Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 17 - 1

Soo-ha berjalan di taman. Dia duduk dengan sedih. Dan mengingat perkataan Joon-guk bahwa ayah Soo-ha penyebab semua ini. Lalu dia juga mengingat saat Hye-sung bertanya padanya apakah ada hal lain yang disembunyikannya.
Soo-ha sedih dan jug takut. Dia takut Hye-sung benar-benar kecewa dan meninggalkannya.
Soo-ha melihat telpon umum dan menghampirinya.
ā€œBagaimana aku memberitahunya? Tidak ada alasan yang akan berguna. Bagaimana jika dia menutup telponnya saat mendengar suaraku? Jika ini akhir dari kami, akankah aku bisa hidup?ā€
Soo-ha menguatkan hatinya dan memencet nomor telpon Hye-sung.

Soo-ha: ā€œHalo? Ini aku, Soo-ha. Tolong jangan tutup telponnya dan dengarkan. Aku mendengar semuanya dari Pengacara Cha. Kau mendengar tentang ayahkuā€¦.ā€
Dan yang menjawab telponnya adalahā€¦Min Joon-guk!

Joon-guk: ā€œAku menunggu telponmu, Park Soo-ha. Apa kau mencari Jang Hye-sung? Jang Hye-sung berada bersamaku sekarang.ā€

Soo-ha menjawab dengan tergagap, ā€œDimana kau? Dimana kau?! Dimana kau sekarang?!ā€ Soo-ha berteriak.
Joon-guk: ā€œJangan berteriak dan dengarkan dengan baik. Hidup Jang Hye-sung tergantung pada apa yang akan kau lakukan.ā€
Soo-ha: ā€œJangan berani kau menyentuhnya atau aku akan membunuhmu.ā€

Joon-guk: ā€œItu yang aku inginkan, Park Soo-ha. Jadi, jangan lakukan sesuatu yang gegabah. Jangan menelpon siapapun dan datang kemari dalam 1 jam. Sekarang, aku berada di atap komplek Gi-jeong. Jika aku merasa ada seseorang selain kau, aku akan membunuh Jang Hye-sung. Kau mengerti?ā€

Soo-ha berusaha mengatur nafasnya, ā€œBiarkan aku mendengar suaranya. Biarkan aku mendengar suaranya untuk melihat jika dia masih hidup!ā€ Soo-ha berteriak lagi.

Joon-guk: ā€œBicaralah. Dia dia ingin mendengar suaramu. Aku bilang bicaralah!ā€ (Joon-guk pada Hye-sung)
Lalu terdengar suara Hye-sung: ā€œSoo-ha, jangan datang kemari dan telpon polisi. Jangan datang sendirian. Jangan khawatirkn akuā€”ā€œ
Telpon terputus. Dan Soo-ha berteriak frustasi.

26 Juli 2012ā€”3:10 p.m

Suara Soo-ha: ā€œ26 Juli 2013. Pukul 3:10 sore. Dia diculik Min Joon-guk. 2 jam dan 30 menit kemudian, sebelas tahun cerita kami akan berakhir.ā€


Episode 17
Without Your Eyes, I Canā€™t Even See in Front Myself



Cerita mundurā€¦

3 jam sebelumnyaā€”12.10 p.m

Soo-ha memandangi kotak kalung itu dengan tersenyum dan memasukannya ke dalam tas. Dia turun dari tangga dan hendak keluar dari sana.
Ada seorang pria yang memperhatikannya. (ini si pencuri bermotor)

Soo-ha berjalan dengan penuh senyuman di trotoar. Tiba-tiba ada motor yang melaju di sampingnya dan menyambar tasnya. Soo-ha berusaha mengejar, dan Detektif 1 pun akan menghadang tapi di pukul tas. Si pencuri berhasil kabur. Dan Detektif juga berhasil melihat plat nomor motornya 4885.

Soo-ha membantu Detektif yang terjatuh, ā€œApa kau baik-baik saja?ā€
Detektif: ā€œBajing*n itu, memulainya terlalu pagiā€¦ā€
Detektif hendak menghubungi seseorang. Soo-ha terlihat kesal.

Soo-ha: ā€œAh..aku butuh tasku..ā€
Detektif: ā€œJangan khawatir, aku tahu orang itu.ā€

Detektif menelpon: ā€œHey, ini aku. Si pria 4885 membuat masalah lagi. Kau pergi ke tempat persembunyiannya, cepat tangkap dan bawa dia.ā€
***

Si pencuri bermotor menghubungi seseorang, ā€œTuan, aku mendapatkanya. Kemana aku harus pergi?ā€
Si pencuri bermotor pun pergi ke suatu tempat.
***

Di dalam, Hye-sung menjentikan jarinya di depan wajah Kwan-woo.
Hye-sung: ā€œPengacara Cha! Liat aku! Sekarang!ā€
Kwan-woo: ā€œAku melihatmu.ā€ (tapi matanya di lirikan ke samping, aneh, xD)
Hye-sung memukul meja, ā€œKatakan padaku, apa ini? Siapa reporter Park Joo-hyuk? Siapa nenek yang menderita Alzheimer? Dan siapa cucunya?ā€

Kwan-woo: ā€œAku tidak bisa mengatakannya.ā€
Hye-sung berteriak: ā€œPengacara Cha!ā€
Kwan-woo terkejut dan akhirnya matanya melihat ke arah Hye-sung: ā€œAku benar-benar tidak bisa mengatakannya, maafkan akuā€¦maafkan aku! Tapi aku tidak mau berbohong padamu, jadi berhenti bertanya!ā€
Hye-sung: ā€œIni mungkin untukku. Pasti ada alasannya karena  kau orang yang seperti itu. Pasti ada satu atau yang laun. Jika aku tahu, aku akan terluka. Atau, seseorang akan terluka. Jika itu aku, aku sangat kecewa. Aku tidak percaya kau berpikir bahwa aku sangat menyedihkan dan lemah sehingga aku tidak bisa mengatasi sesuatu seperti ini. Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri.ā€

Hye-sung mengambil semua artikel itu dan hendak keluar.
Kwan-woo: ā€œReporter Park Joo-hyuk adalah ayah Park Soo-ha. Dan nenek yang menderita Alzheimer dan cucunya adalah anak Min Joon-guk dan ibunya. Orang yang mengirim surat itu padamu adalah Min Joon-guk.ā€
Hye-sung terdiam.

Hye-sung duduk kembali, ā€œMin Joon-guk mengirimnya? Mengapa?ā€
Kwan-woo: ā€œDia tidak hanya mengirimnya padamu, Pengacara Jang. Dia mengirimnya ke semua orang, termasuk aku dan Soo-ha.ā€
Hye-sung: ā€œMengapa mengirim ini? Apa yang ingin dia katakan?ā€
Kwan-woo: ā€œAku pikir penyebab kematian istri Min Joon-guk berhubungan dengan sesuatu yang dilakukan oleh ayah Soo-ha. Terakhir kali saat Min Joon-guk mencariku, dia mengatakan bahwa itulah yang memulai semuanya. Dan juga, bahwa dia akan mengakhirnya segera.ā€

Hye-sung: ā€œAkhir? Apa akhirnya?ā€
***

12:55 p.m

Si pencuri 4885 memasuki sebuah parkiran, dia memanggil seseorang.
Pencuri: ā€œTuan!ā€
Munculah, Min Joon-guk, ā€œMana tasnya?ā€
Si pencuri melempar tasnya. Min Joon-guk menggeledah tas it Joon-guk menggeledah tas itu.
Joon-guk: ā€œApa kau menampakan wajahmu?ā€
Pencuri: ā€œTidak, aku menggunakan kacamata. Kau mengatakan padaku untuk  tidak menunjukan wajahku padanya.ā€

Joon-guk menemukan barang yang dia cari, ponsel Soo-ha. Dan mengembalikan tas Soo-ha pada si pencuri.
Pencuri: ā€œApa? Hanya ponsel itu yang kau perlukan?ā€
Joon-guk: ā€œYa. Kau urus sisanya.ā€

Si pencuri meminta bayaran.
Joon-guk: ā€œAku akan membayarmu jika rencanaku berhasil.ā€
Pencuri: ā€œSiapa yang membayar setelah pekerjaan selesai, untuk jenis pekerjaan seperti ini?! Ah. Jika dia bukan teman satu selku, aku akan mengambil semuanya dari dia.ā€

Joon-guk berbalik dan hanya diam saja. Dia mematikan ponsel Soo-ha. Dia lalu melihat gantungan ponsel Soo-ha, dan membukanya. Setelah melihat foto Soo-ha kecil dan ibunya, Joon-guk menarik dan membuang gantungan itu.
***

Hye-sung berusaha menghubungi ponsel Soo-ha, tapi ponsel Soo-ha tidak aktif.
Hye-sung: ā€œDia tidak pernah mematikan ponselnya sebelumnya.ā€

Hye-sung kemudian menelpon Seong-bin.
Hye-sung: ā€œSeong-bin?ā€

Seong-bin sedang merendam jari Joon-gi, ā€œYa, unnie.ā€
Hye-sung: ā€œApa kau berbicara dengan Soo-ha hari ini?ā€
Seong-bin: ā€œTidak, dia mungkin sedang di kelas sekarang.ā€
Hye-sung: ā€œTidak, walaupun di dalam kelas dia selalu mengaktifkan ponselnya. Tapi sekarang mati.ā€
Seong-bin: ā€œMungkin batrenya habis.ā€
Hye-sung: ā€œBenarkah? Baiklah.ā€
***

Joon-gi: ā€œSiapa itu?ā€
Seong-bin: ā€œPengacara Jang. Dia khawatir karena dia tidak bisa menhubungi Soo-ha dan ponselnya mati. Apakah ini sesuatu yang sangat mengkhawatirkan saat dia mungkin berada di kelas atau batrenya habis.ā€
Joon-gi: ā€œApakah hubungan mereka akhirnya sudah dimulai? Oh, Park Soo-ha. Dia memiliki banyak kemampuan.ā€

Seong-bin cemberut: ā€œApa maksudmu hubungan? Ini masih cinta sebelah pihak.ā€
Joon-gi: ā€œTidak, yang aku lihat wanita itu pasti juga menyukain Soo-ha sekarang. Tidak, tidak. Cara dia jual mahal terlalu berlebihan, jadi mungkin dia sangat menyukai Soo-ha.ā€
Seong-bin kesal, dia mencelupkan tangan Joon-gi ke air panas dan memukul kepalanya.

Joon-gi kesakitan: ā€œAh, benar-benar.ā€
Seong-bin: ā€œ Tidak, tidak Pengacara Jang. Pengacara Jang seperti dinding baja. Dai tidak akan jatuh terhadapnya.ā€
Joon-gi: ā€œBagaimana kau tahu?!ā€
Seong-bin: ā€œWalaupun aku tidak tahu hal lain, aku mengerti pandangannya. Tapi, mengapa kau selalu memperhatikan tanganmu? Itu tidak cocok denganmu sama sekali.ā€
Joon-gi gelagapan, ā€œHey, sejak aku menggunkn tanganku untuk pekerjaanku, tentu saja aku harus memperhatikannya.ā€
Seong-bin: ā€œBenarkah? Bagaimanapun juga, aku mendapatkan uang cukup banyak, terima kasih.ā€

Seong-bin lalu pergi kedalam dan menyuruh Joon-gi menunggu 30 menit.
Setelah Seong-bin pergi, Joon-gi berbicara sendiri, ā€œGo Seong-bin, penglihatanmu bukan +100 tapi -100.ā€
Joon-gi melihat kukunya dan tertawa sendiri.
(maksud Joon-gi adalah Seong-bin tidak bisa melihatnya yang menyukai Seong-bin, padahal Joon-gi sudah pendekatan.)
***

Si pencuri 4885 sedang menaiki tangga hendak ke rumahnya. Ada yang menyapanya.
Detektif 1: ā€œ4885. Berapa lama sejak kau dibebaskan dan sekarang kau membuat masalah lagi?ā€
4885 hendak lari akan turun tangga, tapi di bawah ada satu detektif lagi yang menghadang.
Detektif 2: ā€œAku tahu, kan? Paling tidak kau ubah nomor plat motormu. Itu terlalu jelas.ā€

4885 berusaha kabur dan menyerang detektif, tapi berhasil dilumpuhkan.
***
1:30 p.m

Pengacara Shin menunjukan selca Do-yeon dan Dal-joong pada Yoo-chang.
Pengacara Shin: ā€œJaksa Seo melakukan beberapa usaha untuk menyesuaikan suasana hati ayahnya. Tapi, pria ini bukan tipe orang yang menikmati hal semacam ini.ā€
Yoo-chang: ā€œAku tahu maksudmu. Pengacara Shin, kirimkan padaku. Aku akan menggunakannya untuk mengoloknya untuk waktu yang lama.ā€

Di mejanya Hye-sung masih berusaha menghubungi Soo-ha, ā€œNyalakan telponnya, bodoh!ā€
Yoo-chang dengan polosnya menunjukan ponselnya pada Hye-sung: ā€œTapi ini sudah menyala.ā€
Hye-sung: ā€œAku tidak berbicara padamu Yoo-chang.ā€

Kwan-woo masuk, ā€œPengacara Jang. Bukankah kau ada persidangan jam 2?ā€
Hye-sung melihat jam tangannya, ā€œYa ampun, ini hampir waktunya.ā€
Kwan-woo: ā€œMari pergi bersama. Aku juga ada sidang jam 2.ā€
Hye-sung: ā€œBaik.ā€

Hye-sung dan Kwan-woo pun berangkat bersama.

Yoo-chang: ā€œPengacara Cha seharusnya bisa langsung pergi dari pusat tahanan ke pengadilan. Apakah dia kembai untuk  mengantar Pengacara Jang?ā€
Pengacara Shin tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya, ā€œSepertinya begitu.ā€
Yoo-chang: ā€œTapi, Pengacara Jang tidak mempunyai perasaan pada Pengacara Cha. Jadi, mengapa dia (Hye-sung) tetap menerima kebaikannya (Kwan-woo)? Saat dia melakukannya, itu bisa menjadi sopan santun untuk mengatakan padanya untuk menghentikannya!ā€ (maksudnya seharusnya Hye-sung menolak saja, jadi Kwan-woo tidak berharap terlalu banyak)

Yoo-chang menopang dagunya, ā€œDalam tingkat ini, orang lain akan mengatakan bahwa dia (Hye-sung) memelihara pria itu dalam gantungan.ā€ (maksudnya ngegantungin atau nge-PHP-in Kwan-woo)

Pengacara Shin menyentil kepala Yoo-chang: ā€œHey, bagaimana bisa kau meremehkan orang? Bagaimana memelihata pria dalam gantungan itu?ā€
Yoo-chang: ā€œMengapa kau seperti ini lagi?! Jika bukan memelihat pria dalam gantungan, lalu apa?ā€

Pengacara Shin: ā€œPengacara Cha masih mempunyai banyak hutang budi pada Pengacara Jjang.  Dia membebaskan penjahat yang membunuh ibunya Pengacara Jjang. Mengingat jika pria itu mencoba untuk membunuh Pengacara Jjang kali ini.ā€
Yoo-chang tampak berpikir membenarkan.

Hye-sung berjalan bersama Kwan-woo. Terdengar suara Pengacara Shin: ā€œLalu, dengan kepribadiannya, Pengacara Cha tidak akan bisa berdiri lagi. Dia tidak akan bisa berfungsi sebagai pengacara atau melakukan apapun. Itulah sebabnya dia mencoba yang terbaik untuk melindunginya. Mengetahui semua itu, Pengacara Jjang menerima kebaikannya.ā€
***

Soo-ha duduk dengan gelisah, sesekali melihat jam tangannya. Lalu Detektif 1 datang dan memberikan tasnya.
Detektif 1: ā€œSoo-ha. Ini.ā€
Soo-ha tersenyum senang, ā€œKau benar-benar menemukannyaa. Terima kasih. Terima kasih banyak!ā€
Detektif: ā€œPeriksalah jika ada sesuatu yang hilang.ā€

Soo-ha membukanya, dan kalung itu masih ada disana.
Detektif: ā€œBagaimana dengan yang lain? Apakah dompet dan ponselmu masih ada?ā€
Soo-ha memeriksa kembali tasnya. Dompetnya masih ada dan uangnya utuh. Ternyata ponselnya menghilang. Detektif mengatakan akan menemukannya. Soo-ha bilang tidak usah buru-buru karena yang sangat dia perlukan sudah ditemukan (kalung).

Soo-ha: ā€œTerima kasih.ā€ Dan kemudian berlari.
Detektif 1: ā€œHey! Jangan berlari!ā€
***

Min Joon-guk berdiri di atap sebuah gedung. Dia menyalakan kembali ponsel Soo-ha dan melihat ada beberapa panggilan dari Hye-sung.
***

Hye-sung dan Kwan-woo sudah sampai di gedung pengadilan.
Kwan-woo: ā€œJam berapa persidanganmu hari ini selesai?ā€
Hye-sung: ā€œSeharusnya selesai pukul 3:30.ā€
Kwan-woo: ā€œKalau begitu, aku akan datang dan menunggu, jadi kita bisa pergi bersama.ā€
Hye-sung: ā€œKarena detektif menjagakuā€¦ini tidak apa-apa.ā€
Kwan-woo: ā€œTidak buruk untuk memiliki perlindungan lebih. Hubungi aku nanti, oke?ā€

Kwan-woo beranjak pergi. Hye-sung memanggilnya kembali.
Hye-sung: ā€œPengacara Cha?ā€
Kwan-woo: ā€œYa?ā€
Hye-sung tidak jadi berbicara, ā€œTidak ada. Aku akan menelpon saat aku sudah selesai.ā€
Kwan-woo: ā€œBaik, telpon aku nanti.ā€
Kwan-woo kembali berjalan pergi.

Hye-sung melihat jamnya, 13:50, ā€œMengapa aku tidak bisa menghubunginya?ā€
Lalu ponsel Hye-sung berdering, dari nomor ponsel Soo-ha.
Hye-sung: ā€œHey, bodoh. Dimana kau sekarang? Mengapa kau mematikan ponselmu? Aku khawatir!ā€
Yang menjawab adalah, tentu saja, Min Joon-guk.

Joon-guk: ā€œApa kau masih mengenali suaraku? Apa kau mencari Park Soo-ha?ā€
Hye-sung: ā€œMengapa kauā€¦Mengapa kau memiliki ponsel Soo-ha?ā€
Joon-guk: ā€œApa yang kau pikirkan? Tentu saja karena dia bersamaku sekarang.ā€
Hye-sung: ā€œApakah Soo-ha tidak apa-apa?ā€

Joon-guk: ā€œYa, untuk sekarang. Tapi, situasinya bisa berubah tergantung apa yang akan kau lakukan.ā€
Hye-sung: ā€œApa yang kau inginkan?ā€™
Joon-guk: ā€œJangan khawatir. Aku tidak tertarik pada anak ini. Orang yang aku dendam adalah kau.ā€
Hye-sung: ā€œDimana kau sekarang?ā€
Joon-guk: ā€œBenar. Ini yang harus kau lakukan. Datanglah ke atap Komplek Gi-jeong sekarang. Jika kau membawa seseorang, pria ini akan mati di tanganku. Jangan katakan pada siapapun dan datang sendiri. Kau mengerti apa yang aku katakan, kan?ā€
Hye-sung: ā€œHalo? Haloā€¦.ā€
Telpon terputus.

Hye-sung panik dan khawatir. Dia menangis.
Hye-sung: ā€œApa yang harus ku lakukan dengan Soo-ha? Apa yang harus ku lakukan dengan Soo-ha?ā€

Hye-sung berlari ke depan gedung, hendak pergi. Tapi dia bersembunyi karena melihat Detektif Kang yang masih mengawasinya di depan gedung. Hye-sung lalu berlari masuk ke dalam lagi. Hye-sung menuju belakang gedung, dan memanjat pagar. Hye-sung terus berlari dan mencegat taksi.

Hye-sung: ā€œPak Supir, Komplek Gi-jeong. Cepatlah.ā€
Pak Supir: ā€œKomplek Gi-jeong? Bukankah area itu sekarang sedang di bongkar?ā€
Hye-sung: ā€œBelum. Kumohon, cepatlah.ā€
Hye-sung benar-benar mengkhawatirkan Soo-ha.

Dan saat Hye-sung mengambil ponselnya yang berdering di dalam taksi, di luar Soo-ha sedang berlari dengan tersenyum hendak menemuinya.
(ahhā€¦.drama..)

Yang menelpon Hye-sung adalah Hakim Kim. Hye-sung menolaknya.
(ada yang lucu, nama Hakim Kim di ponsel Hye-sung adalah ā€œHakim Kipas Elektrikā€, ada yang ingat waktu Hakim Kim bajunya menggelembung? Episode berapa ya lupa, aku selipin waktu itu.. :p)

2:30 p.m

Di ruang sidang. Semua orang sudah hadir, hanya Hye-sung yang tidak ada. Hakim Kim yang berusaha menghubunginya  pun tidak mendapatkan jawaban.
Hakim Kim kesal, ā€œMengapa dia tetap menggunakan ponsel yang tidak bisa digunaka?!ā€

Hakim Kim keceplosan berteriak kesal di depam sidang, rekan hakimnya mengingatkan. Kemudian Hakim Kim mengumumkn sesuatu.


Hakim Kim: ā€œSepertinya pengacara mempunyai masalah hari ini. Persidangan hari ini akan di tunda sampai minggu depan.ā€
Para hadirin beranjak pergi. Dan Do-yeon yang menjadi jaksa penuntut juga merasa heran atas ketidak hadiran Hye-sung.
***

Soo-ha masuk ke ruangan pengacara.
Yoo-chang: ā€œOh, kau disini?ā€
Soo-ha: ā€œApakah Pengacara Jang belum sampai?ā€
Pengacara Shin: ā€œDia ada persidangan jam 2, jadi dia pergi ke pengadilan. Dia pergi bersama Pengacara Cha.ā€
Soo-ha: ā€œOh, benarkah? Terima kasih.ā€
Soo-ha pemit pergi.
***

Joon-guk masih berada di atap gedung, dan dia melihat Hye-sung yang keluar dari taksi.
Joon-guk: ā€œHah, aku tidak berpikir dia akan tertipu semudah ini.ā€
***

Soo-ha masuk ke ruang persidangan. Kosong. Hanya ada satu petugas.
Soo-ha: ā€œApakah persidangan hari ini sudah berakhir?ā€
Petugas: ā€œTidak, belum dimulai.ā€
Soo-ha: ā€œKenapa?ā€

Petugas: ā€œPengacaranya tidak datang. Sudah jam 3 tapi dia tidak muncul bahkan setelah menunggu 30 menit. Jadi, sidang ditunda.ā€
Soo-ha: ā€œMengapa dia tidak datang?ā€
Petugas: ā€œAku tidak tahu. Hakim berkali-kali menghubunginya, tapi tidak dijawab.ā€
***

Hye-sung berjalan sendirian, lalu mengeluarkan alat kejut listrik dan memegangnya. Hye-sung masuk ke dalam gedung dan menaiki tangga dengan hati-hati dan berusaha tidak mengeluarkan suara. Hye-sung terlihat waspada. Tapi, dia tidak menyadari Joon-guk yang mengikutinya dari belakang.

Joon-guk menyekap Hye-sung dengan obat bius, Hye-sung berteriak.

Kini, Hye-sung tergeletak di lantai, tak sadarkan diri. Di dekatnya, Joon-guk sedang menggunting tali.

Ponsel Hye-sung berbunyi, Joon-guk melihatnya, dari Kwan-woo. Joon-guk menerimanya dan mendengar suara Kwan-woo ā€œHalo. Pengacara Jangā€¦..ā€, lalu menutupnya lagi.
***

Kwan-woo: ā€œDia menutup telponnya. Aku orang yang mengantarnya ke sini.ā€
Kwan-woo berpikir: ā€œMungkinkah karena artikel itu? tidak, tidak mungkin seperti itu.ā€
Soo-ha memegang tangan Kwan-woo, ā€œMungkinkahā€¦kau memberi tahu Pengacara Jang tentang ayahku?ā€
Kwan-woo: ā€œOh, ya. Pengacara Jang menggeledah mejaku dan menemukan artikel yang dikirim Min Joon-guk.ā€
Soo-ha lemas, matanya berkaca-kaca.

Kwan-woo: ā€œMaafkan aku, tidak ada lagi yang bisa ku lakukan.ā€
Soo-ha: ā€œApakah dia mengetahui semuanya?ā€™
Kwan-woo: ā€œYa. Hampir.ā€
Soo-ha benar-benar sedih: ā€œJadiā€¦. Jadi karena itu dia menghilang.ā€
Kwan-woo: ā€œTidak. Ini bukan karena itu, ini pastiā€¦ā€¦ā€
Soo-ha memotong kata-kata Kwan-woo: ā€œApa yang kau tahu?! mengapa kau memberitahunya?ā€
Soo-ha pun pergi meninggalkan Kwan-woo.
Kwan-woo memanggil dan mengejarnya.
***

3:05 p.m

Hye-sung tersadar dalam posisi duduk dan terikat pada kursi. Hye-sung melihat ke sekitar.
Joon-guk menghampirinya dengan membawa kunci inggris, ā€œKau sudah bangun? Kau sangat berani. Apakah kau pikir kau bisa melawanku hanya dengan ini?ā€ Joon-guk mengacungkan alat kejut yang di bawa Hye-sung.
(aneh deh, tadi tuh Joon-guk ngambilnya kunci inggris pakai tangan kanan, kenapa sekarang jadi alat itu? He, mungkin tadi salah ya tapi tidak diganti oleh sutradara..)

Joon-guk melemparkan alat itu.
Hye-sung mencari-cari sesuatu: ā€œBagaimana dengan Soo-ha? Dimana Soo-ha?ā€
Joon-guk: ā€œPark Soo-ha tidak ada disini. Aku hanya punya ini (ponsel). Bahkan seseorang yang sangat rasional, dalam situasi seperti ini, pada umumnya menjadi tidak rasional. Menjadi orang bodoh. Aku pernah dalam posisi itu, dan melakukannya, jadi aku memahaminya dengan baik.ā€

Hye-sung: ā€œApa yang sedang kau coba lakukan sekarang? Apa yang kau rencanakan?ā€
Joon-guk: ā€œAwalnya, aku akan membunuhmu dan anak itu. Tapi di pemancingan waktu ituā€¦kata-kata anak itu, membuatkuā€¦sangat gila.ā€

Flashback di pemancingan.
Soo-ha mencekik Joon-guk dan tangan kanannya memegan pisau.
Joon-guk: ā€œBunuh aku! Apa bedanya antara kau dan aku 11 tahun yang lalu?ā€

Soo-ha mengacungkan pisaunya, sesaat, lalu menjatuhkannya dan melepaskan cekikan tangannya dari leher Joon-guk.
Soo-ha: ā€œAku berbeda. Tidak seperti kau, aku tidak akan hidup seperti seekor binatang. Tidak akan pernah.ā€
Flashback end.

Joon-guk: ā€œDia bilang dia tidak akan hidup sebagai seekor binatang sepertiku. ā€˜tidak akan hidup sebagai binatang sepertikuā€™ā€¦.aku ragu jika anak itu akan bisa mengatakan hal yang sama, jika aku memberinya situasi yang sama denganku? Dia bilang dia tidak akan hidup sebagai seekor binatang sepertiku.ā€

Hye-sung: ā€œSekarang apa yang sedang kau pikirkan untuk kau lakukan?ā€ tanya Hye-sung khawatir.
Joon-guk: ā€œDaripada membunuh kalian berdua, aku berpikir untuk melukis gambar yang berbeda.ā€
Hye-sung: ā€œKauā€¦tidak mungkinā€¦.ā€

Joon-guk: ā€œAku juga penasaran, jika dia benar-benar bisa melakukannya. Dalam situasi kehilangan semua orang yang dia cintai, sama sepertiku, akankah anak itu bisa menahannya tanpa menjadi seekor binatang? Kau juga penasaran, kan? Aku akan menunjukannya padamu.ā€
Joon-guk tertawa. Dan Hye-sung, tentu saja marah, panik.

Ponsel Hye-sung berdering. Dari nomor tidak dikenal.
Joon-guk menerimanya, dari sana terdengarlah suara Soo-ha.
ā€œHalo? Ini aku, Soo-ha. Tolong jangan tutup telponnya dan dengarkan. Aku mendengar semuanya dari Pengacara Cha. Kau mendengar tentang ayahku---ā€

Joon-guk menyela, ā€œAku menunggu telponmu, Park Soo-ha.ā€

Joon-guk lalu mengaktifkan speaker, agar Hye-sung mendengarnya.

Joon-guk: ā€œApa kau mencari Jang Hye-sung? Jang Hye-sung berada bersamaku sekarang.ā€

Soo-ha menjawab dengan tergagap, ā€œDimana kau? Dimana kau?! Dimana kau sekarang?!ā€ Soo-ha berteriak.
Joon-guk: ā€œJangan berteriak dan dengarkan dengan baik. Hidup Jang Hye-sung tergantung pada apa yang akan kau lakukan.ā€
Soo-ha: ā€œJangan berani kau menyentuhnya atau aku akan membunuhmu.ā€

Joon-guk menyeringai pada Hye-sung.
Hye-sung menangis.

Joon-guk: ā€œItu yang aku inginkan, Park Soo-ha. Jadi, jangan lakukan sesuatu yang gegabah. Jangan menelpon siapapun dan datang kemari dalam 1 jam. Sekarang, aku berada di atap komplek Gi-jeong. Jika aku merasa ada seseorang selain kau, aku akan membunuh Jang Hye-sung. Kau mengerti?ā€

Soo-ha menangis, ā€œBiarkan aku mendengar suaranya. Biarkan aku mendengar suaranya untuk melihat jika dia masih hidup!ā€ Soo-ha berteriak lagi.

Joon-guk mendekatkan ponselnya pada Hye-sung
Joon-guk: ā€œBicaralah. Dia dia ingin mendengar suaramu.ā€
Hye-sung diam saja, dan meneteskan air mata.
Joon-guk berteriak tak sabar, ā€œAku bilang bicaralah!ā€

Hye-sung: ā€œSoo-ha, jangan datang kemari dan telpon polisi. Jangan datang sendirian. Jangan khawatirkn akuā€”ā€œ
Telpon terputus. Joon-guk menonaktifkan ponsel Hye-sung.
***

Soo-ha panik: ā€œTidak mungkinā€¦ā€
Di berteriak frustasi di box telpon membuat orang-orang yang berjalan melihatnya dengan aneh.

Soo-ha kemudian berjalan dengan gontai. Lalu dia berhenti.
Soo-ha menangis, ā€œApa yang harus ku lakukan? Apaā€¦apa yang harus ku lakukan?ā€
Soo-ha menghapus air matanya, dan kemudian berlari.

Di belakangnya detektif 1 mengejarnya lagi, ā€œAnak itu, aku hampir mendapatkannya.ā€ Dan kemudian mengejar Soo-ha lagi.
(berarti pas Soo-ha tadi telpon, ini detektif tidak tahu, karena dia baru menemukan Soo-ha)
***

Joon-gi sedang bekerja di bengkel. Saat dia memutar sesuatu, dia melihat kuku jari kelingkingnya yang di hias. Dia tersenyum melihatnya dan kemudian menciumnya.
(Lucuā€¦jatuh cinta, ohā€¦)

Lalu dia kaget sampai hampir jatuh ke belakang. Joon-gi kaget melihat Soo-ha di depannya.
Joon-gi: ā€œApa kau melihatnya? Jangan salah paham! Jariku berdarah, jadi aku mengisapnya.ā€

Soo-ha yang sedari tadi menunduk, mengangkat wajahnya, ā€œJoon-gi, pinjamkan aku ponselmu.ā€
Joon-gi merogoh sakunya, ā€œPonsel? Mengapa, apa kau kehilangan ponselmu?ā€
Soo-ha langsung mengambil ponsel Joon-gi dan berlari pergi.

Joon-gi mengejarnya, ā€œHey, Park Soo-ha! Apa yang sedang anak itu lakukan sekarang?! Apakah dia baru saja mencuri ponselku?!ā€

Detektif baru sampai dan menanyakan Soo-ha pada Joon-gi.

Detektif: ā€œMana Park Soo-ha?ā€
Joon-gi: ā€œAhjussi, kau siapa?ā€
Detektif menunjukan lencananya, ā€œAku polisi. Kau bertemu Park Soo-ha, kan? Dimana anak itu?ā€
Joon-gi: ā€œAku tidak tahu.ā€

Joon-gi: ā€œTangkap dia untukku, kumohon. Dia baru saja mencuri ponselku.ā€
Detektif: ā€œApa?ā€
Joon-gi: ā€œTapi, apa yang terjadi dengannya? Sepertinya terjadi sesuatu. Saat aku melihat matanya, itu terlihat seperti dia habis menangis.ā€
Detektif kaget: ā€œKatakan padaku berapa nomor ponselmu.ā€
Joon-gi: ā€œOke. 010ā€”ā€œ
***

Joon-guk mondar mandir di depan Hye-sung, lalu dia minum.
Joon-guk: ā€œIni pertama kalinya kita bicara seperti ini, kan? Ini sudah 11 tahun dan komunikasi kit seluruhnya sulit saat itu. benarkan?ā€
Hye-sung: ā€œJangan berpikir gegabah dan masuk ke dalamnya. Ini adalah akhir untukmu.ā€
Joon-guk: ā€œAku tahu, ini adalah akhir bagiku. Aku membawamu kesini untuk melihat akhirku.ā€

Hye-sung: ā€œLalu, apa itu?ā€
Joon-guk: ā€œAku sudah mengatakannya padamu sebelumnya. Sebelum aku pergi, aku akan membuat anak itu menjadi seekor binatang. Sama sepertiku 11 tahun yang laluā€¦siapapun, di dunia ini, yang berada dalam situasi sepertiku, kan berubah menjadi binatang. Aku akan menunjukannya padamu.

Hye-sung: ā€œSoo-ha tidak akan pernah menjadi seseorang sepertimu.ā€
Joon-guk: ā€œJangan terlalu yakin. Aku juga tidak menyangka hidupku akan berakhir seperti ini.ā€
Hye-sung: ā€œAku tahu mengapa kau menjadi seperti ini, dan apa masalahmu sebenarnya. Karena ayahnya Soo-ha, kau kehilangan istrimu. Dan karena kesaksianku, kau pikir ibu dan anakmu meninggal, kan?ā€

(oke, aku baru tahu sekarang, di episode 16 saat Kwan-woo membaca artikel, aku menjelaskan bahwa mungkin Joon-guk di penjara karena membuat keributan di rumah sakit. Dan ternyata bukan itu, tapi dia di penjara karena membunuh ayahnya Soo-ha. Dan yang meninggal bukan hanya ibunya, tapi anaknya juga. Jadi, anaknya tidak hilang seperti dugaan.)

Joon-guk tertawa, ā€œAh..kau sangat pintar, Jang Hye-sung. Kau akhirnya mengetahui semuanya? Itu benar. Orang yang memulai semua ini bukan aku, tapi ayahnya Soo-ha.ā€
Hye-sung: ā€œTidak. Orang yang memulai semua ini adalah kau. Jangan bertingkah seperti korban. Kau adalah seorang pembunuh. Bahkan sejak kau membunuh ayah Soo-ha dan ibuku, semua alasanmu menghilang. Saat itulah semua di mulai.ā€

Joon-guk terlihat sedikit bersedih, ā€œApa yang harus aku lakukan saat tidak ada seorang pun yang akan mendengarkanku? Dokter dan polisi, tidak ada seorangpun yang mendengarkanku. Haruskah aku tetap bertahan? Hidup seperti itu? Apa kau pikir itu mungkin?ā€

Hye-sung teringat perkataan ibunya sebelum meninggal:
ā€œKau tahu? Mata untuk matan dan gigi untuk gigi. Jika kau hidup seperti itu, semua orang di dunia ini akan menjadi cacat. Seseorang yang memperlakukanmu dengan buruk, mereka melakukannya karena mereka cemburu. Jangan membenci orang seperti itu. Pahami mereka dan kasihanilah mereka. Kau mengerti?ā€

Joon-guk terdiam, mengenang masa lalunya yang menyedihkan.
Hye-sung: ā€œSekarang, aku tahu mengapa ibuku mengatakan kata-kata itu, saat aku melihatmu. Aku tahu bagaimana kau menjalani hidupmu 11 tahun ke belakang. Balas dendam, kebencianā€¦ Sejak kau menjalani hidupmu seperti itu selama 11 tahun, berapa banyak neraka yang telah kau lewati.ā€

Joon-guk: ā€œApa?ā€
Hye-sung: ā€œJangan berpikir bahwa Soo-ha akan menjadi sepertimu. Soo-ha berbeda.ā€
Joon-guk tersinggung, dia mengambil kunci inggrisnya, ā€œAku sudah mengatakannya, jangan terlalu yakin.ā€
Hye-sung tertawa meremehkan Joon-guk, ā€œAku sangat yakin. Soo-ha yang aku tahu tidak menyedihkan sepertimu.ā€

Joon-guk emosi, dia berdiri dan mengangkat kunci inggrisnya hendak memukul Hye-sung. Tapi, Hye-sung tidak memalingkan muka atau bahkan sekedar menutup mata ketakutan. Dia dengan berani menatap tajam Min Joon-guk.
*** 



Note:
Awal episode ini banyak sekali flashback, melengkapi episode 16. Beberapa adegan yang terpotong di episode 16.

Comments

  1. mkasih mba mumu.... fightng... :)

    ReplyDelete
  2. kok iya sih mba?
    episode 17 part 2 nya ga ad? penasaraaaan...
    1 episode lgi...hwaiting mba!!

    ReplyDelete
  3. @all, maaf td ada kesalahan posting. sekarang udh ada lagi ya..
    -mumuzizi-

    ReplyDelete
  4. dtnggu kelanjutannya..

    Secepatnya ya...

    ReplyDelete
  5. eonni semangat ya bwt posting part selanjutnya,,,,,,,

    aku slalu menunggu postinganmu,,,, '3

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2