Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 7 - 2


 Hye-sung berada di dalam subways ditemani oleh Soo-ha. Dia melihat ke sekeliling, dan melihat oran-orang sibuk dengan ponselnya masing. Hye-sun menuntup matanya, lalu dia melihat bayangan Kakek Dae-sung yang mengambil koran-koran gratis yang sudah tidak dibaca oleh orang dan dimasukan ke dalam karung.
Hye-sung teringat perkataan Kwan-woo di pengadilan kemarin.
ā€Yang Mulia, apakah anda pernah menaiki subway sebelumnya? Tidak ada orang yang melihat berita menggunakan koran lagi. Mereka menggunakan smartphones.ā€

Hye-sung berbicara sendiri, ā€œItu benar.ā€
Terngiang kata-kata Kwan-woo lagi di persidangan.
ā€œUntuk orang yang perlu mengumpulkan 800 lembar koran setiap hari untuk hidup, koran gratis di jalan berarti cara bertahan hidup untuk mereka.ā€

Hye-sung: ā€œMemang seperti itu.ā€
Soo-ha membuka headsetnya dan bertanya pada Hye-sung: ā€œApa yang memang seperti itu?ā€

Hye-sung: ā€œPengacara Cha benar-benar mengganggu. Dia bertingkah seperti mengkhawatirkanku, tapi sebenarnya malah mencelaku. Untuk bertindak seperti seorang pembela umum.

Soo-ha: ā€œApa yang kau bicarakan?ā€
Hye-sung: ā€œAku ingin menolong Pengacara Cha.ā€
Soo-ha: ā€œKau inginā€¦.menolong Pengacara Cha?ā€

Hye-sung: ā€œTidak, maksudkuā€¦.Kasus ini awalnya merupakan kasusku, dan sekarang dia bekerja keras. Itulah mengapa aku ingin menolongnya. Bukan karena ada perasaan lain. Tidak ada untungnya membodohi dia, dia bisa membaca pikiranku. Aku baru menyadarinya, tapi aku pikir Pengacara Chaā€¦.ā€

Soo-ha tidak mau mendengar lebih jauh lagi, ā€œStop.ā€ Dia memakai headsetnya lagi.
***


 Yoo-chang mengajak para pengacara makan siang di restoran cina. Dia mendapatkan kupon, jika makan disana berempat akan mendapat makanan tambahan. Kwan-woo mengajak Hye-sung ikut serta. Hye-sung menolak tapi ditarik paksa oleh Kwan-woo.

 Setiba di restoran cina, mereka bertemu dengan Hakim Kim yang makan bersama tiga jaksa, termasuk Do-yeon. Hakim Kim menawarkan untuk bergabung di meja yang sama. Dan akhirnya mereka berdelapan makan bersama.

Hakim Kim memulai pembicaraan: ā€œOh, Pengacara Cha, kasusmu kali ini sangat menyentuh.ā€
Jaksa 1: ā€œAku dengar kau bahkan membawa koran ke ruang persidangan. Ada rumor beredar di kantor kami.ā€

Pengacara Shin: ā€œTuan Lee Dae-sung sungguh berada dalam situasi yang menakutkan. Dia pernah mengatakan, dalam tiga hari dia hanya meminum segelas yogurt.ā€
Pengacara Shin menyenggol Kwan-woo, memberi kode untuk menarik perhatian hakim..

Kwan-woo: ā€œBukan hanya itu, roti yang dibuang dari minimarket, yang sudah berjamur, dia membuang jamurnya dan memakan roti itu. Di tinggal di ruangan kecil yang tidak bisa disebut sebagai sebuah kamar..ā€

 Do-yeon: ā€œAda 100.000 orang yang tinggal di ruangan kecil. Seratus ribu orang itu tidak semuanya mencuri untuk bertahan hidup. Mereka hidup dengan moral. Hanya dengan alasan mereka tinggal di ruangan kecil, jika kita memberikan toleransi pada mereka untuk ini  dan itu, itu bisa berarti kita menciptakan dunia yang lemah hukum. Itu tidak bermoral.ā€

Semua orang berhenti makan mendengar omongan Do-yeon. Dan saat Do-yeon akan mengambil makanan, Hye-sung memutar mejanya. (Meja makannya yang tengahnya bisa berputar itu lho, jadi kalau mau ambil makanan yang jauh tinggal di putar.)


 Hye-sung: ā€œJadi? Itukah mengapa kau, jaksa, menuntut 6 tahun hukuman penjara untuk pencurian karena kebutuhan untuk seorang pria tua yang di umur 80-an mencuri koran gratis? Itukah moralmu?ā€

Dan saat Hye-sung yang akan mengambil makanan, Do-yeon gantian memutar mejanya.

Do-yeon: ā€œYa, itu moralku. Lee Dae-sung telah melakukan 16 kali pencurian. Itu dibenarkan untuk menambahkan hukuman, jika orang itu melakukan kesalahan yang sama. Jika kita melepaskannya karena usia, maka apa yang akan kita katakan pada korban?ā€

Do-yeon akan memutar meja, ditahan oleh Hye-sung, ā€œTerdakwa bukan mengulangi kejahatan pemerkosaan ataupun korupsi untuk bertahan hidup. Hukuman tambahan hanya benar jika diberlakukan pada kejahatan mengerikan seperti itu. tapi, untuk menjalani hidup, dia hanya mengambil beberapa koran gratisā€¦ā€

Do-yeon: ā€œItu 300 lembar koran.ā€
Hye-sung: ā€œBaik, untuk seseorang yang ā€˜hanyaā€™ mengambil 300 lembar koran, jika kau memberikan hukuman tambahan seperti pada penjahat pemerkosa atau korupsi, itu sungguh kesalahan dalam penghakiman, tanpa rasa kemanusiaan.ā€

Kwan-woo tersenyum, Pengacara Shin juga, setuju dengan apa yang dikatakan Hye-sung.
Do-yeon masih menatap tajam Hye-sung.

Hakim Kim mendinginkan suasana yang panas itu, ā€œWoh wohā€¦ Jangan membicarakan hal ini saat kita makan. Kalian berdua, tolong singkirkan tangan kalian dari meja roda! Meja roda harus berputar jadi kita dapat makan dengan semestinya!ā€

Hakim Kim mencoba memutar-mutar meja roda yang masih di pegang oleh Hye-sung dan Do-yeon yang masih bertatapan tajam. Lalu mereka berdua melepaskannya hampir bersamaan.
***


 Kakek Dae-sung sedang memandangi mobil penjual roti.
ā€œRoti telur-3 buah untuk 2000 won,  roti pisang-2 buah untuk 1000 won. Tidak menjual satuan.ā€

Kakek merogoh kantungnya dan hanya ada uang receh 500 won. Soo-ha melihatnya dari jauh dan membaca pikirannya.

Kakek Dae-sung: ā€œAkankah dia memberikan satu buah roti untuk 500 won jika aku memintanya?ā€ Kakek memandangi roti itu dengan lidah yang mengecap. (kayaknya lapar banget, sedih liatnya..)

 Soo-ha tersenyum dan menghampiri kakek, ā€œKakek! Kakek! Apa kau punya 500 won?ā€
Kakek terlihat bingung, Soo-ha melanjutkan, ā€œAku hanya punya 1500 won. Jika aku punya 500 won lagi aku bisa membeli 3 roti telur.ā€

Kakek merogoh kantongnya lagi dan bertanya, ā€œApakah kau akan memberikan satu untukku?ā€
Soo-ha tersenyum, ā€œTentu saja! Aku akan memberikanmu dua.ā€
Kakek tersenyum dan menyerahkan uang 500 won nya pada Soo-ha.
***

 Soo-ha sedang memasukkan makanan kiriman ibu ke dalam kulkas. ā€œDia mengirim banyak sekali makanan. Sekarang sepertinya tidak akan terjadi perang.ā€

Hye-sung mencoba jaket kiriman ibu, ā€œKau harus mengakui kebesaran hati ibuku. Dia bahkan mengirimkan pakaian.ā€

Soo-ha mengahmpiri Hye-sung dan berkata: ā€œItā€™s cute.ā€
Hye-sung: ā€œAku?ā€
Soo-ha: ā€œBukan. Jaketnya.ā€
Hye-sung: ā€œOmonganmu sungguh tidak menyenangkan.ā€


 Hye-sung membuka kembali jaketnya dan duduk, ā€œKeputusan hakim untuk Kakek Lee Dae-sung dilakukan besok pagi. Apa yang harus ku lakukan?ā€
Soo-ha duduk di depannya, ā€œApakah tidak ada pilihan selain hukuman penjara?ā€

Hye-sung: ā€œYa.. jika Do-yeon tidak mengubah tuntutan tertulis, dari ā€˜habitual theftā€™ menjadi hanya ā€˜theftā€™, dia mungkin bisa menghindari hukuman penjara. Tapi wanita itu tidak akan melepaskannya. Jika kakek mendapatkan kesepakatan, dia bisa meminimalkan hukuman. Tapi dia tidak mempunyai alasan untuk mendapat kesepakatan.ā€

 Hye-sung menelungkupkan wajahnya ke meja, ā€œTidak ada cara lain. Tidak ada.ā€

Soo-ha: ā€œKakek sepertinya sudah mencoba untuk mendapatkan kesepakatan.ā€
Hye-sung: ā€œBagaimana kau bisa tahu?ā€
Soo-ha: ā€œAku bertemu kakek hari ini.ā€


 Hye-sung mengangkat wajahnya. ā€œBenarkah? Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?ā€
Soo-ha: ā€œHanyaā€¦tidak sengaja.ā€
Hye-sung: ā€œTidak sengaja? Oo, daebak.. Lalu, apa yang dia katakan?ā€

Soo-ha: ā€œBeberapa waktu yang lalu dia bertemu dengan pemilik perusahaan koran secara kebetulan di suatu pemakaman. Dia meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi, tapi sepertinya si pemilik tidak mau mendengarkan. Kemudian si pemilik datang ke rumah kakek dan mengatakan akan membuat kakek di penjara.ā€

Hye-sung menelungkupkan kembali wajahnya, ā€œBerarti si pemilik juga tidak ingin membuat kesepakatanā€¦.ā€ Kemudian Hye-sung menyadari sesuatu dan mengangkat wajahnya kembali. ā€œTapi, bagaimana bisa mereka bertemu di pemakaman?ā€

Soo-ha: ā€œHanya kebetulan. Orang yang meninggal mempunyai hubungan dengan keduanya.ā€
Hye-sung: ā€œBerarti korban dan kakek mempunyai hubungan keluarga?ā€
Soo-ha: ā€œMereka sepertinya terlihat sangat jauh jika disebut sebagai keluarga. Mereka berdua sepupu dari dua sisi, jadi mereka sepupu ketiga. Mereka menyadarinya di pemakaman itu.ā€

 Hye-sung: ā€œWalaupun sangat jauh, mereka tetap punya hubungan keluarga.ā€
Hye-sung tampak berpikir, ā€œRencana paling bagus, Hukum Khusus untuk Kejahatan diantara Keluarga mungkin akan berhasil.ā€

Soo-ha: ā€œHukum Khusus untuk Kejahatan diantara Keluarga? Apa itu?ā€
Hye-sung: ā€œHey, aku pikir aku punya satu cara. Jika kau mau menolongku.ā€
*** 


 Kwan-woo, Kakek Dae-sung dan Pengacara Shin duduk bersama.
Kwan-woo: ā€œMaafkan aku kakek. Aku ingin membebaskanmu dari penjara, tapi aku pikir itu akan sulit. ā€œ
Kakek: ā€œBagaimanapun, aku hanya akan hidup didalam penjara. Aku tidak perlu khawatir tentang uang sewa dan tidak perlu meminum air gula. Terdengar baik! Tapi, apakah polisi akan langsung membawaku setelah pembacaan keputusan hukuman?ā€
Kwan-woo: ā€œYa, sepertinya begitu.ā€

Kakek: ā€œAku mengerti.ā€
Kakek terlihat terguncang, lalu Pengacara Shin memegang tangannya yang gemetaran, menguatkan.
*** 

 Hye-sung sedang di cafĆ©, menulis sesuatu sambil menunggu Soo-ha.
Yang ditunggu datang dan memberikan minuman untuk Hye-sung. Hye-sung menyapa tanpa melihat Soo-ha. Lalu di menoleh dan terkejut melihat penampilan Soo-ha.

Hye-sung: ā€œHey, kau.. kauā€¦ kau!ā€
Soo-ha menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ā€œApa? Kau bilang untuk memakai setelan.ā€

Hye-sung: ā€œBanyak orang bilang bahwa setelan yang bagus memperlihatkan kebenaran seorang pria. Aku pikir itu berlaku juga untukmu. Aku hampir saja tidak mengenalimu.ā€ (maksudnya terlihat lebih laki gitu..)


Soo-ha senyum-senyum aja mendapat pujian seperti itu.
Soo-ha: ā€œApapunlah, katakan saja apa yang harus ku lakukan.ā€
Hye-sung menunjukkan catatannya, ā€ Oke, lihat kesini. Pencurian pada dasarnya tidak di hakimi berdasarkan keluhan (laporan). Jadi, sekali dai di tuduh, tidak peduli apakah mereka punya kesepakatan dengan korban atau tidak. Akan tetapi, jika korban adalah keluarga terdakwa, maka situasinya berubah. Jika korban menerima kesepakatan dan mencabut tuntutan, maka tidak akan ada lagi persidangan. Itulah Hukum Khusus untuk Kejahatan diantara Keluarga.ā€

Soo-ha: ā€œJadi, kakek dan korban adalah keluarga, walaupun jaraknya jauh. Jadi, jika mereka membuat kesepakatan, kakek bisa pulang ke rumah.ā€
Hye-sung: ā€œBenar!ā€

Soo-ha: ā€œTapi, korban sepertinya tidak akan menerima kesepakatan. Kau bilang Pengacara Cha disiram air saat akan membuat kesepakatan.ā€
Hye-sung menunjukkan payungnya, ā€œItulah mengapa aku membutuhkan ini, dan kau!ā€


Hye-sung kemudian menceritakan rencananya dan mereka tertawa bersama.
*** 



 Hye-sung dan Soo-ha mendatangi rumah korban. Seperti yang sudah di duga, mereka disiram air. Tapi tidak kena karena mereka memakai perisai payung.
Hye-sung memperkenalkan dirinya sebagai pengacara bersama asistennya.

Korban mengatakan tidak akan membuat kesepakatan, karena ingin melihat kakek masuk penjara.






Hye-sung ā€˜mengancamā€™ korban dengan bantuan Soo-ha yang membaca pikiran korban. Hye-sung memojokkan korban dengan mengatakan akan melakukan laporan balik mengenai kedatangannya ke rumah kakek dan menimbulkan ketidaknyamanan serta fakta korban menerbitkan iklan penawaran gadis dibawah umur di korannya.

Korban: ā€œApa kau mengancamku?ā€
Hye-sung: ā€œTidak, bukan mengancam. Tapi, katakan saja, kemampuan untuk mendapatkan kesepakatan.ā€



Mereka akhirnya mendapatkan berkas-berkas kesepakatan itu. Mereka ber-hi-five. Hye-sung berterimakasih pada Soo-ha, tanpa dia Hye-sung tidak bisa apa-apa. Hye-sung akan mentraktir Soo-ha makanan sebagai imbalan. Tapi, Soo-ha meminta pergi bersama ke aquarium. Hye-sung pun berjanji akan menemani Soo-ha ke aquarium setelah kasus ini selesai.
Hye-sung pergi lebih dulu karena dia akan telat ke persidangan.
***


 Di persidangan. Kakek Dae-sung berdiri di depan hakim mendengarkan keputusan hakim. Hampir saja Jakim mengetok palu, Hye-sung sampai dan menginterupsi. Hye-sung memberikan berkasnya pada Kwan-woo. Kwan-woo melihatnya dan terlihat gembira.

Kemudian Kwan-woo memeluk Hye-sung dan berterima kasih. Lama. Sampai mendapat peringatan dari Hakim baru dia lepas. Hye-sung bengong.

Kwan-woo membagikan berkas tadi pada Hakim dan Jaksa. ā€œJika kita melihat kertas itu, korban adalah sepupu ketiga dari terdakwa. Seperti Hukum Kriminal, Bagian 344 dan 324, kejahatan diantara keluarga memerlukan laporan korban untuk kemudian di proses dengan tuntutan tertulis.ā€

Pengacara Shin: ā€œJadi ini Hukum Khusus untuk Kejahatan diantara Keluarga. Dia (Hye-sung) beruntung bisa mengetahuinya.ā€  Pengacara Shin tersenyum.

Kwan-woo: ā€œSaat ini, korban Lee Man-il mencabut tuntutan, dan tidak menginginkan persidangan dilanjutkan. Jadi, kasus ini tidak mempunyai alasan lagi untuk dilanjutkan.ā€
 
Do-yeon terlihat kesal. Kwan-woo meledeknya dengan mengipas-ngipaskan kertas itu dihadapan Do-yeon.

Hakim: ā€œItu benar. Kasus ini tidak lagi valid untuk hukuman kriminal. Kau bisa pulang sekarang, terdakwa.ā€
 
Kakek Dae-sung tersenyum dan segera keluar persidangan.

Pengacara Shin tersenyum.


Kwan-woo mengepalkan tangannya ke udara, ā€œYuhu!ā€ dan melihat ke arah Hye-sung yang masih diam mematung di posisinya berdiri tadi setelah mendapat pelukan. Hye-sung tampaknya masih kaget menerima pelukan yang tiba-tiba itu.
*** 

 Hye-sung berjalan di taman. Dia melihat Kwan-woo berada di depannya, Kwan-woo juga melihatnya dan tersenyum. Hye-sung sepertinya belum siap bertemu Kwan-woo, sehingga dia berbalik dan berjalan dengan cepat. Kwan-woo memanggilnya.

Kwan-woo: ā€œPengacara Jang! Kau mau kemana Pengacara Jang?ā€
Hye-sung: ā€œOh, ternyata kau..ā€ Hye-sung berusaha tersenyum seperti biasanya.

Kwan-woo: ā€œKau tidak tau itu aku? Aku memanggilmu dengan kencang.ā€
Hye-sung: ā€œAku tidak tahu..ā€

Dari arah lain Soo-ha berjalan ke arah mereka, Soo-ha menunggu telpon dari Hye-sung. Kemudian Soo-ha melihat mereka berdua, dan menghentikan langkahnya tidak jauh dari sana, cukup dekat untuk bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

Kwan-woo: ā€œTerima kasih banyak untuk hari ini. Jika bukan karena kau, mungkin kakek sudah dipenjara.ā€
Hye-sung: ā€œTidak apa-apa. Aku melakukannya tidak untuk menerima ucapan terima kasih.ā€

Kwan-woo: ā€œDan tadi, saat aku memelukmuā€¦ā€¦ā€
Hye-sung: ā€œTidak apa-apa, aku biasa saja dengan hal itu. Jika seseorang sangat bahagia, maka dia dan rekannya akan memeluk satu sama lain.ā€
Hye-sung berkata tanpa menatap Kwan-woo.

Kwan-woo: ā€œLalu bagaimana jika hi-five?ā€


 Hye-sung mengacungkan tangannya dan ber-hi-five dengan Kwan-woo, tapiā€¦Kwan-woo menggenggam tangannya dan menciumnyaā€¦Lamaā€¦ dan Soo-ha melihatnya.

Hye-sung: ā€œApa yang kau lakukan?ā€
Kwan-woo: ā€œMari kita berkencan.ā€
Hye-sung: ā€œApa? Uhmā€¦ituā€¦ā€

Kwan-woo: ā€œAku mungkin terlihat tertawa dari luar, tapi di dalam aku gemetaran sekarang. Tolong jawab dengan cepat. Apa kau membenciku?ā€
Hye-sung: ā€œTidak, aku menyukaimu.ā€


 Hati Soo-ha benar-benar terluka sekarang. Dia berbalik pergi meninggalkan tempat itu.
*** 

 Di sekolah. Seung-bin berjalan bersama seorang teman laki-laki, temannya Joon-gi, membicarakan nilai-nilai ujian mereka. Lalu Seung-bin melihat Soo-ha sedang berbaring di lapangan.
Seung-bin: ā€œOh, itu Soo-ha!ā€
Teman Joon-gi: ā€œDimana?ā€
Seung-bin: ā€œItu disana!ā€ dan Seung-bin berlari akan menghampiri Soo-ha.

Teman Joon-gi: ā€œHey, itu Soo-ha? Kau dapat melihatnya?ā€
Kemudian Joon-gi datang: ā€œDia melewatkan kelas pagi ini, darimana saja dia?ā€
Teman Jooon-gi bingung: ā€œHey, kau dapat melihatnya juga?ā€

Joon-gi: ā€œApa kau menderita penyakit mata kabur?ā€
Teman Joon-gi: ā€œTidak.ā€ Dia masih berusaha melihat Soo-ha dengan memicingkan matanya.
Joon-gi: ā€œLalu mengapa kau tidak bisa melihatnya?ā€

(banyak yang berspekulasi dengan tidak terlihatnya Soo-ha oleh temannya yang ini, mungkinkah Soo-ha setengah meninggal?)



Soo-ha berbaring di lapangan menghadap langit. Dia mengingat kedekatan Hye-sung dan Kwan-woo. Saat Kwan-woo mengantar Hye-sung pulang dalam hujan dan dia melihatnya dengan dada yang terasa sesak. Saat Hye-sung akan berkencan dengan Kwan-woo, saat di subways Hye-sung mengatakan ingin menolong Kwan-woo. Dan saat Kwan-woo mencium tangan Hye-sung dan mengajaknya berkencan.


Soo-ha menghela nafas, kemudian duduk. Dia mengambil boneka beruang kecilnya, mengelusnya dengan sayang dan tersenyum. Kemudian memantapkan hati dan melemparkan boneka itu. Soo-ha membuangnya, dan sepertinya akan membuang rasa cintanya untuk Hye-sung juga.



Seung-bin mengambil boneka itu dan tidak sengaja menekan perutnya. ā€œKerja bagus, Pengacara Jang. Kerja bagus, Pengacara Jang.ā€
Seung-bin berbicara sendiri, ā€œApa ini? Dia bilang dia tidak menyukainyaā€¦. Dia menyukainyaā€¦ā€
Seung-bin menatap punggung Soo-ha yang menjauh.
*** 

 Hye-sung berusaha menelpon Soo-ha tapi tidak di angkat-angkat. Hye-sung heran kenapa Soo-ha tidak mengangkat telponnya, padahal katanya ingin ke aquarium.
Hye-sung lalu melihat kakek Dae-sung sedang duduk.

Hye-sung: ā€œKakek Lee Dae-sung.ā€
Kakek: ā€œKau sudah selesai sekarang?ā€
Hye-sung: ā€œApa yang kau lakukan disini?ā€
Kakek: ā€œAku minta maaf karena telah menyebutmu sebagai pengacara sampah. Lihat! Aku meminta maaf!ā€


 Hye-sung: ā€œApakah ini permintaan maaf?ā€
Kakek: ā€œTentu saja.ā€
Hye-sung: ā€œKau meminta maaf karena diminta oleh Pengacara Cha, benar kan? Aku tidak perlu permohonan maafmu. Hubungi saja anakmu!ā€
Kakek: ā€œMengapa kau mengatakannya lagi?ā€
Hye-sung: ā€œDia pasti sedih melihat kau di luar hidup seperti ini.ā€
Kakek: ā€œItulah mengapa aku tidak mau menghubunginya. Aku tidak mau dia sedih, karena aku juga akan sedih. Lebih baik tidak tahu seperti ini. Baik untuknya dan baik untukku.ā€

Kakek berjalan pergi, kemudian dia berbalik dan memberikan Hye-sung minuman. Seperti susu. Saat Hye-sung meminumnya, susu itu terasa hangat. Itu berarti kakek sudah menunggu lama Hye-sung disana.
*** 

Joon-guk mendapat sms lagi, ā€œAplikasi untuk menghindari sms spam- dikeluarkan oleh Kemetrian Informasi dan Komunikasi.ā€
Joon-guk tidak heran dengan sms itu karena belakangan banyak sms spam yang masuk, dan dia mengklik link URLnya.

Dan, dia terkena jebakan Ahjussi Pelacak. Ahjussi pelacak yang tertidur segera terbangun mendengar nada peringatan dan melihat lokasi Joon-guk di layar.

*** 

Ibu sedang memasukkan daging ke dalam wadah. Joon-guk masuk.
Ibu: ā€œKarena aku membuatkan makanan untuk Hye-sung, aku membuat beberapa untukmu, bawalah saat nanti pulang.ā€
Joon-guk: ā€œBoss, ada yang ingin aku katakan.ā€
Ibu: ā€œApa yang ingin kau katakan?ā€
Joon-guk mendekati ibu, ā€œItuā€¦sedikit panjang.ā€
Dan kita diperlihatkan tangan Joon-guk yang memegang kunci inggris.
***
 Hye-sung mencoba menelpon ibu, setelah beberapa lama tidak diangkat, akhirnya terdengar suara ibu yang tidak biasa.
Hye-sung: ā€œIbu? Mengapa ibu lama sekali mengangkat telponnya?ā€
Ibu: ā€œAku dari kamar mandi. Mengapa kau menelpon?ā€

Hye-sung: ā€œAku akan kesana besok. Apakah aku perlu membeli sesuatu?ā€
Ibu: ā€œTidak perlu. Apa hanya itu yang perlu kau katakan?ā€

Hye-sung: ā€œTidak. Ibu tahu kan kakek yang melemparku dengan sampah? Semua tuntutan padanya sudah dicabut.ā€
Ibu: ā€œItu bagus. Bukankah kau bilang pengacaranya diganti jadi Pengacara Cha?ā€

Hye-sung: ā€œIya, tapi putri ibu memainkan peran penting. Jika bukan karena aku, kakek mungkin sudah masuk penjara untuk 2 tahun.ā€
Ibu: ā€œItu bagus.ā€
Hye-sung: ā€œAku tahu. Ibu? Ibu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?ā€
Ibu: ā€œApa yang kau katakan?ā€

Hye-sung: ā€œIbu tidak menyembunyikan suatu rahasia dariku kan? Seperti berpura-pura tidak merasakan sakit atau memiliki waktu yang buruk karena tidak mau membuatku khawatir, kan?ā€
Ibu: ā€œAku punya.ā€

Hye-sung: ā€œApa?ā€
Ibu: ā€œMengatakan bahwa pekerjaan adalah belahan jiwamu dan berpikir bahwa kau tidak akan menikah.ā€

Hye-sung: ā€œApa itu? Aku serius. Tidak ada hal lain kan?ā€




 Dan kita melihat ibu dipojokan dengan tangan dan kaki terikat, darah mengucur dari kepalanya. Di depannya ada Min Joon-guk yang memegangi ponsel ibu dan memegang kunci inggris.

Ibu: ā€œYa tidak ada.ā€
Hye-sung: ā€œJika ada, ibu harus memberitahuku. Mengerti? Aku tutup telponnya.ā€

Ibu: ā€œTunggu, Hye-sung!ā€
Hye-sung: ā€œApa?ā€

Ibu: ā€œHye-sungā€¦kau mendengarku?ā€ ibu melirik Joon-guk. ā€œMata untuk mata dan gigi untuk gigi. Jika kau hidup seperti itu, seluruh dunia akan terhalangi.ā€
Hye-sung: ā€œApa yang kau katakan?ā€

Ibu: ā€œSemua orang yang menyakitimu, itu karena mereka cemburu. Karena kau sangat beruntung. Itu karena mereka cemburu. Jadi, jangan membenci mereka. Jangan merasa seperti itu, dan kasihanlah pada mereka.ā€
Joon-guk menatap ibu.


Hye-sung: ā€œIbu berada dipihak Do-yeon, kan?ā€
Ibu berteriak: ā€œJANGAN MEMBANTAH PERKATAANKU! Berjanjilah.. kau tidak akan membenci seseorang sampai membuat hidupmu hancur. Saat seseorang dilahirkan ke dunia, hidup ini tidak cukup panjang untuk mencintai satu sama lain, benarkan?ā€

Hye-sung: ā€œBaikah. Aku mengerti.ā€
Ibu: ā€œBaik. Itu baru gadiskuā€¦.ā€ Ibu menahan tangisnya.

Hye-sung: ā€œAda yang aneh. Hidung ibu seperti tersumbat. Apakah Ibu kedinginan?ā€
Ibu: ā€œBenarkah?ā€
Hye-sung: ā€œJangan menahannya dengan air madu, pergilah ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Ibu ada di usia dimana kedinginan bisa sangat menakutkan.
Ibu: ā€œBaiklah. Tutup telponnya.ā€



Joon-guk: ā€œHanya itu?ā€
Ibu menganguk.

Joon-guk: ā€œItu kata terakhir untuk putrimu?ā€
Ibu: ā€œYa, aku tahu. Itu kata terakhirku.ā€

Joon-guk berdiri, ā€œwoah, aku menyuruhmu untuk tidak memberitahunya, dan kau melakukan itu. Kau seharusnya menangis dan memintanya untuk menolongmu!ā€
Ibu: ā€œApa aku gila?! Aku tahu apa yang akan kau lakukan. Kau pikir aku akan tertipu?ā€



 Joo-guk menghampiri ibu lagi, ā€œboss, kau lebih tabah daripada yang terlihat. Aku beritahu kau semuanya. Alasan aku menjadi seperti ini. Alasan mengapa aku menjadi musuh putrimu.ā€

Joon-guk sperti menahan perasaannya, ā€œKau tahu semua yang akan aku lakukan sekarang. Apa kau takut?ā€
Ibu dengan cepat menjawab, ā€œAku tidak takut. Kau hanya tidak berharga dan aku kasihan padamu.ā€

Joon-guk tersulut emosi, ā€œTidak berharga? Kasihan?ā€
Ibu: ā€œKau hidup bertahun-tahun dengan membenci seseorang. Berapa lama kehidupan seperti neraka yang kau rasakan?ā€


Joon-guk tersenyum sinis, ā€œBenarkah? Lalu aku kira putrimu akan hidup di neraka, sepertiku. Membenciku karena membunuh ibunya dan menunggu untuk balas dendam. Benarkan?ā€
Ibu tersenyum meremehkan, ā€œDia tidak akan hidup seperti itu. Aku tidak membesarkannya untuk menjadi tidak berharga sepertimu.ā€
Senyum Joon-guk menghilang, ā€œTutup mulutmu!ā€
*** 

Ponsel Soo-ha berbunyi, ada pesan masuk, dari Ahjussi pelacak. ā€œAkhirnya aku mendapatkan alamatnya. Di dekat persimpangan Myeongwol-dong, Seongmoo City.ā€

Soo-ha: ā€œSeongmoo City?ā€ dia sepertinya pernah mendengarnya.

Hye-sung pulang ke rumah. ā€œSoo-ha, kau dirumah! Mengapa kau tidak menjawab telponku?ā€
Soo-ha bergegas menghampiri Hye-sung, ā€œRestoran ibumu, ada dimana?ā€


Hye-sung: ā€œMengapa kau tiba-tiba menanyakannya?ā€
Soo-ha tidak sabar, ā€œDimana??ā€
Hye-sung: ā€œSeongmoo City, kenapa?ā€

Soo-ha terkejut, ā€œItu di Myeongwol-dong, Seongmoo City? Dekat persimpangan?ā€
Hye-sung: ā€œYa, tapiā€¦ bagaimana kau bisa tahu? Mengapa kau menanyakan itu?ā€

Soo-ha: ā€œDisanaā€¦.Min Joon-guk ada disana.ā€
Hye-sung: ā€œMengapa Min Joon-gukā€¦.mengapa dia bersama ibuku?ā€ Hye-sung masih belum sadar.



Telpon rumah berbunyi. Soo-ha menjawabnya, ā€œHalo. Ya?ā€ Soo-ha tertegun.
Hye-sung: ā€œSiapa yang menelpon?ā€
Soo-ha menatap Hye-sung dengan mata berkaca-kaca.

Hye-sung: ā€œAku bertanya padamu! Siapa itu?!ā€

Soo-ha tidak bisa menjawab. Lalu terdengar suara Hye-sung.
ā€œSaat itu aku menyadarinya. Mimpi buruk ibuku belum berakhir. Itu baru saja dimulai. Dan mimpi buruk itu telah membuat semuanya lebih menakutkan dari apa yanga kami perkirakan.ā€



Note:
Akhir episode ini merupakan awal dari banyak kesedihan di episode 8.
Min Joon-guk ini benar-benar licin. Dia mempersiapkan semuanya dengan baik.



Comments

  1. makin penasaran ... poor So Ha TT So Ha sm aku aja deh hahaha #plakk
    itu MIn Joon-GuK nya jahat banget sih ..
    makasih sinopsisnya ^^ semangat lanjutinnya

    ReplyDelete
  2. poor soo haa !! Min jong gook,,,awas kauu !!!
    Hye sung,,,tag bisakah kau sedikit lebih sigap menatap cinta soo haa,,,itu cinta pertama. Menyakitkan baginya ketika kau mengabaikannya begitu saja,,,

    ReplyDelete
  3. "Perisai Payung" hahaha....
    kasihan Hye Sung, jadi ikut sediihh... T_T

    makasih sinopnya mba, ditunggu episode2 selanjutnya...


    "Dewi"

    ReplyDelete
  4. aku harap, hyesung bisa menjadi yang dikatakan ibunya.. "aku membesarkannya bukan untuk mengajarkannya bagaimana cara untuk balas dendam" tapi kalau engga gitu, ceritanya ga seru >.<
    yang tabah ya soo ha, mungkin perlahan lahan hyesung akan menyukaimu. dan itu semua membutuhkan waktu.

    ditunggu ya kelanjutannya ^^
    fighting!!

    ReplyDelete
  5. Di episode 8 bner2 sedih deh .... yaampun pengen deh Min Joon Guk dihukum mati >,<
    bner2 nangis lihat episode 8 ..
    Sooha juga kasihan tuh >,< berharap Hye Sung akhirnya sama Sooha #HOPE

    ditunggu episode 8 yaaa ...

    ReplyDelete
  6. Poor Su ha... :(
    MJG sadis banget... Ya ampuun ga tega liat ibu HS di detik2 trakhir pas mo dibunuh

    buat mb mumu... Gomawo recapnya.. #menanti ep 8

    #dinda

    ReplyDelete
  7. Kenapa feeling gue mengatakan nanti di endingnya SH bakal meninggal ya >.<
    udah orphan, abandoned by his last uncle, cintanya jg gk kesampean, drama oh drama..

    ReplyDelete
  8. Msh d tugu episode 8 nya ya...dah g sabar nunggu rabu kmis lg hehehe

    ReplyDelete
  9. Msh d tugu episode 8 nya ya...dah g sabar nunggu rabu kmis lg hehehe

    ReplyDelete
  10. tambahan pas epilognya seharusnya di episode ini
    so ha tidak tau bahwa hye sung menolak ajakan pengacara cha
    dan maksud tdi itu mba mumu apa maksudnya (banyak yang berspekulasi dengan tidak
    terlihatnya Soo-ha oleh temannya yang ini,
    mungkinkah Soo-ha setengah meninggal?)
    apa mungkin pak soo ha meninggal setelah berencana membunuh MJG ?

    sudah tidak sabar menunggu episode selanjutnya

    ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. di forum, banyak yang bertanya-tanya, kenapa si teman yang itu gk bisa liat Soo-ha padahal dia gak menderita sakit mata apapun. jadi,mungkinkah sebenarnya Soo-ha going to die gitu.. bingung juga ngejelasinnya, mungkin aq salah pake ungkapan,hehe

      Delete
  11. ikutan sedih liat sooha..:(
    salut liat perjuangan ibu hye sung demi putrinya,walupun di detik2 terakhirny ia tetep tabah..pokokny keren deh..
    benci banget liat MJG..:@
    kelanjutanny dtunggu..fighting^^

    ReplyDelete
  12. wihhh... So Haa pake setelan jas keren juga yah...
    barusan nonton All About My Romance eps 9 ada ungkapan yg sama
    ā€œMata untuk mata dan gigi untuk gigi"
    maksud nya pa ya ga ngerti.. hehehe :)

    Ibu Hye Sung meninggal di eps 8, sedih banget :(

    Semangat mba MuMu.. eps 8 nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. kayaknya sih, semacam ungkapan gitu.. hehe

      Delete
  13. semangat,,,lanjutin sinopsis episode berikutnya,,selalu ditunggu :)

    ReplyDelete
  14. aku setiap hari bolak balik blog ini penasaran banget sama ep 8 nya , banyak episode yg belum terkuak aku berharap semua pemainya ga ada yg mati

    terima kasih sinopsisnya selalu menunggu sinopsis selanjutnya ^____^

    ReplyDelete
  15. aahh liat sooha sedih jadi ikutan nangis masa T.T

    ReplyDelete
  16. makasih buat sinop nya ya....
    btw drama ini tayang nya tiap kapan ya???

    ReplyDelete
  17. udah mulai ke adegan sad :'( huhu....
    semangat buat sinopsisnya !!1

    ReplyDelete
  18. Kwan woo kliatan cocok sma hye sung...mungkin pada akhirnya so ha merelakan cintanya dan lagi ada org yang tulus sayang sama dia(seung bin)..soal so ha melindungi hye sung pada akhirnya itu karena balas budi...ā™“Ī­ā™“Ī­ā™“Ī­.. Mungkinkkah... -Gie-

    ReplyDelete
  19. Aku jg penasaran kenapa temannya itu ngga bisa liat soo ha yaa ??
    Apa mungkin soo ha memang mau meninggal jg ?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2