Sinopsis AFTERMATH Season 2 Episode 4
Dae Yong melihat rekaman video seseorang yang diwawancara, āOrang-orang dan media melebih-lebihkan dengan menyebutnya sebagai pahlawan. Hari itu, bagiku dia seperti orang yang mempunyai kelainan jiwa.ā
Dae Yong terengah-engah kesal. Joon Goo melihatnya dan tertawa. Dia bilang orang-orang lebih menyukai skandal daripada serita baik dan kebenaran.
Dae Yong kesal, wajahnya berubah dan matanya menjadi biru.
Sinopsis Aftermath Season 2 Episode 4
Joon Goo tertawa melihat Dae Yong yang sudah terhasut olehnya. Dae Yong mengembalikan ponsel Joon Goo dengan kasar lalu berjalan pergi masih sambil emosi.
Dia berjalan dengan menabrak orang lain. Hingga ada anak muda yang protes ditabrak Dae Yong. Hee Kyung di seberang jalan mendengarnya dan menoleh.
Dae Yong menoleh kembali, āApa kau berandal? Apa kau sudah gila? Lihatlah sebelum kau berjalan!ā
Dae Yong menyalahkan orang itu dan mendorongnya. Dae Yong hendak berkelahi dengan orang itu dan rekannya.
Dari seberang Hee Kyung memanggilnya panik, āAhn Dae Yong! Ahn Dae Yong!ā
Hee Kyung berjalan ke tengah jalan. Lalu ada mobil yang melaju dengan kencang kee arahnya. Dae Yong melihatnya.
Dia berlari dengan cepat dan menarik Hee Kyung ke pinggir jalan.
Mereka berdua jatuh ke trotoar.
āApa kau sudah gila?ā Dae Yong berteriak. Matanya sudah kembali normal.
Mereka kemudian bicara berdua di pinggir lapangan. Dae Yong bertanya mengapa Hee Kyung senekat itu. Hee Kyung tak menjawab dan bilang dia ingin mengatakan sesuatu.
āHari itu, saat di atap. Aku tahu kau tidak akan mati.ā
āApa katamu?ā
āTiga tahun lalu, aku mengalami kecelakaan.ā
Flashback.
Hee Kyung masuk ke ruang rawat ibunya. Dia melihat pamannya memegang bantal dan ibunya telah meninggal dengan mata terbuka. Hee Kyung melihat pamannya bermata biru dan ibunya bermata merah.
āPaman!ā Hee Kyung menjatuhkan makanan yang dibawanya.
āHee Kyung, ini tidak seperti yang kau lihat.ā
āApa yang paman lakukan?ā
Hee Kyung kemudian diberi tahu dokter bahwa ibunya meninggal karena serangan jantung. Hee Kyung menangis sendirian dibangku rumah sakit.
Flashback end.
āAkulah penyebabnya. Semua karena aku.ā Ujar Hee Kyung.
Dae Yong menghapus air mata Hee Kyung.
āApa kau bahagia? Dae Young, kekuatanmu akan melemah jika kau tidak menggunakannya.ā
Dae Yong lalu teringat perkataan Joon Goo: āSemakin sering kau menggunakannya, kekuatanmu akan semakin bertambah.ā
Hee Kyung berkata lagi, āDae Young, bisakah kita berpura-pura tidak tahu apa-apa dan hidup seperti biasa?ā
Dae Young menggenggam tangan Hee Kyung dan tersenyum.
Hari berlalu. Dae Yong sedang bersiap berangkat sekolah.
āDae Young, sudah siang. Cepatlah!ā
āIbu, ini jam berapa?ā
āKau terlambat. Ini sudah waktunya jam masuk sekolah.ā
Dae Yong bingung dimana tas dan dompetnya. Benar-benar riweuhā¦he..
āIbu akan membawakannya nanti. Makanlah sedikit lalu berangkat sekolah. Cepatlah, kau benar-benar terlambat.ā
Ibu menyuapi Dae Yong. Dae Yong kemudian bilang tidak punya uang. Ibu bilang akan memberikannya nanti. Dae Yong minta ibu meletakkannya di meja. Ibu mengiyakan.
Dae Yong akan keluar, ibu minta dipeluk. Dae Yong memeluk ibunya lalu berangkat.
Di kelas, Dae Yong pura-pura menjatuhkan pulpennya. Dia berjongkok untuk mengambilnya dan menggenggam tangan Hee Kyung. In Ho melihatnya dan melempar Dae Yong. Hee Kyung tersenyum.
Dae Yong melempar pulpen ke arah In Ho, tapi tidak kena.
Dae Yong dan In Ho pulang latihan basket. In Ho bertanya bukankah dia semakin pintar bermain basket.
Dae Yong melihat seorang pemuda lewat dengan mata merah. Dae Yong berhenti berjalan dan melihat ke arahnya. In Ho menegur. Lalu Dae Yong berjalan pergi tanpa menghiraukan pemuda itu.
Dae Yong menunggu bis sekolah bersama Hee Kyung dengan gembira. Dae Yong dan Hee Kyung melihat seorang wanita turun dari bisa dengan mata merah.
Dae Young bernarasi: āAku menjalani hari-hariku seperti biasa, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Aku tak lagi ingin menjadi pahlawan yang mengubah takdir seseorang.ā
Dae Yong menatap Hee Kyung lalu tersenyum dan masuk ke dalam bis.
Ternyata dari jauh Joon Goo memperhatikan Dae Yong. Dia bernarasi: āSejak saat itu, aku menghabiskan waktuku untuk mengawasi Dae Yong dari kejauhan.ā
Dae Yong sedang Hee Kyung, Dae Yong bilang dia yang akan membeli kuenya dan berkata akan menemui Hee Kyung besok. Dae Yong menutup telponnya.
Dae Yong lalu menoleh dan melihat sesuatu.
Paman Hee Kyung dipukuli oleh prema. Preman itu menyuruh paman membawa Hee Kyung.
āHei, keponakanmu lumayana cantik. Kenapa kau tidak menjualnya supaya kau bisa melunasi hutang-hutangmu?ā
āBajingan. Aku akan membunuhmu jika kau menyetuhnya!ā
Dae Yong mendekat. Paman Hee Kyung dipukuli lagi.
āTolong! Tolong! Siapa saja panggil polisi!ā Dae Yong berteriak sekencang-kencangnya.
Para preman itu berhenti memukuli paman Hee Kyung dan menyuruh paman melunasi hutangnya secepatnya. Para preman itupun pergi.
Dae Yong menghampiri paman, āAnda baik-baik saja? Duduklah.ā
Dae Yong membantu paman berdiri. Paman menatap Dae Young.
āBukankah Anda paman Hee Kyung? Saya temannya.ā
āBerpura-puralah kau tidak melihat apapun, jangan beritahu Hee Kyung. Kumohon.ā
Dae Yong mengangguk. Paman kemudian pergi.
Dari sebuah mobil, seseorang (sepertinya Joon Goo) melihat paman parkir dan berjalan masuk ke dalam gedung. Orang itu keluar dari mobilnya dan mengikuti paman.
Ibu Dae Yong sedang merapikan toko hendak pulang ke rumah. Tiba-tiba lampu toko mati. Ibu terkejut, dia tidak mematikan lampu.
āSelamat ulang tahun, selamat ulang tahun ibuku tersayang. Selamat ulang tahun.ā Dae Yong muncul bersama Hee Kyung dan In Ho.
āKalian mengejutkanku. Terima kasih.ā Ibu meniup lilinnya.
Lampu dinyalakan kembali dan mereka duduk bersama. Ibu kembali mengucapkan terima kasih. Dae Yong kemudian memberikan hadiah pada ibu, kosmetik. Ibu memuji Dae Yong yang sudah tumbuh dewasa karena membelikan hadiah yang tepat.
āMakan kuenya. Kemarin bibimu menelpon ibu. Katanya dia akan datang di upacara kelulusanmu.ā Ujar ibu pada Dae Yong.
āUntuk apa?ā
āKatanya kau menerima penghargaan sekali seumur hidup. Jadi dia ingin melihatnya.ā
āMemalukan sekali.ā
In Ho lalu bilang dia juga menyiapkan hadiah untuk ibu. Hadiahnya adalahā¦
Menyanyi di karoke. In Ho menyanyi untuk ibu, dan bahkan mencium tangan ibu seperti pada kekasih. Ibu tertawa.
Dae Yong juga menyanyi. Hee Kyung juga. Mereka pun menari-nari bersama.
Dae Yong lalu membuka pesan diponselnya dari Joon Goo. Sebuah gambar, paman Hee Kyung tergeletak berlumuran darah.
āKau menyukai hadiahnya? Aku menyiapkannya khusus untukmu. Kau menyiapkan hadiah untukku?ā
Dae Yong berlari dengan kencang menuju tempat Joon Goo.
Dae Yong masuk dan berteriak, āKenapa? Kenapa kau melakukannya?!ā
***
Bersambung ke episode 5 ~
Komentar:
Tidak di jelaskan di adegan bagaimana Hee Kyung mendapatkan kekuatan itu. Dia hanya bilang kalau dia mengalami kecelakaan tiga tahun yang lalu. Mungkin setelah itu dia mendapatkan kekuatan itu. Lalu dia melihat paman yang bermata biru dan ibunya yang bermata merah. Tidak tahu benar atau tidak pamannya yang membunuh ibunya karena dokter menyebutkan ibunya meninggal karena serangan jantung, kalau dibekap bantal, harusnya meninggal karena kekurangan oksigen kan?
Dan mungkin paman tidak membunuh ibunya Hee Kyung. Buktinya dia meminta para preman itu untuk tidak menyentuh Hee Kyung.
Tapi Hee Kyung menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ibunya.
Dan pertanyaan, kenapa Hee Kyung tidak menolong Dae Yong saat terjatuh dari atap adalah, Hee Kyung melihat mata Dae Yong tidak berwarna merah, artinya Dae Yong tidak akan meninggal.
Asiiiik pertama lagi :)
ReplyDeleteIiiiisssh kayaknya masi banyak teka-teki deh yg belom kejawab
Tapi semangat ka ngelanjutinnyaa, hehehee
Soalnya penasaran, si JG antara punya 2 kepribadian sama psyco deh sepertinya -,-
Oh iya kaa ditunggu jg loh Lets Eat ep 12 nyaa hihihiiiii :)
waaaah suka ma critanya..^^ pensaran ma klanjutanny,,
ReplyDeletedtunggu yg brikutny eonni, fighting^^
episode 5 episode terakhir kan mbak? moga aja semua pertanyaan kejawab deh, hehe, makasi mba Mumu, SEMANGAT :D
ReplyDelete