Bismillah, mau mulai
ngeblog nih. Setelah dua tahun blog ini dibuat tanpa satupun post, mulai
sekarang InsyaAllah akan di update terus. Mari berbagi pengalaman dan
pengetahuan agar bermanfaat untuk yang membacanya. Amin.
Ketika Min Hyuk sudah diluar, Yoo Jung berlari ke arahnya, dan bersimpuh memegang kaki Min Hyuk. Yoo Jung kembali meminta maaf. Min Hyuk berusaha melepaskan kakinya. Yoo Jung menangis, “Tolong bantu aku sekali saja. Aku tidak bisa membiarkan ayahku pergi begitu saja. Bawa aku ke kantor polisi. Aku bersedia di penjara. Aku bersedia di hukum. Tolong biarkan aku pergi setelah melihat ayahku bisa di operasi dan tersenyum kembali. Aku mohon! Kali ini…jika kau membiarkan aku mendampingi ayahku…” “Hei! Lepaskan! Apa kau tidak punya rasa malu?” “Ya, aku tidak malu. Aku bahkan bisa melakukan hal lebih gila lagi. Apa yang membuatku malu adalah…apa yang telah aku perbuat pada orang yang meninggal itu. Aku tidak berpikir bahwa aku sudah membayar dosa-dosaku. Seumur hidupku…seumur hidupku, aku takkan pernah melupakan itu. Bagaimana aku bisa melupakannya?” Yoo Jung menangis semakin menjadi. “Jangan sembarang bicara. Jangan pernah sembarang membicarakannya.” Yoo Jung terus menangis dan m...
“Bodoh, bodoh, bodoh! Bagaimana kau akan hidup dengan anakmu jauh darimu?” Ja Yoo memarahi Yoo Jung atas keputusannya tidak mengambil kembali San. “Eonni, aku tidak membuatnya berpisah dariku. Hanya karena menjadi seorang ibu, tidak membuatmu harus hidup dengan memegang anak dipangkuanmu. San-ku bahagia, itu sudah cukup untukku. Kau tidak tahu bagaimana bahagianya senyuman San-ku.” “Ou, ou aku sangat frustasi. Ou aku tidak tahu. Jika anakku diambil seperti itu, aku akan pergi ke ujung dunia untuk menemukannya.” Mata Ja Yoon berkaca-kaca. “Aku juga berpikir aku akan seperti itu.” Yoo Jung menggeleng. “Aku tidak bisa melakukannya. Karena saat San diambil dariku, aku sangat terluka, dan aku merasakan perasaan seperti sekarat.” Yoo Jung kembali menggeleng. “Aku tidak bisa mengambilnya kembali. Saat keluarga itu pertama kali membawa San, mereka bilang dia menangis sangat kencang. Mencari ibunya, sepanjang minggu, bahkan tanpa memakan apapun, mereka bilang dia menangis seperti itu.” Yo...
Jae Yeol masih menjalani perawatan di rumah sakit dan meminum obat. Bedanya sekarang, dia sudah mulai bisa menulis dan mendisiplinkan diri untuk tidur jika sudah tiba waktunya tidur. Young Jin melihat Jae Yeol dari luar kamar dan tersenyum.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD