Sinopsis AFTERMATH Season 2 Episode 3
Sebelumnya di [Aftermath Season 2 Ep. 1] [Aftermath Season 2 Ep. 2]
Dae Yong berada di dalam kereta yang dipenuhi orang-orang berwajah putih dan bermata merah, dan dirinya pun demikian. Dae Yong menyadari bahwa kereta akan mengalami kecelakaan sebelum sampai di stasiun berikutnya, stasiun Yang Shimni. Dae Yong membuat kegaduhan di dalam kereta meminta kereta dihentikan.
Sinopsis Aftermath Season 2 Episode 3
Ibu sedang mencuci piring, dan mendengar berita di televisi. Ibu menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah televisi.
āLaporan Khusus. Hari ini pukul 05.20 sore terjadi kecelakaan misterius di stasiun Nong San. Kecelakaan tersebut mengganggu jalannya kereta yang tiba di stasiun dan juga para korban yang menunggu di stasiun Nong Sanā¦ā
Hee Kyung menyaksikan berita itu di rumahnya.
āā¦Beruntung, ledakan terjadi sebelum kereta tiba di stasiun, sehingga tidak ada korban jiwaā¦ā
Hee Kyung mencoba menghubungi Dae Yong.
Joon Go melihat berita itu dari LCD TV di jalan raya.
āā¦Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, berkat kewaspadaan seorang siswa SMS pemberani. Laporan yang kami himpun menyatakan, sebelum mencapai stasiun Nong San, seorang siswa SMA mengatakan mereka harus menghentikan keretaā¦ā
Joon Goo tertawa.
āā¦Karena kegigihan siswa tersebut, penumpang mencoba menghubungi pusat kendali dan meminta untuk menghentikan keretanya sementara. Oleh karena itu, kereta terlambat sampai di stasiun Nong San dan terhindar dari kecelakaanā¦ā
Warga kota melihat berita itu di smartphone.
***
Dae Yong melihat Hee Kyung yang tampak acuh di kelas. Kemudian Pak Guru masuk kedalam kelas dan meminta perhatian anak-anak.
āPengumuman. Ahn Dae Yong! Dae Yong akan menerima penghargaan khusus dalam upacara kelulusan.ā
Semua orang bertepuk tangan. Tapi tidak dengan Hee Kyung. Pak Guru kemudian menyuruh ketua kelas untuk membubarkan kelas.
Dae Yong melirik Hee Kyung yang masih acuh.
Na Ri dan temannya mendekati Dae Yong.
āDae Yong. Apa kau masih bersama Hee Kyung?ā
Dae Yong tak menjawab tapi melirik Hee Kyung yang tampak terusik dengan perkataan Na Ri tadi. Na Ri juga ikut melirik sinis pada Hee Kyung.
āSepertinya kau tidak bisa menjawabnya. Biarkan aku menjawabnya untukmu.ā
Dua teman Na Ri menyuruh Dae Yong pacaran dengan Na Ri saja. Mereka berdua nampak serasi. In Ho menyuruh mereka diam.
In Ho menghampiri Dae Yong dan menendang kursinya, āBrengsek, Hee Kyung melihatmu.ā (maksudnya kenapa Dae Yong tidak menjawab)
Dae Yong tersulut emosi, āKenapa kau selalu mengatakan ābrengsekā setiap kali membuka mulutmu? Memangnya aku anakmu?ā Dae Yong berteriak di depan wajah In Ho.
āTidak, mana mungkin kau anakku. Kau anak ayahmu.ā
Dae Yong memukul In Ho. Dae Yong bilang dia telah menyelamatkan hidup In Ho.
In Ho tidak terima Dae Yong memukulnya. Dan mana mungkin anak brengsek seperti Dae Yong menyelamatkan hidupnya. In Ho balas memukul Dae Yong, tapi dia terjatuh. Saat Dae Yong akan memukul In Ho lagi, dari luar ada yang menegur mereka dan meminta mereka untuk segera pulang.
***
In Ho duduk dan memegang luka di bibirnya. Hee Kyung mendekat dan duduk di samping In Ho, dia bertanya apakah In Ho baik-baik saja.
āDae Yong, dia banyak berubah.ā In Ho menerawang.
Hee Kyung tampaknya menyadari hal yang sama.
***
Dae Yong datang ke cafƩ Joon Goo. Dae Yong bertanya mengapa Joon Goo memanggilnya. Joon Goo tersenyum dan berkata dia merindukan Dae Yong. Dae Yong bilang Joon Goo hanya bercanda.
Seorang pria berkacamata datang kesana dan menyapa Dae Yong. Joon Goo menyemangati Dae Yong lalu pergi.
Pria tadi kemudian duduk di depan Dae Yong.
āAnda bermaksud membuat cerita saya dalam bentuk komik dan mempublikasikannya secara online?ā
āBenar.ā Pria itu mengangguk.
Dae Yong sumringah, lalu membuka jas sekolahnya. Dia mulai bercerita, āBagaimana cara menjelaskannya? Apa anda tahu perasaan itu? seolah-olah anda tahu sesuatu akan terjadi hari itu. saya hanya berpikir āaku harus menyelamatkan semua orangā. Saya merasa bahwa hari itu seluruh penumpang kereta berada dalam bahaya.
Jadi saya bilang pada mereka untuk menghentikan keretanya karena akan terjadi kecelakaan. Lalu terjadi kepanikan di dalam kereta. Kekacauan terjadi karena tidak seorangpun yang tahu harus berbuat apa. Saat itulah saya berkata ātidak seorangpun yang akan mati. Tenanglah. Kita dapat mengatasinya!ā. Saya bilang āsaya akan menyelamatkan semua orang disiniā. Kemudian kereta berhenti.ā
Joon Goo mendengarnya geli, karena sebenarnya tidak seperti itu. Justru Dae Yong panik sendiri dan orang-orang menyangka dia kesurupan.
Pria itu bilang Dae Yong benar-benar mengagumkan.
Dae Yong tersenyum malu. Dae Yong menerima telpon dari Hee Kyung, tapi dia abaikan. Pria penulis komik itu pamit dan berterima kasih pada Dae Yong.
Dae Yong melihat ponselnya, ada 10 panggilan tidak terjawab dari Hee Kung. Dae Yong menyebut Hee Kyung bodoh.
Dae Yong hendak pergi. Joon Goo menghadangnya.
āBukankah sudah ku katakan, kau tidak akan bahagia jika kau mulai tamak?ā
Joon Goo tertawa. Dae Yong tidak mempedulikan perkataan Joon Goo tadi dan berlalu pergi.
Joon Goo melihat cincin Dae Yong yang tertinggal di meja.
***
Hee Kyung menunggu Dae Yong. Dia kemudian mengingat kenangannya bersama Dae Yong dan tersenyum. Tapi senyumnya kemudian menghilang.
Dae Yong menghampiri Hee Kyung dan duduk disampingnya. Dae Yong kemudian minta maaf. Hee Kyung diam saja.
āAku minta maaf. Maafkan aku. Hee Kyung, tatap aku, tatap aku, jangan marah lagi.ā Dae Yong berusaha membujuk Hee Kyung.
Hee Kyung memutar-mutar cincin di jarinya, āBerhentilah bersikap berlebihan. Mulai sekarang kau tidak perlu melakukannya dengan enggan seperti itu.ā
āAda apa? Kenapa kau seperti ini?ā Dae Yong merangkul Hee Kyung.
āKita putus saja.ā
āApa?ā
āAku sudah tidak menyukaimu. Kita akhiri saja.ā Hee Kyung membuka cincinnya dan menyimpannya di bangku dekat Dae Yong, lalu berjalan pergi.
Dae Yong memanggil Hee Kyung, mulanya lembut, lalu berteriak.
Dae Yong duduk melamun, mengingat kenangannya bersama Hee Kyung. Joon Goo datang dan menunjukkan cincin milik Dae Yong.
āApa ini cincin pasangan?ā
Dae Yong hendak mengambilnya, tapi Joon Goo tak membiarkannya.
āWawancaramu berhasil. Aku tersentuh.ā
Dae Yong mengambil cincinnya dan berlalu pergi.
āApa ini? āAhn Dae Young, Remaja yang jadi Sok Pahlawanā?ā Joon Goo membaca artikel di ponselnya dan tertawa dengan kencang agar Dae Yong mendengarnya.
Dae Yong berbalik dan merebut ponsel dari tangan Joon Goo.
Dae Yong melihat rekaman video seseorang yang diwawancara, āOrang-orang dan media melebih-lebihkan dengan menyebutnya sebagai pahlawan. Hari itu, bagiku dia seperti orang yang mempunyai kelainan jiwa.ā
Dae Yong terengah-engah kesal. Joon Goo melihatnya dan tertawa. Dia bilang orang-orang lebih menyukai skandal daripada serita baik dan kebenaran.
Dae Yong kesal, wajahnya berubah dan matanya menjadi biru.
***
Bersambung ke episode 4 ~
Komentar:
Baru sadar, sepertinya Joon Goo ini memiliki dua kepribadian. Saat di cafƩ menemui Dae Yong, dia terlihat menjadi sosok yang baik. Tapi saat dia menghampiri Dae Yong yang putus dengan Hee Kyung, dia menjadi sosok yang jahat. Penampilannya pun berbeda.
Heeeem bener kata si JG, DY udah mulai tamak dan sombong -,-
ReplyDeleteOh iya ka, yg jadi DY yg pernah main di Nail Shop Paris bkan sih? Mukanya mirip.
Kayaknya gitu ka, soalnya pas di kafe si JG dari pakaian sama rambut beda loh pas dia keluar nemuin DY yg abis putus.
wihiii, ngeri dah, Dae Yong jadi sombong, buruan sadar deh yaa, SEMANGAT mba Mumu :D makasi :)
ReplyDelete