Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 16 - 2

Dal-joong kesulitan saat akan mengambil gelas sikat giginya di atas lemari. Tiba-tiba ada tangan yang membantunya.
Dal-joong: ā€œJaksa Seo.ā€
Do-yeon: ā€œKau sangat pendek. Sangat sulit untuk mempercayai bahwa kau adalah ayah kandungku.ā€

Do-yeon menyerahkan tas milik Dal-joong: ā€œIni barang pribadimu yang kau bawa saat kau di penjara.ā€
Dal-joong membuka tasnya dan mencari sesuatu yang sekarang tidak ada di sana, ā€œApa kau melihat krayonku?ā€
Do-yeon mengeluarkan krayon itu dari tasnya, ā€œApa kau membelikan ini untukku?ā€
Dal-joong tidak menjawab, mungkin dia masih tidak percaya Do-yeon mengunjunginya dan bahkan mengambil krayon yang memang dia belikan untuknya 26 tahun yang lalu sebelum di penjara. (pernah di tunjukan pada Pengacara Shin sewaktu keluar dari penjara untuk pertama kali)

Do-yeon meminta Dal-joong untuk duduk di sofa, dan Do-yeon duduk di depannya.
Dal-joong tertawa senang, ā€œKau akan melukisku?ā€
Do-yeon tidak menjawab, dia menyiapkan kertas dan krayonnya.
Dal-jong memegang wajahnya, ā€œSejak tadi pagi, wajahku jadi lebih pucat.ā€
Do-yeon: ā€œMasih sama seperti tadi malam.ā€
Dal-joong menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ā€œBenarkah?ā€
Do-yeon berkata sambil melukis, ā€œAku akan datang dan melukismu sesering mungkin, Ayah.ā€
Dal-joong tertawa, ā€œYa..ā€ lalu tawanya terhenti dan baru menyadari kata yang tadi di sebutkan Do-yeon.
Dal-joong: ā€œApa?ā€
Do-yeon: ā€œAku akan datang sesering mungkin dan akan melukis sketsa wajahmu.ā€
Dal-joong: ā€œKata setelah itu?ā€
Do-yeon menatap Dal-joong, ā€œAyah..ā€

Dal-joong menangis haru, setelah 26 tahun akhirnya dia dipanggil ayah lagi oleh putri kesayangannya.
Dal-joon terus menangis dan tertunduk. Do-yeon juga tidak bisa membendung air mata harunya.
Do-yeon: ā€œJangan bergerak. Aku akan mengacaukan lukisannya.ā€
Dal-joong menahan tangisnya dan tersenyum, ā€œBaiklah, oke..ā€
***
Kwan-woo sepertinya akan berjalan pulang, dia melihat Pengacara Shin sedang minum sendirian. Kwan-woo yang menyadari kegundahan Pengacara Shin menghampirinya.
Kwan-woo: ā€œJika kau menuangkan minumanmu sendiri, kau akan mendapatkan ketidakberuntungan selama 3 tahun.ā€

Kwa-woo pun menuangkan minuman pada gelas Pengacara Shin, ā€œPersidangan sudah usai dengn baik. Ada apa? Ini tidak sepertimu.ā€

Pengcara Shin: ā€œJika Hwang Dal-joong, 26 tahun yang lalu bertemu dengan seorang pengacara selain aku, apakah mungkin akan seperti ini?ā€
Kwan-woo: ā€œMaksudnya?ā€
Pengacara Shin: ā€œSelain aku, jika dia bertemu dengan pengcara sepertimu atau Pengacara Jang. Dia tidak akan hidup dengan sangat tidak adil, tidakkah kau berpikir begitu?ā€
Kwan-woo sejenak berpikir: ā€œPengacara Shin, ituā€¦ bukankah dulu ada seseorang yang membuang kotoran di mobilmmu, sekitar 7 tahun yang lalu?ā€
Pengacara Shin langsung mengangkat wajahnya, ā€œBagaimana kau bisa tahu?ā€
Kwan-woo memundurkan kursi yang didudukinya dan tersenyum aneh, ā€œAku yang melakukannya.ā€

Pengacara Shin terkejut, ā€œApa? Mengapa kau? Kau tidak mengenalku sebelumnya.ā€
Kwan-woo: ā€œAku melakukannya tanpa mengetahui.ā€
Pengacara Shin berdiri, ā€œKau anak nakal!ā€
Pengacara Shin lalu mengejar Kwan-woo dan akan memukulnya, ā€œApa kau tahu berapa lama aku menderita saat membersihkan kotoran itu? mengapa kau melakukannya?ā€
Kwan-woo berhenti berlari di sebrang meja, ā€œAku akan mengatakannya jika kau tidak memukulku.ā€
Pengacara Shin: ā€œAku akan memutuskan memukulmu atau tidak setekah kau bercerita. Jadi, cepat ceritakan!ā€

Kwan-woo: ā€œKau ingat kasus kaos kaki merah kan? Seseorang yang dituntut karena memperkosa seorang siswi sekolah menengah?ā€
Pengacara Shin masih marah, ā€œYa. Bagaimana bisa aku lupa saat aku adalah pengacaranya?!ā€
Kwan-woo: ā€œSalah satu yang menangkapnya adalah aku.ā€
Pengacara Shin: ā€œApa?ā€
Flashback 7 tahun yang lalu.
Di sebuah mobil yang berantakn, penuh dengan sampah makanan dan minuman. Tampak Kwan-woo sedang menunggu seseorang. Dan akhirnya yang ditunggu datang, yang disebut si kaos kaki merah. Kwan-woo menangkap orang tersebut.

Suara Kwan-woo masa kini: ā€œSaat aku masih menjadi polisi, ada waktu dimana aku tidak bisa tidur atau bahkan hanya untuk sekedar mengganti pakaian dalam selama 10 hari karena mengintai untuk menangkap penjahat itu. helaian rambut korban, ciri-ciri, bukti telah banyak ditemukan. Selain itu, tissue yang ada darah korban, terdapat sperma laki-laki itu. Itu adalah bukti yang sangat kuat. Dia bersikeras bahwa dia bukan pelakunya. Aku menghabiskan waktu 4 hari tanpa tidur untuk mengintrogasinya. Dan pada akhirnya aku mendapatkan pengakuannya.ā€
Kwan-woo berteriak dan memaksa pelaku untuk mengaku. Pelaku yang mengantuk mengiyakan kata-kata Kwan-woo bahwa dialah pelakunya. Lalu, ibu korban dengan menangis berterima kasih pada Kwan-woo karena telah menangkap penjahatnya.

Suara Kwan-woo: ā€œIbu korban mendatangiku dan berterima kasih.ā€
Flashback end.
Kwan-woo: ā€œTapi, pembela umum membebaskannya, setelah sekian lama aku menangkapnya. Dengan alasan tidak cukup bukti dan pengakuannya tidak jelas. Menyangsikan bukti, dan akhirnya mendapatkan keputusan tidak bersalah.ā€
Pengacara Shin: ā€œYa. Pembela umum itu adalah aku! Itu aku! Jadi, mengapa kau membuang kotoran di mobilku?ā€ pengacara Shin masih marah.

Kwan-woo: ā€œYa, aku melakukannya. Aku heran bagaiamana beberapa kata saja bisa melepaskan penjahat yang aku tangkap dengan tanganku sendiri. Aku melakukannya karena aku marah.ā€
Pengacara Shin, ā€œOh, itu kauā€¦ kau bodoh.ā€ Pengacara Shin kembali mengejar-ngejar Kwan-woo.

Pengacara Shin: ā€œSi kaos kaki merah tidak bersalah!ā€ pengacara Shin melempari Kwan-woo dengan kacang.
Kwan-woo berteriak, ā€œAku tahu! karena penjahat sesungguhnya tertangkap setengah tahun kemudian!ā€
Pengacara Shin: ā€œApa? Penjahat sebenarnya sudah di tangkpa?ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Penjahat sebenarnya sudah ditangkap. Dari rumah penjahat itu ditemukan seragam korban dan juga senjata yang digunakannya. Dan penjahatnya membuat pengakuan penuh.ā€
Pengunjung lain yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan mereka bertanya, ā€œTunggu. Lalu bagaimana dengan tissue yang ada darahnya? Bukankah ada sperma di kaos kaki merah juga?ā€
Kwan-woo: ā€œDarah korban mengenai tissue yang telah digunakan si kaos kaki merah. Aku tidak berpikir seperti itu.ā€

Pengacara Shin akan mengejar Kwan-woo lagi, ā€œItulah mengapa, kau anak nakal! Aku benar. Aku benar!ā€
Pengunjung: ā€œWow. Itu bisa jadi masalah besar. Karena dia membuang tissue di tempat yang salah, dia bisa membusuk di penjara bertahun-tahun.ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Pengacara Shin menyelamatkan dua orang. Dia menyelamatkan si kaos kaki merah yang bisa masuk penjara dengan tidak adil, dan seorang petugas polisi yang akan memasukan pria yang tidak bersalah ke dalam penjara. Itulah mengapa, mulai hari itu, aku meninggalkan pekerjaanku sebagai polisi dan belajar tentang hukum. Untuk menjadi seorang pembela umum sepertimu. Pengacara Shin adalah alasan aku memulainya. Oleh karena itu, berhenti menyalahkan diri sendiri dan tetap menjadi dirimu sendiri. Tetap lakukan apa yang selalu kau lakukan. Menjadi orang yang cerewet seperti yang kau senangi. Lanjutkan seperti dirimu yang biasanya.ā€
Pengacara Shin menangis terharu. Lalu tersenyum merentangkan tangannya memeluk Kwan-woo. Tapi, tak begitu lama setelah memeluk, Pengacara Shin menjambak rambut Kwan-woo sampai Kwan-woo kesakitan, dengan mengatakan bahwa dia butuh waktu 3 tahun untuk membersihkannya. Kemudian memeluknya lagi sambil tertawa. Pengunjung lain ikut tertawa melihat merekla.
***
Soo-ha yang sedang tidur dibangunkan oleh Hye-sung. Suasananya serba putih ke biruan.
Hye-sung: ā€œSoo-ha. Bangun, ini sudah pagi.ā€
Soo-ha terbangun, dan kaget melihat Hye-sung memakai baju pengantin (atau baju putri ya?).
Soo-ha: ā€œApa ini? Mengapa kau memakai baju itu di rumah?ā€

Lalu Soo-ha melihat ke sekeliling, ā€œApakah ini mimpi?ā€
Hye-sung: ā€œTentu saja ini mimpi. Kau pikir ini kenyataan? Mimpimu kekanak-kanakan sekali. Konsep macam apa ini?ā€
Soo-ha tertawa, ā€œMengapa? Ini cantik.ā€
Hye-sung: ā€œApapun, bangunlah dari mimpimu. Ini sangat tidak nyaman.ā€
Soo-ha menarik Hye-sung ke dalam pelukannya, ā€œAku tidak mau. Bagaimanapun, ini mimpiku. Aku akan bangun kapanpun aku mau.ā€
Soo-ha lalu mencium kening, dan pipi Hye-sung. Lalu memeluknya kembali.
Tiba-tiba tangan Hye-sung terkulai, telapak tangn Soo-ha berdarah.
Soo-ha panik, ā€œApa ini?ā€
Saat dia membalikan badan Hye-sung, Hye-sung sudah tak sadarkan diri. Pinggangnya mengeluarkan darah.
Soo-ha: ā€œIni tidak boleh terjadi, bangunlah! TIDAK! Bangun! Kumohon!
Ternyata Soo-ha bermimpi, dia gelisah dan mengigau, ā€œTidak, ini tidak boleh terjadi.. ini tidak boleh terjadiā€¦ā€
Hye-sung membangunkanya, ā€œSoo-ha, bangun. Hey, bangun!ā€
Soo-ha pun terbangun dan menyadari itu hanya mimpi.

Hye-sung: ā€œYa tuhan, lihatkan keringatmu. Kau mimpi apa? Apakah mimpi buruk?ā€
Soo-ha langsung menarik Hye-sung ke pelukannya.
Hye-sung terkejut dan sedikit memberontak, ā€œOmo..apa yang kau lakukanā€¦ā€
Soo-ha mengeratkan pelukannya, ā€œTerima kasih Tuhan, kau baik-baik saja.ā€
Soo-ha menghela nafas lega.

Hye-sung penasaran, ā€œKau mimpi apa?ā€
Soo-ha: ā€œTidak, bukan apa-apa.ā€
Hye-sung menepuk-nepuk punggung Soo-ha, ā€œMengapa kau seperti ini jika bukan mimpi apa-apa?ā€
Soo-ha tidak menjawab dan semakim mempererat pelukannya.
***
Ada seseorang digudang penyimpanan barang yang menyiapkan lakban, tali, dan kunci inggris. Dialah Min Joon-guk. Apa yang sedang direncanakannya?
***
Kwan-woo sampai di gedung kantor. Di depan loker surat, dia memandangnya dengan ragu. Lalu memutuskan untuk melihat kotak surat milik Hye-sung dan menemuka dua surat dari Min Joon-guk. Kwan-woo mengambilnya.
Di kantor yang masih kosong, dia membuka surat itu. Masih berisi artikel tapi penulisnya buka ayah Soo-ha. Artikel yang pertama tentang kekacauan yang terjadi di rumah sakit. Ada kilasan masa lalu, saat Min Joon-guk mengamuk di rumah sakit.
Kwan-woo: ā€œApakah ini Min Joon-guk?ā€ (maksudnya si pelaku)
 Artikel kedua tentang kesejahteraan warga korea yang masih rendah, seorang wanita tua yang pikun tewas karena kelaparan.ā€
Kwan-woo: ā€œSeorang nenek yang pikun tewas karena kelaparan? Apa ini?ā€
Kilasan masa lalu, seorang nenek menggandeng anak laki-laki dan meninggal di toilet umum.

Kwan-woo: ā€œMenantunya meninggal karena penyakit jantung, dan anaknya berada di penjara. Mungkinkahā€¦ā€

(aku jelasin dulu sedikit yaā€¦ si nenek itu, ibunya Joon-guk yang bawa anaknya Joon-guk. Mereka luntang lantung berdua, setelah istrinya Joon-guk meninggal, dan Joon-guk dipenjara. Nah yang ini, aku belum tahu kenapa Joon-guk di penjara, mungkin karena membuat keributan di rumah sakit.)
Lalu Yoo-chang masuk ke dalam kantor, ā€œSelamat pagi!ā€
Dengan cepat dan sedikit panik Kwan-woo memasukan artikel-artikel itu ke dalam laci mejanya.
Yoo-chang menghampiri meja Kwan-woo: ā€œMengapa kau datang pagi sekali?ā€
Kwan-woo: ā€œAku harus menyiapkan banyak hal untuk persidangan hari ini.ā€
Yoo-chang: ā€œApa yang sedang kau lihat?ā€

Dengan gugup Kwan-woo menjawab, ā€œPetisiā€¦..petisi.ā€
Yoo-chang tak berani bertanya lebuh jauh: ā€œOh, petisi.. Oke..ā€
Kwan-woo masih pura-pura, ā€œMengapa banyak sekali petisi..ā€ tapi pikirannya masih memikirkan artikel-artikel tadi, mungkin juga bertanya-tanya apa yang sebenarnya diinginkan  Joon-guk.
***
Hye-sung dan Soo-ha berada di pusat perbelanjaan. Hye-sung sepertinya membeli sesuatu.
Hye-sung: ā€œWajahmu masih pucat. Apa kau sungguh tidak akan memberitahuku tentang mimpimu?ā€
Soo-ha: ā€œYa.ā€
Hye-sung: ā€œIni sangat tidak adil. Aku selalu mengungkapkan perasaanku, tapi kau selalu menyembunyikannya.ā€
Soo-ha: ā€œOh, itu karena aku bahkan tidak mau membicarakannya.ā€
Hye-sung menatap Soo-ha dan berpikir: ā€œApakah itu mimpi erotik? Well, lagipula, dia laki-laki.ā€
Soo-ha menyangkalnya, ā€œbukan seperti itu.ā€
Hye-sung tertawa: ā€œItu pasti benar. Lalu, mengapa kau bertindak berlebihan?ā€
Soo-ha mengapit leher Hye-sung dan membenturkan kepalanya, ā€œBukan, bukan! Bukan!ā€

Hye-sung: ā€œOke. Oke.oke. Katakan saja itu bukan.ā€
Soo-ha masih tidak terima, ā€œSungguh bukan seperti itu.ā€
Hye-sung tertawa, masih tak percaya: ā€œBaiklah. Soo-ha, kau pergi duluan saja.ā€
Soo-ha: ā€œKita pergi bersama.ā€
Hye-sung: ā€œIni akan memakan waktu yang lama. Jika kita pergi bersama, kau akan terlambat belajar. Kau pergi duluan.ā€
Hye-sung pun pergi meninggalkan Soo-ha. Tapi, Soo-ha mengikutinya di belakang tanpa Hye-sung tahu. Hye-sung berhenti di depan toko perhiasan, dia melihat sebuah kalung yang di pajang disana.
Hye-sung dalam pikirannya: ā€œCantik sekali. Tapi harganya sedikit mahal. Untuk uang sebanyak itu, aku bisa membeli sosis lebih dari 300 buah.ā€
Hye-sung pun pergi.
Soo-ha menghampiri display yang di lihat Hye-sung, ā€œWow, barang sekecil ini tapi harganya mahal sekali. Ah, apakah aku harus membatalkan membeli sepatu hiking itu. Aku ragu apakah paman sudah mengirimkan uang.ā€
Duo detektif yang mengikuti mereka mengobrol sambil memakan lolipop dan memakai kacamata hitam.
Detektif Kang: ā€œWaktu yang sangat bagus.ā€
Detektif 1: ā€œKetua tim, aku ingin berkencan.ā€
Detektif Kang: ā€œPria gila. Apakah istrimu tahu bahwa kau seperti ini?ā€ (ganjen)
Detektif 1: ā€œAku akan mati jika dia tahu.ā€
Kembali ke Soo-ha yang masih memandangi kalung itu dengan bimbang.
Tiba-tiba kalung itu diambil pramuniaga dan ditunjukan pada seorang wanita, calon pembeli.
Wanita: ā€œApa kau punya yang baru selain yang di pajang ini?ā€
Pramuniaga tersenyum: ā€œPelanggan, ini yang terakhir.ā€
Wanita: ā€œBenarkah?ā€

Soo-ha memperhatikan mereka. Si wanita mengambil kalung itu, dan mencium (membaui) kalung itu, entah apa maksudnya, dan berpikir: ā€œAh, aku sungguh tidak suka yang di pajang ini. Haruskah aku membelinya atau tidak?ā€
Soo-ha langsung berlari. Detektif 1 mengejarnya karena disuruh Detektif Kang.
(ada yang aneh, Soo-ha dan Hye-sung kan berpencar, Hye-sung udah pergi dari tadi, kenapa Detektif Kang masih disitu, tidak mengikuti Hye-sung?)

Soo-ha ternyata menuju ATM. Dia memasukan kartunya dan mengecek saldo tabungannya. Lalu menunggu dengan cemas.
Jeng-jeng. Saldo 1.038.411 won.
Soo-ha berteriak kegirangan, ā€œYes!ā€
Dia pun mengambil uangnya. (Oya, harga kalungnya 380.000 won)

Soo-ha berlari kembali. Detektif 1 yang masih kepayahan pun terpaksa harus ikut berlari.
Wanita: ā€œKarena itu ada di display, bisa kah kau memberi diskon 20.000 won?ā€
Pramuniaga: ā€œPelanggan, sekarang ini, bahakn di pasar Dongdaemun juga menggunakan sistem harga pas. Aku benar-benar tidak bisa memberimu diskon.ā€
Wanita: ā€œBenarkah. Lalu, jika aku membeli ini, berikan cermin tangan dan gelang itu padaku sebagai hadiah.ā€
Pramuniaga sudah kesal: ā€œItu untuk pelanggan yang membeli lebih dari satu juta won.ā€
Si wanita belum menyerah: ā€œAku sering belanja disini.ā€
Soo-ha datang dan menyerahkan uangnya, sambil ngos-ngosan, ā€œBerikan aku kalung itu. Aku akan membelinya.ā€
Pramuniaga senang sekali.
Soo-ha memandangi kotak kalung itu dengan tersenyum dan memasukannya ke dalam tas.
***
Do-yeon mengunjungi Dal-joong dan melukis.
Dal-joong: ā€œHey, orang-orang bilang bahwa sisi kananku terlihat lebih bagus.ā€
Do-yeon: ā€œJangan bergerak. Itu terlihat sama saat aku melihatnya.ā€
Dal-joong: ā€œOh, benarkah? Baiklah.ā€
Dal-joong tersenyum bahagian, Do-yeon juga.

Dal-joong: ā€œJika aku yang membesarkanmuā€¦akankah kau tumbuh secantik dan sehebat ini?ā€
Do-yeon: ā€œTentu saja. Tanpa menghiraukan dimanapun aku tumbuh, aku tetap akan tumbuh menjadi secantik dan sehebat ini.ā€
Dal-joong tersenyum: ā€œBagus kalau begitu.ā€

Lukisan Do-yeon selesai. Dia mendekat ke Dal-joong, ā€œBagaimana? Ini sama kan?ā€
Dal-joong: ā€œWow. Ya.. wow, kau melukis dengan baik.ā€
Mereka berdua tertawa bersama.

Dal-joong: ā€œTapi aku pikir kau lebiha baik menjadi seorang jaksa dari pada seorang pelukis.ā€
Do-yeon: ā€œApa?ā€
Dal-joong tertawa: ā€œApa kau tahu bagaimana caranya mengambil foto dari ponselmu? Mari kita lakukan bersamaā€
Do-yeon kaget: ā€œApa?ā€
Dal-joong: ā€œAmbil satu dan kirim pada Pengacara Shin dan Pengacara Jang.ā€
Do-yeon lebih kaget lagi: ā€œApa?!ā€
Mereka berdua tertawa lagi.
***
Pengacara Shin mendapat kiriman foto dari Do-yeon. Dan yang di atas itulah ekspresinya.
Hye-sung pun mendapatkan kiriman foto yang sama. Dan ekspresinya adalahā€¦
Hye-sung menjerit dan langsung memalingkan mukanya.
Yoo-chang kaget dan bertanya, ā€œAda apa?ā€
Hye-sung memegang ponselnya seperti barang yang tidak ingin dia pegang, ā€œApapun yang kaun bayangkan, aku melihat sesuatu yang lebih mengerikan daripada yang kau bayangkan.ā€
Hye-sung melanjutkan pekerjaannya mempelajari berkas kasus. Lalu karet pembuka kertasnya rusak, ā€œYoo-chang. Apa kau punya karet jari yang lain?ā€
Yoo-chang: ā€œAku tidak punya. Oh, coba cari di meja Pengacara Cha. Dia selalu punya beberapa.ā€
Hye-sung pun menuju meja Kwan-woo: ā€œKapan dia kembali?ā€
Yoo-chang: ā€œOh. Seharusnya dia sebentar lagi datang. Hari ini, dia tidak mempunyai jadwal persidangan siang hari.ā€

Hye-sung mencari karet di atas meja, tapi tidak ada. Dia pun membuka laci meja, dan ada karet itu disana. Tapi, dia juga melihat tumpukan surat miliknya yang disembunyikan Kwan-woo.
Hye-sung: ā€œOh, ini surat untukku.ā€
Yoo-chang menghampiri Hye-sung: ā€œOh, apa itu? terakhir kali dia sedang melihat itu secara diam-diam, tidak ingin aku melihatnya.ā€
Hye-sung: ā€œTidak ingin kau melihatnya?ā€
Yoo-chang: ā€œYa. Saat aku datang, dia menyembunyikannya.ā€
Hye-sung membuka surat itu, ā€œMengapa Pengacara Cha memiliki suratku?ā€
Kwan-woo masuk ke ruangan itu.
Yoo-chang: ā€œOh, Pengacara Cha.ā€
Kwan-woo terkejut, ā€œPengacara Jangā€¦ā€ dia berlari dan akan mengambil surat itu, tapi Hye-sung menahannya.
Hye-sung: ā€œMengapa kau memiliki surat yang ditujukan padaku?ā€
Kwan-woo: ā€œItuā€¦ā€
***
Soo-ha berjalan dengan penuh senyuman di trotoar. Tiba-tiba ada motor yang melaju di sampingnya dan menyambar tasnya. Soo-ha berusaha mengejar, dan Detektif 1 pun akan menghadang tapi di pukul tas. Si pencuri berhasil kabur. Dan Detektif juga berhasil melihat plat nomor motornya 4885.

Soo-ha membantu Detektif yang terjatuh, ā€œApa kau baik-baik saja?ā€
Detektif: ā€œBajing*n itu, memulainya terlalu pagiā€¦ā€
Detektif hendak menghubungi seseorang. Soo-ha terlihat kesal.

Soo-ha: ā€œAh..aku butuh tasku..ā€
Detektif: ā€œJangan khawatir, aku tahu orang itu.ā€

Detektif menelpon: ā€œHey, ini aku. Si pria 4885 muncul lagi. Kau pergi ke tempat persembunyiannya, cepat tangkap dan bawa dia.ā€
***
Yoo-chang berusaha menguping. Pengacara Shin datang dan merasa heran.
Pengacara Shin: ā€œHey, Yoo-chang. Apa yang kau lakukan?ā€
Yoo-chang dengan bahasa isyarat meminta Pengacara Shin untuk diam.
Pengacara Shin: ā€œDimana Pengacara Cha dan Pengacara Jang?ā€
Yoo-chang berbicara lagi dengan bahasa isyaratnya, ā€œMereka berdua sedang di dalam, berbicara. Aku pikir itu sesuatu yang penting.ā€
Pengacara Shin: ā€œPercakapan serius tentang apa ini?ā€
Yoo-chang: ā€œAku tidak bisa mendengar mereka.ā€
Pengacara Shin: ā€œKau tidak bisa mendengarkannya sama sekali?ā€
Yoo-chang mengangguk.
Di dalam, Hye-sung menjentikan jarinya di depan wajah Kwan-woo.
Hye-sung: ā€œPengacara Cha! Liat aku! Sekarang!ā€
Kwan-woo: ā€œAku melihatmu.ā€ (tapi matanya di lirikan ke samping, aneh, xD)
Hye-sung memukul meja, ā€œKatakan padaku, apa ini? Siapa reporter Park Joo-hyuk? Siapa nenek yang menderita Alzheimer? Dan siapa cucunya?ā€

Kwan-woo: ā€œAku tidak bisa mengatakannya.ā€
Hye-sung berteriak: ā€œPengacara Cha!ā€
Kwan-woo terkejut dan akhirnya matanya melihat ke arah Hye-sung: ā€œAku benar-benar tidak bisa mengatakannya, maafkan akuā€¦maafkan aku! Tapi aku tidak mau berbohong padamu, jadi berhenti bertanya!ā€
Hye-sung: ā€œIni mungkin untukku. Pasti ada alasannya karena  kau orang yang seperti itu. Pasti ada satu atau yang laun. Jika aku tahu, aku akan terluka. Atau, seseorang akan terluka. Jika itu aku, aku sangat kecewa. Aku tidak percaya kau berpikir bahwa aku sangat menyedihkan dan lemah sehingga aku tidak bisa mengatasi sesuatu seperti ini. Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri.ā€

Hye-sung mengambil semua artikel itu dan hendak keluar.
Kwan-woo: ā€œReporter Park Joo-hyuk adalah ayah Park Soo-ha. Dan nenek yang menderita Alzheimer dan cucunya adalah anak Min Joon-guk dan ibunya. Orang yang mengirim surat itu padamu adalah Min Joon-guk.ā€
Hye-sung terdiam.
***
Soo-ha duduk dengan gelisah, sesekali melihat jam tangannya. Lalu Detektif 1 datang dan memberikan tasnya.
Detektif 1: ā€œSoo-ha. Ini.ā€
Soo-ha tersenyum senang, ā€œKau benar-benar menemukannyaa. Terima kasih. Terima kasih banyak!ā€
Detektif: ā€œPeriksalah jika ada sesuatu yang hilang.ā€

Soo-ha membukanya, dan kalung itu masih ada disana.
Detektif: ā€œBagaimana dengan yang lain? Apakah dompet dan ponselmu masih ada?ā€
Soo-ha memeriksa kembali tasnya. Dompetnya masih ada dan uangnya utuh. Ternyata ponselnya menghilang. Detektif mengatakan akan menemukannya. Soo-ha bilang tidak usah buru-buru karena yang sangat dia perlukan sudah ditemukan (kalung).
***
Pengacara Shin tertawa memandangi sesuatu di ponselnya.
Pengacara Shin: ā€œYoo-chang. Bagaimana aku membuat gambar ini menjadi wallpaperku?ā€
Yoo-chang: ā€œOh, tunggu sebentar.ā€

Yoo-chang membuka gambarnya dan terkejut, ā€œApa? Apa kau benar-benar akan menggunakan ini sebagai wallpaper?ā€
Pengacara Shin: ā€œYa.ā€
Yoo-chang pada gambar Do-yeon: ā€œKau benar-benar berkulit tebal.ā€
Soo-ha masuk ke ruangan.
Yoo-chang: ā€œOh, kau disini?ā€
Soo-ha: ā€œApakah Pengacara Jang belum sampai?ā€
Pengacara Shin: ā€œDia ada persidangan jam 2, jadi dia pergi ke pengadilan. Dia pergi bersama Pengacara Cha.ā€
Soo-ha: ā€œOh, benarkah? Terima kasih.ā€
Soo-ha pemit pergi. Dan Yoo-chang masih ragu apakah benar pengacara Shin akan menggunakan gambar itu..
Soo-ha masuk ke ruang persidangan. Kosong. Hanya ada satu petugas.
Soo-ha: ā€œApakah persidangan hari ini sudah berakhir?ā€
Petugas: ā€œTidak, belum dimulai.ā€
Soo-ha: ā€œKenapa?ā€
Petugas: ā€œPengacaranya tidak datang. Sudah jam 3 tapi dia tidak muncul bahkan setelah menunggu 30 menit. Jadi, sidang ditunda.ā€
Soo-ha: ā€œMengapa dia tidak datang?ā€
Petugas: ā€œAku tidak tahu. Hakim berkali-kali menghubunginya, tapi tidak dijawab.ā€
Soo-ha keluar dari ruang sidang dengan bingung. Ada Kwan-woo yang turun dari tangga melihatnya.
Kwan-woo: ā€œOh, Park Soo-ha!ā€
Soo-ha menghampiri Kwan-woo: ā€œApa kau tahu kemana Pengacara Jang pergi?ā€
Kwan-woo: ā€œPengacara Jang? Bukankah dia di pengadilan? Dia ada sidang pukul 2.ā€
Soo-ha: ā€œTidak ada. Mereka tidak bisa menghubunginya.ā€
Kwan-woo: ā€œItu tidak mungkin. Kau sudah mencoba menghubunginya?ā€
Soo-ha: ā€œTidak. Ponselku dicuri.ā€

Kwan-woo menelpon Hye-sung: ā€œHalo. Pengacara Jangā€¦..dia menutup telponnya. Aku orang yang mengantarnya ke sini.ā€
Kwan-woo berpikir: ā€œMungkinkah karena artikel itu? tidak, tidak mungkin seperti itu.ā€
Soo-ha memegang tangan Kwan-woo, ā€œMungkinkahā€¦kau memberi tahu Pengacara Jang tentang ayahku?ā€
Kwan-woo: ā€œOh, ya. Pengacara Jang menggeledah mejaku dan menemukan artikel yang dikirim Min Joon-guk.ā€
Soo-ha lemas, matanya berkaca-kaca.
Kwan-woo: ā€œMaafkan aku, tidak ada lagi yang bisa ku lakukan.ā€
Soo-ha: ā€œApakah dia mengetahui semuanya?ā€™
Kwan-woo: ā€œYa. Hampir.ā€
Soo-ha benar-benar sedih: ā€œJadiā€¦. Jadi karena itu dia menghilang.ā€
Kwan-woo: ā€œTidak. Ini bukan karena itu, ini pastiā€¦ā€¦ā€
Soo-ha memotong kata-kata Kwan-woo: ā€œApa yang kau tahu?! mengapa kau memberitahunya?ā€
Soo-ha pun pergi meninggalkan Kwan-woo.
Kwan-woo memanggil dan mengejarnya.

Tidak lama Detektif Kang melihat Kwan-woo yang juga keluar dan menghampirinya.
Kwan-woo: ā€œApakah kau melihat Pengacara Jang?ā€
Detektif Kang: ā€œKalian berdua masuk ke dalam gedung pengadilan.ā€
Kwan-woo: ā€œKau tidak melihat di keluar, kan?ā€
Detektif Kang: ā€œTidak. Kenapa?ā€
Kwan-woo: ā€œPengacara Jang tidak ada disini. Dan dia juga tidak pergi ke persidangan.ā€
Detektif Kang panik, ā€œItu tidak mungkin. Aku menjaga di tempat ini bahkan tanpa pergi ke toilet. Tidak ada cara hingga aku tidak bisa melihatnya, kecuali dia memanjat tembok.ā€
Kwan-woo juga pusing, ā€œAh, dia juga tidak menjawab telponnya. Kemana dia pergi?ā€
Soo-ha berjalan di taman. Di duduk dengan sedih. Dan mengingat perkataan Joon-guk bahwa ayah Soo-ha penyebab semua ini. Lalu dia juga mengingat saat Hye-sung bertanya padanya apakah ada hal lain yang disembunyikannya.
Soo-ha sedih dan juga takut. Dia takur Hye-sung benar-benar kecewa dan meninggalkannya.
Soo-he melihat telpon umum dan menghampirinya.
ā€œBagaimana aku memberitahunya? Tidak ada alasan yang akan berguna. Bagaimana jika dia menutup telponnya saat mendengar suaraku? Jika ini akhir dari kami, akankah aku bisa hidup?ā€
Soo-ha menguatkan hatinya dan memencet nomor telpon Hye-sung.
Soo-ha: ā€œHalo? Ini aku, Soo-ha. Tolong jangan tutup telponnya dan dengarkan. Aku mendengar semuanya dari Pengacara Cha. Kau mendengar tentang ayahkuā€¦.ā€
Dan yang menjawab telponnya adalahā€¦Min Joon-guk!

Joon-guk: ā€œAku menunggu telponmu, Park Soo-ha. Apa kau mencari Jang Hye-sung?ā€
Soo-ha panik dan berteriak frustasi.


--bersambung ke episode 17--soon--

Comments

  1. Suka bnget sma drama ini, n senang bgt krna ada yg selalu cpat update sinopsisnya, makasih y mbak mumu, sinopsis darimu selalu aq tnggu,^^

    ReplyDelete
  2. makasi mba mumu. .
    semangat nih bacanya

    di tunggu kelanjutannya. .

    ReplyDelete
  3. wahhh....smakin penasaran sma kelanjutan'a..

    Smoga cpet di publish ya..
    Smangat..

    ReplyDelete
  4. wahhh....smakin penasaran sma kelanjutan'a..

    Smoga cpet di publish ya..
    Smangat..

    ReplyDelete
  5. so ha adalah orang orang yg menempati janji.aku dah baca spoilernya pada akhirnya so ha jadi polisi dan so ha hidup senang bersama hye sung.....tapi aku masih tetep nunggu sinopsis lengkapanya kok jadi mohon di tunggu banget......

    ReplyDelete
  6. Gomawo sinopsisnya mba' mumu...
    Bner2 sukaaaaaa ini drama..

    ReplyDelete
  7. makasi mba mumu. .
    semangat nih bacanya

    di tunggu kelanjutannya. .

    ReplyDelete
  8. Daebaaaak,gomawo eonnie. (ŹƒĘŖĖ˜Ė˜ļ»¬)

    ReplyDelete
  9. Thankyou so much sinopsisnya..makin penasaran..hhe..semangatt part berikutnya..(Ņ‚Ė˜Ģ€^Ė˜Ģ)9 ! Ditunggu banget lohh

    ReplyDelete
  10. 2 eps lg.. sabar sabar..
    tp pas baca spoilernya, seneng bgt, karna nanti happy ending.. wkwk
    wahhhh, rasanya g mau drama ini berakhir..
    couple soo ha dan hye sung ni cocok jg jika jd real couple,, ky lee gak (micky yoochun) dan park ha (han ji min).. wkwk..
    *ngayal tgkat tinngi

    eh, iy, mau coment do-yoen sama ayahnya tu waktu foto narsis bgt.. wkwk.
    beda skali suasananya waktu di persidangan.. wkwk

    ok kak, lanjut terus ya.. ditunggu lohh..
    FIGHTING, GANBATTE, DO YOUR BEST.. GO.
    *halah, ngomong opo to iki? wkwk

    ReplyDelete
  11. aiiiiiih eonni Mumu, makasi banget sinopsinya, setelah lama dibalik layar, tapi aku slalu merhatiin blog eonni, akhirnya bisa muncul secara langsung hehe, gomawo eonni atas sinopnyaa :D

    ReplyDelete
  12. alhamdulillah sinopsisnya coming juga, mkasih kaka, hampir galau nunggunya :p
    sedih liat soo ha kaya gini, cepet dilanjut ya kak, semangat ;;)

    ReplyDelete
  13. Wach.... Mba mkin gak sbar untk tau akhrx...
    Ditunggu bngrt update-tan epz slnjutx ^^

    ReplyDelete
  14. hufth.... penasaran banget deh...
    ditunggu selanjutnya..
    ^_^
    aida

    ReplyDelete
  15. walau udah tau endingnya.. tetep sinopsis mba yg ku tunggu.. karena menarik.. moga ga sampai lebaran ya mba.. makasih mba.. fighting!!!!...

    ReplyDelete
  16. tengkyu mbak mumu.. muach.. ditunggu kelanjutannya.. ihyv emg keren bgttttttt

    ReplyDelete
  17. Aaaaaaaaaaaakkkkkkhhhhh,, makin gemes ma drama ini,, terutama sama joon guk,, pengen benget getok kepalanya gggggrrrrr...
    Mumu noona,, please lanjutin sinopnya ya,, fighting !!!

    ReplyDelete
  18. Penasaran soal cerita masa lalu nya joon guk, 悌 BĪ­āˆ«ā˜ŗā™ Tąā”¼ā”¼u jelas papa nya so ha ngapain Ļ‘Ā”ɑĢˆĢ¤ĢŠĢ„,...makin penasaran....

    ReplyDelete
  19. kereen sinopsisnya..tengkiuuuu....setia menunggu karya berikutnyaa

    ReplyDelete
  20. Ahhh sangat suka drama ini telat duh (ā€¢Ģ…_ā€¢Ģ… )

    ReplyDelete
  21. huh... keren ekspresi so ha.... cakep bgt ekpresi nangisx...
    hehehe.. :)

    ReplyDelete
  22. makin seruuuu
    sepertinys aku paling telat tw drama ini hee

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2