Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 10 - 2


Seong-bin menyerahkan formulir kunjungannya pada petugas.
Petugas: ā€œPark Soo-ha tidak diperkenankan menerima pengunjung lagi. Seorang teman baru saja datang dan sedang bertemu dengannya sekarang.ā€
Seong-bin: ā€œLagi? Apa dia hanya diperbolehkan dikunjungi satu orang dalam sehari?ā€

Petugas: ā€œYa, datang lagi besok.ā€
Seong-bin kecewa, sepertinya dia sudah berkali-kali kesana.

Seong-bin: ā€œAish, ini membuatku gila. Berapa kali aku sudah mencoba sampai hari ini?ā€
Seong-bin berjalan dengan kesal.

*** 

Joon-gi membacakan diary lagi untuk Soo-ha, entah ini hari ke berapa.

ā€œApakah kau pernah pergi ke aquarium? Aku sangat ingin pergi kesana.ā€

Joon-gi: ā€œApa kau anak kecil? Mengapa kau ingin pergi ke aqu---ā€œ tidak melanjutkan kata-katanya karena melihat ekspresi muka Soo-ha yang serius.

ā€œDuniaku sangat bising. Aku berpikir jika aku pergi kesana, amak akan lebih tenag dan damai.ā€

Joon-gi: ā€œApa yang kau bicarakan? Mengapa bising?ā€

ā€œSuatu hari aku ingin pergi ke aquarium bersamamu.ā€


Joon-gi: ā€œAku mungkin akan memuntahkan semua organku jika aku tetap melakukan ini."

Soo-ha mendapat kilasan ingatan, dia melihat Hye-sung di aquarium, ā€œLanjutkan.ā€

ā€œHari ini hari peringatan kematian ayahku. Kapanpun aku memikirkan ayahku, aku pasti memikirkanmu juga. Aku memikirkan saat kau datang ke pengadilan. Jika kau tidak datang, kapanpun aku memikirkan ayahku, aku pasti akan merasa menyesal dan bersalah. Aku selalu berterima kasih padamu. Itu karena kau sehingga aku bisa bernapas.ā€
                  
Joon-gi: ā€œGadis yang kau bicarakan disini, dia sama, kan? Untuk sepuluh tahun?ā€
Soo-ha mengangguk ragu, ā€œYaā€¦ā€

Joon-gi: ā€œApakah mungkin dia, seorang pengacara?ā€
Soo-ha: ā€œSepertinya begitu. Tapi aku tidak bisa mengingatnya dengan baik.ā€
Joon-gi: ā€œBocah. Aku tidak tahu sebelumnya, tapi kau benar-benar seorang yang romantis.ā€

ā€œKami melaksanakan ujian akhir hari ini.ā€

*** 

Joon-gi keluar dari gedung. Masih ada Seong-bin disana.
Seong-bin: ā€œHey, Kim Joon-gi!ā€
Joon-gi: ā€œGo Seong-bin! Sudah lama sekali!ā€


Seong-bin: ā€œHey! Karena kau mengunjungi Soo-ha setiap hari, aku tidak bisa menemuinya! Aish, dia hanya bisa menerima kunjungan satu kali setiap hari. Kau bahkan tidak dekat dengannya, mengapa kau tetap mengunjunginya?!ā€
Seong-bin kesal dan menendang Joon-gi.
Joon-gi: ā€œAku hanyaā€¦.bukan apa-apa. Aku menahannya karena kau sangat menyedihkan.ā€
Seong-bin: ā€œMenyedihkan apa?ā€
Joon-gi: ā€œGo Seong-bin, lepaskan perasaanmu dan kembalilah ke akal sehatmu. Park Soo-ha tidak akan jatuh padamu bahkan jika kau memukulnya ribuan kali. Tidak akan pernah.ā€


Joon-gi berbalik pergi. Seong-bin terlihat terluka dengan kata-kata Joon-gi. Dia mengejar Joon-gi dan memukul kepalanya dengan tas. Joon-gi menoleh akan marah, tapi dia melihat Seong-bin yang berkaca-kaca.

Seung-bin: ā€œAku tahu, kau bajing*n! aku tahu bahwa aku hanya membuang-buang waktu. Aku tahu itu dengan baik!!ā€
Seong-bin menangis dan berjalan pergi.

Joon-gi: ā€œHey! Mengapa kau menangis karena itu? Ah, Go Seong-bin!ā€
Joon-gi mengejar Seong-bin.

*** 
Hye-sung: ā€œJadi, suatu hari kau bangun di rumah kakek itu? dan dia mengatakan bahwa kau adalah anak keponakannya.ā€
Soo-ha: ā€œYa.ā€

Hye-sung: ā€œIni aneh. Jadi, mengapa dia mengatakan bahwa kau adalah anak dari keponakannya?ā€

Hye-sung menulis sesuatu.

Soo-ha bertanya: ā€œMengapa kau bekerja sangat keras? Apakah semua pengacara seperti ini? Jika tidak, apakah aku orang yang spesial untukmu, Nona Pengacara?ā€
Hye-sung: ā€œYa. Sangat spesial. Pria yang diduga bahwa kau membunuhnya, Min Joon-guk, dia membunuh ayahmu dan ibuku. Tapi, dia menggunakan hukum dan lari dari hukuman. Pada akhirnya dia membuatmu menjadi seorang pembunuh. Jika kau kalah dalam persidangan, aku tidak akan percaya pada keadilan, hukum dan sebagainya. Aku tidak akan menjadi seorang pengacara lagi. Aku tidak bisa melihatnya (kalah). Apapun yang terjadi, aku akan melindungimu dengan hukum. Jadi, kau sangat spesial untukku, sekarang.ā€

Soo-ha: ā€œBagaimana denganmu untukku, Nona Pengacara?ā€
Hye-sung: ā€œHuh?ā€

Soo-ha: ā€œOrang seperti apa kau untukku?ā€

Hye-sung mengalihkan pandangannya, ā€œHanya seorang kenalan.ā€
Soo-ha: ā€œHanya itu? Aku tidak menyukaimu atau menganggapmu spesialā€¦tidak seperti itu?ā€


Hye-sung terdiam dan mengingat saat soo-ha menciumnya, ā€œJika aku harus mengatakannya, kau sangat tidak menyukaiku. Kau tidak menyukaiku. Kau mengatakan aku adalah orang berantakan dan materialistis.ā€

Soo-ha: ā€œBohong. Itu tidak seperti itu kan? Lalu mengapa itu terlihat seperti kebohongan?ā€
Hye-sung: ā€œItu bukan kebohongan. Itu kebenarannya. Juga, aku berharap itu kebenarannya.ā€

Soo-ha diam saja.
Hye-sung: ā€œUntuk sekarang. Fokus saja pada kasusmu. Mengerti?ā€

*** 

Hye-sung duduk sendiri di ruang pengadilan. Kwan-woo masuk ke ruangan itu. dia heran melihat Hye-sung disana, dan menghampirinya.
Kwan-woo: ā€œApa yang kau lakukan?ā€

Hye-sung: ā€œAku datang untuk mempersiapkan kasusnya, karena ini persidangan oleh juri pertamaku. Dan kau, Pengacara Cha?ā€

Kwan-woo: ā€œAku datang untuk bersiap-siap juga. Apa kau gugup?ā€
Hye-sung: ā€œTidak. Tidak sama sekali.ā€

Kwan-woo: ā€œAku gugup. Setiap kata-kataku bisa menentukan kehidupan Soo-ha. Aku takut dan gugup.ā€
Hye-sung: ā€œKau tidak boleh gugup.ā€


Kwan-woo: ā€œJangan khawatir, besok aku akan berusaha dengan semua kemampuanku. Tidak peduli bagaimana, kita harus mendapatkan keputusan tidak bersalah. Hanya itu caranya agar aku bisa membalas sedikit hutangku pada kalian berdua.ā€

Hye-sung dan Kwan-woo menatap lurus kedepan.
Kwan-woo: ā€œSelain itu, jika aku mendapatkan keputusan tidak bersalah, aku akan bertanya padamu lagi. Apakah kau bisa memberiku kesempatan sekali lagi.ā€
Hye-sung: ā€œPengcara Cha, akuā€¦.ā€
Kwan-woo: ā€œAku belum bertanya. Jadi jangan menjawab sekarang, tapi tungguā€¦sampai aku bertanya padamu.ā€

*** 
Jaksa sedang bersiap-siap akan ke ruang sidang. Mereka memasukkan berkas-berkas yang akan dibawa ke dalam kardus besar.

Tim pengacara juga sedang bersiap-siap.
Kwan-woo: ā€œYoo-chang, kau tidak lupa apa yang aku minta, kan?ā€
Yoo-chang: :Ya, jangan khawatir. Aku membawanya sekarang. Sebelum itu, ini.ā€
Yoo-chang memberikan sesuatu pada Hye-sung.

Hye-sung: ā€œApa ini?ā€
Yoo-chang: ā€œAku menyimpan sejak setahun yang lalu. Aku ragu kapan aku harus menyerahkannya kembali padamu, dan berpikir sekarang adalah waktu yang sangat tepat.ā€

Yoo-chang dan Hye-sung tersenyum. Hye-sung memasang pin pengacaranya kembali.
***

Soo-ha memakai baju yang dibawakan oleh Hye-sung.
Petugas: ā€œApakah pengacara itu membawakan baju ganti yang baik?ā€
Soo-ha: ā€œYa..ā€
Petugas: ā€œAku kira dia tidak mau juri mengambil kesimpulan dari awal, karena ini persidangan juri. Wow, kesetian pengacara ini sangat menakjubkan. Sampai nanti keputusan hukuman dibacakan, kau pasti sangat gugup.ā€

(maksudnya kalau pake baju yang gak pantas nanti dinilai jelek sama juri, kan banyak orang yang menilai sebuah buku dari covernya saja.)

Petugas menepuk pundak Soo-ha. Soo-ha sedikit senyum. 


Tiba-tiba kepalanya terasa sakit, dia memegangi kepalanya dan melihat kilatan ingatan.
Dia berada di pinggir kolam bersama Min Joon-guk yang menangis. 

Petugas: ā€œAda apa? Apa kau merasa sakit?ā€
Soo-ha: ā€œAh, tidak. Aku baik-baik saja.ā€
Soo-ha bingung dengan apa yang diingatnya.
*** 



Hakim memasuki ruangan, dan sudah ada 10 juri disana. Pembela dan jaksa sudah ada di ruangan, maka hakim mempersilahkan terdakwa untuk masuk.


Soo-ha masuk ruang sidang dengan takut-takut, tampak jelas di wajahnya. Dia melihat Hye-sung yang tersenyum, dan dia tidak mengalihkan pandangannya dari Hye-sung. Seperti mencari perlindungan.
Suara Hye-sung: ā€œLebih dari sebelumnya, aku butuh mata yang bisa membaca pikiran milikmu. Tapi mengapa, dari semua waktu, sekarang kau tidak bisa membaca? Akankah aku bisa memenangkan kasus ini tanpa matamu? Akankah aku bisa melindungimu?ā€

Flashback jaksa sebelum persidangan. (Akan banyak flashback setelah ini.)
Staff kejaksaan: ā€œApa kalian berdua menangani persidangan oleh juri ini bersama?ā€
Do-yeon: ā€œYa. Aku memintanya untuk menolongku, karena ini sidang juri pertamaku.ā€

Jaksa (mian belum tau namanya): ā€œKau akan menangani pernyataan  pembuka, kan?ā€
Do-yeon: ā€œYA. Tapi haruskan aku mempersiapkan pernyataan pembuka yang hampir sama dengan persidangan biasa?ā€

Jaksa: ā€œTidak, pernyataan pembuka sangat penting dalam sidang juri. Jangan sombong, dan kau perlu bertindak seperti kau menyerahkan semua keputusan pada juri. Kau perlu mendekati mereka dengan kerendahan hati.ā€

Do-yeon mengangguk.
Ruang sidang.
Do-yeon berdiri dan menghadap juri untuk pernyataan pembuka.

Do-yeon: ā€œSaya jaksa umum untuk kasus ini, Jaks Seo Do-yeon. Saya berdiri disini hari ini untuk membantu anda membuat keputusan. Dalam rangkan membantu anda memahami kasus ini, saya mempersiapkan sebuah presentasi.ā€


Do-yeon menunjukkan presentasinya mengenai kasus ini.
 Hye-sung berbisik pada Kwan-woo: ā€œPresentasinya menyolok sekali, punya kita presentasi biasa saja.ā€
Kwan-woo: ā€œJangan khawatir. Itu hanya membuat bingung mata dan tidak mempunyai banyak efek.ā€   (bener bangetā€¦)


Do-yeon: ā€œ11 tahun yang lalu, oleh korban, Min Joon-guk, ayah terdakwa, Park Soo-ha, dibunuh.ā€

Soo-ha seperti tercengang mendengar ayahnya dibunuh Min Joon-guk.

Do-yeon: ā€œSetelah Min Joon-guk dibebaskan dari penjara, dia menguntit terdakwa dan tahun lalu, dia melukai terdakwa. Terdakwa yang dendam terhadap korban, sekitar pukul 23:00 pada 22 Juli 2012, bertemu korban di Pemancingan Big Fish di Yeonjo City dan membunuhnya. Dan, dia memotong tubuhnya. Dipercaya bahwa dia menyembunyikan bagian tubuhnya di dalam sungai.ā€


Soo-ha mengingat kilasan ingatan yang tadi, Min Joon-guk menangis/meringis di depannya disamping kolam air.

Do-yeon: ā€œTerdakwa telah mengaku pada polisi. Hari ini, laporan tentang semua bukti, saya berencana menghadirkannya pada juri. Terdakwa, dalam rangka menyembunyikan kejahatannya, memutilasi mayatnya dengan brutal dan tanpa penyesalan untuk kejahatannya, untuk menghindari penangkapannya, melarika diri dan bersembunyi di pulau Ganghwa. Akan tetapi, di akhirnya ditemukan berdasarkan pengamatan yang dilaporkan. ā€œ

Do-yeon menghadap hakim: ā€œMenurut Pasal 250 dan 161 dari Hukum Kriminal, jaksa menuntut atas pembunuhan, penghancuran dan  mutilasi mayat, dan menyembunyikan tubuhnya.ā€


Soo-ha terlihat bingung dengan semua tuduhan jaksa.

Hakim Kim: ā€œTerdakwa, kau mendengar jelas tuntutan yang diajukan padamu?ā€
Soo-ha msih bingung: ā€œApa?ā€


Hakim Kim: ā€œTerdakwa, apakah kau menerima tuntutan jaksa?ā€

Soo-ha terdiam, semua orang menunggu jawabannya, dan melihat dia yang kebingungan. Soo-ha menghadap Hye-sung. Hye-sung menatapnya dan menganggukan kepala pada Soo-ha.

Soo-ha menjawab pertanyaan hakim dengan mata yang masih menghadap Hye-sung, ā€œTidak. Saya tidak menerima tuntutannya.ā€

Hakim Kim: ā€œApa kau mengatakan bahwa kau tidak bersalah?ā€
Soo-ha menghadap hakim, ā€œYa.ā€
Hakim Kim: ā€œBaiklah. Pembela. Silahkan mempresenrasikan dari pihakmu.ā€

Hye-sung: ā€œYa.ā€ Dia berdiri dan melihat ke Pengacara Shin yang duduk di bangku hadirin.
Fashback..
Pengacara Shin: ā€œSangat penting saat dimana giliranmu untuk presentasi. Di depan juri, hormati dan berterima kasih pada jaksa. Jadi, juri akan berpikir kau orang yang tidak berat sebelah dan berakal. Mereka akan berpikir bahwa pasti ada alasan orang sepertimu berdiri untuk membela terdakwa.ā€


Hye-sung: ā€œKau benar-benar menginginkan aku berterima kasih pada Do-yeon? Aku tidak akan melakukan itu.ā€

Ruang Sidang.

Hye-sung berdiri menghadap juri, ā€œSaya pengacara terdakwa, Jang Hye-sung. Pertama-tama sebelum saya memulai presentasi, saya ingik berterima kasih pada jaksa, yang menghadapi banyak masalah dalam penyelidikan untuk menemukan kebenaran tentang kasus ini.ā€

Do-yeon tercengang, hakim kasak-kusuk, Pengacara Shin menyungingkan senyumnya.

Hye-sung: ā€œSaat saya melihat fakta pada kejahatan, saya juga berpikir bahwa terdakwa pasti adalah penjahatnya pada mulanya. Akan tetapi, memikirkannya kembali dan berbicara dengan terdakwa, saya banyak menemukan kesangsian yang dapat mendukung bahwa terdakwa tidak bersalah.ā€


Hye-sung menghadap Soo-ha: ā€œPengakuan terdakwa diperoleh saat terdakwa tidak memiliki ingatan, dan  melalui penyelidikan yang memaksa. Dan bukti yang ada merupakan bukti tidak langsung bahwa terdakwa yang membunuh korban. Tapi, hanya bukti tidak langsung yang berdasarkan pada asumsi.ā€

Hye-sung menghadap juri lagi, ā€œTerdakwa juga, tinggal di pedalaman, bukan untuk bersembunyi dari kejahatannya, tapi, karena dia kehilangan ingatannya. Dia benar-benar tidak bisa kembali ke rumahnya sendiri. Seperti bagaimana jaksa akan menunjukkan pada anda bagaimana membuktikan tuntutan, kami juga akan mempresentasikan bukti untuk menyangkal bukti milik jaksa. Fakta bahw tidak ada bukti langsung yang menunjukkan terdakwa benar membunuh korban, ini alasan-alasan kami untuk menolak tuntutan.ā€


Hye-sung sekali lagi menatap para juri dan kembali ke tempatnya. Kedua jaksa saling berpandangan.
Flashback.
Do-yeon: ā€œHaruskan aku mengeluarkan catatan telpon dan salinan pengakuannya?ā€

Jaksa: ā€œAku pikir lebih baik untuk tidak mengeluarkannya. Tipe bukti seperti itu akan memosankan dan sulit untuk juri memahaminya. Tetapi, cari bukti yang bisa tetap membuat juri tertarik. Sesuatu yang akan memiliki pengaruh saat melihatnya.ā€


Ruang Sidang.
Do-yeon memperlihatkan rekaman CCTV saat Soo-ha memukuli Joon-guk di restoran. Juri kasak-kusuk. Soo-ha kembli tercengang mendapati dirinya yang seperti ā€œorang jahatā€.


Do-yeon: ā€œSeperti yang bisa anda lihat, terdakwa begitu marah pada korban. Dan kemarahan itu hanya tumbuh saar Min Joon-guk menghindari hukuman. Pada akhirnya, terdakwa, yang tidak bisa lagi percaya pada hukum, secara pribadi menegakkan keadilan dan membunuh Min Joon-guk. Dalam kemarahannya, terdakwa memotong-motong tubuhnya, secara hati-hati menyembunyikannya dan pergi bersembunyi untuk satu tahun.



Do-yeon menunjukkan foto potongan tangan, membuat Soo-ha dan Hye-sung tercengan, begitu juga hakim dan juri.


Do-yeon: ā€œBagaimanapun, dengan penemuan potongan tangan kiri, kejahatan yang sempurna dari terdakwa tidak lagi sempurna.ā€

Kwan-woo mendesah. Hye-sung berbisik padanya,ā€Gadis jahat. Kau memperlihatkannya dalam berwarna, bukan hitam putih?ā€
Giliran Kwan-woo.

ā€œPenuntutan tempat pada waktu kejadian antara pukul 11 malam dan 3 pagi. Dan pisau yang ditunjukkan sebagai senjata pembunuhan oleh jaksa memiliki mata pisau sepanjang 15 cm. Korban, Min Joon-guk adalah pria yang memiliki berat badan lebih dari 80 kg, dan berarti bukan pria kecil.ā€



Kwan-woo menunjukkan video eksperimen pemotongan pada sapi. Hakim tertawa tak percaya.

Kwan-woo: ā€œBeberapa waktu yang lalu, di tempat penjagalan, saya memotong sekitar 80 kg tulang iga dengan pisau yang memiliki panjang yang sama sengan senjata pembunuhan. Memotongnya melintang membutuhkan waktu 7 jam. Terdakwa yang sebelumnya tertusuk di pundaknya oleh terdakwa dan melemah. Menggunakan satu lengan, dalam hanya 4 jam, dapakan terdakwa membunuh korban yang memiliki berat lebih dari 80 kg dan membuang mayatnya?ā€


Flashback..

Yoo-chang: ā€œIni benar-benar pertarungan yang sulit. Terdakwa tidak memiliki ingatan apapun, dan buktinya adalah sidik jari dalam pisau potongan tangan, catatan telpon, dan bahkan jejak kaki. Terlalu banyak bukti dan semuanya kuat. Banyak bagian bukti yang bisa ditafsirkan dalam dua jalan. Antara Park Soo-ha benar penjahatnya, atauā€¦..ā€


Ruang sidang.
Kwan-woo: ā€œ..Atau seseorang membuat Park Soo-ha sebagai pembunuhnya. Berdasarkan pada apa yang jaksa katakan, terdakwa sangat pintar dan sangat teliti dalam memotong korban dan hidup bersembunyi untuk menyembunyikan kejahatannya. Tapi, sekarang, dengan meninggalkan semua bukti disana, itu tidak bisa dipercaya bahwa pembunuhnya meninggalkan itu begitu saja. Sama seperti, jika seseorang mengatakan padamu: Orang itu adalah penjahat.ā€


Juri mengangguk-angguk.

Kwan-woo melanjutkan: ā€œLalu kami, tidak mengetahui bahwa disana ada penjahat lain. Kita tidak akan jatuh dalam perangkap mereka? Juga, kita harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa di luar sana ada tersangkan lain. Jika ada bukti yang cukup untuk mempercayai bahwa mungkin ada tersangka lain, maka terdakwa hrus dipertimbangkan tidak bersalah.ā€
Flashback..
Pengacara Shin: ā€œTidakkah ini berbahaya untuk memberi kesan bahwa ada tersangka lain? Jika jaksa memiliki alibi, kasus ini akan kalah. Aku juga, kalah 26 tahun yang lalu menggunakan metode itu.ā€
Kwan-woo: ā€œTapi, tidakkah ini taktik paling berguna untuk menggerakkan juri?ā€


Hye-sung: ā€œSaat ini, yang hanya bisa kita lakukan adalah memberikn kecurigaan yng masuk akal. Walaupun itu berbahaya, aku rasa itu tembakan yang cukup bagus.ā€
Ruang sidang.

Hye-sung: ā€œSegera setelah kejadian diketahui, polisi dan jaksa, tidak mempertimbangkan tersangka lain, selain Park Soo-ha, dalam penyelidikan mereka. Bahkan disana mungkin ada penjahat lain selama waktu kejadian.ā€

Hye-sung menunjukkan foto jejak kaki.

Hye-sung: ā€œDi tempat kejadian, ada tiga jejak kaki yang berbeda. Yang pertama milik korban, Min Joon-guk. Yang kedua milik terdakwa, Park Soo-ha. Dan yang terakhir milik pemilik pemancingan, Ji Chul-soo. Pemancingan terbuka dimana kejadian perkara adalah terbuka sepanjang tahun. Namun, pemancingan itu di tutup hanya pada malam kejadian. Tidakkah itu tidak biasa? Mengapa mereka beristirahat pada hari itu? untuk mempersiapkan tempat kejadian?ā€


Kwan-woo: ā€œTuan Kim Ji-ho merawat terdakwa, yang tidak memiliki ingatan dan tidak mempunyai hubungan apapun dengannya, dan tidak melaporkannya pada polisi. Tetapi memberitahu pada tetangganya bahwa dia adalah keponakannya. Ini tidak bisa dimengerti dengan sudut pandang akal sehat. Seseorang berbohong berarti ada sesuatu yang ingin disembunyikan orang itu. Maka, kita perlu mencurigai sesuatu.ā€


Jaksa berpandangan. 

Flashback..

Do-yeon: ā€œDari pihak Park Soo-ha. Mereka mungkin akan mengatakan kecurigaan yang masuk akal dan menekan bahwa mungkin ada penjahat lain.ā€

Jaksa: ā€œItu keuntungan untuk kita. Terima semua yang mereka katakan tentang penjahat lain.ā€

Ruang sidang.
Do-yeon: ā€Seperti yang mereka katakan, saya menerima bahwa kami melupakan kemungkinan adanya tersangka lain. Itu karena semuabukti mengarah pada satu tersangka.ā€


Do-yeon menghadap ke pembela: ā€œSekarang, pembela memperkirakan kemungkinan adanya tersangka lain. Sebelum tersangka itu memiliki kesempatan untuk mengatakan alibinya, pembela telah melemparkan banyak alasan untuk membuat orang ini menjadi tersangka.ā€
Do-yeon menghadap juri: ā€œPemilik pemancingan, Ji Chul-soo, berusia 61 tahun, memiliki diabetes akut. Satu-satunya yang menjaga terdakwa selama satu tahun, Kim Ji-ho sekarang berusia 74 tahun. Seperti yang pengacara katakan, penjahatnya tidak punya cukup tenaga untuk memutilasi mayat seberat 80 kg dalam 4 jam. Dua tersangka ini sudah tua dan memiliki tenaga yang lebih kecil daripada terdakwa. Dengan itu, bukankah dua orang ini harus dikeluarkan dari daftar tersangka?ā€


Juri mengangguk. Jaksa tersenyum.

Do-yeon menghadap Hye-sung: ā€œMelemparkan kecurigaan tanpa bukti apapun hanya membuat kejahatan terdakwa lebih kuat dan mencurigakan. Saya menerima bahwa mungkin ada tersangka lain. Tapi, dari semua tersangka, satu yang paling mungkin melakukan kejahatannya adalah terdakwa Park Soo-ha.ā€


Do-yeon kembali ke tempatnya.
Kwan-woo berbisik pada Hye-sung, ā€œAnggukan kepalamu seperti baru saja mendengar hal yang sangat luar biasa. Tersenyum dan dengan percaya diri.ā€
Hye-sung: ā€œHuh?ā€
Kwan-woo: ā€œUntuk mengakali juri, berpura-puralah bahwa kau sangat terkejut.ā€

Hye-sung membuka mulutnya: ā€œAh..bagaimana bisa kita mengakali juri dalam situasi seperti ini disaat kita benar-benar tertekan.ā€
Kwan-woo: ā€œSekarang, kita harus memotong momen penuntutan.ā€


Kwan-woo mengangguk pada Hye-sung, lalu berdiri menghadap hakim.

Dengan tersenyum Kwan-woo berkata: ā€œYang mulia, Pengacara Jang dan saya ingin melanjutkan mendiskusikan lebih jauh mengenai pembelaan. Bisakah saya meminta berhenti sejenak?ā€

Hye-sung berbisik: ā€œApa kau gila?ā€
Kwan-woo menyuruh Hye-sung dengan isyarat untuk diam.

Hakim Kim: ā€œHemm..maka haruskah kita beristirahat?ā€

Kwan-woo tersenyum.
Hakim Kim pada Jaksa: ā€œJaksa, bagaimana?ā€
Jaksa: ā€œTidak masalah.ā€

Hakim Kim pada juri: ā€œAnggota juri, kalian tidak diperkenankan berdikusi tentang kasus ini saat istirahat. Kalau begitu, kita akan berkumpul kembali pada pukul 4.ā€

Para pengacara bernafas lega.
*** 

Yoo-chang turun dari sebuah bis sebuah terminal. Kemudian naik taksi menuju suatu tempat.
Di kantor pengacara. Hye-sung berjalan mondar-mandir.
Pengacara Shin: ā€œKau melakukan dengan baik menghentikan sementara persidangan, tapi aku tidak melihat jalan keluar dari ini.ā€

Hye-sung: ā€œApa yang harus ku lakukan? Juri akan berada di pihak jaksa jika terus seperti ini. Haruskah aku tetap menekan tentang kemungkinan adanya tersangka lain?ā€

Pengacara Shin: ā€œJangan. Itu tidak berguna sekarang. Penuntut sudah menyangkal kemungkinannya. Jadi, jika kita tetap menekan kemungkinan tersangka lain, kita akan merugi.ā€
 
Kwan-woo: ā€œWalaupun kesempatannya kecil, masih ada satu kemungkinan tersangka.ā€
Hye-sung: ā€œSiapa?ā€
Kwan-woo: ā€œSeseorang yang melaporkan Park Soo-ha dan mendapatkan hadiah uang, Moon Suk-nam.ā€

Hye-sung: ā€œKau bilang dia tinggal di Gapyeong. Dia bahkan tidak berhubungan dengan Yeonju.ā€
Kwan-woo: ā€œItulah mengapa ini jadi aneh. Park Soo-ha tinggal di pedalaman di pulau Ganghwa, tapi bagaimana dia tahu dimana Soo-ha berada dan melaporkannya disaat dia berada 130 km jauh darinya?ā€

Pengacara Shin: ā€œJadi, itukah mengapa kau mengirim Yoo-chan ke Gapyeong? Untun menemukan orang itu?ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Aku bukan hanya seorang pengacara. Aku juga seorang polisi. Jadi aku sangat yakin ada sesuatu.ā€

Telpon Kwan-woo berdering, dari Yoo-chang.

Kwan-woo: ā€œYa, Yoo-chang. Apakah kau bertemu dengan orang yang melaporkan Park Soo-ha? Apakah dia bertubuh besar? Adpakah dia terlihat cukup kuat untuk melakukan pembunuhan mutilasi?ā€

Terlihatlah Yoo-chang di depan toko buah.

Yoo-chang: ā€œTidak, suasananya tidak seperti itu. Ini tidak terlihat seperti itu. Ini seorang ahujumma.ā€
Kwan-woo berdiri saking terkejutnya: ā€œSeorang ahjumma? Mengapa seorang ahjumma bernama Moon Suk-nam? Itu membingungkan orang. Aku pikir itu seorang pria!ā€

Yoo-chang: ā€œAku tahu. Itulah mengapa. Well, ada orang yang bernama Kim Gong-soo adalah laki-laki.ā€
Yoo-chang dipukul di ahjumma dengan pemukul lalat. ā€œAh.. mengapa kau memukulku?!ā€
Ahjumma Suk-na: ā€œCepat pergi!ā€
Yoo-chang: ā€œAku kan pergi sebentar lagi. Aku sudah bilang aku datang bukan untuk memberikan hadiah uang.ā€

Yoo-chang berbicara di telpon lagi, ā€œPengacara Cha, aku akan kembali.ā€

Kwan-woo: ā€œYa.ā€

Semuanya lemas.
Hye-sung dalam pikirannya: ā€œApa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menerima bahwa dia bersalah?ā€
*** 
Soo-ha duduk di ruang tunggu. Dia mengingat sesuatu.



Soo-ha mencekik leher Joon-guk dan berteriak ā€œDIAMā€ juga mengacungkan tangannya hendak memukul. Joon-guk seperti menangis/meringis kesakitan.

(berulang kali di putar, aku tidak melihat Soo-ha mengacungkan pisau, hanya tangan saja.)
Soo-ha kaget dengan ingatannya, ā€œApa ini?ā€

*** 

Tim pengacara sedang termenung dengan pikirannya masing-masing.
Pengacara Shin pada Kwan-woo: ā€œApa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menerima bahwa dia bersalah?ā€
Kwan-woo: ā€œTerlalu banyak bukti. Kasus ini sangat kuat untuk gagal.ā€

Hye-sung sepertinya menangis, terdengar dari suaranya yang agak serak.
Hye-sung: ā€œApa kau tidak berpikir ada tersangka lain yang kita tidak pikirkan?ā€

Kwan-woo: ā€œAku tidak berpikir ada tersangka lainā€

Pengacara Shin: ā€œIni berjalan sama saat kasus Hwang Dal-joong 26 tahun yang lalu. Sangat terhina. Bahkan nama panggilan untuk kasusnya pun sama. Kasus pembunuhan tangan kiri.ā€

Hye-sung dan Kwan-woo tampak berpikir.
Hye-sung: ā€œHwang Dal-joong..? kasus pembunuhan tangan kiri..ā€
Kwan-woo menyela: ā€œAku ingat. Tersangka yang tidak kita pikirkan.ā€

Hye-sung: ā€œApa kau juga mungkin memikirkan apa yang aku pikirkan saat ini?ā€
Kwan-woo: ā€œYa. Ada satu lagi tersangka dan cocok dengan semua bukti.ā€
Pengacara Shin: ā€œSiapa itu?ā€
Kwan-woo dan Hye-sung berpandangan, mengangguk.
***



Ruang sidang.

Hye-sung menatap Soo-ha yang terlihat cemas dan mengepalkan tangannya. Hye-sung menggenggam tangan itu. Soo-ha menatap Hye-sung dan menggengam balik tangan Hye-sung, mencari perlindungan. Hye-sung tersenyum pada Soo-ha.
Hakim Kim: ā€œPengacara, apakaha ada hal lain yang ingin kau tambahkan? Atau sebaiknya kita melanjutkan pada penyajian terakhir?ā€

Hye-sung berdiri: ā€œSaya punya sesuatu untuk dikatakan pada hakim dan para juri.ā€

Hakim Kim: ā€œYa, silahkan berbicara.ā€

Hye-sung maju ke depan menghadap jaksa dan juri, ā€œSeperti yang anda katakan, aya menerimna bahwa kamu melemparkan kecurigaan lain, tanpa adanya bukti. Tapi, anda mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang cocok dengan semua bukti yang ada, kita berpikir bahwa terdakwa, Park  Soo-ha adalah penjahatnya. Tapi, terus terang, ada satu orang lagi.ā€

Jaksa dan juri tercengang.

Hye-sung: ā€œOrang itu ada di tempat kejadian, cocok dengan semua bukti, dan juga memiliki catatan panggilan. Juga menggunakan pisau sebagai senjata dan memiliki cukup tenaga untuk memotong satu tangan.ā€


Hakim Kim: ā€œSiapa itu?ā€
Hye-sung menghadap hakim: ā€œItu adalah korban, Min Joon-guk.ā€

Hakim Kim setengah berteriak, ā€œApa maksudmu? Min Joon-guk adalah seseorang yang mati dalam kasus ini! Bagaimana mungkin dia menjadi tersangka?ā€

Hye-sung: ā€œYang mulia dan para juri, kami percaya bahwa korban, Min Joon-guk, masih hidup.ā€







Komentar:
Aku setuju dengan kesimpulan akhir dari tim pengacara. Hal yang mereka lupakan dari awal adalah bahwa yang ditemukan hanya potongan tangan sebelah kiri, potongan tubuh lainnya belum ditemukan. Jadi memang ada kemungkinan Joon-guk masih hidup. Dan melihat betapa jahat dan cerdiknya Joon-guk juga dia bisa melukai dirinya sendiri saat membunuh ibu Hye-sung untuk menutupi kejahatannya, sangat mungkin sekali dia memotong tangannya sendiri. Itu kan tangan kiri, dia bisa memotongnya sendiri dengan tangan kanannya.

Joon-guk mungkin merencakan semuanya, dia ingin membuat hidup Soo-ha hancur menjadi seorang pembunuh, dan membuat Hye-sung bersedih. Seperti yang dia katakan pada saat berkelahi dengan Soo-ha di parkiran.


Tentang Soo-ha yang hilang ingatan, mungkin dia di pukul Joon-guk. Dan si kakek penolong juga si ahjumma pelapor merupakan bagian dari rencana Joon-guk. Melihat betpa jauhnya tempat mereka dari tempat kejadian.

Comments

  1. eonni, semangaaat yaa ngepost ihyvnyaa~
    Makasih jugaaa, cuma diblog ini yg paling cepet ngluarin sinopsis ihyv

    Fighting eonni~

    ReplyDelete
  2. yahhh ga pertamax :(
    semangattt!!!
    suka bangettt hehehhee
    happy fasting~~~

    ReplyDelete
  3. waaaa, makin seru...

    Ingatan Park Soo Ha mulai kembali, apa yang sebenarnya terjadi? lalu gimana dengan kemampuannya yang juga hilang?
    agak aneh si kl hilang ingatan kemampuannya juga hilang, semoga aja kemampuan dan ingatannya soo ha kembali dengan cepat supaya terkuak kasusnya MJG.

    Oya lucu de ngelian Joon Gi mau bacaain buku diarinya Soo Haa, secara Joon Gi kan sebel sama Soo Haa gara2 Seong Bin suka sama Soo Haa, well semoga aja Seong bin suka sama Jonn Gi.

    perasaannya si Hye Sung masih abu2 nih, apakah untuk Kwan Woo, atau untuk Soo Haa, apakah dia masih nganggep Soo Ha itu kaya adik laki2-nya sendiri?

    huaaaa, makin penasaran sama drama ini. .

    semangat ya mba mumu untuk nulis episode selanjutnyaa.. ga sabar liat MJG di penjara atau sekalian aja di mutilasi beneran hehehe

    \(^o^)/

    ReplyDelete
  4. Setuju mbak komentarnya. MJG benar benar licik. Masalahnya dimana ia wekarang??

    ReplyDelete
  5. Selalu mendukung onni seperti biasanya... fighting onni!! Bakatmu sungguh luarbiasaa...

    ReplyDelete
  6. How about episode 11? Sudah di post kah???

    ReplyDelete
  7. Huaaaahhh cepetnya udh dipost aja sinopnya makasih mba' Mumu

    ReplyDelete
  8. makasih mba mumu sinopsisnya ^^

    makin seru aja dan semoga soo ha terbebas dr semua tuntutan
    gomawo sinopsis 11 aku udah liat video di soompi tapi ga ngerti terjemahanya hehe

    bella ^__^

    ReplyDelete
  9. cpt ya dipost.. pdhl br kmrn malem bc yg part 1..
    semangat lnjt bt sinop.....

    ReplyDelete
  10. d tunggu sinpsis slnjutx... bkin pnasaran.... :) smngatttttt..... :)

    ReplyDelete
  11. makasi mba sinopsisnya,,,,,, fighting

    ReplyDelete
  12. waaaahhh keren
    ep 11 kapan mb mumu

    ReplyDelete
  13. Makasiihhh :D kayak bener" nonton.. makasih makasih makasih

    ReplyDelete
  14. Ah bener~
    Tangan kiri dipotong kan belum membuktikan manusia mati.. bnyak yg tangannya 22nya ga ada tapi hidup sehat..
    Kalo aku jadi salah satu jurinya, aku pengaruhin juri yg lain :D
    "Bagaimana bisa kalian menyatakan Min Joon Guk mati tapi hanya tangan kiri yang ditemukan. Bukankah ini aneh? Satu tahun berlalu bahkan polisi tidak bisa menemukan bagian tubuh lainnya. Bukankah bangkai sangat cepat tercium baunya? Bagaimana bisa tidak ada bau bangkai yang tercium? Ini aneh bukan? Kemungkinan Min Joon Guk masih hidup atau bangkainya sudah dimakan." :D *edisingayal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaa, aku mau jadi satu jurinya dan nyontek kata2 eoni julia ini. biar sadar noh semua si jaksa n hakim, mereka ngerasa bersalah dengan membebaskan si MJG, malah ndesek si Soo Haa supaya ngaku kejahatan yang ga di lakuin ..
      sip sip
      hahaha

      Delete
  15. haha...betul kan tebakannya di eps 10-1......MJG msh hidup....n dia lagi tersenyum melihat kesibukan org2 membela PSH.......hehe.....

    ReplyDelete
  16. Mbak semangat ngepost nya yaaa XD 態態態 eps 11 ditungguuu~~

    ReplyDelete
  17. seruuu bangettt >< aku udah rada ngeduga joon-guk masih hidup, dan sekarang dia entah lagi sembunyi di mana gitu lol~ dan emang sepertinya dia ngelukai Soo-ha makanya Soo-ha jadi hilang ingatan kaya gitu HUHUHU T^T
    btw terima kasih banyak sinopsisnya~! XDD~ you made my day! hihihi

    ReplyDelete
  18. menanti sinop selanjutnyaaa.......

    ReplyDelete
  19. aku setuju sama pemikiran authornya , joon guk kan licik + pintar jadi bisa aja , kalo aku jadi pengacara jang & cha pasti udah nyerah,bingung :D ditunggu lanjutannya ya

    ReplyDelete
  20. ngga sabaran deh nunggu pastingan selanjutnya...
    semangat ya...
    :)

    ReplyDelete
  21. lanjutkan eonni..semangat..^^

    ReplyDelete
  22. Waaaaah terima kasih untuk sinopsis kecenya ini eonni *bungkuk dalam2*
    Aku reader baru dan langsung baca marathon sinopsis ini :D
    Semangat ya eonni, ditunggu sangat eps 11-nya \(^o^)/

    ReplyDelete
  23. udah nonton episode 11 dengan bahasa kalbu :D
    masih nungguin sinopsisnya disini, biar ngeh apa yg diomongin..

    ReplyDelete
  24. unni reader'mu lagi nunggu ep 11 ,,, ayo fighty !

    ReplyDelete
  25. ditunggu eps 11 nya^^)b ga sabar banget xD cerita nya menarik sihhh :3

    ReplyDelete
  26. MAKASIH SEMANGAT.............................

    ReplyDelete
  27. Hua,,, eonni.,., pnyimpulan diakhir keren bget eon!!!

    ReplyDelete
  28. makasih eonni.. q baru dpt 6 eps nih.. hiks.. T_T cm d blog ini bisa baca kelanjutan ceritanya gmn??
    btw kalo dnload dmn yah? hbs kalo nunggu tmnq lama dpt dramanya..
    btw, semangat eonni.. FIGHTING.. :D

    ReplyDelete
  29. waaahh eonni makasih makasih makasih udh bikinin sinopsisnya panjang lebar gini. ceritanya makin seruuu. hwaitinggg!!!!! :))

    ReplyDelete
  30. I LOVE THIS DRAMA
    THE SECOOND DRAMA I LIKE IN THIS SEASON AFTER SHARK! YEAY!
    Su-Ha dan Hye-Sung, kalau di ending mrk sampe nggak barengan tak jitak paksutnya hahahahaha,dari awal aku juga dah curiga Joon-Guk masih idup! hemm, jadi ingat kasus detektif conan, sama persis, si korban ternyata pelaku utamanya, masih idup, bahkan sampai ganti kelamin...wah...wah....

    ReplyDelete
  31. Hello Unnie^^ trims yah buat sinopsisnya.. sinopsis unnie sangat bagus dan bermutu, sebernanya saya tdk sengaja bca sinopsis ini, tapi krna eps 10 nya ngga lengkap di laptop saya trpaksa googling cari sinopsisnya deh.. tapi saya ngga nyangka bisa baca sinopsis bgs kyk ginj.. once again thanks!

    ReplyDelete
  32. semakin penasaran,,
    tpi aku yakin soo ha tdk bersalahh hee
    thanks sinopsisnya okee bgt n cepet jugaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2