayan untuk membawakannya wine. Pengacara Shin memperingtkan Hye-sung yang tidak minum alkohol, tapi Hye-sung marah, dia tadi bilang tidak mau bukan tidak bisa.

Dan inilah hasilnya, setelah menghabiskan beberapa botol wine. Hye-sung mabuk parah. (Mabuknya lucu..hehe)
Hye-sung menangis dalam mabuknya dan cegukan.
Hye-sung: ā€œMengapa aku hanya punya satu kekuatan? Aku bertanya kenapa aku hanya punya satu kekuatan?ā€
Hye-sung tertidur di meja.

Yoo-chang berkata seharusnya Pengacara Shin mengatakan Hye-sung memiliki banyak kekuatan atau apa saja. Siapa yang tahu Hye-sung bakal minum sebanyak itu, kata Pengacara Shin.
Pengacara Shin lalu mengajak Yoo-chang pergi. Biar Pengacara Cha yang mengurusnya. Yoo-chang yang awalnya merasa khawatir, akhirnya ikut pergi juga.

Hye-sung bangun, lalu bicara masih sambil merengek ā€œMata itu bukan punyaku.. aku tidak punya mata yang bisa melihat pikiran terdakwaā€¦Aku tidak melihatnya, aku tidak bisa..ā€    Hye-sung menangis.
Kwan-woo kembali dari toilet, dan bingung tidak ada Pengacara Shin dan Yoo-chang disana.
Kwan-woo: ā€œPengacara Jjang, orang-orang pada kemana?ā€
Hye-sung: ā€œAku tidak tahu. Mereka  pergi tanpa memberitahuku.ā€
Kepala Hye-sung akan terantuk kembali ke meja, tapi ditahan Kwan-woo. Bandonya menutupi mata Hye-sung.
Hye-sung: ā€œAku tidak melihat kebenarannya.ā€ Lalu Hye-sung kaget, ia tidak bisa melihat dan menguyek-nguyek (bahasa apa tuh?he..) kepala Kwan-woo sampai Kwan-woo berteriak kesakitan.
Hye-Sung menangis, ā€œBagaimana ini, sekarang aku benar-benar tidak bisa melihat. Apa yang kulakukan? Apa yang harus aku lakukan sekarang?ā€
Kwan-woo lalu membetulkan letak bandonya.
Hye-sung melihat ke Kwan-woo dan memegang pipinya: ā€œApa yang harus kulakukan? Mataku pasti sudah gila. Pengacara Cha tiba-tiba menjadi seorang flower boy. Aaahhh, mataku rusakā€¦ā€
Pengacara Cha ketawa-ketawa aja dibilang gitu.

Hye-sung di gendong Kwan-woo. Hye-sung masih saja mengigau tentang matanya dan si Gum. Kwan-woo senyum-senyum aja.. Kwan-woo bertanya dimana ruamh Hye-sung, tapi Hye-sung ngomongin si Gum lagi..
 
Si Gum sedang duduk di depan kantor, menunggu Hye-sung yang tidak juga keluar dan tidak mengangkat telponnya. Lalu dia melihat Hye-sung yang digendong Kwan-woo. Soo-ha menghampirinya dan bertanya apakah Hye-sung sakit, tapi langsung menyerngit setelah mencium bau alkohol. Soo-ha bilang pada Kwan-woo kalau dia ingin berbicara pada Hye-sung. Kemudian Soo-ha mendengar suara Kwan-woo:
ā€œDimana sebenarnya dia tinggal. Aku tidak bisa membawanya ke rumahku. Haruskah aku membawanya kembali ke kantor? Akan sangat dingin nanti malam.ā€

Soo-ha menawarkan akan mengantar Kwan-woo ke rumah Hye-sung, dia meminta Kwan-woo memanggilkan taksi. Setelah ada taksi, Soo-ha membaringkan Hye-sung di Kursi belakang dan dia juga duduk disana. Saat Kwan-woo akan duduk di depan Soo-ha mencegahnya.
Soo-ha: ā€œMaap.. aku akan mengantarnya sendiri.ā€
Kwan-woo: ā€œKamu bisa menggendongnya sendiri? Dia lebih berat daripada kelihatannya.ā€
Soo-ha: ā€œTapi jika kita berdua yang mengantarnya akan sedikit berlebihan.ā€
Kwan-woo: ā€œBegitukah?ā€
Kwan-woo memberikan kartu namanya pada supir taksi. ā€œDapatkah aku mempercayai berandalan ini?ā€ katanya dalam hati sambil menatap Hye-sung.

Soo-ha mendesah: ā€œBisakah aku meminta kartu namamu, jadi aku bisa memberitahumu saat aku sudah mengantar kerumahnya.ā€
Kwan-woo memberikan kartu namanya, ā€œJika terlalu sulit untuk melakukannya sendiri, hubungi aku. Aku akan datang secepatnya.ā€
Soo-ha: ā€œTidak apa-apa, aku bisa mengatasinya sendiri.ā€

Soo-ha menggendong Hye-sung yang tertidur. Dengan susah payah menaiki tangga dengan Hye-sung yang berat sekali, akhirnya sampai di depan pintu. Soo-ha kesal, gagang pintunya hanya dikunci dengan melilitkan kawat.
Soo-ha menidurkan Hye-sung di kursi, dan menyelimutinya. Soo-ha kesal lagi melihat rumah Hye-sung yang masih saja berantakan. Lalu Soo-ha mendengar Hye-sung mengigau: ā€œGum. Bawa dia kesini.. aku membutuhkannya di persidanganā€¦ aku membutuhkan Gumā€¦ dia harus berada di sampingku.. ahhh, mataku rusak..ā€
Soo-ha tersenyum.

Pagi hari. Hye-sung terbangun dan kaget mendapati dirinya tidur di sofa masih dengan pakaian kerja. Lalu ibu telpon, berteriak marah-marah karena Hye-sung baru mengangkat telponnya. Hye-sung curhat, haruskah ia bertemu saja dengan anak pemilik sauna itu. Ibu bertanya mengapa Hye-sung cepat sekali berubah pikiran. Hye-sung juga tidak tahu.

Hye-sung bertemu Kwan-woo di depan jalan raya. Kwan-woo menanyakan apakah Hye-sung pulang dengan selamat semalam.
Kwan-woo: ā€œSeperti apa wajahku? Apakah masih terlihat seperti seorang flower boy?ā€
Hye-sung menepuk dan memegang wajah Kwan-woo: ā€œWake up! Wajahmu masih terlihat habis mabuk.ā€  (maksudnya Kwan-woo mabuk bilang dia kayak flower boy)
Kwan-woo memegang pipinya sambil tersenyum..

Hye-sung ke toilet dan berbicara sendiri, ā€œAku pasti sudah gila. Mataku benar-benar gila. Aku sudah tidak mabuk, tapi dia masih terlihat cakep walaupun pake kacamata itu.ā€
Hye-sung melihat tangannya dan menaruh tangannya di pipi, seperti yang dilakukannya pada Kwan-woo.  (tanda-tanda bukan yah..? Kwan-woo juga sumringah banget tadi..)

Kwan-woo masuk ruangan dengan ceria. Yoo-chang memandangnya dengan penasaran, dan bertanya apa yang terjadi semalam. Kwan-woo bilang Hye-sung diantarkan oleh Park Soo-ha. Lalu Pengacara Shin bertanya pada Kwan-woo.
Pengcr. Shin: ā€œPengacara Cha. Apakah kamu sudah bertanya pada Pengacara Jang, apakah dia kenal seseorang yang bernama Min Joon-guk?ā€
Saat yang bersamaan Hye-sung masuk, dan terkejut sampai menjatuhkan tasnya ke lantai, ā€œPengcara Shin, bagaimana anda mengenal Min Joon-guk?ā€
Pengcr. Shin: ā€œAku diberitahu oleh teman satu selnya yang aku kenal.ā€

Kwan-woo: ā€œApakah dia seseorang yang kamu kenal?ā€
Hye-sung masih tampak terkejut, ā€œYa.ā€
Pengcr. Shin: ā€œOrang itu, telah dibebaskan beberapa waktu yang lalu.ā€
Hye-sung bertanya dengan gugup, ā€œDibebaskan? Kapan dia dibebaskan?ā€
Pengcr. Shin: ā€Sekitar satu bulan yang lalu. Apakah dia mempunyai hutang padamu?ā€
Hye-sung tegang.

Di dalam bis, Hye-sung terlihat waspada. Dia melihat kembali sms ā€œIā€™ll be thereā€ itu dan mengira itu adalah perbuatan Joon-guk. Ketika ada seorang pria yang duduk di sampingnya. Hye-sung langsung berdiri. Saat berjalan ke rumah pun dia tidak berani menengokkan kepalanya. Dia pasti ketakutan.

 
Di rumah Hye-sung, Soo-ha sedang berusaha memperbaiki pintu yang rusak. Tangannya ke getok palu dan berdarah. Hye-sung datang dan menanyakan mengapa Soo-ha berada disana.
Soo-ha: ā€œKamu tidak mengangkap telpon, jadi aku datang saja kemari. Kejadian itu sudah berlalu beberapa hari, dan kau masih belum meperbaiki kunci pintunya.ā€
Hye-sung: ā€œPergilah. Aku akan mengurusnya sendiri.ā€
Soo-ha tidak melihat raut wajah Hye-sung yang nampak ketakutan, ā€œTidak apa-apa. Aku melakukan ini sebagai ucapan terima kasih untuk menyelamatkan Seong-bin.ā€
Hye-sung berteriak marah, ā€œAku bilang, pergi!ā€
Soo-ha akhirnya menatap Hye-sung, ā€œAda apa? Ada sesuatu yang salah?ā€

Hye-sung: ā€œMenghilanglah! Pergi! Jangan datang kesini lagi.ā€
Hye-sung masuk dan akan menutup pintu, Soo-ha menatapnya lagi, ā€œAku tidak tahu apakah anak ini berkomplot dengan Min Joon-guk atau tidak.ā€
Akhirnya Soo-ha tahu ini karena Min Joon-guk.

Soo-he berjalan pulang dari rumah Hye-sung, dia menerima telpon dari seseorang.
Soo-ha: ā€œHallo..ā€
Joon-guk: ā€œIni aku. Kau mengingat suaraku, kan?ā€
Soo-ha: ā€œAh, ya. Min Joon-guk, kan? Bagaimana kau tahu nomor telponku?ā€   (Soo-ha belum tau Joo-guk udah ingat.)
Joon-guk: ā€œAku pergi ke sekolahmu kemarin, Park Soo-ha. Kau tidak mengatakan namamu, jadi aku tidak mengenalmu. Aku melihatmu terakhir kali di persidangan, 10 tahun yang lalu kan?ā€
Soo-ha: ā€œKauā€¦. Dimana kau sekarang?ā€

Soo-ha menuju sebuah restoran cepat saji. Ada Joon-guk disana, sedang memakan sesuatu. Soo-ha duduk dihadapannya dengan menahan amarah. Joon-guk menawarkan makanan pada Soo-ha dan menyuruhnya makan. Soo-ha diam saja, dia menatap Joon-guk.
Joon-guk: ā€œKau datang, anak kecil.ā€
Soo-ha: ā€œApa yang kau pikirkan?ā€
Joon-guk tersenyum sinis: ā€œKau tumbuh besar, anak kecil. Kemampuanmu membaca pikiranku seperti 10 tahun yang lalu tampaknya tidak berubah.ā€
Soo-ha: ā€œBerbicaralah, jangan berpikir.ā€
Joon-guk melap mulutnya: ā€œApa yang kau khawatirkan? Kenapa, apa kau berpikir aku akan membuat masalah?ā€
Soo-ha menahan marah: ā€œPonsel itu perbuatanmu kan? Kau yang mengirimnya.ā€
Pengunjung disana melihat heran kea rah Soo-ha yang berbicara sendiri.

Joon-guk: ā€œApa kau ketakutan hanya karena itu? Bahkan aku belum memulainya.ā€
Soo-ha: ā€œApa yang kau pikirkan.ā€
Joon-guk tersenyum sinis: ā€œJangan khawatir. Aku tidak mempunya rasa benci sedikitpun terhadapmu. 10 tahun yang lalu sasarannya bukan kau, tapi ayahmu. Sekarang jugaā€¦.bukan kau, tapi orang lain.ā€
Soo-ha geram: ā€œJika bukan aku, lalu siapa?ā€
Joon-guk minum: ā€œKudengar, dia menjadi seorang pengacara. Gadis itu.ā€
Soo-ha sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia memukul dn menghajar Joon-guk. Joon-guk sepertinya sengaja tidak melawan. Soo-ha terus memukul Joon-guk berkali-kali.

Joon-guk: ā€œLepaskan aku!ā€
Pegawai restoran berusaha menarik Soo-ha, tapi Soo-ha terlalu kuat.
Joon-guk: ā€œSelamatkan aku!ā€  teriaknya pada orang lain.

Hye-sung terbaring di sofa dengan mendekap tongkat baseball dan alat kejut. Terlihat jelas dia masih sangat ketakutan. Dia terperanjat mendengar suara di luar, dan ternyata hanya karena seekor kucing. Lalu telponnya bordering, dari kantor polisi.

Hye-sung sampai di depan kantor polisi. Dia bertemu dengan Pakpol yang waktu itu ke rumahnya.

Pakpol: ā€œNona Jang Hye-sung!ā€
Hye-sung: ā€œApa yang terjadi?ā€
Pakpol: ā€œKau tahu Park Soo-ha, anak yang berada di rumahmu saat kejadian ponsel itu?
Hye-sung: ā€œYa..ā€
Pakpol: ā€œAnak itu baru saja memukul seseorang, dan sekarang dia disini. Dia akan dibebaskan, tapi dia tidak punya orang tua dan kami tidak bisa menghubungi gurunya. Jadi saya menghubungi Pengacara Jang untuk kesini.ā€

Hye-sung: ā€œBagaimana dengan korbannya?ā€
Pakpol: ā€œDia pergi setelah mengatakan tidak ingin menuntut apapun. Dia baru saja bebas, jadi saya rasa dia tidak mau terlibat dalam masalah.ā€
Hye-sung: ā€œBebas?ā€  Hye-sung curiga.
Pakpol: ā€œYa. Tapi CCTV menangkap Park Soo-ha memukulinya. Saya tidak bisa memberi dia jaminan kalau tidak ada seseorang yang bertanggung jawab untuknya.ā€

Hye-sung: ā€œSiapa nama korban itu?ā€
Pakpol: ā€œMin Joon-guk. Dia dibebaskan sebulan yang lalu.ā€
Hye-sung kaget, dia tidak bisa berkata apa-apa.
Pakpol: ā€œKenapa? Apa kau mengenalnya?ā€
Hye-sung gugup: ā€œBisakah aku melihat rekaman CCTV nya?ā€

Hye-sung dan Pakpol di dalam kantor polisi mencari salinan rekaman CCTV di komputer.
Hye-sung: ā€œApakah Soo-ha mengatakan alasan dia memukulnya?ā€
Pakpol: ā€œsaya tidak tahu. Berdasarkan pernyataan saksi, itu terlihat seperti kemarahan.ā€
Hye-sung: ā€œPasti ada alasannya.ā€
Pakpol: ā€œIya, tapi tidak ada! Min Joon-guk tidak mengatakan sepatah katapun, tapi Park Soo-ha memukulnya!ā€
Pakpol 2: ā€œSaya juga berada disana. Min Joon-guk benar-benar tidak mengatakan apapun. Hanya Soo-ha yang berbicara.ā€

Lalu mereka melihat rekaman CCTV di retoran itu. Hye-sung bertanya, ā€œSoo-ha berbicara apa? Apa yang Soo-ha katakana?ā€
Pakpol 2 mengingatnya: ā€œAh. Dia terus mengatakan agak Min Joon-guk berbicara. Jangan berpikir, tapi berbicara.
Flashback saat Soo-ha memukuli Joon-guk.

Soo-ha: ā€œKatakan bajingan! Katakana apa yang kau pikirkan!ā€
Joon-guk tersenyum mengejek: ā€œAku tidak mau.ā€
Ada yang berusaha melerai dan menyuruhnya bicara baik-baik.

Soo-ha: ā€œJika orang itu tidak ada disana, aku mungkin sudah mati 10 tahun yang lalu. Itu sebabnya aku berpikir bahwa hidupku adalah miliknya! Aku akan melindunginya. Aku mengabdikan hidupku untun melindunginya. Jangan berani macam-macam, karena kau akan membunuhmu.ā€
Soo-ha mencekik Joon-guk, tapi Joon-guk malah tertawa keras.
Soo-ha: ā€œAku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.ā€
Soo-ha kalap.

Pakpol: ā€œJika dia adik dari perempuan itu, dia memperingatkan akan membunuhnya.ā€
Pakpol 2: ā€œSaya kesulitan memegangnya. Dia benar-benar gila.ā€
Hye-sung tampak berpikir.
Pakpol membuka tas Soo-ha dan menemukan palu yang dipakai Soo-ha memperbaiki pintu di rumah Hye-sung: ā€œBerandal ini bahkan membawa palu! Jika dia menggunakannya, situasinya pasti akan lebih parah.ā€

Hye-sung akhirnya mengingat perkataan Soo-ha tadi pada Joo-guk, ā€œJika orang itu tidak ada disana, aku mungkin sudah mati 10 tahun yang lalu.ā€
Hye-sung mengingat anak kecil yang berjanji akan melidunginya, ketika dia menangis setelah memberikan kesaksian di persidangan 10 tahun yang lalu.
Terdengar suara Soo-ha yang berterik pada Joon-guk, ā€œAku tidak akan hidup jika bukan untuknya, jadi aku akan melindunginya walaupun aku sendiri akan mati.ā€
Hye-sung juga mengingat saat Soo-ha datang ke rumahnya waktu dia ketakutan karena kejadian ponsel.
Suara Soo-ha lagi: ā€œAku mengorbankan diriku untuk melindunginya.ā€
Hye-sung akhirnya mengingat nama anak kecil yang waktu itu berjanji akan melindunginya, Park Soo-ha.

Hye-sung ke Pakpol: ā€œSaya akan bertanggung jawab untuknya. Dimana Soo-ha?ā€

Soo-ha diborgol dan dipegang oleh 2 orang polisi. Soo-ha berbicara pada Pakpol yang berjaga.
Soo-ha: ā€œAnda membiarkan Joon-guk pergi! Apakah anda mendapatkan alamatnya? Bagaimana dengan nomor telponnya?ā€
Pakpol jaga: ā€œHey, kamu sepertinya salah mengerti. Kamu yang memukul. Min Joon-guk yang dipukul. Kau penjahat, dan dia korbannya. Mengerti?ā€
Soo-ha: ā€œAnda tidak tahu apa yang dikatakannya? Dia akan balas dendam. Dia mencari seseorang yang bersaksi melawan dia dan akan membunuhnya.
Pakpol jaga: ā€œAku percaya padamu dan bertanya pada saksi di restoran. Tidak ada kata apapun. Min Joo-guk itu relawan di lebih dari 6 tempat, seperti dapur pembuat sup dan penitipan hewan. Dia telah berubah menjadi lebih baik. Lalu kamu menuduhnya tanpa bukti. Kamu setidaknya membawa beberapa bukti.ā€

Soo-ha kemudian berdiri: ā€œAda bukti.ā€
Pakpol jaga: ā€œApa? Bukti apa?ā€
Soo-ha: ā€œAku mendengarnya. Aku dapat mendengar pikiranā€¦..ā€
Belum selesai Soo-ha berbicara, ada yang memotongnya, Hye-sung: ā€œHentikan.ā€

Hye-sung menatap Soo-ha: ā€œJangan katakana apapun yang tidak berguna. Kamu hanya akan diperlakuan seperti yang kamu dapatkan di persidangan 10 tahun yang lalu. Park Soo-ha. Sekarang, aku mengingat namamu. Aku mengingat namamu.ā€


Note:
Penasaran dengan bagaimana nanti Hye-sung menggapi Soo-ha. Apakah dia akan menerimanya? Dan bagaimana Soo-ha akan membuktikan kejahatan Joon-guk, karena sepertinya sekarang Joon-guk mempunyai alibi bahwa dia orang yang baik, sehingga orang-orang tidak akan percaya.

Dan sayangnya tidak ada preview untuk episode 5 di akhir drama. Lagi mau coba cari ke tempat lain. Semoga aja cepet nemu.


Comments

  1. iyees yang pertama :)
    gomawo sinopsisnya mumuzizi :)
    ditunggu secepatnya next episode, fighting !!

    ReplyDelete
  2. keren
    makasi sinopsisny

    ReplyDelete
  3. mantap...thumba buat author ditunggu lanjutannya.. tqq sist

    ReplyDelete
  4. daebak,lnjutin ya jgn smpe ptus d tngah jlan.

    ReplyDelete
  5. Ngakak sumpah sama adegan bando melorot kemata Hye Sung XD parah sampe 3 kali baca diadegan itu .... jadi kayak org gila ketawa sendiri nih :D

    Aduh jgn sampai sama Kwan Woo dong endingnya TT tetep sama Soo Ha aja .. jgn kayak drama BIG endingnya TT...

    Thanks ya sinopsisnya... lanjutkan teruss FIGHTHING!

    ReplyDelete
  6. wowwwwww
    selalu menunggu sinop utk drama ini..
    ga nyesel aku mengikuti drama ini..
    walau pun dikit bosen ama cerita hukum hukumnya,,,
    but no problem its okayyy

    ReplyDelete
  7. drama ini bner2 keren, mksih udh dibuatkn sinopnya, karna ak blom bisa donlot skrng jd kbantu dgn sinop ini, makasih ya

    ReplyDelete
  8. trimakasih sekalisudah dibuatkan sinopsisnya. saya benar-benar sangat menunggu drama ini. sekali lagi terimakasih banyak hanya itu yang dpt saya ucapkan.

    ReplyDelete
  9. tq sinopnya.. hwaiting episode selanjutnya

    ReplyDelete
  10. daebak trimakasih sinopnya eonni. ceritanya beda dengan drakor yg lain, banyak benang yg harus diurai. kenapa ayah soo ha dibunuh, apa alasan do yeon berbohong mengatakan hye sung yg melukai matanya, dan hubungan pengacara shin dengan narapidana..

    ReplyDelete
  11. Makasih banget buat sinopsisnya ^^~
    keren banget...
    Ceritanya makin membuat penasan.
    Semangat terus buat lanjutin sinopsisnya~

    ReplyDelete
  12. thnx sinopny
    smangat, fighting, ^^

    ReplyDelete
  13. sinopnya keren...kalo bahasanya gak baku gak papa kali...
    kalo aku sih malah lebih mudah mahaminnya...
    trus aku mau ngasih saran...foto-fotonya gak usah digabung...jadinya foto"nya kan besar trus foto-fotonya ditambah lagi donk...:D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setuju, kalo bisa piku nya jgn digabung + diperbanyak eonni

      Delete
  14. Pertama makasih yaa sinopsisnya...

    Kedua iya dunk kalo bisa pikunya jangan dugabung,soanya ak pake hp bacanya kurang gede agak kurang puas...

    Jadi mikir itu anaknya napi yang temenya pengacara shin apa mungkin do yeon ya??alasan pertama karena dia seumuran sama hye sung,kedua dy kan sama seo cuma anak tiri...jgn2 alasan do yeon nuduh hye sung karna dy iri bokapnya lebih sayang yoe sung..*ngayal doank hehe* wait next episod... :)

    ReplyDelete
  15. episode 5 kok belum sih?? kan udah tayang...

    ReplyDelete
  16. ditunggu episode selanjutnya mumuzizi :)

    ReplyDelete
  17. Eonni lanjutkan :)
    makin penasaran sama kelanjutannya ^^

    ReplyDelete
  18. Waaahhhh seru bgtt,,pnasaran bgt bgt bgt nieh,,,
    Tetep smngat y bwt sinopsisny lnjut trus smp selese

    Hwaiting (ąø‡'Ģ€āŒ£'Ģ)ąø‡ ,,,

    ReplyDelete
  19. ayo eonni lanjutkan.. fighting fighting.. :)

    ReplyDelete
  20. Duh udh nga sabar nunggu sinopsis selanjutnya. Semangat ...






    ReplyDelete
  21. Duh udh nga sabar nunggu sinopsis selanjutnya. Semangat ...






    ReplyDelete
  22. ditunggu sinopsis selanjutnya ... :D
    FIGHTING !!!

    ReplyDelete
  23. whuuaaa.. makin seru aja ceritany..:)
    jadi g sabar dg klanjutanny,,^^
    semangat,,^^

    ReplyDelete
  24. suka sm alur ceritanya dan suka sama penyampaian bahasa yg dipakai mumuzi hehehe ditunggu next nya mangaaaaatt... ;)









    ReplyDelete
  25. g sabar..g sabar.. pingin cpat bca ceritany.:)
    fighting eonni...:D

    ReplyDelete
  26. harusnya udah ada sampai episode 7 :D ayo hwaiting buat sinopsis nya ! :)

    ReplyDelete
  27. ayo semangat buat lanjutin sinopsisnya ;)

    ReplyDelete
  28. aku suka kemampuan soo-ha nya, alur dan cinta segitiganya buat hati berdebar - bedar, mmuuachh deh buat drama ini, tapi yang aku takutin endingnya nanti Hye-sung sama Kwan-woo, soalnya umur antara Hye-sung sama Soo-ha kurang memungkinkan, takut kaya drama BIG tuh endingnya banget gak suka :(
    ayo author hwaiting !

    ReplyDelete
  29. seandainya aku bisa kayak soo-ha dapat membaca pikiran orng lain, pastis eru yha. hehe tanks

    ReplyDelete
  30. joon-guk itu orang bermuka dua , hmmm

    ReplyDelete
  31. Jika tidak suka jangan membacanya. Orang gila. Kritik dan saran itu membangun. Anda jangan pernah merasa puas dengan apa yg anda kerjakan sekarang. Diatas langit ada langit. Jadi berusaha lah menjadi yg terbaik. FAITHING. BERJUANGLAH. TETAP SEMANGAT

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2