Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 5 - 1



Soo-ha diborgol dan dipegang oleh 2 orang polisi. Soo-ha berbicara pada Pakpol yang berJaga.

Soo-ha: ā€œAnda membiarkan Joon-guk pergi! Apakah anda mendapatkan alamatnya? Bagaimana dengan nomor telponnya?ā€
Pakpol Jaga: ā€œHey, kamu sepertinya salah mengerti. Kamu yang memukul. Min Joon-guk yang dipukul. Kau penjahat, dan dia korbannya. Mengerti?ā€

Soo-ha: ā€œAnda tidak tahu apa yang dikatakannya? Dia akan balas dendam. Dia mencari seseorang yang bersaksi melawan dia dan akan membunuhnya. 
Pakpol Jaga: ā€œAku percaya padamu dan bertanya pada saksi di restoran. Tidak ada kata apapun. Min Joo-guk itu relawan di lebih dari 6 tempat, seperti dapur pembuat sup dan penitipan hewan. Dia telah berubah menjadi lebih baik. Lalu kamu menuduhnya tanpa bukti. Kamu setidaknya membawa beberapa bukti.ā€

Soo-ha kemudian berdiri: ā€œAda bukti.ā€
Pakpol Jaga: ā€œApa? Bukti apa?ā€

Soo-ha: ā€œAku mendengarnya. Aku dapat mendengar pikiranā€¦..ā€
Belum selesai Soo-ha berbicara, ada yang memotongnya, Hye-sung: ā€œHentikan.ā€

Hye-sung menatap Soo-ha: ā€œJangan katakan apapun yang tidak berguna. Kamu hanya akan diperlakuan seperti yang kamu dapatkan di persidangan 10 tahun yang lalu. Park Soo-ha. Sekarang, aku mengingat namamu. Aku mengingat namamu.ā€

Episode 5
The Words You Shouldnā€™t Believe

Pakpol meminta Hye-sung mengisi formulir penjamin dengan nama, nomor identitas, dan alamat.
 
Pakpol Jaga memegang palu milik Soo-ha dan melihatnya, ā€œWow, dia bahkan memiliki senjata. Apa tidak salah kita melepaskannya?ā€ tanyanya pada Pakpol.
Hye-sung sambil menulis menjawab, ā€œItu bukan senjata. Itu sebuah palu dan dia menggunakannya untuk memperbaiki pintu rumahku yang rusak.ā€

Pakpol Jaga: ā€œApakah anda anda memiliki hubungan yang sangat dekat sehingga bisa menjamin karakternya? Anda buka gurunya juga bukan keluarganya.ā€
Hye-sung masih sambil menulis: ā€œSaya mengenalnya sejak 10 tahun yang lalu. Anda bisa menyebutnya sebagai adik saya.ā€
Soo-ha menatap Hye-sung.

Pakpol Jaga: ā€œKarena anda seorang jaksa, ada beberapa kemungkinan dari apa yang terjadiā€¦ tapi, anda tidak berbohong untuk mencegahnya memiliki catatan kejahatan, kan?ā€
Pakpol membela: ā€œDia tidak berbohong! Sepertinya mereka terlihat tinggal bersama.ā€
Hye-sung lasngsung cegukan, saking kagetnya mungkin, lucu dehā€¦ hehe
Pakpol Jaga: ā€œBenarkah?ā€

Pakpol: ā€œTerakhir kali setelah kejadian ponsel itu, saya pergi ke sekitar rumah anda pada tengah malam, setelah menerima telpon anda. Dan dua orang ini sedang bersama! Di pagi hari, saat patrol, saya juga melihat mereka berdua keluar dari rumah.ā€
Soo-ha hendak menyangkal, ā€œTidak, saat ituā€¦.ā€
Kemudian dengan cepat di potong Hye-sung: ā€œYa! Kami tinggal bersama. Dia murid sekolah menengah atas, jadi banyak yang harus saya lakukan untuknya.ā€

ā€œBenarkan?ā€ tanya Hye-sung ke Soo-ha sambil merangkul dan menatapnya, ā€œPura-puralah kalau kita dekat. Panggil aku ā€˜noonaā€™, cepat!ā€
Soo-ha terbata-bata: ā€œYaā€¦Noona.ā€

(ingat di episode sebelumnya Soo-ha menginap karena dia tertidur? Ternyata si Pakpol ngeliat tuh, dan nyangka mereka tinggal bersama..)

Pakpol Jaga: ā€œBaiklah kalau begitu. Bagaimanapun, apakah  kamu tidak akan menyesali kesalahanmu?ā€ tanyanya pada Soo-ha.
Pakpol jaga menggeplak kepala Soo-ha, ā€œHey bocah. Jika kau mengikuti pria itu lagi dan menyerangnya, kau akan segera ditangkap, mengerti?ā€
Hye-sung mendelik ke Pakpol Jaga, Soo-ha sepertinya akan marah, tapi tangannya dengan cepat ditangkap Hye-sung, ā€œCepat jawab. Bahwa kamu tidak akan melakukannya lagi. Ini satu-satunya cara agar kamu keluar dari situasi ini.ā€

Akhirnya dengan setengah hati Soo-ha minta maaf, ā€œSaya salah. Saya tidak akan mengulanginya lagi.ā€ Soo-ha menundukkan kepalanya dan digeplak lagi sama Pakpol Jaga.
Hye-sung mendelik lagi, dan saat si Pakpol Jaga akan menggepla kepala Soo-ha untuk ke 3x nya, Hye-sung menahan tangan Pakpol, ā€œHentikan. Ini bisa dianggap sebuah penyerangan.ā€ Pakpol jaga menurunkan tangannya, dan terlihat malu. Soo-ha juga tadi keliatan banget dia tidaknyaman di geplak-geplak seenaknya gitu.

Hye-sung dan Soo-ha berjalan bersama keluar dari kantor polisi.
Hye-sung: ā€œBus pasti sudah tidakada sekarang. Kamu punya uang buat bayar taksi?ā€
Soo-ha: ā€œIya..ā€

Mobil polisi berhenti di dekat mereka. Pakpol dan Pakpol Jaga menyuruh mereka untuk masuk karena Pakpol akan mengantar sampai ke rumah. Hye-sung menolak dengan alasan akan naik taksi. Tapi Pakpol bilang di lingkungan itu tidak banyak taksi lewat. Lagipula Pakpol mau patrol, jadi sekalian aja. Yasudah terpaksa deh mereka masuk.
Di dalam mobil, Pakpol mengatakan dia ssudah menduga kalo Hye-sung dan Soo-ha itu sodaraan. Dan Pakpol mengatakan sesuatu yang Hye-sung belum tahu.
Pakpol: ā€œSetelah kejadian ponsel itu, dia menemui saya dan meminta untuk terus melanjutkan pencarian untuk menangkap penjahatnya, dan dia juga bilang kalau dia tahu siapa pelakunya. ā€˜Dia sangat takut dan dia sulit tidurā€™. Dia mencari tahu lebih banyak karena Noona-nya. Wow. Saya tahu kalian berdua sangat dekat.ā€
Hye-sung melirik Soo-ha, Soo-ha nya buang muka, ketahuan deh..

Pakpol pada Hye-sung: ā€œNgomong-ngomong, apa hubunganmu dengan Min Joon-guk? Setelah kejadian ponsel, anak ini selalu mengatakan Min Joon-guk adalah tersangka.ā€
Soo-ha menunduk.

Hye-sung: ā€œLalu, apakah anda menyelidiki kasusnya?ā€
Pakpol Jaga: ā€œPonsel itu tidak ada hubungannya dengan Min Joon-guk. Setelah bebas dari penjara, dia telah menjadi relawan di berbagai tempat. Alasan apa yang kau miliki pada Min Joon-guk sampai kau melakukan hal seperti ini?ā€ tanya nya pada Soo-ha.

Hye-sung yang menjawab, ā€œSepuluh tahun yang lalu, Min Joon-guk membunuh ayah anak ini. Saya adalah saksi untuk kasus itu.ā€
Duo Pakpol kaget dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

Sampai di depan rumah Hye-sung. Pakpol Jaga bilang dia mengerti atas kejadian di masa lalu tapi tetap saja Soo-ha tidak boleh menyerang orang yang tidak bersalah. Pakpol berjanji akan terus mengawasi Joon-guk, dan meminta Soo-ha untuk menunggu dan tidak menimbulkan masalah.
Pakpol Jaga memperingatkan Hye-sung, jika lain kali Soo-ha menimbulkan masalah lagi, maka Hye-sung harus bertanggung jawab.
Hye-sung merangkul Soo-ha dan meng-iya-kan, jangan cemas.
Pakpol: ā€œApa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak akan masuk?ā€
Hye-sung gugup, dan masih merangkul Soo-ha, ā€œYa..kami akan masuk. Ayo S-Soo-ha.ā€
Soo-ha: ā€œHah? Yaā€¦Noona.ā€  (ekspresinya Soo-ha lucu.. males2an gitu, bibirnya manyunā€¦ hohhoho..)
Hye-sung menggandeng Soo-ha dan berbalik, mereka jalan perlahan, dan menengok ke belakang bersamaan.  Tadaaa, Pakpol masih ditempat tadi dengan senyumannya. (jiaaahh, hahahaā€¦)
Hye-sung terus menggandeng Soo-ha sampai masuk ke dalam rumah.

Soo-ha menanyakan sepatu laki-laki yang ada disana, ā€œApakah kau tinggal dengan seseorang?ā€
Hye-sung: ā€œAku meletakkannya disana agar terlihat seperti itu.ā€ (emang sengaja biar disangka ada cowoknya, wanita korea yang tinggal sendiri sering yang kyk gitu.. jadi kalo ada pencuri disangkanya ada cowok tinggal disitu, setauku gitu..)

Soo-ha: ā€œKarena itu juga kau memesan dua mangkuk Jjajangmyun?ā€
Hye-sung: ā€œYa.. kamu sudah makan malam?ā€
Soo-ha: ā€œTidak apa-apa. Aku tidak lapar, kamu makan aja.ā€ (tapi perutnya bunyi! Krukkā€¦. Bwahahahaā€¦)

Hye-sung: ā€œ Ada apa dengan ā€˜kamuā€™? kalau kamu panggil ā€˜noonaā€™, aku akan kasih kamu makanan.ā€
Soo-ha: ā€œAku sudah bilang aku tidaklapar.ā€ Suara Soo-ha tertahan, karena perutnya bunyi lagi! Dan lebih panjang! Kriuuukkkkkā€¦ ahahahahaā€¦ malu banget pasti, karena Soo-ha buru-buru pamit pergi. Kayaknya Soo-ha tidak mau makan makanan doggy lagi deh, heheā€¦
Hye-sung: ā€œTetap disini. Kita bohong sama pakpol itu bahwa kita tinggal bersama. Untuk sementara, tutup mata saja dan tinggalah disini.ā€

Hye-sung mencoba membuka makanan kaleng, tapi susah. Lalu dia berpikir: ā€œBagaimana jika Min Joon-guk datang lagi? Anak ini harus tetap disini untuk sementara.ā€
Soo-ha menghampiri Hye-sung dan membukakan makanan kalengnya.

Hye-sung membuat makanan seperti makanan doggy lagi, mian kalo kasar bahasanya.. : )
Hye-sung sambil mengaduk makanan: ā€œKenapa kamu tidak ngasih tau aku siapa kamu sebenarnya? Sangat lama untukku mengenalimu.ā€

Soo-ha: ā€œAku sudah bilang namaku Park Soo-ha. Aku sudah bilang, tapi kamu yang tidak mengenaliku.ā€
Hye-sung: ā€Hey, bagaimana kamu bisa mengira aku akan mengenalimu? Ini sudah 10 tahun berlalu.ā€
Soo-ha: ā€œAku mengenalimu. Aku mengenalimu hanya dengan melihat namau saja. Bahkan setelah 10 tahun.ā€
Hye-sung menatap Soo-ha: ā€œAda apa dengan anak ini? Mungkinkah, aku cinta pertamanya atau semacamnya?ā€
Soo-ha: ā€œBukan seperti itu.ā€

Hye-sung: ā€œJika bukan, lalu kenapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu menjagaku bahkan setelah 10 tahun?ā€
Soo-ha: ā€œAku hanya tidak ingin berhutang budi. Itu saja.ā€
Soo-ha kemudian makan pakai centong nasi lagi! HA, gak bisa nahan ketawa, padahal momennya mellow..
Hye-sung yang keluar kamar akan mengambil minum melihat Soo-ha tertidur di sofa. Dan mengingat kehadiran Soo-ha disampingnnya saat kejadian ponsel, dan memperbaiki pintunya. Hye-sung pun melihat jempol tangan Soo-ha yang terluka. Dia lalu mempersihkan dan mengobatinya. Soo-ha terbangun, dia tersenyum menatap Hye-sung. Hye-sung posisinya ngebelakangin Soo-ha jadi gak liat Soo-ha bangun. Soo-ha nya pura-pura tidur lagi pas Hye-sung meletakkan tangannya. (Ost. Timeā€¦)

Hye-sung masuk kamar lagi. Soo-ha melihat jarinya yang sudah diobati. Lalu flashback..
Soo-ha kecil sedang duduk dibangku suatu tempat, seperti tempat kesehatan gitu. Di hari yang sama dengan saat ia ditinggalkan pamannya, tapi ini sudah malam. Soo-ha melihat ke luar dan melihat balon yang diterbangkan pamannya yang tersangkut di pohon. Soo-ha kecil memanjat pohon. Berusaha meraih balon itu, tapi tidak bisa dan kemudian dia terjatuh. Jempol kirinya terluka, jempol yang sama dengan yang sekarang dipandanginya. Soo-ha kecil menangis.

Tapi ku rasa bukan karena sakit luka jemponya, tapi sakit luka di hatinya.
Flashback end..

Pagi hari. Soo-ha sedang memperbaiki lagi gagang pintu depan. Lagi di ugreg-ugreg gitu, (apa bahasa indonesianya ya?), tiba-tiba dari dalam Hye-sung membuka pintunya dan membuat Soo-ha kejedot plus kejengkang. Heheā€¦
Soo-ha memegangi kepalanya dan meringis, Hye-sung cuma bilang ā€œmaapā€.

Soo-ha berdiri dan sambil manyun masih memegangi kepalanya. Soo-ha lalu memandangi Hye-sung dari ujung kaki sampai ujung kepala. Hye-sung memakai sepatu kets, celana panjang, dan membawa payung.
Soo-ha: ā€œApa kamu mau berangkat kerja dengan pakaian seperti itu? untuk apa payung itu? apa kamu berpikir itu cukup untuk menghadapi Min Joon-guk?ā€
Hye-sung: ā€œHey, tidak adakah yang bisa kamu lakukan dengan kemampuan membaca pikiranmu itu, seperti melakukan beberapa pengecualian?ā€ (Hye-sung kesal Soo-ha tau aja apa yang dipikirin sama dia..)

Soo-ha mengabaikan pertanyaan itu dan bertanya balik, ā€œMemang tidak apa-apa kamu pergi ke kantor dengan pakaian seperti itu? memangnya tidak ada persidangan yang harus kamu hadiri?ā€
Hye-sung: ā€œApapun itu, aku harus mengutamakan keselamatan. Haruskan aku mempelajari beberapa kemampuan pertahanan diriā€

Soo-ha tersenyum lalu mengambil payung Hye-sung, ā€œJika ini untuk pertahanan diri, jangan menggantungnya di belakang tapi pegang saja.ā€ (aaiihhā€¦ adegan Soo-ha ā€œmemelukā€ Hye-sung dari belakang lagi.. senyum-senyum sendiri aku, tapi Hye-sung mah biasa aja, kayaknya dia memang belum melihat Soo-ha sebagai pria.)

Soo-ha pun mengajari Hye-sung, memukul kesamping jika ada seseorang yang mencoba menyerang dari samping, jika tidak pegang payung ya pake siku. Lalu tending, terutama di bagian sensitifnya. Hehe..
Hye-sung pun mengerti. Lalu bertanya setelah itu apa yang harus ia lakukan. Berlari sekencang-kencangnya, jawab Soo-ha.

Hye-sung: ā€œSaat kamu bertemu Min Joon-guk, apakah kamu membaca pikirannya?ā€
Soo-ha: ā€œYaā€¦ā€
Hye-sung: ā€œApakah ponsel itu perbuatannya?ā€
Soo-ha: ā€œIyaā€¦ā€

Hye-sung terlihat cemas, ā€œApakah dia mau balas dendam sama aku?ā€
Soo-ha: ā€œDia tidak akan bisa melakukan apapun sekarang. Polisi sedang mengawasinya, begitu juga aku.ā€

Hye-sung dan Soo-ha berangkat bersama. Dan o-ow, kaki siapa itu? Min Joon-guk mengamati mereka dari belakang. Soo-ha berhenti berjalan, seperti merasakan ada yang mengawasi, dia pun menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa karena Joon-guk sudah sembunyi lagi. Setelah Soo-ha berbalik lagi, Joon-guk berbicara sendiri.
Joon-guk: ā€œGadis ini sangat sulit untuk didapatkan karena anak itu. cara ini mungkin lebih mudah.ā€   Kata Joo-guk sambil melihat brosur restoran ibu yang sempat dicurinya saat kejadian hp itu. o-ow.. apa yang direncakannya..

Hye-sung menerima telpon dari ibu. Ibu menanyakan tentang kencan buta yang waktu itu ibu tawarkan, ibu bertanya kapan Hye-sung bisa menemuinya.
Mendengar kata kencan buta, Soo-ha yang tadinya sedang membaca buku dan mendengarkan lagu, langsung kepo, nguping dehā€¦
Hye-sung bertanya seperti apa pria itu.
Ibu: ā€œDia tidak menunjukkan kalau dia kaya dan terlihat sangat baik.ā€
Lalu Hye-sung bertanya apa pria itu berbadan besar, atau terlihat bisa berkelahi. Ibu heran, bukannya Hye-sung lebih mementingkan  uang daripada badan.

Hye-sung: ā€œSudah berubah. Sekarang badan dulu baru uang. Jadi bagaimana badannya?ā€
Ibu bilang walaupun belum pernah melihatnya tanpa pakaian, otot bisepnya terlihat seperti batu. Wkwkwkwkā€¦
Hye-sung kemudian berjanji akan meluangkan waktu minggu depan.

Soo-ha agak kaget mendengar apa yang ada di pikiran Hye-sung: ā€œAkankan aku merasa lebih aman jika aku memiliki pacar?ā€
Soo-ha menggeleng, panik dia. Trus minta hp nya Hye-sung. Soo-ha menginstal aplikasi tacking, jadi dia bisa tahu Hye-sung ada dimana lewat hp nya.
Hye-sung: ā€œJadi, jika terjadi sesuatu kamu bisa tahu dimana menemukanku?ā€
Soo-ha tak menjawab.
(Yes, noona. Jadi jangan berpikiran untuk memiliki pacar, karena aku akan menemukanmu. Begitu kira-kira kata Soo-ha. : ))

Hye-sung terpana. ā€œWah, kau mirip CSI. Kamu pintar juga ya..ā€
Soo-ha: ā€œBukan aku yang pintar, tapi kamu yang memerlukan kecerdasan lebih.ā€ (Hahahahaā€¦ dengan kata lain Soo-ha ngatain Hye-sung oon.. masa yang kayak gitu aja gak tau,, hehe..)

Hye-sung kesal, ā€œKamu benar-benar memiliki ketangkasan untuk berbicara dengan jahat.ā€

Pengacara Shin dan Yoo-chang membeli minuman bersama di cafƩ. Pengacara Shin bertanya kemana perginya Kwan-woo dan Hye-sung. Mereka sedang menemui di kembar, kata Yoo-chang.

Pengacara Shin: ā€œKasus ini sangat rumit. Pada awalnya mereka berdua mengakui penikaman itu. benar kan?
Yoo-chang: ā€œYa, tapi kemudian cuma si adik yang bilang dia menusuk, dan si kakak mengubah pernyataannya, dia tidak menusuk.ā€

Pengacara Shin: ā€œdan sekarang, mereka berdua mengatakan mereka tidak melakukannya.ā€
Yoo-chang: ā€œPengacara Jang sedikit meyakinkan si adik untuk tidak mengambil kesalahan untuk kakaknya.ā€

Pengacara Shin: ā€œLalu, mengapa mereka mengubah apa yang mereka katakana dan membuat semua orang bingung?ā€
Yoo-chang: ā€œSebenarnyaā€¦.ā€

Adegan beralih ke Kwan-woo yang sedang menemui si kakak Jeong Pil-jae.
Kwan-woo: ā€œKau punya catatan criminal dua tahun yang lalu.ā€
Pil-jae: ā€œPil-seung, anak itu tidak punya uang kuliah, dia sangat marah, dengan kata lain aku merampok di beberapa rumah kosong untuknya.ā€

Kwan-woo: ā€œKalian kembar, tapi adikmu sepertinya pintar.ā€
Pil-jae: ā€œDi sekolah menengah, IQ-nya adalah 152. Otaknya benar-benar xxx cepat.ā€ (berkembang cepatkah? Disensor dari sananya.)

Beralih ke Hye-sung yang menemui Jeong Pil-seung.
Hye-sung: ā€œMengapa kakakmu merampok?ā€
Pil-seung: ā€œAwalnya dia sangat baik, kemudian dia berjudi dan menjadi seperti itu.ā€

Pil-seung menambahkan, ā€œAh, tolong jangan katakan apapun tentang judi di persidangan.ā€
Hye-sung: ā€œKita lihat nanti.ā€

Kwan-woo: ā€œLalu mengap adikmu mencoba menaruh kesalahan padamu?ā€
Pil-jae: ā€œMungkin dia tidak bisa berdiri dengan melihat saya. Setiap kali bertemu, dia memohon pda saya untuk pergi dari hidupnya.ā€

Kwan-woo: ā€œjadi, dia mencoba menggunakan kasus ini untuk mengirimmu ke penjara?ā€
Pil-jae: ā€œItu benar. Saya punya catatan criminal. Jadi, setiap orang akan percaya jika saya adalah penjahatnya.ā€

Hye-sung: ā€œMengapa kakakmu mencoba menaruh semua kesalahan padamu?ā€
Pil-seung: ā€œKakaku selalu merasa iri dengan hidup saya. Saya masuk universitas dan tidak mempunyai catatan criminal. Kami memiliki wajah yang sama, tapi mengapa kehidupan kami berbeda? Dia iri terhadap semua yang saya miliki.ā€

Hye-sung: ā€œMungkinkah, pacarmu juga?ā€
Pil-seung hanya mengangguk dan tertunduk sedih.

Kembali ke Yoo-chang dan Pengacara Shin. Jadi yang tadi itu ceritanya Yoo-chang.
Pengacara Shin: ā€œApakah mereka tidak mengatakan bahwa saat yang satu menikam dan yang satu berusaha mencegahnya?ā€
Yoo-chang: ā€œYa. Tapi jaksa mengatakan mereka berdua sudah merencanakannya (perampokan) dan menuntut mereka berdua dengan ā€˜joint principal offendersā€™.ā€
(jadi, mereka akan mendapatkan hukuman yang sama, tidak peduli siapa pelaku sebenarnya.)

Yoo-chang: ā€œJika anda melihat CCTV anda dapat melihat dengan jelas salah satu dari mereka mencoba mencegah saudaranya.ā€
Pengacara Shin: ā€œKarena mereka kembar, sangat mungkin untuk sulit membedakan mereka berdua.ā€

Yoo-chang: ā€œPengacara Cha dan Pengacara Jang dua-duanya mengajukan pernyataan terdakwa tidak bersalah.ā€
Pengacara Shin: ā€œKasus ini akan jadi lebih rumit daripada yang aku bayangkan. Salah satunya menbunuh seseorang, tapi mereka berdua mengatakan mereka tidak melakukannya. Dan mereka kembar identik.ā€

Yoo-chang: ā€œJika mereka tidak dapat menentukan siapa yang bersalah, akankah berakhir seperti ā€˜kasus pembunuhan Itaewonā€™?ā€ (kasus terkenal-kedua tersangka pembunuhan dibebaskan.)
Pengacara Shin: ā€œLalu mungkin mereka berdua akan bebas. Untuk mencegah itu, jaksa menuntut mereka berdua sebagai ;joint principal offendersā€™.ā€
Lalu mereka melihat Hye-sung di sebrang jalan dan heran mengapa Hye-sung membawa payung. Apakah akan hujan, tanya Pengacara Shin sambil melihat ke langit. Yoo-chang tidak berpikir akan hujan.

Kemudian mereka melihat Kwan-woo yang jalan sambil loncat-loncat kayak anak kecil, di belakang Hye-sung. Pengacara Shin mengomentari Kwan-woo, di menilai Kwan-woo menjalankan hidupnya dengan gembira. Yoo-chang memberitahu Pengacara Shin bahwa di malam mereka makan malam, Kwan-woo mem-piggyback Hye-sung, mungkin mereka memulai pacaran. Yo-chang tertawa.
Kwan-woo mengikuti Hye-sung. Dia mengendap-endap di belakang Hye-sung. Lalu mengagetkan Hye-sung dengan berteriak dari samping. Dia berhasil, Hye-sung memang kaget. Dan membuatnya mempraktekkan apa yang di ajarkan Soo-ha. Sampai akhirnya Hye-sung sadar kalau itu Kwan-woo. Kwan-woo meringis kesakitan.

Dikantor Kwan-woo masih meringis kesakitan. Pengacara Shin dan Yoo-chang mengkhawatirkannya.
Pengacara Shin: ā€œApakah kau tidak melakukan x-ray?ā€
Kwan-woo: ā€œtidak perlu. Lagipula nanti saya harus ke persidangan.ā€

Yoo-chang lalu menyingsingkan lengan baju dan berkacak pinggang, ā€œPengacara Jang, apakah kamu tidak akan minta maap?ā€
Yang bersangkutan sedang memberi makan anak anjing.
Hye-sung: ā€œMengapa mengagetkan orang seperti itu? itu sama saja dengan menyerang organ pendengaranku.ā€ Hye-sun menunjuk telinganya. ā€œSaya diserang dan saya hanyan mempertahankan diri dari serangan Pengacara Cha.ā€
Yoo-chang: ā€œItu pertahanan diri yang berlebihan. Juga, bagaimana jika kau menyakiti ā€˜areaā€™ Pengacara Cha hingga dia tidak bisa mempunyai anak.ā€
Kwan-woo: ā€œSudahlah. Aku sudah mengeceknya di toilet dan semuanya tampak baik-baik saja.ā€
Hye-sung: ā€œDengar kan? Dia bilang tidak apa- apaā€

Yoo-chang terlihat kesal dengan sikap Kwan-woo, ā€œKau benar-benar tidak bisa marah. Bahkan ketika kamu di pukul, kamu berada disisinya dan bahkan minta maaf. Aku akan memanggilmu Buddha Cha mulai sekarang.ā€

Hye-sung juga kesal dan berteriak, ā€œBaik, aku minta maf. Itu salahku, OK?ā€
Yoo-chang: ā€œApa itu yang namanya minta maaf..ā€
Pengacara Shin: ā€œbahkan walaupun dia buang angin, dia menyalahkan orang lain disampingnya.ā€

Kemudian Hye-sung mengatakan, kasus mereka bukan ā€˜joint principal offendersā€™, si kakak 100% adalah penjahatnya. Kwan-woo membantah, penjahatnya 100% si adik. Hye-sung meminta Kwan-woo untuk berehnti bicara, dan kemudian pergi. Kwan-woo berusaha mengejarnya dan mengajak makan bersama. Tapi kakinya tiba-tiba lemes, dia terjatuh.
Hye-sung makan di kantin kantor, tiba-tiba Do-yeon duduk dimejanya.
Hye-sung: ā€œApakah kita sedekat itu sampai bisa makan bersama?ā€
Do-yeon: ā€œKita tinggal di rumah yang sama dan pergi ke sekolah yang sama. Apakah kita tidak cukup dekat?ā€

Do-yeon ini ada maunya nyamperin Hye-sung, dia tanya tentang kasus si kembar. Hye-sung bilang Do-yeon pasti takut salah menuntut salah satu dari mereka, makanya menuntut mereka berdua bersama. Do-yeon tidak menyangkal, kali ini Hye-sung benar. Do-yeon bilang ekspresi mereka saat mengatakan bukan mereka yang menikam, adalah sama, terlihat seperti sebaliknya. Jadi Do-yeon juga kurang percaya.

Do-yeon bilang dia punya rencana lain, dan akan mengatakaanya pada Hye-sung, tapi dia meminta Hye-sung menolongnya, tapi ditolak Hye-sung.

Hakim Kim dan dua hakim lainnya, kembali melihat Hye-sung yang sedang muter-muter di pintu.
Hakim Kim: ā€œCkckck. Dia melakukannya lagi.ā€
Lalu mereka pergi.

Hye-sung berpikir sambil muter-muter dipintu,ā€Rencana apa? Apakah dia hanya menyombongkan diri? Bagaimana jika dia benar-benar melakukan sesuatu? Ini membuatku gila. Haruskah aku mengatakan pada Pil-seung untuk menerima tuntutan? Tidak, tidak.ā€

Hp nya berbunyi, ada sms dari Soo-ha, ā€œSelesai kerja jam berapa? Aku akan menjemputmu.ā€
Hye-sung pun tersenyum lega, ā€œOh ya, Gum akan ada disana membantuku.ā€
Hye-sung membalas smsnya, ā€œSebenarnya telah tejadi sesuatu, aku harus meminta tolong padamu.ā€

Soo-ha dikelas lagi smsaan, ditutupi oleh buku, jadi Pak Guru tidak melihatnya. Joo-gi yang duduk dibelakang melihatnya dan merebut hp Soo-ha dan melaporkannya pada Guru.
Joon-gi: ā€œGuru! Park Soo-ha smsan di kelas!ā€ katanya sambil mengacungkan hp Soo-ha.
Guru membaca sms Soo-ha, ā€œKau tidak hanya sms tapi juga pacaran.ā€
Seong-bin terkejut mendengarnya.

Soo-ha: ā€œBukan begitu pakā€¦ā€
Guru: ā€œPark Soo-ha, jangan berharap kamu bisa pulang cepat. Saya akan mengawasi kamu.ā€

Soo-ha berusaha meminta kelonggaran pada Guru agar memberikannya kesempatan untuk menelpon seseoran dan mengembalikan hp-nya. Tapi Pak Guru tidak mau memberikan hp-nya, dia sita, dan akan dikembalikan setelah pelajaran malam.

Sudah sore, dan hujan. Hye-sung merasa bersyukur dia membawa payung tadi pagi. Hye-sung membuka payungnya dan berjalan menuju kantor. Kwan-woo melihat dan memanggilnya. Tapi Hye-sung tidak mendengar. Akhirnya Kwan-woo mengikutinya dengan menutupi kepalanya memakai tas. Dia akan menepuk pundak Hye-sung, mungkin untuk meminta payungan bareng. Tapi tidak jadi, dan dia hanya mengikutinya begitu saja.

Sampai di gedung kantor. Hye-sung kaget melihat Kwan-woo hujan-hujanan.
Hye-sung: ā€œApa yang kamu lakukan disini? Apakah kamu juga dari gedung persidangan?ā€
Kwan-woo: ā€œYa.. aku mengikutimu tadi.ā€

Hye-sung: ā€œKenapa tidak memanggilku? Kita bisa payungan bersama.ā€
Kwan-woo: ā€œAku takut mungkin kamu akan terkejut lagi seperti tadi. Jadi aku hany mengikutimu saja.ā€

Kwan-woo lagi: ā€œPengcara Jang, apa yang terjadi hari ini?ā€
Hye-sung: ā€œKenapa?ā€

Kwan-woo: ā€œKau terlihat cemas, sepertinya sedang dikejar seseorang. Aku cemas.ā€ (aw, co cwit..)
Hye-sung: ā€œTidak ada hal seperti itu. ā€œ

Kwan-woo membersihkan rambutnya dan mengajak Hye-sung masuk. Hye-sung menahannya dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya, walaupun dia punya alasan tersedniri. Tapi dia mengakui kalau dia terlalu kuat menyerangnya. Kwan-woo bilang dia akan lebih berhati-hati.

Hye-sung lalu mengajak Kwan-woo untuk membahas beberapa hal untuk persidangan si kembar besok.

Kini mereka berdua duduk berdampingan di suatu ruangan.
Kwan-woo: ā€œJaksa bilag dia punya rencana?ā€
Hye-sung: ā€œYa.. apa kamu punya pendapat? Tidak ada darah dan sidik jari. Lalu apa?ā€

Kwan-woo terlintas sesuatu, ā€œapakah kamu dekat dengan Jaksa Seo Do-yeon?ā€
Hye-sung: ā€œTidak, aku tidak menyukainya. Bahkan lebih buruk dari tidak menyukai. Kapanpun aku mendengar suaranya, itu terasa seperti kuku menggaruk papan.ā€

Kwan-woo: ā€œtapi kamu bilang dia datang menghampiri untuk makan bersama. Benar?ā€
Hye-sung: ā€œya..ā€

Kwan-woo: ā€œBerarti Jaksa tidak mempunyai rencana. Tangan kosong. Menyombongkan diri.ā€
Hye-sung: ā€œAku juga berpikir demikian, tapi kamu tidak tahu kan..ā€ (jika kenyataan bisa sebaliknya.)

Kwan-woo: ā€œJika dia mempunyai sesuatu. Dia tidak akan mendatangimu sebelum persidangan. Mencarimu sebelum persidangan itu berarti dia tidak punya apa-apa.ā€
Hye-sung: ā€œTapi tetap sajaā€¦..ā€

Kwan-woo: ā€œJangan goyah atau gugup. Banteng yang gusar hanya melihat bendera merah, bukan matador. Sekarang, Jaksa melambaikan bendera merah untuk membuatmu gusar, Pengacara Jang.ā€
(Aku suka analisis Kwan-woo.. tidak heran di begitu, dia kan mantan polisi penyelidikn..)

Hye-sung menatap Kwan-woo dengan pandangan terpana?
ā€œItu berarti, aku seekor banteng, jadiā€¦.aku diharapkan untuk marah, tapi kenapa aku tidak merasa marah?ā€ Hye-sung mengangkat tangannya perlahan-lahan, akan menyentuh wajah Kwan-woo.

ā€œMataku sudah gila, dan sekarang kepalaku ikut gila? Apa yang sedang kulakukan?ā€ Hye-sung pun menyentuh wajah Kwan-woo.

Kwan-woo kaget, ā€œPengacara Jang?ā€
Hye-sung tersadar dan mencubit pipi Kwan-woo, ā€œZzi zzi pong!ā€  (semacam permainan saat dua orang mengatakan hal yang sama pada saat yang sama.)

Kwan-woo: ā€œApa yang kamu lakukanā€¦.ā€
Hye-sung mengalihkan perhatian, ā€œAku setuju dengan pemikiranmu. Itu sebabnya, zzi zzi pong. Apa kamu tidak tahu?ā€ bentak Hye-sung.

Kwan-woo: ā€œAh yaā€¦zzi zzi pongā€¦aku tahu ituā€¦ā€ Kwan-woo masih kaget.

Hye-sung mendesah dan berkata dengan pelan, ā€œAku gila, gila. Sial.ā€

Hari sudah malam. Kwan-woo bersiap-siap akan pulang dan mengambil payung dilacinya. Di luar masih hujan.

Hye-sung di depan kantornya berusaha menghubungi Soo-ha, tapi tidk diangkat, ā€œApa yang dilakukan Gum? Dia bilang akan menjemputku, tapi dia bahkan tidak mengangkat telponnya.ā€ Hye-sung melihat jam tangannya dan mengatakan masih sore, jadi dia bisa pulang sendiri.

Kwan-woo muncul, hendak membuka payungnya, tapi tidak jadi dan memasukkan kembali payung ke tasnya saat dia melihat Hye-sung.

Kwan-woo: ā€œMengapa kamu belum pulang? ā€œ
Hye-sung: ā€œIni mau pergi.ā€

Kwan-woo tersenyum, ā€œAah, hujan turun. Aku tidak bawa payung. Pengacara Jang, bisakah aku meminjam payungmu?ā€
Hye-sung: ā€œTidak. Lalu aku bagaimana?ā€

Kwan-woo: ā€œLalu kita bisa melakukan ini. Pertama, kita menggunakan payungnya untuk mengantarmu pulang ke rumah. Lalu setelah sampai, kamu berikan payungnya padaku. Bagaimana? Tidak apa-apa, kan?ā€
Hye-sung: ā€œBagaimana ini? Dia mencoba mendekatiku? Apakah aku terlihat begitu mudah? Kamu pegang payungnya.ā€  (Duh, eon.. kau terlihat begitu mudahā€¦ kayaknya Hye-sung udah mulai suka sama Kwan-woo deh.)

ā€œBaiklah.ā€ Kwan-woo mengambil payung dari tangan Hye-sung dan kemudian memayunginya.

Di sekolah. Soo-ha masih harus mengerjakan soal. Dia terlihat gusar dan melihat jam ditangannya. Pukul 9 malam. Soo-ha mengambil tasnya dan mengendap keluar, tapi ketahuan Pak Guru.
Seong-bin yang melihatnya mendengus kesal. Tapi kemudian dia pura-pura sakit perut. Meminta Soo-ha mengantarnya ke ruang perawat. Guru pun ikut panik dan menyuruh Soo-ha cepat membawa Seong-bin.

Joon-gi yang sepertinya menyukai Seong-bin menghampirinya dan mencoba untuk memapahnya, tapi di dorong oleh Seong-bin sampe kejengkang, hehe..

Soo-ha membopong Seong-bin keluar, melewati Joon-gi yang masih bengong dengan posisinya.

Seung-bin terus berteriak kesakitan. Sampai di lantai bawah dia meminta Soo-ha untuk menurunkannya.
Soo-ha: ā€œAku pikir tanganku akan lepas.ā€
Seong-bin: ā€œhey, aku menolongmu keluar dari kelas. Tidakkah seharusnya kamu berterimakasih lebih dulu?ā€

Soo-ha: ā€œKapan aku meminta tolong padamu?ā€
Seong-bin: ā€œAish.. apakah kamu akan menemui  pengacara itu?ā€
Soo-ha: ā€œYa.. ada yang ingin dia katakan padaku.ā€

Seung-bin menyerahkan hp Soo-ha yang disita Pak Guru, Seong-bin mengambilnya diam-diam. Soo-ha berterima kasih dan berjanji akan mentarktir Seung-bin di cafetaria besok. Soo-ha pun pamit pergi.

Soo-ha berlari menuju halte bis sambil memakai payung dan menelpon Hye-sung. (multitasking banget deh ni Soo-ha..)
Hye-sung tidak juga mengangkat telponnya. Soo-ha mencoba menelpon ke kantornya, juga tidak diangkat karen Hye-sung kan sudah pulang.

Soo-ha melacaknya lewat aplikasi ponsel dan mengetahui Hye-sung sudah di dekat rumah.

Hye-sung dan Kwan-woo berjalan sambil mengobrol. Kwan-woo membahas persidangan besok. Dia bilang mereka harus menghentikan Jaksa untuk tuntutan ā€˜joint principal offendersā€™. Saat Kwan-woo menjelaskan panjang lebar, Hye-sung sibuk dengan pikirannya sendiri.

ā€œSetelah sampai nantiā€¦apa yang harus aku katakan saat dia akan pergi? Haruskah aku hanya melambau dan mengatakan ā€˜hati-hati dijalanā€™? itu sepertinya terlihat kaku. Atau, haruskah aku memegang tangannya dan mengatakan ā€˜selamat tinggalā€™? tidak. Itu terlihat terlalu dekat. Apa yang paling bagus? Apa yang harus ku lakukan?ā€

Kwan-woo: ā€œBesok, kita harus bertemu sebelum persidangan. Akan lebih baik jika kita menyocokkan mulut kita.ā€
Hye-sung kaget: ā€œApa? Maksudku, kenapa kita harus menyocokkan mulut?ā€
(Hye-sung salah focus gara-gara gak ngedengerin Kwan-woo ngomgong, hehehe..)

Kwan-woo bingung: ā€œKita kan team, bukankah seharusnya menyocokkan kata-kata?ā€
Ooh.. barulah Hye-sung nyambungā€¦

Soo-ha sudah hampir sampai, dia berhenti menerima telpon Seung-bin.
Seung-bin: ā€œApakah kamu sudah bertemu pengacara itu?ā€
Soo-ha: ā€œBelum.ā€

Seung-bin: ā€œCinta pertama yang pernah kamu bicarakanā€¦pengacara itu bukan?ā€
Soo-ha: ā€œApa yang kamu katakan?ā€

Seung-bin: ā€œKakak ituā€¦ apakah kamu masih menyukainya?ā€
Agak ragu Soo-ha menjawab: ā€œApa kau gila? Itu sudah lama.ā€

Seung-bin: ā€œLalu mengapa kamu sangat perhatian padanya?ā€
Soo-ha: ā€œUh, itu karenaā€¦ dia menolongku sebelumnya. Aku tidak suka berhutang budi pada siapapun, jadi aku ingin menolongnya.ā€

Seung-bin: ā€œOh, begitu..ā€
Soo-ha: ā€œKamu menelponku hanya untuk menanyakan ini?ā€

Seung-bin: ā€œTidak. Aku menelpon karena aku menyukaimu. Itulah mengapa aku menelponmu.ā€
Soo-ha: ā€œAku tahu. Kamu sudah mengatakannya ke seluruh sekolah.ā€ Soo-ha tersenyum, lalu melihat kea rah rumah Hye-sung dan melihat Hye-sung bersama Kwan-woo sedang tersenyum-senyum.

 
Oowā€¦

Seong-bin: ā€œTidak. Bukan seperti itu. Aku benar-benar menyukaimu. Aku menyadarinya hari ini.ā€
(dari sini aku gak yakin Soo-ha mendengar kata-kata Seung-bin atau tidak karena Soo-ha menurunkan telponnya dari telinga. Tapi, kita msih bisa mendengarnya.)

Payung Soo-ha terlepas. Dan telponnya dia jauhkan dari telinga.
ā€œAku tahu bahwa kau tidak menyukaiku. Tidak apa-apa jika hanya aku menyukaimu.ā€
ā€œTapi, saat kau sedang bersama seseorang, atau saat kau menyukai seseorang, itu sangat aneh.ā€
ā€œAku tidak baik-baik saja dengan hal itu.ā€

ā€œHanya memikirkannya saja membuat hatiku merasakan sakit yang luar biasa, berdetak cepat.ā€
ā€œItu mungkin karena aku menyukaimu lebih banyak.ā€



Komentar:
Kwan-woo ternyata emang keren banget, Pengacara Shin gak salah, dia mempunyai kemampuan menganalisi yang sangat baik. Mungkin karena dia mantan polisi kali ya..

mau komen sedikit tentang kasus si kembar. Aku merasa yang berbohong adalah si adik. Dia yang menikam, dan sengaja melimpahkan kesalahannya pada kakaknya. Agar kakaknya dipenjara. karena mungkin dia benar merasa malu dan takut kalau kakaknya mencemari nama baiknya.
si kakak kan di catatan kejahatannya mencuri di rumah kosong, dan tidak membunuh.
wapaupun si kakak terlihat lebih agresif dan si adik lebih pendiam, tapi siapa yang tau. Kan katanya tidak boleh menilai sebuah buku hanya dari covernya saja.

oya, untuk foto, kayaknya aku gak bisa kalau gak ngegabung.. terlalu banyak ekspresi yang ingin aku share, setiap bagian episode bisa sampai 150 foto, dan dirumah sulit sekali untuk meng-upload dalam jumlah banyak, mungkin bisa tapi butuh waktu banyak. Mohon pengertiannya ya.. Tapi aku usahkan mempost foto nya dengan ukuran paling besar. Terima kasih... :)

Comments

  1. Wah,, tengkiu banget udah bikin sinopsisnya. aku suka banget drama ini.
    Figthing,,, :)

    ReplyDelete
  2. Makasih..
    Buat semua, Mian bgt postingan ini ancur.... Dari pagi upload fotonya susah banget, sampe udh bbrpa kali ngulang.. Saking pwngennya ngepost, gak sabar jadi hasilnya gak maksimal..

    ReplyDelete
  3. MAKASIH KA SINOPSISNY LANJUTKAN,,, SEBENERNY UDH NONTON TP GA TW ARTINYA.... SEMANGAT MELANJUTKAN KA,,,

    ReplyDelete
  4. makash bwt sinop.ny
    lnjtkan y kak
    smangat.smangat

    ReplyDelete
  5. yq sinopsisnya mba.... udah susah payyh upload untuk foto fotonya gumawo ya mba...

    ReplyDelete
  6. oke deh kak...tapi fotonya jangan terlalu bnyak yang digabung yahhh...hehe
    soal'y aku bacanya cuma lewat hp jadinya fotonya kalo digabung cuma keliatan kecil-kecil...:D

    ReplyDelete
  7. Thankyu sinopsisnya mba ... :D Menurutku prediksiku sih, mereka berdua salah ... Hahahaha=))

    ReplyDelete
  8. makasih ya buat sinopsis :)
    new reader and the first comment

    ReplyDelete
  9. keren mb, lanjutkan yah......FIGHTING

    san

    ReplyDelete
  10. keren sinopsisnya unnie mumu, dah makin mantap, picnya pun makin jelas... thanks ya unnie :)

    ReplyDelete
  11. makasih bwt sinopnya
    kerennn bgt.....

    ReplyDelete
  12. makasih semuanya... bagian 2 udah diposting ya.. episode 6 sedang dalam pengerjaan.. :)

    ReplyDelete
  13. Sudah tayang di channel tv apa yaa ?

    ReplyDelete
  14. mkasih..semangat, aku harap Soha gak patah hati haha

    ReplyDelete
  15. Aku baru komen nih, baru tadi pagi baca sinop nie drama dan langsug jatuh hati, makasih ya dah bikin sinop nya.
    Di tunggu kelanjutannya...!

    ReplyDelete
  16. Aku baru komen nih, baru tadi pagi baca sinop nie drama dan langsug jatuh hati, makasih ya dah bikin sinop nya.
    Di tunggu kelanjutannya...!

    ReplyDelete
  17. maksih n tetap lanjut ya
    semangat ^^

    ReplyDelete
  18. maksih n tetap lanjut ya
    semangat ^^

    ReplyDelete
  19. baca ending ep ini, jadi ikut patah hati bareng soo ha :( tapi semoga aja nanti soo ha sama hye sung ,menurutku kalo mereka dipasangin lucu :D
    lanjut sinopsisnya, semangat !!! ^^

    ReplyDelete
  20. aduuhh g bisa ngebayangin perasaan Soo Ha nih,, sakit bgt pasti,,, so poor..

    ReplyDelete
  21. Mau coment sm adegan terakhir,
    Kata2 seong bin itu sepertinya untuk menegaskan kalo soo ha itu beneran cinta sm hye sung, bukan cuma sekedar hutang budi seperti yg dia bilang ..
    Saya paling suka sm adegan seperti ini, cara sutradara n penulis menunjukan perasaan soo ha yg sesungguhnya.

    ReplyDelete
  22. Kereeeen, tq sinopsisnya ya. Like u

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2