Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 6 - 2



Hye-sung keluar ruang persidangan dengan perasaan gembira. Dia bahkan melompat-lompat. Pengacara Shin memanggilnya.
Pengacara Shin: ā€œApa yang membuatmu begitu bahagia?ā€
Hye-sung: ā€œPengacara Shin, kenapa anda tiba-tiba menggunakan bahasa formal?ā€

Pengacara Shin: ā€œApa kau begitu bahagia bisa membuktikan bersalah?ā€
Hye-sung tersenyum bangga: ā€œTentu saja.ā€


Pengacara Shin: ā€œAku melihat di persidangan Pengacara Jang lebih mirip seorang jaksa daripada Pembela umum.ā€
Hye-sung: ā€œApa anda mengatakan ini  sebagai timbal balik? Bahwa say mempunyai mata hiu dalam membedakan bersalah dan tidak bersalah? Lagipula saya mempelajarinya bahwa itu bersalah dan menunjukkannya. Jadi, apa masalahnya?ā€

Pengacara Shin: ā€œDi matamu, mengapa si kembar pergi ke minimarket, dan saat mereka membunuh korban, mengapa mereka membuka topengnya, apakah kau tidak penasaran dengan itu? Di kursi hadirin di persidangan, apakah kau tidak melihat seorang wanita menangis sedih saat dia melihat si kembar?ā€


Hye-sung: ā€œYa, aku tidak melihatnya. Kenapa aku harus melihatnya?ā€

Pengacara Shin berbicara dengan nada tinggi: ā€œMereka membuka topengnya berarti mereka sengaja menunjukkan wajahnya pada korban! Mereka membunuh untuk balas dendam. Dan untuk balas dendam, pasti ada alasannya. Disana ada seorang wanita yang menangis saat melihat si kembar, itu berarti ada seseorang yang berharap kau membantu mereka. Jadi, jika kau seorang pembela umu, kau seharusnya sudah tahu dari awal.ā€

Hye-sung terkejut, ā€œItuā€¦..ā€
Pengacara Shin: ā€œSuatu hari saat kau melupakan bahwa kau seorang pembela umu seperti hari ini, dan berdiri sebelum persidangan, aku akan membuat protes ke Asosiasi. Dan mengatakan bahwa Pengacara Jang Hye-sung tidak mempunyai kualifikas sebagai pembela umum.ā€  Pengacara Shin membentak Hye-sung.

***


Hye-sung duduk melamun sendirian di bangku taman. Dia sepertinya sangat terpukul dengan perkataan Pengacara Shin. Dia mengingat kembali kata-kata Pengacara Shin dan mengingat perkataannya pada Do-yeon dulu setelah persidangan Seong-bin. Hye-sung mungkin merasa dia tidak ada bedanya dengan Do-yeon.

Kemudian Do-yeon dan rekannya sesama jaksa, berjalan melewati Hye-sung. Hye-sung melihatnya dn Do-yeon tersenyum padanya.
Hye-sung kembali mendesah dan memejamkan matanya. Kecewa pada dirinya sendiri.
***


ā€œJadi, kau merasa bahwa kau sama saja dengan jaksa itu.ā€ Tanya Soo-ha.
ā€œYaā€¦ā€

Mereka sedang makan bersama. Kali ini Soo-ha makan menggunakan sumpit, dan makanan yang tersaji di meja adalah makanan sebenarnya. :)

ā€œApa kau menyesal? Bahwa kau bekerjasama dengan jaksa dan membuktikan mereka bersalah?ā€ tanya Soo-ha lagi sambil makan dengan lahap.
ā€œTidak. Tapi suatu perasaan bersalah dan membuatku merasa kotor. Seperti menggunakan serbet kotor untuk membersihkan p*nt*tmu.ā€


Soo-ha hampir tersedak, ā€œAishā€¦haruskan kau berbicara seperti itu saat aku sedang makan? Jorok sekali.ā€ Soo-ha protes.



Hye-sung menunduk, menyandarkan keningnya di meja, ā€œMaukah kau memberitahuku bahwa aku melakukan hal yang benar 10 menit saja?ā€

Soo-ha: ā€œMengapa kau bertingkah kekanak-kanakan?ā€
Hye-sung mendesah, dia merasa tidak pernah bisa melakukan hal yang benar barang 10 menit saja.
***


Joon-guk sedang mengerjakan sesuatu di restoran ibu. Teman ibu datang dan mengajak ibu pergi ke jimjilbang (sauna).

Ibu memanggil Joon-guk, ā€œGil-dong, bawa ini.ā€  Ibu memberikan bungkusan.
Joon-guk: ā€œApa ini?ā€
Ibu: ā€œAku melihat catatanmu bahwa kau sekarang berulang tahun. Aku membuatkanmu sedikit sup rumput laut dan beberapa makanan. Bawa dan makanlah di rumah.


Joon-guk terlihat terkejut Ibu perhatian padanya dan aku percaya ekspresinya kali ini bukan akting. Ibu tersenyum.

Teman ibu protes, bahkan dia tidak pernah mendapat ayam walaupun hanya sepotong. Ibu perhatian sekali pada Gil-dong.
ā€œAku perhatian pada orang yang juga perhatian padaku. Dia menggunakan semua kmemapuannya saat dia bekerja bersamaku.ā€ Jawab ibu.
Teman ibu masih protes. Joon-guk tersenyum melihat dua ibu-ibu ini. Senyum yang tulus.


Ibu lalu menyuruh Joon-guk untuk segera bersiap dan pulang ke rumah sebelum bus terakhir. Joon-guk tersenyum meng-iya-kan.


Joo-guk menatap bungkusan itu dengan haru (?).

***


Seong-bin takut-takut mendekati Soo-ha yang sedang belajar. Seung-bin duduk di sampingnya dan melepaskan sebelah headset di kuping Soo-ha.

ā€œSoo-ha, pecahkan soal ini untukku. Disini dikatakan untuk mrngintrgrlkan ā€˜sinā€™ dan ā€˜cosā€™, tapi apa artinya?ā€ Seong-bin menunjuk satu soal di bukunya.

ā€œBagaimana jika ia menghindariku karena pengakuanku waktu itu? apakah ia akan membuatku terjatuh.ā€ (maksudnya gak mau temenan lagi.)

Soo-ha tersenyum, ā€œBodoh. Ini bukan ā€˜sinā€™ tapi ā€˜sineā€™ dan juga bukan ā€˜cosā€™ tapi ā€˜cosineā€™. Apakah kau tidak tahu bagaimana untuk mengerjakan trigonometri?ā€
Seung-bin: ā€œSangat memalukan! Apa yang harus ku lakukan?ā€ dengan ceria Seung-bin melanjutkan, ā€œHey, aku tahu tahu, aku mengatakannya hanya agar kau tertawa.


Soo-ha menjelaskan soal itu, tapi Seong-bin berkata lagi, ā€œNgomong-ngomong, aku menelpon dan mengatakan suka padamu. Lupakan itu, aku mengatakannya saat banyak pikiran. Bayangkan saja aku buang angin dengan mulutku. Boong boong!ā€
Dalam pikiran Seung-bin, ā€œDengan cara ini, setidaknya mungkin dia tidak akan menolakku.ā€

Soo-ha tersenyum, ā€œBoong boong.ā€
Seung-bin, ā€œBoong boong?ā€
Soo-ha: ā€œBoong boong. Boong! Boong boong boong! Boong boong boong boong boong boong. Boong boong.ā€
Seung-bin ā€œBoong. Boong! Terima kasih, Soo-ha.ā€
Soo-ha: ā€œUntuk apa?ā€
(Lucu, Boong boong! Makanya gak aku skip. Hehe.)


Soo-ha mendapat telpon dari Joon-guk. Soo-ha terkejut dan agak ragu mengangkatnya setelah menyalakan recorder terlebih dulu.


Soo-ha: ā€œHalo.ā€
Joon-guk: ā€œSudah lama, Soo-ha. Mengapa tidak menjawab? Apa ku mendengarkan?ā€
Soo-ha: ā€œTetap bicara.ā€
***

Soo-ha berjalan menuju suatu tempat dengan gelisah. Lama-lama dia berlari menuju kantor polisi.


Soo-ha memperdengarkan rekaman suara Joon-guk saat menelponnya tadi.
ā€œKau sudah mendengar aku pindah, kan? (Dimana? Dimana kau sekarang?) lupakan aku dan jalani hidup dengan baik. Aku tidak akan melupakanmu dan akan hidup dengan rajin. Aku menelponmu untuk mengatakannya. (Kau sedang mengancam?) silahkan berpikir apa saja yang bisa membuatmu nyaman.ā€

Pakpol jaga: ā€œAda apa dengan ini? Ini hanya telpon menanyakan kabar seperti biasa.ā€ (Hate this guy.)
Soo-ha: ā€œTelpon menanyakan kabar? Dia bilang tidak akan melupakan kami.ā€ Soo-ha sedikit emosi.

Pakpol Jaga: ā€œTentu saja, dia tidak akan melupakanmu. Dia perlu bercermin (pada masa lalu) dan menjalani hidup dengan rajin. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan melupakanmu.ā€


Berbeda dengan Pakpol yang dari tadi terlihat gelisah, ā€œItu terdengar seperti ancaman.ā€
Soo-ha ke Pakpol: ā€œKemana Min Joon-guk pindah? Kau pasti tahu kemana dia pergi kan?ā€
Pakpol: ā€œItuā€¦kalau aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menanyakan kemana dia pergi.ā€

Soo-ha terkejut, ā€œKau benar-benar tidak tahu.ā€
Pakpol Jaga: ā€œMengapa kau harus tahu? Agar kau bisa membuat keributan lagi?ā€

Pakpol Jaga akan memukul Soo-ha tapi ditahan Soo-ha, ā€œJika kalian tidak melakukan apapun. Aku mungkin akan mencari dan membunuhnya.ā€
Soo-ha kemudian pergi. Pakpol terlihat cemas. Pakpol ini sepertinya lebih percaya pada Soo-ha.

*** 

Di kantor pengacara. Pengacara Shin dan juga Hye-sung sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Yoo-chang sendirian main bersama Krystal, si puppies itu.


ā€œMengapa aku tidak melihat Pengacara Cha?ā€ tanya Yoo-chang. ā€œOh iya, papi-pagi tadi, dia pergi untuk bertemu dengan di kembar. Aku pikir harusnya dia sekaran sudah kembali.ā€ Katanya pada Pengacara Shin. ā€œIni sudah tengah hari, mengapa kita tidak makan bersama?ā€ kali ini berkata pada Hye-sung juga.



Pengacara Shin: ā€œKita akan makan bersama setelah Pengacara Cha kembali.ā€
Hye-sung: ā€œAku akan pergi duluan karena sudah ada janji dengan teman.ā€

Pengacara Shin: ā€œTeman? Pengacara Jang, apa kau punya teman?ā€ tanyanya sinis. (Jleb!)
Yoo-chang heran mengapa Pengacara Shin menggunakan bahasa formal pada Hye-sung. (Aku baru ngeh kalau dulu Pengacara Shin ngmngnya biasa, berarti sekarang Pengacara Shin menganggap Hye-sung bukan orang  dekatnya.)

Pengacara Shin: ā€œBagikuā€¦Pengacara Jang bukan seorang Pembela Umum.ā€

Hye-sung terlihat kesal sekali, menohok. (bahasa apaan tuh? ^^)


Yoo-chang menanyakan lagi bukankah Hye-sung ada janji dengan temannya. Hye-sung menjawab dengan ketus, ā€œYa. Semua orang menunggu untuk bisa mengajakku makan, mereka berbaris sampai ke bagian dunia yang lain.ā€

Kenyataannya, Hye-sung makan sendirian dengan lahap. Dia meminta tambahan sup pada pemilik restoran. Kemudian dia melihat trio lelaki memasuki restoran itu. hye-sung mengambil mangkuknya dan bersembunyi dibawah. Trio lelaki duduk di meja depan Hye-sung.


Yoo-chang memesan tiga seulongtang (sup tulang sapi).
Kwan-woo bertanya mengapa Pengacara Jjang tidak ikut makan bersama.
Pengacara Shin: ā€œDia mengatakan punya janji dengan temannya, jadi dia pergi duluan.  Tapi mungkin dia sedang makan sendirian di suatu tempat.ā€


Yoo-chang bertanya pada Kwan-woo, ā€œApakah pertemuan dengan si kembar berjalan baik? Apakah mereka mengatakan mengapa mereka membunuh korban?ā€

Kwan-woo: ā€œYa. Itu untuk balas dendam. Kekasih salah satu dari mereka telah diperkosa pemilik minimarket itu. Pria itu mengancam akan menyebarkan fotonya jika dia (kekasih si kembar) melaporkannya pada polisi. Oleh karena itu, si kembar merencanakan dan membunuhnya.ā€

Hye-sung terlihat berpikir, mungkin menyesali apa yang sudah dia lakukan.

Yoo-chang: ā€œMerampok, melakukan pembunuhan tanpa penyesalan, dan menyebabkan keributan di persidangan, hukumannya pasti berat.ā€
Pengacara Shin: ā€œJika aku menjadi pengacara mereka, aku mungkin akan meyakinkan mereka untuk menyerah dengan sendirinya. Untuk menerima dan menyesali perbuatan itu, hanya 3 sampai 4 tahun penjara. Aku bukan beraksi. Tapi, aku mengatakannya karena seorang pengacara harusnya melakukan itu.ā€

Hye-sung dibalik meja merenungi perkataan Pengacara Shin.




Kwan-woo: ā€œMaafkan aku, karena kasus ini berjalan seperti ini, aku berharap mereka bertemu dengan pengacara seperti anda di persidangan banding.ā€

Yoo-chang: ā€œTapi, benarkah Pengacara Jang dan jaksa merencanakan semua itu? untuk menyatakan mereka bersalah?ā€
Pengacara Shin pada Kwan-woo: ā€œKau sudah mengetahuinya, kan?ā€

Kwan-woo: ā€œKaset CCTV hilang, jadi aku mengetahuinya.ā€
Pengacara Shin: ā€œApa kau tidak marah? Dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan seorang pengacara?ā€
Kwan-woo: ā€œDia menggunakan caranya sendiri untuk mengungkap kebenaran.ā€

Pengacara Shin: ā€œDari bagaimana cara aku melihatnya, aku pikir dia salah.ā€
Kwan-woo: ā€œAku tidak berpikir dia salah. Aku berpikir bahwa kami hanya berbeda.ā€
Hye-sung dibalik meja tersentuh dengan perkataan Kwan-woo.


Yoo-chang: ā€œOptimisā€¦.kau terlalu optimis.ā€


Tiba-tiba datang ahjumma pemilik restoran mengantarkan sup untuk Hye-sung, dia kaget Hye-sung ada di bawah. Aishā€¦dengan terpaksa Hye-sung berdiri perlahan-lahan dan dilihat oleh Yoo-chang.
ā€œHah? Pengacara Jang, kau disini?ā€
Dan semua anggota trio lelaki melihat ke arahnya.



Hye-sung: ā€œYa. Aku menjatuhkan uang.ā€
Yoo-chang: ā€œBagaimana dengan temanmu? Mengapa kau sendirian?ā€
Hye-sung menjawab masih dengan anggun: ā€œMereka pergi duluan.ā€

Lalu Hye-sung pun keluar dari restoran.

Yoo-chang: ā€œApakah Pengacara Jang mendengar semua yang kita bicarakan?ā€
Pengacara Shin: ā€œSiapa yang peduli.ā€
Kwan-woo peduli, dia langsung mengejar Hye-sung keluar.

Kwan-woo: ā€œKau mendengar semuanya kan?ā€
Hye-sung menjawab dengan ketus: ā€œKau tahu, aku bahkan tidak merasa menyesal sedikitpun padamu. Aku tidak merasa bersalah.ā€
Kwan-woo: ā€œAku tahu. Aku juga tidak berpikir seperti itu.ā€



Hye-sung: ā€œYa sudah. Apa kau punya acara lain untuk makan malam?ā€
Kwan-woo bingung: ā€œApa?ā€
Hye-sung: ā€œAda film yang ingin aku tonton.ā€
Kwan-woo: ā€œApakah ini mungkinā€¦..ā€
Dipotong Hye-sung, ā€œIni bukan kencan. Aku tidak biasa nonton sendirian, jadi aku tidak akan menontonfilm dengan seseorang yang tidak aku kenal. Ini bukan kencan, jangan salah paham.ā€

Kwan-woo tersenyum, ā€œAku menyukainya.ā€
Hye-sung: ā€œKalau begitu kita bertemu pukul 6.30 di bioskop.ā€
Kwan-woo masih tersenyun: ā€œBaiklah.ā€

Hye-sung: ā€œJuga, kau tidak boleh menggunakan kacamatamu, gaya rambut seperti itu, dan kaos kaki putih dengan sepatu hitam.ā€
Kwan-woo: ā€œOkeā€¦apa? Tapi ini gayaku.ā€
Hye-sung menatapnya tajam.
Kwan-woo pun tersenyum, ā€œBaiklah, aku mengerti.ā€
***


Soo-ha sedang berjalan pulang, dia tertarik dengan penjual boneka yang bisa merekam suara. ā€œUntuk seseorang yang kau cintai, biarkan suaramu didengar.ā€ Itu iklannya.

Soo-ha pun menanyakan bagaimana cara menggunakannya, dan mencobanya.

Soo-ha membelinya dan memainkannya sambil berjalan.


Lalu tiba-tiba ada pencuri yang berlari ke arahnya, si pencopet yang di halte kemarin malam. Pakpol meminta bantuan untuk menagkapnya.
Soo-ha membantu pakpol menghajar dan menangkap penjahat itu.




Pistol Pakpol terlempar. Soo-ha akan mengambilnya.
Pakpol: ā€œMenjauhlah. Kami akan menanganinya sendiri.ā€ Pakpol mengambil pistolnya.
Soo-ha: ā€œAku lebih kuat daripada kau.ā€

Si pencopet berusaha kabur, tapi kembali dilumpuhkan Soo-ha.


Pakpol mengucapkan terima kasih banyak pada Soo-ha, tapi tidak perlu kata Soo-ha.
Pakpol: ā€œJangan terlalu mengkhawatirkan Min Joon-guk. Kami akan menanganinya.ā€
Soo-ha menatap tajam Pakpol: ā€œBohong. Mulai sekarang, aku tidak akan percaya pada kalian.ā€
***



Soo-ha sampai di depan rumah, dia memandangi lagi bonekanya. Hye-sung keluar, Soo-ha menyembunyikan bonekanya di balik punggung.

Hye-sung memandangi Soo-ha dengan heran. Soo-ha juga heran, sore-sore begini Hye-sung keluar dengan pakaian rapi.
Soo-ha: ā€œKau mau kemana?ā€
Hye-sung: ā€œOh, ituā€¦.ā€
Hye-sung berpikir, ā€œJika aku mengatakan akan berkencan dengan Pengacara Cha dia mungkin akan menertawakanku, benarkan?ā€
Soo-ha: ā€œKencan dengan Pengacara Cha?ā€


Hye-sung lupa Soo-ha bisa baca pikirannya. ā€œBukan kencan. Aku merasa tidak enak. Jadi aku mengajaknya nonton film.ā€
Soo-ha mempererat pegangannya pada boneka. ā€œApa yang membuatmu merasa tidak enak?ā€

Hye-sung: ā€œKau tahu aku menusuknya dari belakang di persidangan. Aku pikir dia akan marah, tapi dia mengerti. Dia memiliki naluri yang bagus. Dia mengagumkan, jadi aku mengajaknya menonton film.ā€

Dalam pikiran Hye-sung: ā€œDia mengatakan apa yang ingin aku dengar. Bahwa aku tidak salah dan aku melakukannya dengan baik.ā€

Soo-ha: ā€œBenarkah?ā€
Hye-sung lupa lagi. Dia lalu melihat jamnya.
ā€œSudah terlambat. Untuk makan malam, aku punya makanan yang dibawakan ibu di lemari es. Makan itu, ok?ā€


Soo-ha: ā€œBaik.ā€  Soo-ha memandangi kepergian Hye-sung dengan kecewa.


Soo-ha masuk rumah dan duduk memandangi bonekanya. Dia menekan perut bonekanya, dan terdengar rekaman suaranya.
ā€œKerja bagus, Pengacara Jjang. Kau benar-benar bekerja dengan baik, Pengacara Jjang. Kerja bagus, Pengacara Jjang.ā€
Soo-ha tersenyum sendirian.
(aw, ternyata Soo-ha juga akan mengatakan apa yang ingin di dengan Hye-sung..)

*** 


Kwan-woo berjalan dengan gagah. Dengan gaya baru!
Dia bercermin di depan sebuah toko. ā€œAku melepas kacamata dan membuat sedikit sentuhan pada rambutku. Juga kaos kaki. Semuanya sempurna.ā€
Dia juga latihan menyapa Hye-sung.

Kemudian dia membeli coklat di toko itu. (coklatnya akan meleleh dalam 1 jam.)

*** 

Di kantor polisi.
Pakpol Jaga heran melihat Pakpol yang sedang mencari-cari sesuatu.
Pakpol dengan wajah paniknya, ā€œAku kehilangan pistolku.ā€
Pakpol Jaga: ā€œAPA?! Kapan?ā€
Pakpol: ā€œAku tidak yakin.ā€
Kemudian Pakpol teringat melihat Soo-ha akan mengambil pistolnya siang tadi dan teringat perkataan Soo-ha sebelumnya yang mengancam akan mencari dan membunuh Joon-guk. (Yah, Pakpol kan gak jadi, diambil sama Pakpol koq tadi..)
***


Hye-sung sampai di tempat janjian. Dia datang lebih dulu.
Dia lalu bercermin di depan etalase toko dan membuka satu kancing bajunya. ā€œTidak boleh. Ini terlalu sexy untuk Pengacara Cha.ā€ (LOL)

Pakpol: ā€œAku tidak yakin.ā€


Kemudian Pakpol teringat melihat Soo-ha akan mengambil pistolnya siang tadi dan teringat perkataan Soo-ha sebelumnya yang mengancam akan mencari dan membunuh Joon-guk. (Yah, Pakpol kan gak jadi, diambil sama Pakpol koq tadi..)
***




Ketika Hye-sung berbalik, sudah ada Kwan-woo di sebrang jalan memanggilnya, dan menunjukkan kaos kakinya. Kwn-woo menyembunyikan coklat di punggungnya.
Hye-sung: ā€œWooo.. Pengacara Cha tidak terlihat buruk dengan model rambut seperti itu. Lalu..haruskah aku menyesuaikan standarnya?ā€ dan akan membuka kancing baju lagi, tapi ada telpon yang menghentikannya.
  

Hye-sung: ā€œHalo.ā€
Pakpol: ā€œPengacara Jang? Apakah kau bersama Park Soo-ha?ā€
Hye-sung: ā€œTidak. Ada apa?ā€
Pakpol: ā€œAku kehilangan pistolku. Aku pikir Soo-ha mencurinya.ā€
Hye-sung kaget: ā€œApa?ā€
Pakpol: ā€œDia mengatakan akan menemukan Min Joon-guk dan membunuhnya. Dimana dia sekarang? Apakah dia dirumah?ā€

Hye-sung syok. Dia teringat Soo-ha yang menyembunyikan sesuatu di punggungnya ketika tadi bertemu di depan rumah. Hye-sung panik.


Hye-sung segera memanggil taksi dan pergi. Kwan-woo dari sebrang berusaha memanggilnya.


Dalam taksi, Hye-sung berkali-kali mencoba menelpon Soo-ha tapi tidak diangkat. Yang bersangkutan sedang mandi.



Hye-sung turun dari taksi, dibelakangnya terlihat mobil Pakpol. Hye-sung berlari ke rumah dan membuka sepatunya. Sampai di dalam dia mencari Soo-ha.
ā€œSoo-ha! Park Soo-ha!ā€
                     
Soo-ha keluar dari kamar mandi, dia yang tidak tahu apa yang terjadi bertanya mengapa Hye-sung dirumah.
Hye-sung akan bertanya mengenai pistol itu. tapi Pakpol sudah di depan pintu dan memanggilnya.

ā€œPengacara Jang? Apa kau di dalam?ā€
ā€œYa. Tunggu sebentar!ā€ Hye-sung beneran panik.
Soo-ha membaca pikirannya, ā€œOh tidak, mereka sudah siap akan menangkapnya.ā€
Soo-ha: ā€œApa maksudmua? Menangkap siapa?ā€

Hye-sung menutup mulut Soo-ha dan membawanya ke kamar untuk bersembunyi, ā€œTunggu disini dan jangan ribut.ā€


Soo-ha masih ingin bertanya, tapi Hye-sung keburu keluar. Hye-sung membasahi rambutnya dengan shower di dapur. Dan segera keluar.


ā€œAku kelamaan yah? Maaf, aku sedang mencuci rambut, jadi agak kerepotan tadi. Soo-ha tidak dirumah sekarang. Aku selalu ada disampingnya menjaganya, jadi dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk. Jangan khawatirkan dia.ā€ Hye-sung berbicara tanpa henti, ngos-ngosan.

Pakpol tertawa, ā€œOh, itu.. aku sudah menemukan pistolnya. Itu ada di bawah kursi di mobil polisi.ā€  Pakpol mengatakannya dengan gembira. ā€œAku datang untuk mengatakannya.ā€

Hye-sung yang lega langsung memelorotkan (apa ya bahasa benernya?) badannya, ā€œAh, melegakan..ā€
Pakpol bertanya: ā€œPengacara Jang, apa kau baik-baik saja?ā€
Hye-sung langsung berdiri dan berteriak, ā€œAku tidak baik! Tidak sama sekali!ā€
Pakpol dan Pakpol Jaga kaget di bentak Hye-sung, ā€Pengacara Jangā€¦.ā€

Hye-sung: ā€œBagaimana kalian bisa menakuti orang lain seperti ini? Apakah kau tahu bagaimana khawatirnya aku sampai harus berlari kesini?!ā€
Pakpol Jaga: ā€œKau bilang sedang mencuci rambutā€¦.ā€

Hye-sung: ā€œIya! Tahukah kau bagaimana takutnya aku saat mencuci rambut? Tidak.. Soo-ha tidak akan melakukan hal itu. Dia tidak akan pernah melakukan hal menakutkan seperti itu. tuduhanmu sangat tidak menyenangkan dan membuatku khawatir. Jangan mengatakan hal menggelikan seperti itu lagi!ā€


Pakpol meminta maaf dan pergi.

Soo-ha mendengar semuanya dari dalam kamar.




Hye-sung masuk dan terduduk dibelakang pintu, menghembuskan nafas lega.
Soo-ha menghampirinya.
Hye-sung: ā€œKau mendengar semuanya?ā€
Soo-ha: ā€œYa. Apa kau pikri aku benar-benar mencuri pistol?ā€

Hye-sung: ā€œIyaā€¦ apa dia akan marah karena aku menyangkanya mencuri pistol?apa yang dia pikirkan?ā€
Soo-ha: ā€œAku tidak memikirkan apapun. Aku hanya berpikir kau mungkin akan malu dengan wajahmu sekarang ini.ā€
Hye-sung: ā€œTidak. Aku tidak malu.ā€


Setelah Hye-sung pergi ke kamarnya, Soo-ha  berkata: ā€œDan, aku berpikir aku memiliki seseorang yang peduli padaku.ā€

Hye-sung masuk kamar dan bercermin.
ā€œHaaaaahhhh. Siapa kau?!ā€ melihat wajahnya yang berantakan di cermin.
Lalu Kwan-woo menelponnya.



Hye-sung: ā€œHalo.ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Ini aku. Apakah ada masalah?ā€
Hye-sung: ā€œAh, tidak. Bukan masalah besar. Aku kembali ke rumah karena seseorang yang ku kenal membuat masalah. Tapi sudah tidak apa-apa sekarang.ā€

Kwan-woo: ā€œAh, melegakan. Kau tidak menjawab telpom, jadi aku pikir ada sesuatu yang buruk terjadi.ā€
Hye-sung: ā€œMaafkan aku. Aku tidak berpikir dengan jernih. Kau pulang ke rumah dengan selamat, kan?ā€

Kwan-woo: ā€œApa? Ya tentu. Aku baru saja sampai.ā€
Hye-sung: ā€œAku benar-benar minta maaf. Mari kita menonton lain waktu.ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Sampai bertemu besok di kantor.ā€



Kwan-woo di jalan depan rumah Hye-sung! Ngos-ngosan dan bajunya basah. Sepertinya dia berlari menuju rumah Hye-sung karena takut terjadi sesuatu.

Soo-ha keluar rumah, mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Kwan-woo melihat coklatnya yang mungkin sudar lumer. Kwan-woo masih saja bisa tersenyum. Lalu dia melihat ke atas ke arah rumah Hye-sung dan dia melihat Soo-ha. Soo-ha pun akhirnya melihat Kwan-woo.

Kwan-woo berusaha melihat dengan jelas, dan dia mengingat pemuda itu adalah pemuda yang sama yang mengantar Hye-sung saat mabuk dulu.

Soo-ha juga berusaha melihat dengan jelas siapa pria yang disana, dia mengenalinya. Lalu Hye-sung keluar, Soo-ha angsung menghalangi pandangan Hye-sung.


Hye-sung: ā€œKau sedang melihat apa?ā€
Hye-sung: ā€œApakah ada sesuatu?ā€
Hye-sung bergerak ke kiri, Soo-ha juga. Hye-sung bergerak ke kanan, Soo-ha juga.
Hye-sung akan mengambil jemuran, tapi dihalangi Soo-ha. ā€œAku akan mengambil jemurannyaā€¦.tunggu saja di dalam.ā€
ā€œBenarkah?ā€œ

ā€œHmmm..ā€  (ekspresinya Soo-ha lucu.. ^^)



Hye-sung pun masuk ke dalam. Soo-ha melihat lagi ke bawah, Kwan-woo sedang berjalan pergi. Soo-ha mengibas-ngibaskan tangannya, seperti mengusir ayam, husā€¦husā€¦ J
Dan tersenyum, menangā€¦
***


Soo-ha dan Hye-sung melipat jemuran yang telah kering.
Soo-ha bertanya apakah Hye-sung sudah menelpon Pengacara Cha, dengan ekspresi yang sebenarnya tidak ingin tahu.
Hye-sung bilang Kwan-woo sudah sampai rumahnya.

Hye-sung: ā€œAku berpikir kau bodoh, tapi aku rasa tidak. Belajar dengan baikā€¦ā€
Hye-sung mengeluarkan kertas dari balik punggungnya. Daftar nilai Soo-ha. ā€œKau berada di peringkat pertama di semua pelajaran.ā€


Soo-ha: ā€œApa itu? Kau mengambilnya dari tas ku?ā€
Hye-sung: ā€œApa kau mencontek saat ujian? Apa kau membaca pikiran guru dan menulis jawabannya?ā€
Soo-ha merebutnya, ā€œGuru telah menyelesaikan jawabannya lebih dulu, jadi aku bisa mendapatkan jawabannya.ā€
Hye-sung: ā€œJadi, kau selalu pintar?ā€
Soo-ha: ā€œLebih dari itu, aku lebih cepat memahami daripada orang lain di kelas. Karena aku membaca pikiran guru. Itu bekerja secara otomatis.ā€

Soo-ha: ā€œTerasa buruk setelah mendengarnya.. ā€˜aku lebih pintar daripada kelihatannya?ā€™ aku terlihat seperti apa?ā€
Hye-sung: ā€œDari luar, kau terlihat seperti berandalan. Dan dengan ekspresi mukamu, itu terlihat menakutkan.ā€
Soo-ha: ā€œJadi, kau berpikir mungkin aku mencuri pistol itu? kau sangat takut samapi membatalkan kencanmu?ā€





Hye-sung: ā€œAku tidak takut, tapi aku khawatir. Dua orang pria, Jeong Pil-seung dan Jeong Pil-jae, melakukan pembunuhan untuk balas dendam.ā€
Soo-ha: ā€œBenarkah?ā€
Hye-sung: ā€œMereka membunuh pria yang memperkosa kekasihnya. Mereka membunuh seseorang yang membuat mereka seharusnya tidak terjatuh (di penjara). Karena mereka tidak percaya pada hukum. Orang macam itu, adalah kau dan aku. Walaupun kau ingin membunuh, jangan melakukannya. Dengan begitu semua pembenaran akan menghilang. Seberapa buruk Min Joon-guk dan bagaimana kita membencinya, itu semua akan menghilang. Saat kita membunuh, kita tidak lagi menjadi korban. Kita menjadi pembunuh. Jadi, jangan berpikir untuk membalas dendam pada Min Joon-guk. Mengerti?ā€

Soo-ha tidak menjawab, hanya menunduk sambil melipat pakaian.



Hye-sung memegang pipinya, terlihat ekspresi sedih dari wajah Soo-ha, ā€œApa yang aku pikirkan? Cepat jawab.ā€
Soo-ha: ā€œTapi, bagaimana jika dia mencoba untuk membunuhmu?ā€
Hye-sung: ā€œWalaupun begitu, jangan lakukan. Karena aku akan menjaga diriku sendiri. Jangan pernah kau berkata akan membunuh Min Joon-guk dan lupakan.ā€
(sedih akuā€¦. T_T)

Hye-sung melihat daftar nilai Soo-ha lagi, ā€œMenjadi pembunuh itu adalah tidak berguna dengan nilai seperti ini. Kau pasti sangat beruntung. Kau akan diterima universitas manapun yang kau mau.ā€
***

 Pakpol mengobrol dengan Pakpol Jaga. Pakpol takut ketahuan oleh atasannya kalau dia menghilangkan pistolnya.
Pakpol Jaga: ā€œTapi, mengapa kau menyangka Park Soo-ha yang mencurinya?ā€
Pakpol: ā€œKarena saat dia melihat pistolnya jatuh, aku melihat matanya.ā€
Pakpol Jaga: ā€œKenapa? Bagaimana kelihatannya?ā€
***



Soo-ha dikamarnya, melihat kartu nama tempat yang menyediakan jasa pelacakana nomor.
Terdengar suara Pakpol:
ā€œAku berpikir dia akan melakukan sesuatu dengan pistol itu. Aku ketakutan dan gugup.ā€

Flashback, Soo-ha pergi ke tempat itu dan meminta mereka melacak nomor Min Joon-guk. Mereka akan mengirimkan alamatnya pada Soo-ha setelah berhasil menemukannya.



Di tempat lain, di ruangan sempit, Min Joon-guk memandangi makanan pemberian ibu. Dia terlihat bimbang.



Soo-ha mengambil daftar nilai miliknya dan meremasnya.


Min Joon-guk membuang makanan dari ibu ke toilet.



Soo-ha mengeluarkan pisau.


-------Bersambung ke Episode 7--------


Note:

Aku setuju dengan Pengacara Shin. Seharusnya sebagai pengacara, Hye-sung berusaha meringankan hukuman kliennya. Memang kliennya bersalah, tapi itu juga sudah menjadi tugas pengacara yaitu membela kliennya. Apalagi ternyata ada alasan khusus kesalahan yang diperbuatnya.

Di episode ini, aku makin terpesona sama karakter Kwan-woo. Laki-laki yang selalu berpikir positif, tidak langsung menghakimi orang lain dengan  pikiran buruk. Pun sebagai laki-laki pada wanita. Dia rela merubah penampilan untuk membuat wanita yang disukainya merasa senang. Dan betapa khawatirnya dia saat wanita yang disukainya ada masalah.

Oya, sampai episode ini aku masih merasa Hye-sung hanya menganggap Soo-ha sebagai seorang adik laki-laki, bukan seorang pria. Tapi, aku lebih suka hubungan mereka yang seperti ini lho.. :)

Tidak ada preview untuk episode 7.

Comments

  1. maksaih mba sinopsisnya....
    *sasa

    ReplyDelete
  2. Mumuzizi.. ZĆ«Óāˆ‚ĻžÄžāˆ‚ʬ (ąø‡'Ģ€āŒ£'Ģ)ąø‡

    ReplyDelete
  3. Gumawo eoni...I hear your voice, like this...smangattt...
    -eny dinar-

    ReplyDelete
  4. Ok saya bisa belajar dari Pengacara Shin ... melihat letak kesalahan org dari berbagai sisi ...
    Duuuuhhh So Ha jgn buat yg macam2 deh... mending cari cara lain kalo bner Min Joon Guk mau blas dendam, cari cara supaya So Ha ga disalahin lg .. ditunggu next episodenya :)

    ReplyDelete
  5. omo omo sooha mau ngapain -__-

    tata

    ReplyDelete
  6. Gumawo eoni...I hear your voice, like this...smangattt...
    -eny dinar-

    ReplyDelete
  7. Gak sabar nunggu kelanjutannya,,thanks noona fightiiiinnngg (ąø‡'Ģ€āŒ£'Ģ)ąø‡

    ReplyDelete
  8. Soo ha... Cute bangggget...... Gk sabar ama kelanjutannya..... Smoga soo ha... Nya gk pa" ya.... Ditunggu ya... Secepatnya .... Thank.. Noona

    ReplyDelete
  9. Soo ha... Cute bangggget...... Gk sabar ama kelanjutannya..... Smoga soo ha... Nya gk pa" ya.... Ditunggu ya... Secepatnya .... Thank.. Noona

    ReplyDelete
  10. tapi aku pengen hye sung and soo ha itu bareng..
    wkwkwkw haha...

    lajut mbakk.
    saya menunggu postingan selanjutnya :)
    gomawo..

    frieda_

    ReplyDelete
  11. Thanks sinopsisny mbk mumu...
    Btw baca di soompi katanya ep 9 soo ha dah gk jd anak sma lg. Wah... tmbh gk sbr nggu minggu dpn. Pdhl ep 7 aja br mau tyng nnti mlm. Hehe..

    ReplyDelete
  12. bisakah soha dan hyesung lebih deket gitu ?! ngarep hahaha
    makasih siopsisnya, di tunggu terus loch

    ReplyDelete
  13. akhirnya keluar juga part 2...
    sumpH,,tambah penasaran aku sama drama ini

    ReplyDelete
  14. ditunggu sinopsis episode 7... :D
    Eonni, FIGHTING !!!

    ReplyDelete
  15. kenapa ku masih cemas yah,takut kalau2 lead malenya ternyata pengacara cha :( *nangis guling"* berharap so haa yg jd lead malenya

    by. Aein Lee Jong Suk :D

    ReplyDelete
  16. ternyata yang jadi lead male.a d ihyv adalah PENGACARA CHA.liat d om gugle *garungdinding

    ReplyDelete
  17. episode selanjutnya selalu ditunggu, hwaiting ! :)

    ReplyDelete
  18. ayo semangat author ! :)

    ReplyDelete
  19. huaaaa lead male nya gak mau pengacara cha :(
    hwaiting author !

    ReplyDelete
  20. ayo, ayo sekarang udah episode 8 lagi,
    semangat lanjutin sinopsis nya author !
    makasih author, kemampuan bercerita yang bagus :)

    ReplyDelete
  21. faightiiing ^_^.sinopsis 8 saya tunggu yaa,daebak tambah bagus ceritanya^^

    ReplyDelete
  22. faightiiing ^_^.sinopsis 8 saya tunggu yaa,daebak tambah bagus ceritanya^^

    ReplyDelete
  23. salam kenal ^^ Mumuzizi
    semangat terus buat lanjut sinopNya :D

    ReplyDelete
  24. aku tetep berhaarap soo ha sama hye sung :)
    semangat buat lanjutin sinopsisnya ;)

    ReplyDelete
  25. Kenapa yaa saya lebih suka kalo soo ha dan hye sung kakak adikan aja.
    Kayanya hye sung lebih cocok sama kwan woo (setidaknya sampai episode ini)

    ReplyDelete
  26. aku juga suka karakter kwan woo disini dia selalu berfikir positif

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2