Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 13 - 2


Pagi hari saat Hye-sung mengambil bajunya di kamar yang di pakai Soo-ha, dia melihat notes yang ditempel Soo-ha di belakang pintu, ā€œDia berusaha sangat keras.  Akankah membutuhkan waktu yang lama sampai dia mendapatkan ingatannya kembali?ā€
Lalu telpon berdering. Hye-sung berlari untuk menjawabnya. Namun begitu di jawab telponnya terputus. Hye-sung tidak peduli dan bergegas mandi.
Soo-ha penasaran dengan telpon yang berkali-kali masuk itu. Dia menelpon balik nomor yang tadi telpon.
ā€œNomor yang anda tekan tidak dapat menerima panggilan. Silahkan cek kembali nomor yang anda tekan.ā€

Soo-ha mencoba semua nomor yang masuk, dan semuanya mendapat jawaban yang sama. Terakhir, ada yang menjawab telpon Soo-ha.
Soo-ha: ā€œHalo. Dimana ini? Aku mendapat telpon dari nomor ini.ā€
Man: ā€œWow, keren. Kau dapat menerima telpon dari  telpon umum?ā€
Soo-ha: ā€œNomor ini dari telpon umum?ā€

Man: ā€œYa.ā€
Soo-ha mengambil note: ā€œDimana ini? Telpon umum yang mana?ā€
***


Soo-ha bersama duo polisi mendatangi telpon umum yang dimaksud pria itu.
Pakpol: ā€œJadi, kau bilang menerima telpon dari telpon umum ini kan?ā€
Soo-ha: ā€œYa.ā€ Dia menyerahkan daftar nomor telpon yang masuk, ā€œAda beberapa nomor tidak valid yang masuk, termasuk ini.ā€
Pakpol: ā€œNomor tidak valid? Oh, lalu itu berarti ini  semua dari telpon umum? Mengapa telpon umum?


Lalu Pakpol Jaga melihat CCTV di depan minimarket di seberang telpon umum. Mereka pun meminta pemilik toko untuk menunjukan rekaman CCTV pada jam telpon masuk. Dan mereka terkejut melihat Min Joon-guk tertangkap kamera.

Pakpol Jaga: ā€œCepat laporkan hal ini pada Pimpinan. Bahwa Min Joon-guk menunjukan diri di Yeonjo.ā€
Pakpol bergegas pergi.
Pakpol Jaga: ā€œMin Joon-gu, bajing*n ini. Mengapa dia menelpon?ā€
Soo-ha: ā€œUntuk memeriksa. Apakah Pengacara Jang masih tinggal di sana. Dia menelpon untuk memeriksa.ā€
***
Soo-ha pulang ke rumah Hye-sung dan mengepak baju-baju, make-up, sepatu, buku-buku, dan barang lain milik Hye-sung ke dalam tas dan koper.
***

Hye-sung: ā€œApa yang baru saja kau katakan?ā€
Pengacara Shin: ā€œAku meminta tolong.ā€
Hye-sung masih tidak percaya: ā€œSiapa menolong siapa?ā€
Pengacara Shin: ā€œKau menolongku.ā€

Hye-sung pada Yoo-chang, ā€œYoo-chang, kau mendengarnya kan? Pengacara Shin memintaku untuk menolongnya.ā€
Yoo-chang: ā€œYa. Aku mendengarnya dengan jelas.ā€
Pengacara Shin menunduk penuh harap.

Hye-sung melipat tangannya, ā€œTunggu sebentar. Aku akan memikirkannya.ā€

Hye-sung berjalan ke meja di tengah ruangan, duduk disana dan melipat lagi tangannya.
Hye-sung: ā€œKemari dan beritahu aku. Jika terlihat bisa dikerjakan setelah mendengarnya, aku akan melakukannya.ā€

Walaupun terlihat sedikit kesal, Pengacara Shin mengambil berkasnya dan duduk di samping Hye-sung, ā€œKau tahu kasus Hwang Dal-joong, kan?ā€
Hye-sung: ā€œYa, aku tahu. Setelah dia keluar dari penjara dia menikam seseorang.ā€

Hye-sung lalu memegang tenggorokannya, ā€œAku haus.ā€
Pengacara Shin menyuruh Yoo-chang membeli minuman kaleng. Tapi Hye-sung tidak mau minuman dari mesin.
Hye-sung: ā€œAku tidak mau minuman kaleng, dan juga aku ingin sesuatu yang manis.ā€

Pengacara Shin kesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginan Hyw-sung. Dan kembali menyuruh Yoo-chang.
***
Hye-sung dan Pengacara Shin berdiskusi di dalam ruangan.
Hye-sung: ā€œJadi kau ingin kasus Hwang Dal-joong sebagai sidang juri, dengan ku?ā€
Pengacara Shin: ā€œYa.ā€

Hye-sung mengibaskan rambutnya, ā€œAku sangat mengesankan di persidangan juri, kan?ā€
Pengacara Shin mengakuinya, ā€œYa, kau membuat pengaruh yang kuat.ā€
Hye-sung: ā€œKalau begitu, gambarkan dengan singkat tentang kasusnya.ā€
Pengacara Shin: ā€œSeperti yang kau ketahui, Hwang Dal-joong telah dipenjara selama 26 tahun karena membunuh istrinya dan akhirnya di bebaskan. Setelah bebas dia pergi ke rumah sakit, tapi dia bertemu istrinya yang bekerja di sana. Dia mengatakan tidak punya pikiran untuk menikamnya pada mulanya. Tapi apa yang dikatakan istrinya memprovokasi Hwang Dal-joong.ā€
Flashback.
Dal-joong bertemu dengan istrinya. Mereka berdua sama-sama terkejut. Istrinya menjatuhkan vas bunyanya hingga pecah.

Istri: ā€œMaafkan aku. Tapi itu pilihan terbaik. Aku tidak menyukaimu dan hutangmu. Aku tidak ingin lebih lama hidup sebagai istrimu. Aku tidak mau membesarkan putriku dalam hutang.ā€
Dal-joong: ā€œJadi, kau memotong tanganmu sendiri dan memasukan aku ke penjara?ā€


Istri: ā€œPikirkan hal itu dari sisi positifnya. Lebih baik bagimu berada di penjara daripada hidup dengan hutang. Putri kita sekarang hidup di dalam rumah orang kaya tanpa mengetahui siapa kita. Jika kau membesarkanya, dia tidak akan bisa tumbuh seperti itu. Aku juga bisa bertemu dengan seseorang yang lebih baik daripada kauā€”ā€œ


Dal-joong langsung mencekik istrinya, ā€œApakah itu benar-benar yang harus kau katakan?ā€
Istrinya sudah seperti akan kehabisan nafas. Dal-joong mengambil pecahan kaca vas bunga dan mengacungkannya seakan hendak menikam istrinya.
(Ekspresi Dal-joong keren banget di sini.)

Flashback end.
Hye-sung: ā€œJadi, Hwang Dal-joong menghabiskan waktu 26 tahun di penjara untuk kejahatan yang tidak dia lakukan?ā€
Pengacara Shin: ā€œBenar!ā€
Hye-sung: ā€œApakah ini akan berhasil? Saat dia menikam seseorang yang sudah mati?ā€
Pengacara Shin memegang kepalanya, ā€œAku juga tidak yakin. Bagaimanapun, di mata hukum dia adalah orang yang sudah mati, tapi tetap saja dia orang yang bernyawa. Tapi, Hwang Dal-joong mengatakan dia membunuh hantu dan mengajukan permohonan tidak bersalah.ā€
Hye-sung: ā€œWalaupun kesempatannya tidak besar, aku pikir kita harus mencoba untuk mendapatkan keputusan tidak bersalah.ā€
Pengacara Shin: ā€œTapi sebelum itu, ada satu masalah.ā€

Hye-sung: ā€œApa?ā€
Pengacara Shin: ā€œTidak ada bukti yang membuktikan bahwa korban memiliki hubungan dengan Hwang Dal-joong. 26 tahun yang lalu dia mendapatkan identitas baru, jadi dalam catatan dia benar-benar orang baru.ā€

Hye-sung: ā€œTunggu, tapi jika kau memeriksa sidik jarinya kita akan tahu kebenarannya.ā€
Pengacara Shin memegang kepalanya lagi, ā€œTidak ada sidik jari. Karena dia memegang banyak barang yang sering dibersihkan saat bekerja, dan mereka bilang sidik jarinya semua menghilang.ā€

Hye-sung: ā€œTunggu, lalu bagaimana kita membuktikan dua orang ini adalah pasangan?ā€
Pengacara Shin: ā€œJika kita menemukan putrinya dan melakukan tes DNA, mungkin itu akan berhasil.ā€

Hye-sung: ā€œDimana putrinya?ā€
Pengacara Shin: ā€œItulah apa yang akan kita cari dari sekarang.ā€
Hye-sung kaget, ā€œApa?!ā€
***
Hye-sung kembali berputar-putar di pintu kantor, dan berpikir.
ā€œApapun alasannya dia menikam seseorang. Akankah aku bisa mendapatkan keputusan tidak bersalah? Bagaimana kami akan menemukan putrinya?ā€
Tiba-tiba Soo-ha datang dan menarik tangan Hye-sung.
Hye-sung menghentikan langkah mereka, ā€œSoo-ha!ā€
Soo-ha: ā€œMengapa kau tidak menjawab telpon?ā€

Hye-sung: ā€œKau menelpon? Ponselnya dalam keadaan ā€˜vibrateā€™ sejak aku di persidangan, aku kira aku tidak mengetahuinya. Apa apa? Terjadi sesuatu?ā€

Soo-ha: ā€œMin Joon-guk menampakan diri di Yeonjo.ā€
Hye-sung nampak terkejut, ā€œApa?ā€

Soo-ha: ā€œMin Joon-guk bahkan menelpon untuk memeriksa apakah kau masih tinggal di rumah itu. Rumah itu sekarang berbahaya. Untuk saat ini jangan pulang ke rumah. Mulai hari ini tinggalah di rumahku.ā€
Hye-sung: ā€œRumahmu?ā€

Hye-sung menggandeng tangan Hye-sung dan mengajaknya pergi. Hye-sung masih terlihat syok dan tampak melamun.
Mereka tiba di depan gedung apartemen Soo-ha.
Soo-ha: ā€œNanti aku akan memberi nomor telpon dan alamat tempat ini.ā€
Hye-sung masih juga seperti orang linglung.

Gedung apartemen Soo-ha ini, di pintu gerbangnya saja menggunakan password untuk membuka pintunya.

Mereka masuk ke dalam rumah. Hye-sung melihat sekitarnya, dan kemudian baru menyadari tangannya di genggam Soo-ha, (sejak dari kantor lho..) dan melepaskannya.
Soo-ha: ā€œGedung ini memiliki meja depan (resepsionis/keamanan) dan setiap lorong memiliki CCTV. Ini harusnya lebih aman daripada di rumahmu. Min Joon-guk juga sepertinya tidak mengetahui tempat ini, jadi tinggal dulu disini untuk sekarang.ā€

Hye-sung: ā€œApa polisi sudah tahu?ā€
Soo-ha: ā€œYa. Mulai hari ini, mereka mengatakan mereka akan mulai mencari di daerah itu.ā€

Hy-sung menatap Soo-ha, dan Soo-ha membaca pikirannya, ā€œBagaimana jika Soo-ha mulai berpikir untuk melakukan sesuatu yang buruk lagi? Dia akhirnya mendapatkan tempatnya (tidak bersalah). Tapi, jika dia menyerang Min Joon-guk untuk membalas dendamā€¦ā€

Soo-ha akan marah, ā€œItukah masalahnyaā€”ā€œ tapi tidak jadi, hampir saja ketahuan..
(mungkin Soo-ha berpikir ternyata Hye-sung dari tadi melamun, karena mengkhawatirkan Soo-ha akan melakukan sesuatu pada Joon-guk.)
Soo-ha menunjuk koper, ā€œAku mengemas beberapa barangmu. Jika kau membutuhkan sesuatu aku akan mengambilkannya besok.ā€
Hye-sung: ā€œTidak apa-apa. Jika aku dalam bahaya makan kau juga sama. Jangan pergi.ā€

Soo-ha: ā€œAku akan menemui polisi, jaksa, dan Pengacara Cha, dan meminta bantuan. Aku tidak akan mengatasinya sendirian, jadi jangan khawatir.ā€
Hye-sung: ā€œBaiklahā€¦. Aku lapar. Apa kau punya sesuatu untuk di makan?ā€ Hye-sung berjalan ke dapur.

Soo-ha: ā€œTidak, ada tapi tidak akan cukup. Haruskan aku pergi ke warung?ā€
Hye-sung membuka kulkas dan melihat makanan yang ada di dalam.

Hye-sung: ā€œIni cukup untuk membuat sesuatu. Tunggu sebentar, aku akan membuat sesuatu.

Hye-sung membuat nasi campur seperti biasa. Soo-ha tersenyum melihatnya.
Soo-ha: ā€œApakah ini makanan anjing lagi?ā€
Hye-sung sedikit kesal, ā€œJangan minta lagi setelah makan.ā€

Hye-sung akan memakan nasinya dengan centong nasi, tapi di ambil Soo-ha dan ditukar dengan sendoknya. (so sweet..)
Hye-sung tersenyum.

Sesaat sebelum dia memasukan nasi ke mulutnya, dia tersadar.

Hye-sung: ā€œSoo-ha, apakah kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali?ā€
Mata Soo-ha membesar, ā€œApa? Tidak. Kenapa?ā€
Hye-sung: ā€œKau baru saja mengatakan ā€˜makanan anjing lagi.ā€™ Tidakah itu berarti kau mengingat makanan najing dari sebelumnya?ā€
Soo-ha berusaha mencari-cari alasan, ā€œAku memakan makanan yang sama saat makan siang. Karena itu aku mengatakan ā€˜lagiā€™. ā€œ

Soo-ha menelan makanannya cepat, ā€œapakah kau juga makan ini?ā€
Hye-sung masih nampak bingung dan curiga, ā€œDia tidak akan berbohong padaku. Dia bukan orang yang seperti itu.ā€

Hye-sung kemudian melanjutkan makannya. Soo-ha yang tahu pikiran Hye-sung tadi menatap Hye-sung dengan perasaan bersalah.
***
Min Joon-guk berada di sekitar rumah Hye-sung, dia berusaha menghindari CCTV yang terpasang disana. Ada mobil patroli polisi lewat, dia bersembunyi di balik pohon.
Kemudian dia mengintip ke rumah Hye-sung yang terlihat gelap.

Joon-guk: ā€œDimana semua orang bersembunyi?ā€
***
Do-yeon sedang di tempat latihan golf bersama ibunya. Dia nampak tidak bersemangat dan kemudian duduk.
Nyonya Seo menghampirinya, ā€œKenapa? Apakah kau tidak sehat hari ini? Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?ā€

Do-yeon: ā€œIbu, kau tahu tentang kasus Hwang Dal-joong, kan? Ayah menghubungi pimpinan untuk mengalihkan kasusnya orang lain.ā€
Nyonya Seo: ā€œAyah? Mengapa?ā€
Do-yeon: ā€œAku tidak tahu. Dia tidak mau memberitahu saat aku menanyakannya.ā€

Nyonya Seo: ā€œIni aneh. Saat kita membicarakan Hwang Dal-joong, dia bersikap sangat agresif.ā€ Nyonya Seo kemudian berpikir dan teringat sesuatu, ā€œTunggu..mungkinkah itu dia?ā€

Do-yeon: ā€œApa maksudmu dengan dia?ā€
Nyonya Seo: ā€œSetelah dia menjadi hakim, kasus pertamanya ada masalah. Itu kasus pembunuhan dengan korban adalah istrinya, tapi aku pikir terdakwanya mempunyai nama yang sama.ā€
***
Do-yeon di kantornya mencari dan mempelajari informasi  tentang kasus yang dibicarakan ibunya. Dia menemukan sesuatu dan tampak berpikir.
***

Pengacara Shin dan Hye-sung pergi ke panti asuhan tempat Hwang Ga-in (anak Dal-joong) di titipkan.
Pimpinan panti sedang mencari data Hwang Ga-in di berkas, dan akhirnya menemukannya.
Pimpinan: ā€œIni sepertinya tidak mungkin (ditemukan).ā€

Pengacara Shin: ā€œMengapa?ā€
Pimpinan: ā€œDia di adopsi, dan orang yang mengadopsinya mengatakan untuk tidak memberitahukan identitas mereka.ā€
Pengacara Shin: ā€œSeorang teman sangat putus asa mencarinya. Ini hanya satu-satunya cara agar kami bisa menyelamatkan teman itu.ā€
Pimpinan: ā€œMaafkan aku. Ini aturannya. Jadi aku tidak akan pernah memberitahumu.ā€

Pimpinan seperti tahu apa yang ada di pikiran Hye-sung. Dia mempertahankan berkas yang akan diambil Hye-sung, dan menatapnya.

Hye-sung mengajak Pengacara Shin pergi, ā€œAyo, dia bilang ini aturannya.ā€

Saat Hye-sung sudah beranjak pergi, dia dengan cepat berbalik dan menyentuh berkas itu. Pimpinan dengan cepat juga menahan kepala Hye-sung dan mengambil berkasnya.
(adegan ini lucu, ngakak guling-guling liatnya.. ^^)
***
Kwan-woo ditemani Yoo-chang sedang membuka website untuk melihat pengumuman hasil audisi Pembela Umum. Kwan-woo gugup, dan Yoo-chang menenangkannya.
Yoo-chang: ā€œKau mungkin lolos. Jika kau tidak lolos mereka tidak akan mengirim email padamu. Cepat klik.ā€

Kwan-woo: ā€œAku sangat gemetaran.ā€
Yoo-chang: ā€œAh, ayo cepat klik.ā€

Jreng..jreng..klik. duingā€¦
Yoo-chang lebih kecewa daripada Kwan-woo sendiri, dia sampai menghadap dinding.
Kwan-woo: ā€œAh, tidak apa-apa. Aku bisa mencobanya lagi. Tapi, hampir saja. Aku di tempat kedua.ā€
Yoo-chang marah: ā€œTempat kedua? Mengapa mereka menulisnya? Apakah mereka mencoba memprovokasi mu?ā€
Tiba-tiba Soo-ha datang, ā€œApakah kau gagal?ā€
Yoo-chang: ā€œOh, Park Soo-ha. Apa yang membawamu kemari?ā€
Kwan-woo: ā€œHey, kau tidak menyemangatiku dengan baik, kan? Apakah mungkin kau berdoa supaya aku gagal, jadi aku tidak bisa dekat dengan Pengacara Jjang?ā€

Soo-ha: ā€œTidak seperti itu, tidak lagi.ā€
Kwan-woo: ā€œApa? Mengapa sikapmu berubah?ā€
Soo-ha: ā€œMin Joon-guk muncul di Yeonjo.ā€

Yoo-chang dan Kwan-woo merasa kaget.
***
Hye-sung dan Pengacara Shin sedang berjalan berdua dan berbincang.

Hye-sung: ā€œApa yang harus kita lakukan? Apa kita akan menyerah seperti ini?ā€
Pengacara Shin: ā€œAku akan mencobanya lagi. Aku akan menggunakan kata-kata daripada melompat seperti seseorang.ā€ (nyindir Hye-sung yang tadi mencoba mengambil berkas.)
Hye-sung: ā€œBicaramu ramah sekali.ā€

Hye-sung melihat jamnya, ā€œAku harus pergi ke pusat penahanan untuk konsultasi.ā€
Pengacara Shin: ā€œSetelah kembali, cobalah untuk mencari kasus yang mirip. Jika bukan dari negara kita, cobalah dari Amerika.ā€
Hye-sung: ā€œAku mengerti.ā€

Hye-sung melihat Kwan-woo yang menghampiri mereka, ā€œPengacara Cha!ā€
Kwan-woo: ā€œPengacara Jang! Kau akan pergi untuk konsultasi, kan? Ayo pergi bersamaku.ā€

Pengacara Shin: ā€œApa kau juga ada konsultasi? Aku mendengar tidak ada kasus yang serius hari ini.ā€
Kwan-woo: ā€œAku akan menjadi pengawal (bodyguard) Pengacara Jang.ā€
Pengacara Shin: ā€œPengawal?ā€
Kwan-woo pada Hye-sung: ā€œAku mendengar dari Soo-ha bahwa Min Joon-guk menampakan diri, benar kan? Mulai sekarang, kemanapun kau pergi baik ke persidangan atau akan konsultasi, hubungi aku. Jangan persi sendirian.ā€

Dan benar saja, Min Joon-guk mengawasi mereka dari jauh.
***
Soo-ha berada di depan gedung kejaksaan. Dia hendak menemui Do-yeon.

Do-yeon yang hendak keluar gedung melihat ayahnya berbincang dengan atasannya. Do-yeon kemudian mengejar ayahnya yang akan pergi.

Do-yeon: ā€œAyah!ā€
Hakim Seo: ā€œOh, aku tidak menduga akan bertemu denganmu disini. Kau tidak mempunyai jadwal persidangan hari ini?ā€

Do-yeon tidak menjawab pertanyaan ayahnya dan balik bertanya, ā€œApa yang kau bicarakan dengan Kepala Jang?ā€
Hakim Seo: ā€œTidak banyak alasan. Aku hanya datang berkunjung dan kami tidak sengaja bertemu.ā€
Do-yeon: ā€œTidak seperti itu. Kau mungkin datang untuk memeriksa apakah aku benar-benar tidak menangani kasus Hwang Dal-joong.ā€
Soo-ha melihat ayah-anak ini berbicara.
Hakim Seo: ā€œAku tidak pernah membuat permintaan itu.ā€
Do-yeon: ā€œJangan mengelak dan beritahu aku. Mengapa aku tidak boleh menangani kasus Hwang Dal-joong..ā€
Hakim Seo marah, ā€œAku tidak pernah mengatakan itu.ā€

Soo-ha melihat mata Hakim Seo dan membaca pikirannya dan terkejut, ā€œMungkinkahā€¦ā€

Do-yeon: ā€œKau mengatakan tidak pernah melakukannya, kan? Aku akan mengatakan kata-kata itu dengan persis pada Kepala. Dan juga, aku akan kembali menangani kasus itu.ā€

Do-yeon melangkah pergi, tidak menghiraukan panggilan ayahnya.

Hakim Seo nampak berpikir dan khawatir. Soo-ha kembali membaca pikirannya.
***

Malam di kantor pengacara. Hye-sung sedang manandai berkas-berkasnya. Kemudian Soo-ha datang untuk menjemput.
Hye-sung: ā€œSekolahnya sudah selesai? Tunggu sebentar. Aku akan pulang setelah menyelesaikan ini.ā€

Soo-ha: ā€œPelan-pelan saja, karena aku akan menunggumu.ā€
Soo-ha duduk dan mengeluarkan bukunya.
(Kamera fokus pada buku itu,  tapi aku gak ngerti buku apa. Semacam buku persiapan untuk ujian.)

Soo-ha membaca pikiran Hye-sung: ā€œSaat aku bertemu Pimpinan panti, pasti akan sangat bagus, jika Soo-ha ada disana dan membaca pikirannya. Lalu kami akan menemukan dimana putri Hwang Dal-joong berada.ā€

Soo-ha tampak bersalah, dan membaca pikiran Hye-sung lagi, ā€œTidak, tidak. Lebih baik dia tidak memiliki kemampuan itu. Karena dengan kemampuan itu dia memiliki waktu yang sulit.ā€

Hye-sung kemudian bertanya pada Soo-ha, ā€œOh ya, Soo-ha. Apakah kau mengambil semua memo yang ada di rumah ku? Yang ada di pintu.ā€

Soo-ha: ā€œTidak.ā€
Hye-sung berdiri, ā€œHey, kau harus membawanya. Ayo kita pergi sekarang.ā€

Soo-ha menahan Hye-sung dan membuatnya duduk kembali.
Soo-ha: ā€œNanti. Aku akan mengambilnya nanti.ā€
Hye-sung: ā€œApa? Oke.ā€
*** 
Soo-ha dan Hye-sung duduk di halte menunggu bis. Soo-ha masih mempelajari bukunya, sementara Hye-sung sedang melamun sambil menggigiti kuku jempolnya.

Soo-ha menolah dan membaca pikiran Hye-sung, ā€œApa yang harus ku lakukan? Aku harus menemukan putri Hwang Dal-joong apapaun yang terjadi. Haruskah aku diam-diam menyelinap ke panti asuhan? Ah, jika saja aku seorang jaksa, aku bisa meminta surat perintah. Tidak ada yang bisa di lakukan seorang pengacara.ā€

Soo-ha mengingat perkataan Hye-sung saat di pengadilan, ā€œKau thu orang seperti apa kau ini kan? Untuk menjaga janji yang bahkan aku tidak ingat, kau mencariku selama 10 tahun.ā€
Dan perkataan Hye-sung semalam saat makan, ā€œDia tidak akan berbohong padaku. Dia bukan orang yang seperti itu.ā€

Soo-ha menatap Hye-sung, bimbang.
Hye-sung menoleh, ā€œAda apa? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?ā€

Soo-ha dalam hati, ā€œJika aku mengatakan kebenarannya, akankah dia masih melihatku dengan cara yang sama?ā€
Soo-ha memalingkan wajahnya, ā€œTidak, tidak ada.ā€

Hye-sung melihat ada coretan pulpen di wajah Soo-ha.
Hye-sung menunjuk pipinya, ā€œSoo-ha. Di sini.ā€
Soo-ha tanpa ekspresi, kemudian mengecup pipi Hye-sung.


Hye-sung: ā€œHey, aku mengatakan ada bekas pulpen disini.ā€
Soo-ha: ā€œBenarkah? Aku pasti salah paham.ā€
Hye-sung tampak canggung, apalagi dengan sikap Soo-ha yang biasa saja, ā€œApa ituā€¦tiba-tiba.ā€

Soo-ha sepertinya memang tidak terlalu sadar dengan yang dia lakukan. Dia masih terlihat bimbang, memikirkan apa yang harus dia lakukan.
*** 
Duo pakpol sedang di mobil dan berpatroli.
Pakpol: ā€œKarena kita berptroli di sekitar rumah Pengacara Jang, haruskan kita berpatroli di sekitar rumah Park Soo-ha juga?ā€
Pakpol Jaga: ā€œTapi, selain mereka, adakah orang lain yang akan di datangi Min Joon-guk?ā€
                 
Pakpol: ā€œAku tidak yakin. Jika harus ku katakan, mungkinkah itu Jaksa Seo Do-yeon? Terakhir kali di persidangan, dia sangat memojokan Min Joon-guk.ā€
Pakpol Jaga: ā€œLalu, setelah petroli di sekitar rumah Park Soo-ha, haruskah kita patroli di daerah itu juga?ā€
Pakpol: ā€œBaiklah.ā€
***

Kwan-woo berjalan pulang dan mengirim sms pada Hye-sung, ā€œJika kau pulang dengan selamat, kirimi aku sms.ā€

Kemudian dia melihat seseorang di depannya yang sedang berdiri membelakanginya. Orang itu membawa balok kayu, dan tangan kirinya seperti bukan tangan asli. Kwan-woo melipir (bahasa apa tuh? ;p).
***

Hye-sung dan Soo-ha sampai  di rumah. Hye-sung sibuk mengirim sms pada Kwan-woo.
Hye-sung pada Soo-ha yang sebelumnya bertanya dengan siapa Hye-sung mengirim sms, ā€œKarena kau memintanya untuk menjagaku. Membuatku merasa tidak enak.ā€

Soo-ha menatap Hye-sung, lalu berkata: ā€œAku ingin memberitahumu sesuatu.ā€
Hye-sung menjawab tanpa menoleh, ā€œApa? Apa itu?ā€
***

Kwan-woo menurunkan tasnya dan membuka kacamatanya. Dia membalut tangannya dengan dasi dan menghampiri Joon-guk diam-diam. Sayang, tepat saat Kwan-woo berada di belakang Joon-guk, ponselnya berdering, mungkin sms balasan dari Hye-sung, yang membuat Joon-guk tersadar dan berbalik.

Joon-guk memukul Kwan-woo dengan balok kayu sampai kayunya patah. Kwan-woo terjatuh. Dia menendang Joon-guk dan berhasil menjatuhkannya. Saat Kwan-woo akan menahan tangan Joon-guk, Joon-guk berontak, mencengkram dan menarik tangan Kwan-woo dengan kuat, sampai Kwan-woo berteriak kesakitan.

Kwan-woo berdiri dan hendak melawan lagi, namun Joon-guk lebih cepat dan menodongkan kayu yang runcing pada Kwan-woo, membuat Kwan-woo tidak bisa berkutik.
Joon-guk: ā€œSudah lama sekali, Pengacara Cha.ā€
Kwan-woo: ā€œAku tidak tahu apa yang hendak kau cari tahu, tapi aku tidak bisa mengatakan apapun padamu.ā€

Joon-guk: ā€œAku datang bukan untuk mencari tahu sesuatu, tapi karena ingin mengatakan sesuatu padamu.ā€
***
Hye-sung: ā€œApa yang ingin kau katakan, yang membuatmu lama sekali mengatakannya?ā€
Soo-ha memantapkan pilihannya, ā€œAkuā€¦tahu siapa putrinya Hwang Dal-joong.ā€
Hye-sung: ā€œBenarkah? Lalu siapa dia?ā€
Soo-ha: ā€œJaksa Seo Do-yeon.ā€

Hye-sung: ā€œHey, apa kau sedang bercanda?ā€
Soo-ha: ā€œ26 tahun yng lalu, hakim untuk kasus Hwang Dal-joong adalah Seo Dae-suk. Tepat setelah dia menjatuhkan hukuman pada Dal-joong, wanita itu muncul di hadapan Hakim Seo Dae-suk.ā€

Hye-sung: ā€œWanita itu? Maksudmu istri Hwang Dal-joong?ā€
Soo-ha mengangguk.

Flashback.
Hakim Seo baru saja turun dari mobilnya di parkiran gedung. Ada seorang wanita yang menghadangnya. Hakim Seo terkejut melihatnya.
Hakim Seo: ā€œKau tidak meninggal?ā€
Istri Dal-joong: ā€œUntuk hidup, aku telah mati.ā€

Hakim Seo: ā€œIni tidak berperasaan. Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Kau membuat suamimu menjadi seorang pembunuh.ā€
Istri Dal-joong: ā€œLalu, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku kembali dan mengaku? Aku tahu bagaimana pentingnya keputusan ini untukmu.ā€
Istri Dal-joong menunjukan surat kabar yang ada berita Hakim Seo tercetak, ā€œKau bahkan sudah melakukan wawancara untuk Hakim terhebat dalam waktu ini dan dengan kepribadianmu, aku juga tahu bahwa mengubah kaputusanmu adalah hal yang sulit untuk di bayangkan. Aku datang karena aku ingin mengajukan permintaan. Jika kau mengabulkan permintaan itu, aku akan menyembunyikan diri dan namaku sampai hari dimana aku mati. Aku akan hidup sebagai orang yang tidak pernah ada di dunia.ā€
Hakim Seo: ā€œKatakan sesuatu yang berperasaan.ā€
Istri Dal-joong: ā€œMengapa itu tidak berperasaan? Semua orang akan merasa nyaman jika pria itu tetap di dalam penjara. Aku, kau, dan putriku.ā€

Hakim Seo terkejut, dia seperti tidak mengetahuinya, ā€œPutrimu?ā€
Istri Dal-joong: ā€œKau tidak mempunya anak, kan? Dan kau sedang mencari untuk mengadopsi. Ambilah putriku, Hakim. Itu adalah permintaanku.ā€

(I wonder, why she known a lot about Judge Seo..)
Flashback end.
Soo-ha: ā€œHakim Seo menerima permintaannya, dan anak itu adalahā€”ā€œ
Hye-sung: ā€œSeo Do-yeon.ā€
Soo-ha mengangguk.

Hye-sung terduduk, ā€œItu tidak berperasaan. Merencanakan untuk merusak hidup seseorang itukah sesuatu yang bisa dilakukan oleh seseorang? Hwang Dal-joong menghabiskan separuh hidupnya membusuk di penjara.ā€
Hye-sung emosi.
Lalu tersadar, ā€œBagaimana kau bisa tahu?ā€
Soo-ha duduk, ā€œSaat aku akan ke gedung kejaksaan, aku bertemu dengan Hakim Seo Dae-suk. Dan aku melihat matanya.ā€
Soo-ha tidak berani menatap Hye-sung.
Hye-sung: ā€œMatanya? Mungkinkahā€¦ā€¦ā€
Soo-ha: ā€œYa. Kemampuan itu sudah kembali.ā€

Hye-sung terkejut dan langsung berdiri.

Soo-ha melanjutkan, ā€œDan ingatan.ā€


Komentar:
Penasaran dengan istrinya Dal-joong, bagaimana dia bisa merencanakan semuanya, sampai dia tahu celah yang bisa di masuki dari diri Hakim Seo.

Setelah pergulatan batin dan pertimbangan matang. Soo-ha akhirnya mengaku pada Hye-sung, dengan mengambil resiko Hye-sung akan berubah sikap kepadanya. Mungkin Soo-ha juga tidak ingin mengecewakan Hye-sung yang sangat percaya padanya, bahwa dia bukan tipe orang yang suka ingkar janji juga berbohong.

Comments

  1. terima kasih sudah menunggu.. harap dimaklumi jadwal pos yang tidak pasti, karena kadar mengantuk bulan puasa ini semakin meningkat. :)

    ReplyDelete
  2. min beneran deh di tunggu banget episod 14 nya. udah penasaran abiss. semangat!!

    ReplyDelete
  3. Terima ksih sinopx mba' mumu ditunggu sinop brikutnya Ė†āŒ£Ė†

    ReplyDelete
  4. kak,, telat juga gak papa kali...yang penting jangan berhenti ditengah-tengah :D...tetep semangat chingu hwaiting :D

    ReplyDelete
  5. Lama banget mbk baru keluar part 2 nya...
    Smangat mbak

    ReplyDelete
  6. gomawo eonnie ^^
    ditunggu ep selanjutnya yahh

    ReplyDelete
  7. Mumu-shi semangat!

    @suhe

    ReplyDelete
  8. Setelah bolak balik ke blog eonnie dr kmrn akhirnya keluar juga part 2 nya.. Hwaiting eonnie.. episode 14 nya ditunggu Ę³É‘ĢˆĢ¤ĢŠĢ„ĀŖĀŖĀŖĀŖ. Gumawoyeo

    ReplyDelete
  9. Makasih mba mumu ... makin g sabar nunggu kelanjutannya :)
    Tetep semangat y mba :D

    ReplyDelete
  10. lanjutanny dtunggu eonni,, semangat^^

    ReplyDelete
  11. makasiihh eonnie......love you so much,,,,menyempatkan diri membaca sinopsis ini disela-sela waktu belajar untuk ujian geometrii besok....makasiihh eonnie...

    ReplyDelete
  12. Gumawo onnie, , maaf bru coment, , ,biasanya qu jadi silent readers. . .ni koment perdanaku,,hhhe

    lanjut trus onnie, , ,fightiNg. .

    ReplyDelete
  13. Cepet d lanjuut yaah. Bener" ga sabaar bangaet iniii. Hehehe....
    Gomawo eonni... :D
    Smangat yaah, d tunggu klanjutannya. :D

    ReplyDelete
  14. lanjut ya eon,,,,,,,,ga sbr nunggu kelanjutannya,,,,,,
    jja,,,,jja,,, hwaiting,,,,!!!!

    ReplyDelete
  15. makasi postingan nya, makin menunggu. . . . .semangat ,ya. . . . . .
    buat postingan selanjutnya.

    ReplyDelete
  16. Huaa .. Makinnn penasaran ma hub soo ha -hye sung selanjut nya ..
    Fighting ka mumuuuu (Ė˜āŒ£Ė˜)ĪµĖ˜`)

    -indri-

    ReplyDelete
  17. Good...
    Dtnggu kelanjutannya....
    SĢˆŃ”Ģ²Š¼Ģ‡Ī¬Ģ²ŠæGĢ²Ī¬Ģ²Ļ„ (ąø‡Ė†ā–½Ė†)ąø‡

    ReplyDelete
  18. Sebelum baca,komen dulu deh...hahaha...1 hari bolak balik 5 x Ī¬Ļ‘Ī¬ ʁĻ…Ģ²Ģ£É‘ĢˆĢ¤ĢŠĻ„Ģ© ngecek lanjutannya sinopsis mbak mumu...habis penasaran BĢ²ĀŖĢ²ĀŖĢ²nĢ²gĆ«Ģ²ĆŖĢ²Ć©Ģ²ā€ ....gomawo ʔĀŖĪ¬Ģ²Ģ£Ģ£Ģ£Ģ„"Ģ®:) mbak....ditunggu BĢ²ĀŖĢ²ĀŖĢ²nĢ²gĆ«Ģ²ĆŖĢ²Ć©Ģ²ā€  lanjutannya...tq

    ReplyDelete
  19. Wow keren,,, hwaiting lanjut episode 14...

    ReplyDelete
  20. Makasih mba mumu.......:)
    _wiRa_

    ReplyDelete
  21. episode selanjutnya di tunggu ya.. makasih
    ahh harus jadi ah So Ha sama Hyesungnya hehehe

    ReplyDelete
  22. d tunggu lanjutannya mba mumu.....udah ngga sabar sama episode 14 nya....
    makin seru ajja niihhh....

    ReplyDelete
  23. Akhirnya ada part 2. Semangat eonni!!!!!

    ReplyDelete
  24. Mba mumu makasih sinopnya..ga sabar episode 14 nih..fighting mba:)

    ReplyDelete
  25. Mba mumu makasih sinopnya..ga sabar episode 14 nih..fighting mba:)

    ReplyDelete
  26. wahh tinggal nunggu episode 14nya nih!!! Fighting eonni! Jangan berenti di tengahtengah ya:)

    ReplyDelete
  27. ceritanya bertambah tegang ya!!!

    ReplyDelete
  28. waduh...smakin menegangkan....walaupun akan ada tambahan episode smoga jalan ceritanya tidak amburadul...buat mbak mumu semangat ya...ku akan setia menunggu sinopsismu..:)

    ReplyDelete
  29. makasih ya mbak.....
    udah mw nulis sinopsisnya
    semoga ending 'a berakhir happy ending !!!

    ReplyDelete
  30. gumawo eonni mumu, aku selalu ngecek post terbaru eon..
    ditunggu lanjutannya, fighting eon ( ^o^)9

    ReplyDelete
  31. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  32. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  33. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  34. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  35. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  36. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  37. gomawo eonniii,
    di tunggu episode 14 nya :)

    ReplyDelete
  38. siap" yee semuanya, di preview episode 15 ada rumor yg blg kalo HS sama SH ternyata kakak adik, tp baru rumor jadi siap" aja nanti haha

    ReplyDelete
  39. wah,,makin penasaran aja nih..^^

    Mumu-chan,,semangat!!

    ReplyDelete
  40. Mba.. Pengen tanya IHYV jadinya brp epis ya..??

    ReplyDelete
  41. appaaaa??!!!!?????? rumor hye sung sama soo ha kakak adik?????? ittuuu beneran??????
    ahhhhhhhhhhhhhhhhh gaaaa setujuuu........!!!
    maunya mereka jd couple ajja,udah cck bgt,sweet couple......

    ReplyDelete
  42. mwo soha dan hye sung kakak adek
    No0000000000
    mau y mereka jdi couple
    semoga rumor y g bener

    ReplyDelete
  43. trims ya mumu sinopnya ditunggu episode 14nya...^_^
    btw emang beneran soo ha sama hye sung kakak adik..?? kalo beneran kecewa donk...

    @paulina

    ReplyDelete
  44. thank you eonni buat sinopsis-sinopsisnya
    btw, melipir itu apa y

    klo benar soo ha adik pengacara jang aq malah lega, mereka malah gak bakalan pisah
    persaudaraan kan juga bagian dari cinta

    dari pada tiba2 mereka pisah gara2 pengacara jang n cha bakal merit
    @rhinee89

    ReplyDelete
  45. Hi onnie... kenalin, aku reader baru. aku udah lama main ke blog onnie tapi baru sempet kenalan. aku suka drama ini dan aku harap onnie gak bosen bikin sinopsisnya, ya... hwaiting, onnie!!!!!!! :)

    ReplyDelete
  46. Gomawo eonni, ditunggu episode selanjutnya. Fighting! :)

    ReplyDelete
  47. udah liat preview yg eps 15. Dan aku masih gaktau itu bisa disimpulin kakak adik nya dari mananya. :-?

    ReplyDelete
  48. Haddeuh...galau ria! Udah hr rabo sinop ep 14 blm nongol...pa lagi spoiler ep15 n 16 nya...

    mumu-shi fighting! Pengunjung menanti....

    @suhe

    ReplyDelete
  49. greget waktu soo ha nahan buat ngga kasih tau hye sung apa yang ia baca dari fikiran orang lain

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular posts from this blog

Sinopsis SECRET Episode 16 ā€“ 2 (END)

Sinopsis I HEAR YOUR VOICE Episode 18 - 2