Sinopsis AFTERMATH Season 1 Episode 5 (End Season 1)
Aftermath Season 1 Episode 5 (end season 1)
Pria yang tadi siang memukul Joon Goo, berjalan dengan sempoyongan karena mabuk. Dari belakang, seseorang yang memakai jaket mengikutinya. Setelah melewati tikungan yang gelap, orang yang mengikutinya berjalan melewati pria itu dan menggoreskan pisau ke tangan pria itu.
Orang itu berhenti di depan pria itu. Si pria memegangi tangannya, lalu menepuk pundak orang yang menggoresnya, āApa yang kau lakukan?ā
Orang itu menoleh dan menusukan pisaunya ke leher pria itu. Pria itu oleh dan jatuh terduduk sambil memegang lehernya yang berlumuran darah.
Orang yang menusuknya ikut jongkok di depan pria itu, dan membuka tutup kepalanya. Ternyata dia adalah Joon Goo. Si berusaha meminta tolong pada Joon Goo.
Joon Goo berkata: āBercinta dengannya benar-benar menyenangkan.
Esok pagi. Joon Goo berkendara dan terjebak macet (atau lampu merah ya..). Joon Go melamun.
Flashback.
Ada adegan (sepertinya) Joon Goo remaja dengan dua orang wanita dan pria asing (mungkin orang tua angkat), sedang ditodong pistol oleh pencuri. Pencuri itu memanggil temannya. Pria asing yang di samping Joon Goo mendorong Joon Goo ke arah si pencuri. Pistol meledak ke badan Joon Goo.
Lalu ada adegan Joon Goo remaja yang bermata biru, berdiri sambil memegang sebuah benda disamping pria asing itu yang tergeletak dan berlumuran darah dari kepalanya.
Terdengar suara Joon Goo dewasa mengiringi adegan itu: āKenapa menyelamatkan mereka? Mereka akan tetap meninggalkanmu. Setelah semuanya, kaulah satu-satunya yang terluka. Sama sepertiku. Kau akan melihatnya.ā
Flashback end.
Suara klakson mobil dari belakang membuyarkan lamunan Joon Goo. Dia pun segera menjalankan mobilnya.
Joon Goo memencet bel sebuah rumah, dan ternyata itu rumah Dae Yong. Joon Goo berbicara pada ibu lewat interkom dan menanyakan Dae Yong. Ibu membuka pintu untuk Joon Goo, dan bertanya dengan sopan apakah terjadi sesuatu.
Belum sempat Joon Goo menjawab, ibu menyapa In Ho yang menaiki tangga. Ibu memberitahu bahwa Joon Goo datang untuk bertemu dengan Dae Yong.
Joon Goo menoleh dan tersenyum pada In Ho. Sementara In Ho menatap tidak suka.
Dae Yong berlari menuju rumahnya. Terdengar suara Joon Goo di telpon: āDae Yong, kau dimana? Aku di rumahmu.ā
Dae Yong naik ke atap gedung rumahnya menemui Joon Goo. āApa yang kau lakukan?ā Dae Yong menghampiri Joon Goo dan membalikan badannya, āKatakan padaku, apa yang kau lakukan?ā Dae Yong berteriak.
āJika hal kecil seperti itu bisa membuatmu takut, aku benar-benar kecewa. Kau sudah mencoba menyelamatkan orang sebelumnya. Bagaimana perasaanmu? Merasa baik?ā Joon Goo tersenyum sinis.
āYa, benar-benar merasa baik.ā
Joon Goo berkata di depan muka Dae Yong, āKau tidak melakukannya tanpa tujuan.ā
āAku berbeda darimu.ā Ujar Dae Yong, kemudian dia menunjuk Joon Goo, āKau membunuh orang. Aku menyelamatkannya.ā
Joon Goo memainkan tangannya di depan Dae Yong, āSemakin banyak kau menggunakan kekuatanmuā¦.ā Dae Yong menepis tangan Joon Goo. Joon Goo tersenyum sinis dan melanjutkan, ā..akan semakin banyak yang berartiā¦
(diperlihatkan Joon Goo yang bermata biru berhadapan dengan orang-orang yang bermata merah.)
ā¦Membunuh orang lain akan jadi membosankan. Suatu hari nanti, aku hanya membunuh mereka hanya dengan pikiranku.ā
āPsyco!ā Dae Yong mengumpat Joon Goo, lalu pergi dari sana.
Dae Yong turun ke bawah dan keluar gedung, akan menghampiri In Ho yang sudah menunggu.
Lalu Joon Goo menyusul dari belakang dan berkata pada In Ho, āKau teman Dae Yong, kan?ā
Dae Yong menoleh pada Joon Goo, wajahnya putih, tapi matanya ditutup kacamata. Dae Yong menoleh pada In Ho, wajahnya putih, dan matanya merah. Dae Yong menoleh lagi pada Joon Goo, dia panik.
In Ho memanggil Dae Yong untuk menghampirinya, dan In Ho bergerak berjalan ke arah Dae Yong.
āJangan mendekat! Tunggu sebentar, In Ho.ā Dae Yong dengan cepat mencegah In Ho mendekata. Dae Yong takut terjadi sesuatu. In Ho tampak bingung, tapi dia menuruti perintah Dae Yong. Dae Yong kemudian bilang pada In Ho dia harus bicara dengan Joon Goo dulu, dan kembali meminta In Ho menunggu.
Dae Yong menghampiri Joon Goo, āApa yang kau lakukan?ā
āApakah kau tidak penasaran? Tebaklah, apa warna mataku sekarang?ā Joon Goo tertawa, lalu mendekat dan berbisik pada Dae Yong, āAku rasa kau tidak akan menyampaikan kematian temanmu sendiri, bukan? Aku tidak akan membunuh orang-orang di sekitarmu. Karena persahabatan ituā¦berharga.ā
Joon Goo lalu pergi. Dae Yong tampak sedikit merasa takut. In Ho menghampiri Dae Young dan memukul kepalanya.
āSiapa dia? Dia tampak menjengkelkan.ā Tanya In Ho.
Dae Yong tidak menjawab dan mengajak In Ho pergi. In Ho kembali memukul kepala Dae Yong, membuatnya kesal.
āKau, jangan berteman begitu saja dengan siapapun yang kau temui, hah! Terlalu mudah!ā In Ho memukul-mukul badan Dae Yong.
āKaulah yang mudah!ā ujar Dae Yong.
In Ho kemudian naik ke punggung Dae Yong, sehingga mau tak mau Dae Yong menggendongnya.
Seorang pria menodong seorang wanita di keramaian. Dia merangkul wanita itu, sehingga orang yang melihatny tidak curiga dan menyangka mereka adalah pasangan kekasih. Wanita itu berusaha melepaskan diri, tapi si penodong terus mengancam.
Lalu seperti ada yang memanggil si penodong. Si penodong menoleh. Dae Yong berlari dari belakang dan menghantamkan botol ke kepala si penodong, sehingga dia terhunyung dan jatuh.
Dae Yong menghampiri si wanita yang terjatuh, dan bertanya apakah wanita itu baik-baik saja. Dae Yong membantu wanita itu berdiri. Si wanita membungkuk berkali-kali mengucapkan terima kasih.
Orang-orang yang melihat kejadian itu berkerumun dan bertepuk tangan untuk Dae Yong. Dae Yong tersenyum malu.
āSejak hari itu, aku mencoba lebih keras untuk menyelamatkan hidup orang. Akhirnya aku sudah terbiasa pada Kim Joon Goodan semua ketidaknyamanan yang dibawa oleh kekuatan ini.ā
Dae Yong berpose saat di foto oleh orang-orang.
Dan dia pun masuk di kata pencarian teratas di internet.
Di sekolah, dua siswi bergosip tentang Dae Yong.
āHei, Ahn Dae Yong menyelamatkan seseorang lagi kemarin.ā
āBenarkah? Sungguh? Dia luar biasa!ā
Yang dibicarakan sedang berjalan sambil berandengan tangan dengan Hee Kyung.
āTunggu aku setelah sekolah.ā
āKenapa?ā
āSesuatu telah terjadi.ā
Dae Yong terus tersenyum sambil memegang tangan Hee Kyung. Hee Kyung menatap Dae Yong. Dae Yong bertanya kenapa, apakah Hee Kyung tidak bisa. Hee Kyung mengangguk. Dae Yong bilang dia mengerti.
Tapi, sore harinya, hanya tinggal ada Hee Kyung dan Dae Yong. Hee Kyung duduk di meja dan membaca sebuah buku. Dae Yong duduk di kursi di depannya.
Dae Yong memanggil Hee Kyung lalu mengambil buku yang dibaca Hee Kyung dan menyimpannya. Dae Yong mengeluarkan cincin dan memasangkan pada jari manis Hee Kyung. Dae Yong tersenyum, sementara Hee Kyung terdiam menatap cincin yang ada di jarinya seakan tak percaya.
Dae Yong berdiri, dan mendekatkan wajahnya pada Hee Kyung. Dae Yong lalu mencium Hee Kyung.
Dae Yong tersenyum. Hee Kyung melihat ke arah luar, lalu berbalik menatap Dae Yong. Wajahnya berubah putih dan matanya menjadi biru.
***
Bersambung ke Season 2.
Komentar:
Episode ini menurutku kurang jelas. Di awal langsung saja Dae Yong tahu kalau Joon Goo itu menggunakan kekuatannya untuk membunuh orang lain, tidak dijelaskan bagaimana Dae Yong sampai tahu.
Masa lalu Joon Goo juga tidak terlalu dijelaskan, pasangan orang asing itu siapa. Dan kenapa Joon Goo membunuh pria itu.
Dan tentang endingnya yang menggantung, sebenarnya drama ini memang belum tamat, masih ada season 2 yang berisi 6 episode. Jadi, drama SNS ini ada 11 episode dibagai 2x penayangannya. Season 1 di tayangkan tanggal 6 januari, sedangkan season 2 di tanggal 13 kalo gak salah, dan subtitle untuk season 2 belum keluar, jadi belum bisa dilanjut sinopsisnya.. :)
Pria yang tadi siang memukul Joon Goo, berjalan dengan sempoyongan karena mabuk. Dari belakang, seseorang yang memakai jaket mengikutinya. Setelah melewati tikungan yang gelap, orang yang mengikutinya berjalan melewati pria itu dan menggoreskan pisau ke tangan pria itu.
Orang itu berhenti di depan pria itu. Si pria memegangi tangannya, lalu menepuk pundak orang yang menggoresnya, āApa yang kau lakukan?ā
Orang itu menoleh dan menusukan pisaunya ke leher pria itu. Pria itu oleh dan jatuh terduduk sambil memegang lehernya yang berlumuran darah.
Joon Goo berkata: āBercinta dengannya benar-benar menyenangkan.
Esok pagi. Joon Goo berkendara dan terjebak macet (atau lampu merah ya..). Joon Go melamun.
Flashback.
Ada adegan (sepertinya) Joon Goo remaja dengan dua orang wanita dan pria asing (mungkin orang tua angkat), sedang ditodong pistol oleh pencuri. Pencuri itu memanggil temannya. Pria asing yang di samping Joon Goo mendorong Joon Goo ke arah si pencuri. Pistol meledak ke badan Joon Goo.
Lalu ada adegan Joon Goo remaja yang bermata biru, berdiri sambil memegang sebuah benda disamping pria asing itu yang tergeletak dan berlumuran darah dari kepalanya.
Terdengar suara Joon Goo dewasa mengiringi adegan itu: āKenapa menyelamatkan mereka? Mereka akan tetap meninggalkanmu. Setelah semuanya, kaulah satu-satunya yang terluka. Sama sepertiku. Kau akan melihatnya.ā
Flashback end.
Suara klakson mobil dari belakang membuyarkan lamunan Joon Goo. Dia pun segera menjalankan mobilnya.
Joon Goo memencet bel sebuah rumah, dan ternyata itu rumah Dae Yong. Joon Goo berbicara pada ibu lewat interkom dan menanyakan Dae Yong. Ibu membuka pintu untuk Joon Goo, dan bertanya dengan sopan apakah terjadi sesuatu.
Belum sempat Joon Goo menjawab, ibu menyapa In Ho yang menaiki tangga. Ibu memberitahu bahwa Joon Goo datang untuk bertemu dengan Dae Yong.
Joon Goo menoleh dan tersenyum pada In Ho. Sementara In Ho menatap tidak suka.
Dae Yong berlari menuju rumahnya. Terdengar suara Joon Goo di telpon: āDae Yong, kau dimana? Aku di rumahmu.ā
Dae Yong naik ke atap gedung rumahnya menemui Joon Goo. āApa yang kau lakukan?ā Dae Yong menghampiri Joon Goo dan membalikan badannya, āKatakan padaku, apa yang kau lakukan?ā Dae Yong berteriak.
āJika hal kecil seperti itu bisa membuatmu takut, aku benar-benar kecewa. Kau sudah mencoba menyelamatkan orang sebelumnya. Bagaimana perasaanmu? Merasa baik?ā Joon Goo tersenyum sinis.
āYa, benar-benar merasa baik.ā
Joon Goo berkata di depan muka Dae Yong, āKau tidak melakukannya tanpa tujuan.ā
āAku berbeda darimu.ā Ujar Dae Yong, kemudian dia menunjuk Joon Goo, āKau membunuh orang. Aku menyelamatkannya.ā
Joon Goo memainkan tangannya di depan Dae Yong, āSemakin banyak kau menggunakan kekuatanmuā¦.ā Dae Yong menepis tangan Joon Goo. Joon Goo tersenyum sinis dan melanjutkan, ā..akan semakin banyak yang berartiā¦
(diperlihatkan Joon Goo yang bermata biru berhadapan dengan orang-orang yang bermata merah.)
ā¦Membunuh orang lain akan jadi membosankan. Suatu hari nanti, aku hanya membunuh mereka hanya dengan pikiranku.ā
āPsyco!ā Dae Yong mengumpat Joon Goo, lalu pergi dari sana.
Dae Yong turun ke bawah dan keluar gedung, akan menghampiri In Ho yang sudah menunggu.
Lalu Joon Goo menyusul dari belakang dan berkata pada In Ho, āKau teman Dae Yong, kan?ā
Dae Yong menoleh pada Joon Goo, wajahnya putih, tapi matanya ditutup kacamata. Dae Yong menoleh pada In Ho, wajahnya putih, dan matanya merah. Dae Yong menoleh lagi pada Joon Goo, dia panik.
In Ho memanggil Dae Yong untuk menghampirinya, dan In Ho bergerak berjalan ke arah Dae Yong.
āJangan mendekat! Tunggu sebentar, In Ho.ā Dae Yong dengan cepat mencegah In Ho mendekata. Dae Yong takut terjadi sesuatu. In Ho tampak bingung, tapi dia menuruti perintah Dae Yong. Dae Yong kemudian bilang pada In Ho dia harus bicara dengan Joon Goo dulu, dan kembali meminta In Ho menunggu.
Dae Yong menghampiri Joon Goo, āApa yang kau lakukan?ā
āApakah kau tidak penasaran? Tebaklah, apa warna mataku sekarang?ā Joon Goo tertawa, lalu mendekat dan berbisik pada Dae Yong, āAku rasa kau tidak akan menyampaikan kematian temanmu sendiri, bukan? Aku tidak akan membunuh orang-orang di sekitarmu. Karena persahabatan ituā¦berharga.ā
Joon Goo lalu pergi. Dae Yong tampak sedikit merasa takut. In Ho menghampiri Dae Young dan memukul kepalanya.
āSiapa dia? Dia tampak menjengkelkan.ā Tanya In Ho.
Dae Yong tidak menjawab dan mengajak In Ho pergi. In Ho kembali memukul kepala Dae Yong, membuatnya kesal.
āKau, jangan berteman begitu saja dengan siapapun yang kau temui, hah! Terlalu mudah!ā In Ho memukul-mukul badan Dae Yong.
āKaulah yang mudah!ā ujar Dae Yong.
In Ho kemudian naik ke punggung Dae Yong, sehingga mau tak mau Dae Yong menggendongnya.
Seorang pria menodong seorang wanita di keramaian. Dia merangkul wanita itu, sehingga orang yang melihatny tidak curiga dan menyangka mereka adalah pasangan kekasih. Wanita itu berusaha melepaskan diri, tapi si penodong terus mengancam.
Lalu seperti ada yang memanggil si penodong. Si penodong menoleh. Dae Yong berlari dari belakang dan menghantamkan botol ke kepala si penodong, sehingga dia terhunyung dan jatuh.
Dae Yong menghampiri si wanita yang terjatuh, dan bertanya apakah wanita itu baik-baik saja. Dae Yong membantu wanita itu berdiri. Si wanita membungkuk berkali-kali mengucapkan terima kasih.
Orang-orang yang melihat kejadian itu berkerumun dan bertepuk tangan untuk Dae Yong. Dae Yong tersenyum malu.
āSejak hari itu, aku mencoba lebih keras untuk menyelamatkan hidup orang. Akhirnya aku sudah terbiasa pada Kim Joon Goodan semua ketidaknyamanan yang dibawa oleh kekuatan ini.ā
Dae Yong berpose saat di foto oleh orang-orang.
Dan dia pun masuk di kata pencarian teratas di internet.
Di sekolah, dua siswi bergosip tentang Dae Yong.
āHei, Ahn Dae Yong menyelamatkan seseorang lagi kemarin.ā
āBenarkah? Sungguh? Dia luar biasa!ā
Yang dibicarakan sedang berjalan sambil berandengan tangan dengan Hee Kyung.
āTunggu aku setelah sekolah.ā
āKenapa?ā
āSesuatu telah terjadi.ā
Dae Yong terus tersenyum sambil memegang tangan Hee Kyung. Hee Kyung menatap Dae Yong. Dae Yong bertanya kenapa, apakah Hee Kyung tidak bisa. Hee Kyung mengangguk. Dae Yong bilang dia mengerti.
Tapi, sore harinya, hanya tinggal ada Hee Kyung dan Dae Yong. Hee Kyung duduk di meja dan membaca sebuah buku. Dae Yong duduk di kursi di depannya.
Dae Yong memanggil Hee Kyung lalu mengambil buku yang dibaca Hee Kyung dan menyimpannya. Dae Yong mengeluarkan cincin dan memasangkan pada jari manis Hee Kyung. Dae Yong tersenyum, sementara Hee Kyung terdiam menatap cincin yang ada di jarinya seakan tak percaya.
Dae Yong berdiri, dan mendekatkan wajahnya pada Hee Kyung. Dae Yong lalu mencium Hee Kyung.
Dae Yong tersenyum. Hee Kyung melihat ke arah luar, lalu berbalik menatap Dae Yong. Wajahnya berubah putih dan matanya menjadi biru.
***
Bersambung ke Season 2.
Komentar:
Episode ini menurutku kurang jelas. Di awal langsung saja Dae Yong tahu kalau Joon Goo itu menggunakan kekuatannya untuk membunuh orang lain, tidak dijelaskan bagaimana Dae Yong sampai tahu.
Masa lalu Joon Goo juga tidak terlalu dijelaskan, pasangan orang asing itu siapa. Dan kenapa Joon Goo membunuh pria itu.
Dan tentang endingnya yang menggantung, sebenarnya drama ini memang belum tamat, masih ada season 2 yang berisi 6 episode. Jadi, drama SNS ini ada 11 episode dibagai 2x penayangannya. Season 1 di tayangkan tanggal 6 januari, sedangkan season 2 di tanggal 13 kalo gak salah, dan subtitle untuk season 2 belum keluar, jadi belum bisa dilanjut sinopsisnya.. :)
oke2, kita tungguin kok :)
ReplyDeletesemangat mbak \(^.^)/
Semangat mbak...
ReplyDeleteLanjut truss...
Smga sehat selalu
MillaĀ«~
Reme sih awalnya.. tapi ga tau knapa makin lama jadi makin ge je.
ReplyDeleteKerennn bikin pnsranan .........
ReplyDeleteby renny
mbk makasih bnyk ;))
ReplyDeleteMsh pngn tau lanjutan ny.. Di tunggu season 2. Fighting...
ReplyDeleteOya,, mb mumu, di tunggu juga let's eat ny.. Gomawo š
-putri
Mba mumu, bikin sinopnya The one and only dong mba, ada lee min ho nya. Cuma 4 espisode
ReplyDeleteKya....
ReplyDeleteBenar benar membuatku pengen gigit bakwan >.<
Semoga cepat ada Subtitlenya,
Semangat Kak :-D
Ya qt tunggu kelanjutan nya.semangat ya^_^
ReplyDeleteFighting zie!!
ReplyDelete-sista-
Trima Kasih dan semngat trus y:)
ReplyDeleteyaaaa..masi bersambung..makasi mba mumu fighting^^
ReplyDeletekira-kira hee kyung bermata biru itu bakal bunuh siapa ya..
ReplyDeleteditunggu lagi ya kak mumu sinopsis selanjutnya ^-^)9